Menukar Uang Bisa Jadi Riba

by Ekonomi Syariah on December 6, 2013

Ada sebuah kasus sederhana diceritakan bahwa Ahmad hendak menukarkan uang pecahan kepada yusuf sebesar Rp10,000 tetapi yusuf hanya memiliki uang Rp9.000 ada selisih 1000 rupiah dari penukaran ini. dan karena ahmad sangat memerlukannya dengan serta merta dia memberikan uang Rp10.000 ditukar dengan Rp9.000 dengan asumsi nanti yusuf akan memberikan sisanya setelah dia memilikinya

Dari contoh kasus diatas hal ini banyak terjadi di kehidupan kita, seakan sesuatu hal yang sudah lumrah.

Tetapi dari kacamata islam hal kecil seperti inipun ternyata harus hati-hati jangan sampai Anda terkena hukum riba.

Perlu diketahui bahwa prinsip menukar uang di dalam islam adalah

Nilai uang yang akan ditukar harus “sama dengan” nilai hasil penukarannya

Misalkan : penukaran 10.000 yaa hasil tukarpun harus bernilai sama, jika hasil tukar tidak sama maka hal ini bisa terkena hukum ribawi

Lalu bagaimana solusi terhadap contoh kasus diatas

Solusinya

1. Ahmad sebaiknya jangan menukarkan uang kepada yusuf, dan sebaiknya carilah teman lain untuk menukarkan uangnya tentunya dengan nilai uang yang sama yaa..

2. Karena uang yusuf kurang, Ahmad bisa meminjam uang kepada Yusuf, dan tentunya pinjaman tersebut sesuai keridhaan dari yusuf

Dan jika yang dipinjamkan uangnya cukup besar maka sertakan perjanjian dalam utang piutang tersebut.

 

Semoga bermanfaat

{ 0 comments }

Bank umum konvensional

by Ekonomi Syariah on June 20, 2012

Bank konvensional

Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Bank Umum memiliki peranan yang strategis dalam menyelaraskan dan menyeimbangkan unsur-unsur pemerataan pembangunan dan hasil- hasil pembangunan, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional guna menunjang pelaksanaan pembangunan nasional.

Bank umum konvensional terbagi atas Bank Pemerintah, Bank Swasta, Bank swasta nasional nondevisa, Bank pembangunan daerah, Bank campuran, Bank asing

Bank pemerintah

Bank pemerintah adalah bank yang sebagian atau seluruh sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. Berikut ini adalah daftar bank pemerintah, yaitu:

  1. Bank Mandiri
  2. Mutiara Bank
  3. Bank Negara Indonesia
  4. Bank Rakyat Indonesia
  5. Bank Tabungan Negara

Bank swasta

Bank swasta adalah bank dimana sebagian besar sahamnya dimiliki oleh swasta nasional sertaakte pendirianpun didirikan oleh swasta, pembagian keuntungannya jugauntuk swasta nasional. Bank swasta dibedakan menjadi 2 yaitu:

Bank swasta nasional devisa

  1. Bank Agroniaga
  2. Bank Anda (Surabaya), sebelumnya dikenal sebagai “Bank Antar Daerah”
  3. Bank Artha Graha Internasional, sebelum bulan Mei 2005 bernama “Bank Interpacific”
  4. Bank Bukopin
  5. Bank Bumi Arta
  6. Bank Capital Indonesia
  7. Bank Central Asia
  8. Bank CIMB Niaga, sebelum tanggal 15 Oktober 2008 bernama “Bank Niaga”
  9. Bank Danamon Indonesia
  10. Bank Ekonomi Raharja
  11. Bank Ganesha
  12. Bank Hana, sebelum tanggal 17 Maret 2008 bernama “Bank Bintang Manunggal”
  13. Bank Himpunan Saudara 1906 (Bandung)
  14. Bank ICB Bumiputera, sebelum tanggal 11 September 2009 bernama “Bank Bumiputera Indonesia”
  15. Bank ICBC Indonesia, sebelumnya bernama “Bank Halim Indonesia”
  16. Bank Index Selindo
  17. Bank Internasional Indonesia, dalam proses perubahan nama menjadi “Bank Maybank Indonesia”[2]
  18. Bank Maspion (Surabaya)
  19. Bank Mayapada
  20. Bank Mega
  21. Bank Mestika Dharma (Medan)
  22. Bank Metro Express
  23. Bank Nusantara Parahyangan (Bandung)
  24. Bank OCBC NISP, sebelum tanggal 7 Februari 2011 bernama “Bank NISP”
  25. Bank of India Indonesia, sebelum tanggal 17 November 2011 bernama “Bank Swadesi”
  26. Panin Bank
  27. Bank Permata, sebelum tanggal 18 Oktober 2002 bernama “Bank Bali”
  28. Bank QNB Kesawan, sebelum tanggal 12 Desember 2011 bernama “Bank Kesawan”
  29. Bank SBI Indonesia, sebelum tanggal 30 April 2009 bernama “Bank Indo Monex”
  30. Bank Sinarmas, sebelumnya bernama “Bank Shinta Indonesia”
  31. Bank UOB Indonesia, sebelum tanggal 19 Mei 2011 bernama “Bank UOB Buana”/sebelumnya bernama “Bank Buana Indonesia”

