<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Koperasi Syariah</title>
	<atom:link href="http://www.koperasisyariah.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.koperasisyariah.com</link>
	<description>Pererat Tali Silaturahim agar RahmatNya Senantiasa Terlimpah Atas Ummatnya.</description>
	<lastBuildDate>Sun, 11 Dec 2011 01:54:13 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Astronomi Islam</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/astronomi-islam/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/astronomi-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Dec 2011 01:48:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Insan Kamil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[astronomi]]></category>
		<category><![CDATA[astronomi islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=990</guid>
		<description><![CDATA[Astronomi Islam
Astronomi ialah cabang ilmu alam yang melibatkan pengamatan benda-benda langit (seperti halnya bintang, planet, komet, nebula, gugus bintang, atau galaksi) serta fenomena-fenomena alam yang terjadi di luar atmosfer Bumi. Ilmu ini secara pokok mempelajari pelbagai sisi dari benda-benda langit.
Astronomi sebagai ilmu adalah salah satu yang tertua, sebagaimana diketahui dari artifak-artifak astronomis yang berasal dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><h1>Astronomi Islam</h1>
<p><strong>Astronomi </strong>ialah cabang ilmu alam yang melibatkan pengamatan benda-benda langit (seperti halnya bintang, planet, komet, nebula, gugus bintang, atau galaksi) serta fenomena-fenomena alam yang terjadi di luar atmosfer Bumi. Ilmu ini secara pokok mempelajari pelbagai sisi dari benda-benda langit.</p>
<p><em>Astronomi </em>sebagai ilmu adalah salah satu yang tertua, sebagaimana diketahui dari artifak-artifak astronomis yang berasal dari era prasejarah; misalnya monumen-monumen dari Mesir dan Nubia, atau Stonehenge yang berasal dari Britania. Orang-orang dari peradaban-peradaban awal semacam Babilonia, Yunani, Cina, India, dan Maya juga didapati telah melakukan pengamatan yang metodologis atas langit malam. Akan tetapi meskipun memiliki sejarah yang panjang, astronomi baru dapat berkembang menjadi cabang ilmu pengetahuan modern melalui penemuan teleskop.</p>
<p>Cukup banyak cabang-cabang ilmu yang pernah turut disertakan sebagai bagian dari astronomi, dan apabila diperhatikan, sifat cabang-cabang ini sangat beragam: dari astrometri, pelayaran berbasis angkasa, <span style="text-decoration: underline;">astronomi </span>observasional, sampai dengan penyusunan kalender dan astrologi. Meski demikian, dewasa ini astronomi profesional dianggap identik dengan astrofisika. dikutip dari id.wikipedia.org</p>
<h2>Al-Quran berbicara tentang Astronomi Islam</h2>
<p style="text-align: center;"><strong> </strong></p>
<p><strong>Q.s. Ath-Thariq: 1-3<br />
</strong></p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>[Ath-Thariq:1]</strong> Demi langit dan yang datang pada malam hari,</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>[Ath-Thariq:2]</strong> tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu?</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>[Ath-Thariq:3]</strong> (yaitu) bintang yang cahayanya menembus,</p>
<p><strong>Q.s. Al-Buruj: 1<br />
</strong></p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>[Al-Buruj:1]</strong> Demi langit yang mempunyai gugusan bintang,</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-1031  aligncenter" title="astronomi-islam" src="http://www.koperasisyariah.com/wp-content/uploads/2011/12/astronomi-islam.jpg" alt="Astronomi Islam" width="467" height="354" /></p>
<p style="text-align: left;">
<h3 style="text-align: left;">Ahli Astronomi Islam</h3>
<p style="text-align: left;"><strong>Al-Battani (858-929).</strong><br />
Sejumlah karya tentang <strong>astronomi islam</strong> terlahir dari buah pikirnya. Salah satu karyanya yang paling populer adalah al-Zij al-Sabi. Kitab itu sangat bernilai dan dijadikan rujukan para ahli astronomi Barat selama beberapa abad, selepas Al-Battani meninggal dunia. Ia berhasil menentukan perkiraan awal bulan baru, perkiraan panjang matahari, dan mengoreksi hasil kerja Ptolemeus mengenai orbit bulan dan planet-planet tertentu. Al-Battani juga mengembangkan metode untuk menghitung gerakan dan orbit planet-planet. Ia memiliki peran yang utama dalam merenovasi astronomi modern yang berkembang kemudian di Eropa.</p>
<p><strong>Al-Sufi (903-986 M)</strong><br />
Orang Barat menyebutnya Azophi. Nama lengkapnya adalah Abdur Rahman as-Sufi. Al-Sufi merupakan sarjana Islam yang mengembangkan astronomi terapan. Ia berkontribusi besar dalam menetapkan arah laluan bagi matahari, bulan, dan planet dan juga pergerakan matahari. Dalam Kitab Al-Kawakib as-Sabitah Al-Musawwar, Azhopi menetapkan ciri-ciri bintang, memperbincangkan kedudukan bintang, jarak, dan warnanya. Ia juga ada menulis mengenai astrolabe (perkakas kuno yang biasa digunakan untuk mengukur kedudukan benda langit pada bola langit) dan seribu satu cara penggunaannya.</p>
<p><strong>Al-Biruni (973-1050 M)</strong><br />
Ahli astronomi yang satu ini, turut memberi sumbangan dalam bidang astrologi pada zaman Renaissance. Ia telah menyatakan bahwa bumi berputar pada porosnya. Pada zaman itu, Al-Biruni juga telah memperkirakan ukuran bumi dan membetulkan arah kota Makkah secara saintifik dari berbagai arah di dunia. Dari 150 hasil buah pikirnya, 35 diantaranya didedikasikan untuk bidang astronomi.</p>
<p><strong>Ibnu Yunus (1009 M)</strong><br />
Sebagai bentuk pengakuan dunia astronomi terhadap kiprahnya, namanya diabadikan pada sebuah kawah di permukaan bulan. Salah satu kawah di permukaan bulan ada yang dinamakan Ibn Yunus. Ia menghabiskan masa hidupnya selama 30 tahun dari 977-1003 M untuk memperhatikan benda-benda di angkasa. Dengan menggunakan astrolabe yang besar, hingga berdiameter 1,4 meter, Ibnu Yunus telah membuat lebih dari 10 ribu catatan mengenai kedudukan matahari sepanjang tahun.</p>
<p><strong>Al-Farghani</strong><br />
Nama lengkapnya Abu’l-Abbas Ahmad ibn Muhammad ibn Kathir al-Farghani. Ia merupakan salah seorang sarjana Islam dalam bidang astronomi yang amat dikagumi. Beliau adalah merupakan salah seorang ahli astronomi pada masa Khalifah Al-Ma’mun. Dia menulis mengenai astrolabe dan menerangkan mengenai teori matematik di balik penggunaan peralatan astronomi itu. Kitabnya yang paling populer adalah Fi Harakat Al-Samawiyah wa Jaamai Ilm al-Nujum tentang kosmologi.</p>
<p><strong>Al-Zarqali (1029-1087 M)</strong><br />
Saintis Barat mengenalnya dengan panggilan Arzachel. Wajah Al-Zarqali diabadikan pada setem di Spanyol, sebagai bentuk penghargaan atas sumbangannya terhadap penciptaan astrolabe yang lebih baik. Beliau telah menciptakan jadwal Toledan dan juga merupakan seorang ahli yang menciptakan astrolabe yang lebih kompleks bernama Safiha.</p>
<p><strong>Jabir Ibn Aflah (1145 M)</strong><br />
Sejatinya Jabir Ibn Aflah atau Geber adalah seorang ahli matematik Islam berbangsa Spanyol. Namun, Jabir pun ikut memberi warna da kontribusi dalam pengembangan ilmu astronomi. Geber, begitu orang barat menyebutnya, adalah ilmuwan pertama yang menciptakan sfera cakrawala mudah dipindahkan untuk mengukur dan menerangkan mengenai pergerakan objek langit. Salah satu karyanya yang populer adalah Kitab al-Hay’ah.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>islam</li><li>ahli astronomi islam</li><li>malam hari dengan bintang</li><li>ilmu astronomi</li><li>gambar islam</li><li>langit menurut qs at thariq</li><li>gugusan planet</li><li>cabang ilmu alam baru</li><li>bagaimana islam dan astronomi</li><li>astronomi berbasis al-quran</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/astronomi-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nabi Ibrahim as</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/nabi-ibrahim-as/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/nabi-ibrahim-as/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Dec 2011 16:14:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Insan Kamil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nabi & Rasul]]></category>
		<category><![CDATA[nabi ibrahim]]></category>
		<category><![CDATA[Quran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=984</guid>
		<description><![CDATA[Nabi Ibrahim (Abraham) sering disebutkan di dalam Al Qur&#8217;an dan mendapatkan tempat yang istimewa di sisi Allah sebagai contoh bagi manusia. Dia menyampaikan kebenaran dari Allah kepada umatnya yang menyembah berhala, dan dia mengingatkan mereka agar takut kepada Allah. Umat nabi Ibrahim tidak mematuhi perintah itu, bahkan sebaliknya mereka menentangnya. Ketika penindasan yang semakin meningkat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><a title="Nabi Ibrahim" href="http://www.koperasisyariah.com/nabi-ibrahim-as/">Nabi Ibrahim</a> (Abraham) sering disebutkan di dalam Al Qur&#8217;an dan mendapatkan tempat yang istimewa di sisi Allah sebagai contoh bagi manusia. Dia menyampaikan kebenaran dari Allah kepada umatnya yang menyembah berhala, dan dia mengingatkan mereka agar takut kepada Allah. Umat nabi Ibrahim tidak mematuhi perintah itu, bahkan sebaliknya mereka menentangnya. Ketika penindasan yang semakin meningkat dari kaumnya, nabi Ibrahim pindah ke mana saja bersama istrinya, bersama dengan nabi Lut dan mungkin dengan bebeapa orang lain yang menyertai mereka.</p>
<p>Berikuti ini informasi <strong>Nabi Ibrahim</strong> yang ada dalam Al-Quran</p>
<blockquote><p><strong>Q.s Az-Zukhruf:26-28</strong></p>
<p>Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: &#8220;Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu sembah,</p>
<p>tetapi (aku menyembah) Tuhan Yang menjadikanku; karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku&#8221;.</p>
<p>Dan (lbrahim a. s.) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya supaya mereka kembali kepada kalimat tauhid itu.</p></blockquote>
<p><strong><strong>Q.s </strong>Al-An’aam:74-89</strong></p>
<p>Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya, Aazar489, &#8220;Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata.&#8221;</p>
<p>Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi dan (Kami memperlihatkannya) agar dia termasuk orang yang yakin.</p>
<p>Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: &#8220;Inilah Tuhanku&#8221;, tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: &#8220;Saya tidak suka kepada yang tenggelam.&#8221;</p>
<p>Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: &#8220;Inilah Tuhanku&#8221;. Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: &#8220;Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat.&#8221;</p>
<p>Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: &#8220;Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar&#8221;. Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: &#8220;Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.</p>
<p>Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.</p>
<p>Dan dia dibantah oleh kaumnya. Dia berkata: &#8220;Apakah kamu hendak membantah tentang Allah, padahal sesungguhnya Allah telah memberi petunjuk kepadaku&#8221;. Dan aku tidak takut kepada (malapetaka dari) sembahan-sembahan yang kamu persekutukan dengan Allah, kecuali di kala Tuhanku menghendaki sesuatu (dari malapetaka) itu. Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) ?&#8221;</p>
<p>Bagaimana aku takut kepada sembahan-sembahan yang kamu persekutukan (dengan Allah), padahal kamu tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan-sembahan yang Allah sendiri tidak menurunkan hujjah kepadamu untuk mempersekutukanNya. Maka manakah di antara dua golongan itu yang lebih berhak memperoleh keamanan (dari malapetaka), jika kamu mengetahui?490.</p>
<p>Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.</p>
<p>Dan itulah hujjah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan siapa yang Kami kehendaki beberapa derajat. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.</p>
<p>Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Yaqub kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebahagian dari keturunannya (Nuh) yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.</p>
<p>dan Zakaria, Yahya, &#8216;Isa dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang shaleh.</p>
<p>dan Ismail, Alyasa&#8217;, Yunus dan Luth. Masing-masing Kami lebihkan derajatnya di atas umat (di masanya),</p>
<p>Dan Kami lebihkan (pula) derajat sebahagian dari bapak-bapak mereka, keturunan dan saudara-saudara mereka. Dan Kami telah memilih mereka (untuk menjadi nabi-nabi dan rasul-rasul) dan Kami menunjuki mereka ke jalan yang lurus.</p>
<p>Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.</p>
<p>Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kitab, hikmat dan kenabian Jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya, maka sesungguhnya Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang sekali-kali tidak akan mengingkarinya.</p>
<blockquote><p><strong>Q.s. Ali Imran:65-68, 95</strong></p>
<p>Hai Ahli Kitab, mengapa kamu bantah membantah198 tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim. Apakah kamu tidak berpikir?</p>
<p>Beginilah kamu, kamu ini (sewajarnya) bantah membantah tentang hal yang kamu ketahui199, maka kenapa kamu bantah membantah tentang hal yang tidak kamu ketahui200?; Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.</p>
<p>Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus201 lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.</p>
<p>Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), beserta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman.</p>
<p>[Ali ‘Imran:95] Katakanlah: &#8220;Benarlah (apa yang difirmankan) Allah&#8221;. Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik.</p></blockquote>
<p><strong>Q.s. Al-Baqarah:258</strong></p>
<p>Apakah kamu tidak memperhatikan orang163 yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan: &#8220;Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan,&#8221; orang itu berkata: &#8220;Saya dapat menghidupkan dan mematikan164).&#8221; Ibrahim berkata: &#8220;Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat,&#8221; lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.</p>
<blockquote><p><strong>Q.s. At-Taubah:114</strong></p>
<p>Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.</p></blockquote>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>Q.s. Maryam:41-50</strong></p>
<p>Ceritakanlah (Hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Al Kitab (Al Quraan) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan905 lagi seorang Nabi.</p>
<p>Ingatlah ketika ia berkata kepada bapaknya; &#8220;Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun?</p>
<p>Wahai bapakku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus.</p>
<p>Wahai bapakku, janganlah kamu menyembah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah.</p>
<p>Wahai bapakku, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Tuhan Yang Maha Pemurah, maka kamu menjadi kawan bagi syaitan&#8221;.</p>
<p>Berkata bapaknya: &#8220;Bencikah kamu kepada tuhan-tuhanku, hai Ibrahim? Jika kamu tidak berhenti, maka niscaya kamu akan kurajam, dan tinggalkanlah aku buat waktu yang lama&#8221;.</p>
<p>Berkata Ibrahim: &#8220;Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memintakan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku.</p>
<p>Dan aku akan menjauhkan diri darimu dan dari apa yang kamu seru selain Allah, dan aku akan berdo&#8217;a kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdo&#8217;a kepada Tuhanku&#8221;.</p>
<p>Maka ketika Ibrahim sudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, Kami anugerahkan kepadanya Ishak, dan Ya&#8217;qub. Dan masing-masingnya Kami angkat menjadi nabi.</p>
<p>Dan Kami anugerahkan kepada mereka sebagian dari rahmat Kami dan Kami jadikan mereka buah tutur yang baik lagi tinggi.</p>
<blockquote><p><strong>Q.s. Al-Anbiyaa’:54</strong> Ibrahim berkata: &#8220;Sesungguhnya kamu dan bapak-bapakmu berada dalam kesesatan yang nyata&#8221;.</p>
<p><strong>Q.s. Al-Anbiyaa’:74</strong> dan kepada Luth, Kami telah berikan hikmah dan ilmu, dan telah Kami selamatkan dia dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota yang mengerjakan perbuatan keji966. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik,</p></blockquote>
<p><strong>Q.s. Ash-Shaffaat:83-99</strong></p>
<p>Dan sesungguhnya Ibrahim benar-benar termasuk golongannya (Nuh)1279.</p>
<p>(lngatlah) ketika ia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci1280.</p>
<p>(Ingatlah) ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya: &#8220;Apakah yang kamu sembah itu ?</p>
<p>Apakah kamu menghendaki sembahan-sembahan selain Allah dengan jalan berbohong?</p>
<p>Maka apakah anggapanmu terhadap Tuhan semesta alam?&#8221;</p>
<p>Lalu ia memandang sekali pandang ke bintang-bintang.</p>
<p>Kemudian ia berkata:&#8221;Sesungguhnya aku sakit&#8221;.</p>
<p>Lalu mereka berpaling daripadanya dengan membelakang.</p>
<p>Kemudian ia pergi dengan diam-diam kepada berhala-berhala mereka; lalu ia berkata: &#8220;Apakah kamu tidak makan1281?</p>
<p>Kenapa kamu tidak menjawab?&#8221;</p>
<p>Lalu dihadapinya berhala-berhala itu sambil memukulnya dengan tangan kanannya (dengan kuat).</p>
<p>Kemudian kaumnya datang kepadanya dengan bergegas.</p>
<p>Ibrahim berkata: &#8220;Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu ?</p>
<p>Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu&#8221;.</p>
<p>Mereka berkata: &#8220;Dirikanlah suatu bangunan untuk (membakar) Ibrahim;lalu lemparkanlah dia ke dalam api yang menyala-nyala itu&#8221;.</p>
<p>Mereka hendak melakukan tipu muslihat kepadanya, maka Kami jadikan mereka orang-orang yang hina1282.</p>
<p>Dan Ibrahim berkata:&#8221;Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku1283.</p>
<blockquote><p><strong>Q.s. Asy-Syu’ara’:69-102</strong></p>
<p>Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim.</p>
<p>Ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya: &#8220;Apakah yang kamu sembah?&#8221;</p>
<p>Mereka menjawab: &#8220;Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya&#8221;.</p>
<p>Berkata Ibrahim: &#8220;Apakah berhala-berhala itu mendengar (do&#8217;a)mu sewaktu kamu berdo&#8217;a (kepadanya)?,</p>
<p>atau (dapatkah) mereka memberi manfa&#8217;at kepadamu atau memberi mudharat?&#8221;</p>
<p>Mereka menjawab: &#8220;(Bukan karena itu) sebenarnya kami mendapati nenek moyang kami berbuat demikian&#8221;.</p>
<p>Ibrahim berkata: &#8220;Maka apakah kamu telah memperhatikan apa yang selalu kamu sembah,</p>
<p>kamu dan nenek moyang kamu yang dahulu?,</p>
<p>karena sesungguhnya apa yang kamu sembah itu adalah musuhku, kecuali Tuhan Semesta Alam,</p>
<p>(yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku,</p>
<p>dan Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku,</p>
<p>dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku,</p>
<p>dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali),</p>
<p>dan Yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat&#8221;.</p>
<p>(Ibrahim berdo&#8217;a): &#8220;Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh,</p>
<p>dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian,</p>
<p>dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh keni&#8217;matan,</p>
<p>dan ampunilah bapakku, karena sesungguhnya ia adalah termasuk golongan orang-orang yang sesat,</p>
<p>dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan,</p>
<p>(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,</p>
<p>kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,</p>
<p>dan (di hari itu) didekatkanlah surga kepada orang-orang yang bertakwa,</p>
<p>dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat&#8221;,</p>
<p>dan dikatakan kepada mereka: &#8220;Dimanakah berhala-berhala yang dahulu kamu</p>
<p>selalu menyembah(nya)</p>
<p>selain dari Allah? Dapatkah mereka menolong kamu atau menolong diri mereka sendiri?&#8221;</p>
<p>Maka mereka (sembahan-sembahan itu) dijungkirkan ke dalam neraka bersama-sama orang-orang yang sesat,</p>
<p>dan bala tentara iblis semuanya.</p>
<p>Mereka berkata sedang mereka bertengkar di dalam neraka:</p>
<p>&#8220;demi Allah: sungguh kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata,</p>
<p>karena kita mempersamakan kamu dengan Tuhan semesta alam&#8221;.</p>
<p>Dan tiadalah yang menyesatkan kami kecuali orang-orang yang berdosa.</p>
<p>Maka kami tidak mempunyai pemberi syafa&#8217;at seorangpun,</p>
<p>dan tidak pula mempunyai teman yang akrab,</p>
<p>maka sekiranya kita dapat kembali sekali lagi (ke dunia) niscaya kami menjadi orang-orang yang beriman&#8221;.</p></blockquote>
<p><strong>Q.s. Al-Baqarah:124-134</strong></p>
<p>Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji87 Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: &#8220;Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia&#8221;. Ibrahim berkata: &#8220;(Dan saya mohon juga) dari keturunanku&#8221;88. Allah berfirman: &#8220;Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim&#8221;.</p>
<p>Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim89 tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: &#8220;Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i&#8217;tikaf, yang ruku&#8217; dan yang sujud&#8221;.</p>
<p>Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: &#8220;Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: &#8220;Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali&#8221;.</p>
<p>Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): &#8220;Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui&#8221;.</p>
<p>Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.</p>
<p>Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Qur&#8217;an) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.</p>
<p>Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya90 di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.</p>
<p>Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: &#8220;Tunduk patuhlah!&#8221; Ibrahim menjawab: &#8220;Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam&#8221;.</p>
<p>Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya&#8217;qub. (Ibrahim berkata): &#8220;Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam&#8221;.</p>
<p>Adakah kamu hadir ketika Ya&#8217;qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: &#8220;Apa yang kamu sembah sepeninggalku?&#8221; Mereka menjawab: &#8220;Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya&#8221;.</p>
<p>Itu adalah umat yang lalu; baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan.</p>
<p>-	<strong>[Ali ‘Imran:33]</strong> Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga &#8216;Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing),</p>
<p>[Ali ‘Imran:34] (sebagai) satu keturunan yang sebagiannya (turunan) dari yang lain. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.</p>
<p>[Ali ‘Imran:96] Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia214.</p>
<p>-	<strong>[Al-Hajj:26]</strong> Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): &#8220;Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumahKu ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku&#8217; dan sujud.</p>
<p>-	<strong>[An-Nisaa’:125]</strong> Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus ? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.</p>
<p>-	<strong>[Yusuf:35]</strong> Kemudian timbul pikiran pada mereka setelah melihat tanda-tanda (kebenaran Yusuf) bahwa mereka harus memenjarakannya sampai sesuatu waktu753.</p>
<p>[Yusuf:36] Dan bersama dengan dia masuk pula ke dalam penjara dua orang pemuda754. Berkatalah salah seorang diantara keduanya : &#8220;Sesungguhnya aku bermimpi, bahwa aku memeras anggur.&#8221; Dan yang lainnya berkata: &#8220;Sesungguhnya aku bermimpi, bahwa aku membawa roti di atas kepalaku, sebahagiannya dimakan burung.&#8221; Berikanlah kepada kami ta&#8217;birnya; sesungguhnya kami memandang kamu termasuk orang-orang yang pandai (mena&#8217;birkan mimpi).</p>
<p>[Yusuf:37] Yusuf berkata: &#8220;Tidak disampaikan kepada kamu berdua makanan yang akan diberikan kepadamu melainkan aku telah dapat menerangkan jenis makanan itu, sebelum makanan itu sampai kepadamu. Yang demikian itu adalah sebagian dari apa yang diajarkan kepadaku oleh Tuhanku. Sesungguhnya aku telah meninggalkan agama orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, sedang mereka ingkar kepada hari kemudian.</p>
<p>[Yusuf:38] Dan aku pengikut agama bapak-bapakku yaitu Ibrahim, Ishak dan Ya&#8217;qub. Tiadalah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah. Yang demikian itu adalah dari karunia Allah kepada kami dan kepada manusia (seluruhnya); tetapi kebanyakan manusia tidak mensyukuri (Nya).</p>
<p>[Yusuf:39] Hai kedua penghuni penjara, manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa?</p>
<p>[Yusuf:40] Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.&#8221;</p>
<p>-	<strong>[Hud:69]</strong> Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada lbrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan: &#8220;Selamat.&#8221; Ibrahim menjawab: &#8220;Selamatlah,&#8221; maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang.</p>
<p>[Hud:70] Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata: &#8220;Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-maaikat) yang diutus kepada kaum Luth.&#8221;</p>
<p>[Hud:71] Dan isterinya berdiri (dibalik tirai) lalu dia tersenyum, maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishak dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya&#8217;qub.</p>
<p>[Hud:72] Isterinya berkata: &#8220;Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula?. Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh.&#8221;</p>
<p>[Hud:73] Para malaikat itu berkata: &#8220;Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah.&#8221;</p>
<p>[Hud:74] Maka tatkala rasa takut hilang dari Ibrahim dan berita gembira telah datang kepadanya, diapun bersoal jawab dengan (malaikat-malaikat) Kami tentang kaum Luth.</p>
<p>[Hud:75] Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi penghiba dan suka kembali kepada Allah.</p>
<p>[Hud:76] Hai Ibrahim, tinggalkanlah soal jawab ini, sesungguhnya telah datang ketetapan Tuhanmu, dan sesungguhnya mereka itu akan didatangi azab yang tidak dapat ditolak.</p>
<p>-	<strong>[Al-Hijr:51]</strong> Dan kabarkanlah kepada mereka tentang tamu-tamu Ibrahim802.</p>
<p>[15:52] Ketika mereka masuk ke tempatnya, lalu mereka mengucapkan: &#8220;Salaam&#8221;. Berkata Ibrahim : &#8220;Sesungguhnya kami merasa takut kepadamu&#8221;.</p>
<p>[Al-Hijr:53] Mereka berkata : &#8220;Janganlah kamu merasa takut, sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran seorang) anak laki-laki (yang akan menjadi) orang yang alim803&#8243;.</p>
<p>[Al-Hijr:54] Berkata Ibrahim : &#8220;Apakah kamu memberi kabar gembira kepadaku padahal usiaku telah lanjut, maka dengan cara bagaimanakah (terlaksananya) berita gembira yang kamu kabarkan ini?&#8221;</p>
<p>[Al-Hijr:55] Mereka menjawab: &#8220;Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa&#8221;.</p>
<p>[Al-Hijr:56] Ibrahim berkata: &#8220;Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat&#8221;.</p>
<p><strong>-	[Adz-Dzaariyaat:24] </strong>Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (yaitu malaikat-malaikat) yang dimuliakan?</p>
<p>[Adz-Dzaariyaat:25] (Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan: &#8220;Salaamun&#8221;. Ibrahim menjawab: &#8220;Salaamun (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal.&#8221;</p>
<p>[Adz-Dzaariyaat:26] Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk.</p>
<p>[Adz-Dzaariyaat:27] Lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim lalu berkata: &#8220;Silahkan anda makan.&#8221;</p>
<p>[Adz-Dzaariyaat:28] (Tetapi mereka tidak mau makan), karena itu Ibrahim merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata: &#8220;Janganlah kamu takut&#8221;, dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishak).</p>
<p>[Adz-Dzaariyaat:29] Kemudian isterinya datang memekik lalu menepuk mukanya sendiri seraya berkata: &#8221; (Aku adalah) seorang perempuan tua yang mandul.&#8221;</p>
<p>[Adz-Dzaariyaat:30] Mereka berkata: &#8220;Demikianlah Tuhanmu memfirmankan&#8221; Sesungguhnya Dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.</p>
<p>[Adz-Dzaariyaat:31] Ibrahim bertanya: &#8220;Apakah urusanmu hai para utusan?&#8221;</p>
<p>[Adz-Dzaariyaat:32] Mereka menjawab: &#8220;Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa (kaum Luth),</p>
<p>[Adz-Dzaariyaat:33] agar kami timpakan kepada mereka batu-batu dari tanah,</p>
<p>[Adz-Dzaariyaat:34] yang ditandai di sisi Tuhanmu untuk membinasakan orang-orang yang melampaui batas1421&#8243;.</p>
<p>[Adz-Dzaariyaat:35] Lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di negeri kaum Luth itu.</p>
<p>[Adz-Dzaariyaat:36] Dan Kami tidak mendapati negeri itu, kecuali sebuah rumah1422 dari orang yang berserah diri.</p>
<p>[Adz-Dzaariyaat:37] Dan Kami tinggalkan pada negeri itu suatu tanda1423 bagi orang-orang yang takut kepada siksa yang pedih.</p>
<p><strong>-	[Ash-Shaaffaat:100]</strong> Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.</p>
<p>[37:101] Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar1284.</p>
<p>[Ash-ShaaFFaat:102] Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: &#8220;Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!&#8221; Ia menjawab: &#8220;Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar&#8221;.</p>
<p>[Ash-ShaaFFaat:103] Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ).</p>
<p>[Ash-ShaaFFaat:104] Dan Kami panggillah dia: &#8220;Hai Ibrahim,</p>
<p>[Ash-ShaaFFaat:105] sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu1285 sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.</p>
<p>[Ash-ShaaFFaat:106] Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.</p>
<p><strong>-	[Al-Baqarah:260]</strong> Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: &#8220;Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati.&#8221; Allah berfirman: &#8220;Belum yakinkah kamu ?&#8221; Ibrahim menjawab: &#8220;Aku telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku) Allah berfirman: &#8220;(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah165 semuanya olehmu. (Allah berfirman): &#8220;Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera.&#8221; Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.</p>
<p><strong>-	[An-Nahl:120]</strong> Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif843. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan),</p>
<p>[An-Nahl:121] (lagi) yang mensyukuri ni&#8217;mat-ni&#8217;mat Allah. Allah telah memilihnya dan menunjukinya kepada jalan yang lurus.</p>
<p>[An-Nahl:122] Dan Kami berikan kepadanya kebaikan di dunia. Dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.</p>
<p>[An-Nahl:123] Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): &#8220;Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif&#8221; dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.</p>
<p><strong>-	[Al-An’aam:161]</strong> Katakanlah: &#8220;Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus, dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang musyrik&#8221;.</p>
<p><strong>-	[Al-Mumtahanah:4]</strong> Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka : &#8220;Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya1471: Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah&#8221;. (Ibrahim berkata): &#8220;Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali.&#8221;]</p>
<p><strong>-	[Shaad:45]</strong> Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq dan Ya&#8217;qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi.</p>
<p>[Shaad:46] Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat.</p>
<p>[Shaad:47] Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik.</p>
<p><strong>-	[An-Najm:37]</strong> dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji?</p>
<p><strong>-	[Al-Ankabuut:16]</strong> Dan (ingatlah) Ibrahim, ketika ia berkata kepada kaumnya: &#8220;Sembahlah olehmu Allah dan bertakwalah kepada-Nya. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.</p>
<p>[Al-Ankabuut:17] Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu adalah berhala, dan kamu membuat dusta1147. Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezki kepadamu; maka mintalah rezki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan.</p>
<p>[Al-Ankabuut:24] Maka tidak adalah jawaban kaum Ibrahim, selain mengatakan: &#8220;Bunuhlah atau bakarlah dia&#8221;, lalu Allah menyelamatkannya dari api. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang beriman.</p>
<p>[Al-Ankabuut:27] Dan Kami anugrahkan kepda Ibrahim, Ishak dan Ya&#8217;qub, dan Kami jadikan kenabian dan Al Kitab pada keturunannya, dan Kami berikan kepadanya balasannya di dunia1149; dan sesungguhnya dia di akhirat, benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>apa yang kamu sembah setelah aq tidak ada</li><li>ibrahim berdoa</li><li>jika tuhan tidak memberi petunjuk pastilah aku termasuk hambanya yang sesat</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/nabi-ibrahim-as/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Islam is an Entire Way of Life</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/islam-is-an-entire-way-of-life/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/islam-is-an-entire-way-of-life/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Oct 2011 04:47:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islamic Economics]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=947</guid>
		<description><![CDATA[Islam is an entire way of life, and Allah&#8217;s Guidance extends into all  areas of our lives.  Islam has given detailed regulations for our  economic life, which is balanced and fair.  Muslims are to recognize  that wealth, earnings, and material goods are the property of God, and  that we [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><a title="islamic economics" href="http://www.koperasisyariah.com/islam-is-an-entire-way-of-life/"><img class="alignleft size-medium wp-image-948" style="border: 5px solid white;" title="Islamic economic" src="http://www.koperasisyariah.com/wp-content/uploads/2011/10/turkey_istanbul_021-300x297.jpg" alt="Islamic economic" width="231" height="228" />Islam is an entire way of life</a>, and Allah&#8217;s Guidance extends into all  areas of our lives.  Islam has given detailed regulations for our  economic life, which is balanced and fair.  Muslims are to recognize  that wealth, earnings, and material goods are the property of God, and  that we are merely His trustees.  The principles of Islam aim at  establishing a just society wherein everyone will behave responsibly and  honestly.   The fundamental principles of the Islamic economic system  are as follows:</p>
<ul>
<li><strong>Muslims are not to deal in interest.</strong> &#8220;Those who devour usury  will not stand&#8230;.Allah has permitted trade and forbidden usury&#8230;.  Allah will deprive usury of all blessing, but will give increase for  deeds of charity&#8230;&#8221; (Qur&#8217;an 2:275-6).  &#8220;O you who believe!  Devour not  usury, doubled and multiplied.  But fear Allah, that you may really  prosper&#8221; (Qur&#8217;an 3:130)   This prohibition is for all interest-based  transactions, whether giving or receiving, whether dealing with Muslims  or non-Muslims.  It is reported that the Prophet Muhammad (peace be upon  him) cursed those who pay interest, those who receive it, those who  write a contract based on it, and those who witness such a contract.</li>
<li><strong>It is forbidden to gain property or wealth by fraud, deceit, theft, or other falsehoods.</strong> &#8220;&#8230;Give just measure and weight, and do not withhold from people the  things that are their due.  And do not do mischief on the earth after it  has been set in order.  That will be best for you, if you have faith&#8221;  (Qur&#8217;an 7:85).</li>
<li><strong>It is particularly hateful for a guardian to take from an orphan&#8217;s property.</strong> &#8220;To orphans restore their property (when they reach their age).   Do  not substitute your worthless things for their good ones, and do not  devour their property by mixing it up with your own.  For this is indeed  a great sin&#8221; (Qur&#8217;an 4:2).</li>
<li><strong>Forbidden are earnings from gambling, lotteries, and the production, sale, and distribution of alcohol.</strong> &#8220;O you who believe!  Intoxicants and gambling, sacrificing to stones,  and divination by arrows are an abomination of Satan&#8217;s handiwork.   Eschew such abomination, that you may prosper&#8221; (Qur&#8217;an 5:90).</li>
<li><strong>It is unlawful to hoard food and other basic necessities.</strong> Everyone should take what they need and no more.  &#8220;And let those who  covetously withhold of the gifts which Allah has given them of His  Grace, think that it is good for them.  No, it will be the worse for  them.  Soon it will tied to their necks like a twisted collar, on the  Day of Judgment.  To Allah belongs the heritage of the heavens and the  earth, and Allah is well-acquainted with all that you do&#8221;   (Qur&#8217;an  3:180).</li>
<li><strong>A Muslim should be responsible in spending money.</strong> Extravagance and waste are strongly discouraged.  &#8220;[The Servants of  Allah are] Those who, when they spend, are not extravagant and not  stingy, but hold a just balance between those extremes&#8221; (Qur&#8217;an 25:67).  &#8220;O Children of Adam!  Wear your beautiful apparel at every time and  place of prayer.  Eat and drink, but waste not by excess, for Allah  loves not the wasters&#8221; (Qur&#8217;an 7:31).</li>
</ul>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>ekonomi islam way of life</li><li>islam way of life</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/islam-is-an-entire-way-of-life/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Definition of Islamic Economics</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/definition-of-islamic-economics/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/definition-of-islamic-economics/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Oct 2011 04:40:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islamic Economics]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=942</guid>
		<description><![CDATA[As a system of life Islam has not left any area of human life without guidance. Whether it is spiritual, individual, social, economical or political Islam gives clear cut guidelines. By considering the economic guidelines of Islamic sources, Islamic economists have developed plethora of definitions. Derivation of each definition of Islamic economics is based on [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>As a system<img class="alignleft size-medium wp-image-945" style="border: 5px solid white;" title="islamic economic" src="http://www.koperasisyariah.com/wp-content/uploads/2011/10/money1-300x255.gif" alt="islamic economic" width="248" height="211" /> of life Islam has not left any area of human life without guidance. Whether it is spiritual, individual, social, economical or political Islam gives clear cut guidelines. By considering the economic guidelines of Islamic sources, Islamic economists have developed plethora of definitions. Derivation of each definition of Islamic economics is based on guidance given in the basic sources of Islamic shariah which are Quran and hadith.</p>
<p>According to Yusuf Ibrahim, professor of <a title="islamic economics" href="http://www.koperasisyariah.com/definition-of-islamic-economics/">Islamic economics</a>, Qatar University &#8220;Islamic economics is a science studying the guidance of the human behavior towards the use of resources to satisfy the needs&#8221;. This definition is based upon the following facts.</p>
<ol>
<li>The resources are enough for satisfying the needs.</li>
<li>But the resources should be protected from the waste, and improper use.</li>
<li>The human behavior towards the resources should be controlled by divine injunctions.</li>
<li>Only legal needs, needs that build life on the earth, should be satisfied.</li>
<li>Illegal needs (desires), which destroy life on earth, should not be satisfied; they are never ending and never satisfied.</li>
</ol>
<p>Islamic economic system, a normative economic system, has been built upon certain fundamental Islamic philosophies. According to Quranic teachings real and absolute ownership of the wealth belongs to the creator of the same, Almighty God. Quran says &#8220;To Allah belongs to everything in the sky and on the earth&#8221; (2:284).</p>
<p>Role of the man is considered as trustee who is to manage the trust, i.e. wealth according to the directives of the real owner; God. Quran clearly states &#8220;And spend of that where of hath made you trustees&#8221; (57:7). So man has been granted conditioned and limited ownership.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>pengertian islamic</li><li>definition islamic economics</li><li>pengertian islamic economics</li><li>syariah economy system</li><li>the meaning of islamic economy</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/definition-of-islamic-economics/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keutamaan Puasa Ramadhan</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/keutamaan-puasa-ramadhan/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/keutamaan-puasa-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Aug 2011 18:16:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[bukhari]]></category>
		<category><![CDATA[hadist]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=935</guid>
		<description><![CDATA[Keutamaan Puasa di Bulan Ramadhan
&#8220;Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah memerintahkan kamu berpuasa di dalam bulan itu&#8221;  : hadist riwayat Ahmad, Nasai dan Baihaqi dari Abu Hurairah
&#8220;Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, ratu segala bulan. Maka hendaklah kita mengucapkan, selamat datang kepadanya. Telah datang bulan Puasa dengan membawa keberkatan. Maka muliakanlah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><a href="http://www.koperasisyariah.com/keutamaan-puasa-ramadhan/">Keutamaan Puasa di Bulan Ramadhan</a></p>
<p>&#8220;Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah memerintahkan kamu berpuasa di dalam bulan itu&#8221;  : hadist riwayat Ahmad, Nasai dan Baihaqi dari Abu Hurairah</p>
<p>&#8220;Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, ratu segala bulan. Maka hendaklah kita mengucapkan, selamat datang kepadanya. Telah datang bulan Puasa dengan membawa keberkatan. Maka muliakanlah tamu yang datang itu&#8221;.</p>
<p>&#8220;Puasa itu bagaikan perisai, Apabila kamu berpuasa, maka janganlah berbuat hal-hal yang jelek-jelek&#8221;. Hadist riwayat Bukhari</p>
<p>&#8220;Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan dengan iman dan mencari ridha Allah SWT. Maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya.&#8221; Hadist riwayat Ahmad dari Abu Hurairah</p>
<p>&#8220;Tidaklah seseorang berpuasa dengan maksud mencaari ridah Allah, kecuali pada hari puasanya itu Allah menjauhkan orang tersebut dari api siksa&#8221; hadist riwayat Jamaah kecuali Abu Daud dari Abu Said</p>
<p>&#8220;Abu Umamah datang berkali-kali kepada Rasulullah untuk bertanya tentang sesuatu amal perbuatan yang bisa menjamin dirinya masu surga. Rasulullah selalu memberikan jawaban: &#8220;Hendaklah anda berpuasa&#8221; Hadist riwayat Ahmad dan Nasa&#8217;i</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>keutamaan puasa ramadhan</li><li>hadis tentang koperasi syariah</li><li>hadis keutamaan puasa</li><li>Hadits tentang keutamaan puasa ramadhan bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu</li><li>hikmah bulan puasa ramadhan</li><li>keutamaan puasa di bulan ramadhan</li><li>pengertian dan keutamaan ramadhan</li><li>pengertian keutamaan puasa ramadhan</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/keutamaan-puasa-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kewajiban Seorang Muslim Menurut Ajaran Islam</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/kewajiban-seorang-muslim-menurut-ajaran-islam/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/kewajiban-seorang-muslim-menurut-ajaran-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jul 2011 10:10:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Pokok Ajaran Islam]]></category>
		<category><![CDATA[amal]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[sabar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=928</guid>
		<description><![CDATA[Kewajiban seorang muslim menurut ajaran islam, atau keterikatan seorang muslim dengan al-islam adalah sebagai berikut:

Iman yaitu meyakini Islam.
Amal yaitu melaksanakan Islam.
