Wakalah

by Ekonomi Syariah on December 24, 2009

FATWA DEWAN SYARI’AH NASIONAL
NO: 10/DSN-MUI/IV/2000

Tentang WAKALAH

Menetapkan : FATWA TENTANG WAKALAH
Pertama : Ketentuan tentang Wakalah

  1. Pernyataan ijab dan qabul harus dinyatakan oleh para pihak untuk menunjukkan kehendak mereka dalam mengadakan kontrak (akad).
  2. Wakalah dengan imbalan bersifat mengikat dan tidak boleh dibatalkan secara sepihak.

Kedua : Rukun dan Syarat Wakalah

  1. Syarat-syarat muwakkil (yang mewakilkan)
    a. Pemilik sah yang dapat bertindak terhadap sesuatu yang diwakilkan.
    b. Orang mukallaf atau anak mumayyiz dalam batas-batas tertentu, yakni dalam hal-hal yang bermanfaat baginya seperti mewakilkan untuk menerima hibah, menerima sedekah dan sebagainya.
  2. Syarat-syarat wakil (yang mewakili)
    a. Cakap hukum,
    b. Dapat mengerjakan tugas yang diwakilkan kepadanya,
    c. Wakil adalah orang yang diberi amanat.
  3. Hal-hal yang diwakilkan
    a. Diketahui dengan jelas oleh orang yang mewakili,
    b. Tidak bertentangan dengan syari’ah Islam,
    c. Dapat diwakilkan menurut syari’ah Islam.Manfaat barang atau jasa harus bisa dinilai dan dapat dilaksanakan dalam kontrak.

Ketiga :
Jika salah satu pihak tidak menunaikan kewajibannya atau jika terjadi perselisihan di antara para pihak, maka penyelesaiannya dilakukan melalui Badan Arbitrasi Syari’ah setelah tidak tercapai kesepakatan melalui musyawarah.

Ditetapkan di : Jakarta
Tanggal : 08 Muharram 1421 H / 13 April 2000 M

Incoming search terms:

  • rukun dan syarat wakalah
  • syarat dan rukun wakalah
  • wakalah
  • syarat wakalah
  • Syarat dan Rukun Koperasi
  • syarat dan rukun koperasi syariah

{ 2 comments… read them below or add one }