Bank swasta nasional nondevisa

  1. Anglomas Internasional Bank (Surabaya)
  2. Bank Andara, sebelum tanggal 30 Januari 2009 bernama “Bank Sri Partha”
  3. Bank Artos Indonesia (Bandung)
  4. Bank Bisnis Internasional (Bandung)
  5. Bank Tabungan Pensiunan Nasional (Bandung)
  6. Centratama Nasional Bank (Surabaya)
  7. Bank Dipo International
  8. Bank Fama Internasional (Bandung)
  9. Bank Harda Internasional
  10. Bank Ina Perdana
  11. Bank Jasa Jakarta
  12. Bank Kesejahteraan Ekonomi
  13. Bank Liman International
  14. Bank Mayora
  15. Bank Mitraniaga
  16. Bank Multi Arta Sentosa
  17. Bank Nationalnobu, sebelum tanggal 12 November 2008 bernama “Bank Alfindo Sejahtera”
  18. Prima Master Bank
  19. Bank Pundi Indonesia, sebelum tanggal 23 September 2010 bernama “Bank Eksekutif Internasional”
  20. Bank Royal Indonesia
  21. Bank Sahabat Purba Danarta (Semarang), sebelum tanggal 16 September 2009 bernama “Bank Purba Danarta”
  22. Bank Sinar Harapan Bali
  23. Bank Victoria Internasional
  24. Bank Yudha Bhakti

Bank pembangunan daerah

Bank pembangunan daerah adalah bank yang sebagian atau seluruh sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Daerah Provinsi.

  1. Bank Jambi (Jambi)
  2. Bank Kalsel (Banjarmasin)
  3. Bank Kaltim (Samarinda)
  4. Bank Sultra (Kendari)
  5. Bank BPD DIY (Yogyakarta)
  6. Bank Nagari (Padang)
  7. Bank DKI (Jakarta)
  8. Bank Lampung (Bandar Lampung)
  9. Bank Kalteng (Palangka Raya)
  10. Bank BPD Aceh (Banda Aceh)
  11. Bank Sulsel (Makassar)
  12. Bank BJB (Bandung), dahulu dikenal sebagai Bank Jabar Banten atau BPD Jawa Barat.
  13. Bank Kalbar (Pontianak)
  14. Bank Maluku (Ambon)
  15. Bank Bengkulu (Kota Bengkulu)
  16. Bank Jateng (Semarang)
  17. Bank Jatim (Surabaya)
  18. Bank NTB (Mataram)
  19. Bank NTT (Kupang)
  20. Bank Sulteng (Palu)
  21. Bank Sulut (Manado)
  22. Bank BPD Bali (Denpasar)
  23. Bank Papua (Jayapura), dahulu dikenal sebagai BPD Irian Jaya
  24. Bank Riau Kepri (Pekanbaru), dahulu dikenal sebagai Bank Riau
  25. Bank Sumsel Babel (Palembang), dahulu dikenal sebagai Bank Sumsel
  26. Bank Sumut (Medan)

Bank campuran

Bank campuran adalah bank umum yang didirikan bersama oleh satu atau lebih bank umum yang berkedudukan di Indonesia dan didirikan oleh WNI (dan/atau badan hukum Indonesia yang dimiliki sepenuhnya oleh WNI), dengan satu atau lebih bank yang berkedudukan di luar negeri.

  1. Bank ANZ Indonesia, sebelum 12 Januari 2012 bernama “ANZ Panin Bank”
  2. Bank Commonwealth
  3. Bank Agris, sebelum 5 September 2008 bernama “Bank Finconesia”
  4. Bank BNP Paribas Indonesia
  5. Bank Capital Indonesia
  6. Bank Chinatrust Indonesia
  7. Bank DBS Indonesia
  8. Bank KEB Indonesia
  9. Bank Mizuho Indonesia
  10. Bank Rabobank International Indonesia
  11. Bank Resona Perdania
  12. Bank Sumitomo Mitsui Indonesia
  13. Bank Windu Kentjana International, sebelum tanggal 7 Februari 2008 bernama “Bank Multicor”
  14. Bank Woori Indonesia, sebelum bulan Februari 2002 bernama “Bank Hanvit Indonesia”

Bank asing

  1. Bank of America
  2. Bangkok Bank
  3. Bank of China
  4. Citibank
  5. Deutsche Bank
  6. HSBC
  7. JPMorgan Chase
  8. Royal Bank of Scotland, sebelum tanggal 22 Februari 2011 bernama “ABN AMRO”
  9. Standard Chartered
  10. The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ

 

{ 0 comments }

Tujuan dan Tugas Bank Indonesia

20 June 2012

Dalam kapasitasnya sebagai bank sentral, Bank Indonesia mempunyai satu tujuan tunggal, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah ini mengandung dua aspek, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang negara lain. Aspek pertama tercermin pada perkembangan laju inflasi, sementara aspek kedua tercermin pada perkembangan nilai […]

Read the full article →

Sikap Pedagang Muslim

28 April 2012

a. Berlaku Benar Berperilaku benar merupakan ruh keimanan dan ciri utama orang yang beriman. Sebaliknya, dusta merupakan perilaku orang munafik. Seorang muslim dituntut untuk berlaku benar, seperti dalam jual beli, baik dari segi promosi barang atau penetapan harganya. Oleh karena itu, salah satu karakter pedagang yang terpenting dan diridhai Allah adalah berlaku benar. Dusta dalam […]

Read the full article →
</