Hukum Riba menurut Alquran

Al-Qur’an menjelaskan tentang riba, pada surat Al-baqarah:275 dan ayat inilah yang menjadi hukum mengenai status riba

الَّذِينَ يَأْكُلوُنَ الرِّبَا لاَ يَقُومُونَ إِلاَّ كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا فَمَن جَآءَهُ مَوْعِظَةُُ مِّن رَّبِّهِ فَانتَهَى فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللهِ وَمَنْ عَادَ فَأُوْلَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Orang-orang yang makan (mengambil) riba[174] tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila[175]. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu[176] (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (Al-Baqarah:275)

catatan kaki:

[174]. Riba itu ada dua macam: nasiah dan fadhl.
Riba nasiah ialah pembayaran lebih yang disyaratkan oleh orang yang meminjamkan.
Riba fadhl ialah penukaran suatu barang dengan barang yang sejenis, tetapi lebih banyak jumlahnya karena orang yang menukarkan mensyaratkan demikian, seperti penukaran emas dengan emas, padi dengan padi, dan sebagainya. Riba yang dimaksud dalam ayat ini riba nasiah yang berlipat ganda yang umum terjadi dalam masyarakat Arab zaman jahiliyah.
[175]. Maksudnya: orang yang mengambil riba tidak tenteram jiwanya seperti orang kemasukan syaitan.
[176]. Riba yang sudah diambil (dipungut) sebelum turun ayat ini, boleh tidak dikembalikan.

يَمْحَقُ اللهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ وَاللهُ لاَ يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ

Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah[177]. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa[178].(Al-Baqarah:276)

catatan kaki:

[177]. Yang dimaksud dengan memusnahkan riba ialah memusnahkan harta itu atau meniadakan berkahnya. Dan yang dimaksud dengan menyuburkan sedekah ialah memperkembangkan harta yang telah dikeluarkan sedekahnya atau melipat gandakan berkahnya.
[178]. Maksudnya ialah orang-orang yang menghalalkan riba dan tetap melakukannya.

يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَذَرُوا مَابَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. (Al-Baqarah:278)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تَأْكُلُوا الرِّبَا أَضْعَافًا مُّضَاعَفَةً وَاتَّقُوا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda[228]] dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. (Ali ‘Imran:130)

[228]. Yang dimaksud riba di sini ialah riba nasi’ah. Menurut sebagian besar ulama bahwa riba nasi’ah itu selamanya haram, walaupun tidak berlipat ganda. Lihat selanjutnya no. [174].

وَمَآءَاتَيْتُم مِّن رِّبًا لِيَرْبُوا فِي أَمْوَالِ النَّاسِ فَلاَ يَرْبُوا عِندَ اللهِ وَمَآءَاتَيْتُم مِّن زَكَاةٍ تُرِيدُونَ وَجْهَ اللهِ فَأُوْلاَئِكَ هُمُ الْمُضْعِفُونَ

Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya). (Ar-Rum:39)

Incoming search terms:

  • hukum riba
  • hukum riba dalam islam
  • AYAT TENTANG RIBA
  • Ayat al Quran tentang riba
  • ayat alquran tentang riba
  • hukum riba menurut islam
  • ayat al-quran tentang riba
  • hukum riba dalam al quran
  • ayat quran tentang riba
  • riba dalam al quran

18 thoughts on “Hukum Riba menurut Alquran”

  1. Assalamu alaikum, ada yang perlu saya diskusikan, mengenai tantang penukaran barang. misalnya saya menukarkan uang sebanyak 1.000.000, untuk di tukarkan menjadi receh/ pecahan, apakah itu di hukumi riba? kalau itu riba trus yang nukar tadi di kenai hukum apa tidak?

  2. Seperti penjelasan pada “Riba fadhl” Jika penukaran ada uang lebih, bisa jadi itu termasuk riba. dan orang yang melakukannya terkena hukum riba.. Maka alangkah baiknya anda menukar langsung ke bank.

  3. kalo saya seeh bank itu termasuk riba ..tapi tergantung niat kita menyimpang uang di bank untuk apa.. kalo hanya untuk menggunakan media transaksi saja saya kira tidak termasuk …tapi kalo ingin bunga deposit maka saya kira itulah yang masuk hitungan riba, artinya kita mengharapkan imbalan bunga dari simpanan uang kita …

    syukran ..
    akbar kasim

  4. kalo menurut saya yang masih kecil ini kalo kita mau simpan uang di bank mending di bank sariah kan ga pake bunga bank

    inssyaallah bener

  5. assalamu’alaikum…
    mau tanya… trus bagaimana apabila kita sudah terlanjur menyimpan uang di bank konvensional..
    kan bang konvensional berprinsip menggunakan bunga..
    mohon penjalasannya.. makasih..

  6. jika pembelian yang dilakukan secara kredit (cicilan) termasuk riba tidak?
    biasanya harga barang yg dijual dg cicilan melebihi harga asli.
    kedua, jika kita menjual barang2 dan menetapkan keuntungan terlebih dahulu bagaimana? (harga pokok 5000, dijual dg hrga 5500) apakah yg demikian haram?
    sebelumnya terimaksih atas jawabannya…

  7. Saya bekerja di prusahaan pengkridetan sbgai karyawan.apakah gaji yg saya terima prbulan itu termasuk riba(haram)??

  8. Atjeh adalah suatu profinsi yang mayoritas masyarakatnyaa beragama islam. Di mana masyarakatnya mengerti akan hukum agama. Tapi mengapa ya di atjeh begitu lancarnya praktik_praktik RIBA ? Padahal riba ini adalah salah satu perbuatan yang di benci ALLAH.
    Sungguh sangat di sayangi para pelakunya Tak luput dari mereka yang mengerti akan hukum agama….!!
    Seperti halnya mereka yang telah umroh ke haji, tapi memiliki sorum motor / mobil. Tampa di sadari atau sadar kita pun tidak tahu? Yang jelas meraka melaksanakan kegiatan riba ini contoh bagi mereka yang memiliki sorum otomatis meraka melakukan perdagangan dengan cara syistem pengkreditan. Nah kita tahu bahwa segala kegiatan yang pengembalianya lebih itu udah termaksut riba..
    Ini gmana hukumnya uztad???

  9. Banyak praktek ekonomi saat ini yang berbasis riba. Oleh karena itu mengundang murka Allah, saw. Marilah kita kembali kepada ajaran agama yang terdapat dalam Al Qur’an dan Al Hadits.

  10. Yaa Allah lindungi diri hamba dan semua keluarga hamba dari perbuatan Riba…..

    AMIINN YA ALLAH YA ROBBAL ALAMIN.

  11. saya bekerja di Bank Konfensional bagian penyaluran perkreditan, sebenarnya sudah lama hati saya berontak pengen lepas dari instansi riba, nyoba nyari-nyari kerja bidang lain belom dapat kesempatan, Insya Alloh sekarang lagi merintis wiraswasta jualan di pasar tapi omzetnya masih kecil, minta doanya kepada semuanya ya… semoga bisa cepat cepat banting setir dan terlepas dari ribawi.

  12. Assalamu’alaikum..
    Saya mau tanya,saya kebetulan tinggal di sebuah kost2an,,disini kalo kita terlambat jatuh tempo belun bayar kost2an,di denda perharinya 10.000,,apakah denda yg diambil ibu kost itu termasuk riba ..

    terimakasih
    wassalam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *