Zakat

by siti saodah alawiyah on May 2, 2011

Zakat adalah kewajiban finansial dari harta kekayaan menurut ketentuan Islam. Dan, zakat bukanlah pajak yang untuk menjamin penerimaan negara. Distribusi hasil pengumpulan zakat harta ditujukan kepada delapan kelompok sasaran (asnaf), sebagaimana firman Allah SWT dalam surat at-Taubah: 60,

“Hanya zakat itu untuk orang-orang fakir, orang miskin, pengurus zakat, orang muallaf hatinya, untuk memerdekakan budak (hamba), orang yang berhutang, orang yang berjuang di jalan Allah, dan untuk orang musafir sebagai suatu keperluan dari pada Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.”

Zakat memainkan peranan penting dan signifikan dalam distribusi pendapatan dan kekayaan, dan berpengaruh nyata pada tingkah laku konsumsi.

Zakat berpengaruh pula terhadap pilihan konsumen dalam hal mengalokasikan pendapatannya untuk tabungan atau investasi dan konsumsi. Pengaruh dari zakat dari aspek sosial ekonomi, memberikan dampak terciptanya keamanan masyarakat dan menghilangkan pertentangan kelas karena ketajamannya perbedaan pendapatan.

Pelaksanaan zakat oleh negara akan menunjang terbentuknya keadaan ekonomi, yakni peningkatan produktivitas yang dibarengi dengan pemerataan pendapatan serta peningkatan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Hadist Nabi Muhammad saw., “Perdagangkanlah harta anak yatim itu sehingga tidak habis termakan zakat.”

zakatKata zakat dalam Al-Quran selalu dirangkaikan dengan shalat dan disebut sebanyak 82 kali, menunjukkan betapa lembaga zakat ini sangat penting menyusun kehidupan yang humanis dan harmonis. Istilah lain dari zakat disebutkan dalam Al-Quran sebagai sedekah (at-Taubah: 103), hak (al-An’am: 141), an-nafaqah (at-Taubah: 34).

Zakat merupakan lembaga Islam dan telah diwajibkan Allah sejak zaman Nabi Ibrahim a.s. dan nabi-nabi sesudahnya sampai Nabi Isa a.s. dan Nabi Muhammad saw. (lihat surat al-Anbiya: 73; al-Maaidah: 12; Maryam: 31, 35; dan at-Taubah: 60)

Mengingat kedudukan zakat sebagai rukum islam ketiga dan memiliki dampak sosial ekonomi yang baik, sampai-sampai Khalifah Abu Bakar Siddiq r.a. berani mengambil resiko akan memerangi orang Islam yang tidak membayar zakat walaupun mendirikan shalat.

Peranan lembaga zakat, baik zakat harta (mal) maupun zakat fitrah (nafs), akan sangat tampak lagi dengan lebih baik bila diberlakukan bersama-sama dengan pelarangan riba, dan qirad sebagai nilai instrumental berikutnya.

Incoming search terms:

  • ketentuan islam tentang zakat

Leave a Comment

Previous post:

Next post:

</