Ilmu yaitu mempelajari Islam
Da&#8217;wah/Jihad yaitu menyebarluaskan dan membeli Islam;
Shabar yaitu tabah dalam ber-Islam (Surat al-Asr)


Iman tidak dapat dilihat oleh indra, tetapi dapat ilihat dar indikatornya yaitu amal, ilmu, da&#8217;wah dan shabar. Iman dapat menebal dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><strong>Kewajiban seorang muslim menurut ajaran islam</strong>, atau keterikatan seorang muslim dengan al-islam adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li><em>Iman</em> yaitu meyakini Islam.</li>
<li><em>Amal</em> yaitu melaksanakan Islam.</li>
<li><em>Ilmu</em> yaitu mempelajari Islam</li>
<li><em>Da&#8217;wah/Jihad</em> yaitu menyebarluaskan dan membeli Islam;</li>
<li><em>Shabar </em>yaitu tabah dalam ber-Islam (Surat al-Asr)</li>
</ol>
<p><img class="size-medium wp-image-931 alignleft" style="border: 3px solid White;" title="Bangga menjadi seorang muslim" src="http://www.koperasisyariah.com/wp-content/uploads/2011/07/ProudMuslimHeart1-300x249.jpg" alt="Bangga menjadi seorang muslim" width="260" height="216" /></p>
<p>Iman tidak dapat dilihat oleh indra, tetapi dapat ilihat dar indikatornya yaitu amal, ilmu, da&#8217;wah dan shabar. <strong>Iman dapat menebal</strong> dan <strong>dapat juga menipis</strong>, tergantung atas pembinaannya.</p>
<p>Pembinaan iman adalah dengan amal, ilmu, da&#8217;wah dan shabar.</p>
<p>Iman adalah keyakinan dalam hati di buktikan dengan pernyataan lidah, diwujudkan dalam amal perbuatan.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Bukan Hanya Diucapkan Oleh Lidah</span> (al-Baqarah: 8-9).</p>
<blockquote><p><strong>Ayat 8</strong>. Di antara manusia ada yang mengatakan: &#8220;Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian [22],&#8221; pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.</p>
<p>[22] Hari kemudian ialah: mulai dari waktu mahluk dikumpulkan di padang mahsyar sampai waktu yang tak ada batasnya.</p>
<p><strong>Ayat 9</strong>. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.</p></blockquote>
<p><span style="text-decoration: underline;">Bukan Semata-Mata Dalam Amal</span> (an-Nisa: 142).</p>
<blockquote><p><strong>Ayat 142</strong>. Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka [364]. <span style="text-decoration: underline;">Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas</span>. Mereka bermaksud riya [365] (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali [366].</p>
<p>[364] Maksudnya : Alah membiarkan mereka dalam pengakuan beriman, sebab itu mereka dilayani sebagai melayani para mu&#8217;min. Dalam pada itu Allah telah menyediakan neraka buat mereka sebagai pembalasan tipuan mereka itu. [365] Riya ialah : melakukan sesuatu amal tidak untuk keridhaan Allah tetapi untuk mencari pujian atau popularitas di masyarakat. [366] Maksudnya : mereka sembahyang hanyalah sekali-sekali saja, yaitu bila mereka berada di hadapan orang.</p></blockquote>
<p><span style="text-decoration: underline;">Bukan Hanya Diyakini Oleh Hati</span> (an-Naml 14, al-Baqarah: 148)</p>
<blockquote><p><strong>An-Naml Ayat 14</strong>. Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) <span style="text-decoration: underline;">padahal hati mereka meyakini</span> (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan.</p>
<p><strong>Al-Baqarah Ayat 148</strong>. Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.</p></blockquote>
<p><strong>Orang Mukmin yang Baik</strong> digambarkan dalam surat an-Nisa 65, al-Mu&#8217;minun 51, al-Ahzab 36, al-Anfal 2-4, al-Hujurat 15</p>
<blockquote><p><strong>An-Nisa Ayat 65</strong>. Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka <span style="text-decoration: underline;">menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan</span>, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.</p>
<p><strong>Al-Mu&#8217;min ayat 51</strong>. Sesungguhnya <span style="text-decoration: underline;">Kami menolong rasul-rasul</span> Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat),</p>
<p><strong>Al-Ahzab ayat 36</strong>. Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu&#8217;min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu&#8217;min, <span style="text-decoration: underline;">apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan</span>, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.</p>
<p><strong>Al-Anfaal ayat 2</strong>. Sesungguhnya orang-orang yang beriman [594] ialah mereka yang bila <span style="text-decoration: underline;">disebut nama Allah [595] gemetarlah hati mereka</span>, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.</p>
<p>[594] Maksudnya: orang yang sempurna imannya.</p>
<p>[595] Dimaksud dengan disebut Allah itu ialah: menyebut sifat-sifat yang mengagungkan dan memuliakanNya.</p>
<p><strong>Al-Anfaal ayat 3.</strong> (yaitu) orang-orang yang <span style="text-decoration: underline;">mendirikan shalat</span> dan yang <span style="text-decoration: underline;">menafkahkan sebagian dari rezki</span> yang Kami berikan kepada mereka.</p>
<p><strong>Al-Anfaal ayat 4.</strong> Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki (ni&#8217;mat) yang mulia.</p>
<p><strong>Al-Hujurat ayat 15</strong>. Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-<span style="text-decoration: underline;">orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya</span>, <span style="text-decoration: underline;">kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah</span>. Mereka itulah orang-orang yang benar.</p></blockquote>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>Fungsi kiblat bagi seorang muslim</li><li>fungsi kiblat</li><li>kewajiban seorang muslim</li><li>fungsi kiblat bagi umat islam</li><li>kewajiban dalam islam</li><li>KEWAJIBAN MANUSIA DALAM ISLAM</li><li>kegunaan iman bagi seorang muslim</li><li>kewajiban dalam agama islam</li><li>manusia menurut ajaran islam</li><li>KEWAJIBAN SEORANG MUSLIMAH</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/kewajiban-seorang-muslim-menurut-ajaran-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fungsi dan Peranan al-Quran</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/fungsi-dan-peranan-al-quran/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/fungsi-dan-peranan-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jul 2011 16:16:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Al-Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Nilai Islam]]></category>
		<category><![CDATA[al-quran]]></category>
		<category><![CDATA[arab]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[mekah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=916</guid>
		<description><![CDATA[Al-Quran adalah wahyu Allah (Asy-Syuura[42]:7) yang berfungsi sebagai
Asy-Syuura ayat 7. Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al-Qur&#8217;an dalam bahasa Arab, supaya kamu memberi peringatan kepada ummul Qura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya [1340] serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk surga, dan segolongan masuk Jahannam.
[1340] Maksudnya: penduduk dunia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><a title="fungsi dan peranan al-quran" href="http://www.koperasisyariah.com/fungsi-dan-peranan-al-quran/">Al-Quran adalah wahyu Allah</a> (Asy-Syuura[42]:7) yang berfungsi sebagai</p>
<div id="attachment_917" class="wp-caption alignright" style="width: 494px">
	<img class="size-full wp-image-917 " title="Asy-Syuura ayat 7" src="http://www.koperasisyariah.com/wp-content/uploads/2011/07/a0071.png" alt="Asy-Syuura ayat 7" width="494" height="91" />
	<p class="wp-caption-text">Asy-Syuura ayat 7</p>
</div>
<p><strong>Asy-Syuura ayat 7</strong>. Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al-Qur&#8217;an dalam bahasa Arab, supaya kamu memberi peringatan kepada <em>ummul Qura</em> (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya [1340] serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk <em>surga</em>, dan segolongan masuk <em>Jahannam</em>.</p>
<p>[1340] Maksudnya: penduduk dunia seluruhnya.</p>
<p><strong>1. Mujizat bagi Rasulullah Muhammad saw (17:88; 10:38)</strong></p>
<div id="attachment_919" class="wp-caption alignright" style="width: 429px">
	<img class="size-full wp-image-919" title="Al-Israa ayat 88" src="http://www.koperasisyariah.com/wp-content/uploads/2011/07/a0871.png" alt="Al-Israa ayat 88" width="429" height="44" />
	<p class="wp-caption-text">Al-Israa ayat 88</p>
</div>
<p><strong>Al-Israa ayat 88</strong>. Katakanlah: &#8220;Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Qur&#8217;an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain&#8221;.</p>
<div id="attachment_920" class="wp-caption alignright" style="width: 496px">
	<img class="size-full wp-image-920" title="Yunus ayat 38" src="http://www.koperasisyariah.com/wp-content/uploads/2011/07/a0381.png" alt="Yunus ayat 38" width="496" height="93" />
	<p class="wp-caption-text">Yunus ayat 38</p>
</div>
<p><strong>Yunus ayat 88</strong> Atau (patutkah) mereka mengatakan &#8220;<a title="Muhammad sebagai Syariah Marketer" href="http://www.koperasisyariah.com/muhammad-sebagai-syariah-marketer/">Muhammad</a> membuat-buatnya.&#8221; Katakanlah: &#8220;(Kalau benar yang kamu katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggillah siapa-siapa yang dapat kamu panggil (untuk membuatnya) selain Allah, jika kamu orang yang benar.&#8221;</p>
<p><strong>2. Pedoman hidup bagi setiap Muslim (4:105; 5:49,50; 45:20)</strong></p>
<div id="attachment_923" class="wp-caption alignright" style="width: 496px">
	<img class="size-full wp-image-923" title="An-Nisaa ayat 105" src="http://www.koperasisyariah.com/wp-content/uploads/2011/07/a1051.png" alt="An-Nisaa ayat 105" width="496" height="87" />
	<p class="wp-caption-text">An-Nisaa ayat 105</p>
</div>
<p><strong>An-Nisaa ayat 105</strong>. Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat [347],</p>
<p>[347] Ayat ini dan beberapa ayat berikutnya diturunkan berhubungan dengan pencurian yang dilakukan Thu&#8217;mah dan ia menyembunyikan barang curian itu di rumah seorang Yahudi. Thu&#8217;mah tidak mengakui perbuatannya itu malah menuduh bahwa yang mencuri barang itu orang Yahudi. Hal ini diajukan oleh kerabat-kerabat Thu&#8217;mah kepada Nabi SAW dan mereka meminta agar Nabi membela Thu&#8217;mah dan menghukum orang-orang Yahudi, kendatipun mereka tahu bahwa yang mencuri barang itu ialah Thu&#8217;mah, Nabi sendiri hampir-hampir membenarkan tuduhan Thu&#8217;mah dan kerabatnya itu terhadap orang Yahudi.</p>
<div id="attachment_924" class="wp-caption alignright" style="width: 495px">
	<img class="size-full wp-image-924" title="Al-Maidah ayat 49" src="http://www.koperasisyariah.com/wp-content/uploads/2011/07/a0491.png" alt="Al-Maidah ayat 49" width="495" height="135" />
	<p class="wp-caption-text">Al-Maidah ayat 49</p>
</div>
<p><strong>Al-Maidah ayat 49</strong>. dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.<br />
<strong> 3. Korektor dan penyempurna terhadap kitab-kitab Allah yang sebelumnya (5:48,15; 16:64) dan bernilai abadi</strong></p>
<div id="attachment_925" class="wp-caption alignright" style="width: 497px">
	<img class="size-full wp-image-925" title="Al-Maidah ayat 48" src="http://www.koperasisyariah.com/wp-content/uploads/2011/07/a0481.png" alt="Al-Maidah ayat 48" width="497" height="265" />
	<p class="wp-caption-text">Al-Maidah ayat 48</p>
</div>
<p><strong>Al-Maidah ayat 48</strong>. Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Qur&#8217;an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian [421] terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu [422], Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,</p>
<p>[421] Maksudnya: Al-Qur&#8217;an adalah ukuran untuk menentukan benar tidaknya ayat-ayat yang diturunkan dalam kitab-kitab sebelumnya. [422] Maksudnya: umat Nabi Muhammad SAW dan umat-umat yang sebelumnya.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>peranan alQuran</li><li>fungsi dan peranan al-quran</li><li>peranan al quran</li><li>peranan al-quran</li><li>fungsi dan peranan al quran</li><li>fungsi al quran bagi umat manusia</li><li>fungsi alquran</li><li>fungsi dan peranan alquran</li><li>fungsi alquran bagi umat manusia</li><li>fungsi al quran</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/fungsi-dan-peranan-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>sumber nilai islam</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/sumber-nilai-islam/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/sumber-nilai-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jul 2011 08:16:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pokok Ajaran Islam]]></category>
		<category><![CDATA[al-quran]]></category>
		<category><![CDATA[Ijtihad]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[Sumber Nilai Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Sunnah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=913</guid>
		<description><![CDATA[Sumber Nilai Islam
Ketika Rasulullah saw mengutus Mu&#8217;adz bin Jabal ke Yaman beliau bertanya kepada Mu&#8217;adz, &#8220;Dengan pedoman apa anda memutuskan suatu urusan?&#8221;
Jawab Mu&#8217;adz : Dengan Kitabullah
Tanya Rasul : Kalau tidak ada dalam al-Qur&#8217;an?
Jawab Mu&#8217;adz : Dengan Sunnah Rasulullah
Tanya Rasul : Kalau dalam Sunnah juga tidak ada?
Jawab Mu&#8217;adz : Saya berijtihad dengan pikiran saya.
Sabda Rasul : [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><h1>Sumber Nilai Islam</h1>
<p>Ketika <strong>Rasulullah saw</strong> mengutus Mu&#8217;adz bin Jabal ke Yaman beliau bertanya kepada Mu&#8217;adz, &#8220;Dengan pedoman apa anda memutuskan suatu urusan?&#8221;</p>
<p>Jawab Mu&#8217;adz : Dengan <em>Kitabullah</em><br />
Tanya Rasul : Kalau tidak ada dalam al-Qur&#8217;an?<br />
Jawab Mu&#8217;adz : Dengan <em>Sunnah Rasulullah</em><br />
Tanya Rasul : Kalau dalam Sunnah juga tidak ada?<br />
Jawab Mu&#8217;adz : Saya berijtihad dengan pikiran saya.<br />
Sabda Rasul : Maha Suci Allah yang telah memberikan bimbingan kepada utusan Rasul-Nya, dengan satu sikap yang disetujui Rasul-Nya (<em>H.R. Abu Dawud dan Turmudzi)</em></p>
<p>Dari peristiwa ini dapat diambil kesimpulan tentang nilai dan <a title="sumber nilai islam" href="http://www.koperasisyariah.com/sumber-nilai-islam/"><strong>sumber nilai islam</strong></a>, yaitu <strong>Al-Quran</strong>, <strong>Sunnah</strong> dan <strong>Ijtihad</strong>. Ayat-ayat al-Quran yang mendukung bahwa al-Quran, as-Sunnah, dan Ijtihad merupakan nilai dan sumber nilai seorang muslim, dapat kita temukan dalam banyak surat.</p>
<p>Kesimpulan lain yang dapat diambil dari peristiwa tersebut di atas ialah bahwa penggunaan tiga sumber nilai itu hendaknya di prioritaskan yang pertama, kemudian yang kedua dan selanjutnya baru yang ketiga. Konsekuensinya adalah apabila bertentangan satu dengan yang lain, maka hendaknya dipilih al-Quran terlebih dahulu kemudian yang kedua, al-Hadits.</p>
<p>Yang perlu dicatat adalah bahwa, sekalipun ketiga-tiganya adalah sumber nilai, akan tetapi antara satu dengan yang lainnya mempunyai tingkatan kualitas dan bobot yang berbeda-beda dengan pengaruh hukum yang berbeda-beda pula.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>sumber nilai islam</li><li>nilai islam</li><li>sumber nilai dan hukum syariat islam</li><li>Sumber-sumber nilai dalam syariah</li><li>sumber nilai dalam islam</li><li>sumber-sumber nilai</li><li>sumber - sumber nilai</li><li>sumber nilai syariat islam</li><li>sumber nilai syariat isla</li><li>memahami sumber nilai islam</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/sumber-nilai-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Riba Dalam Pandangan Ulama</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/riba-dalam-pandangan-ulama/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/riba-dalam-pandangan-ulama/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jul 2011 03:34:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Riba]]></category>
		<category><![CDATA[hanbali]]></category>
		<category><![CDATA[iwadh]]></category>
		<category><![CDATA[syafii]]></category>
		<category><![CDATA[syariah]]></category>
		<category><![CDATA[tambahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=891</guid>
		<description><![CDATA[Badr Ad Din Al Ayni pengarang Umdatul Qari Syarah Shahih Al Bukhari:
Prinsip utama dalam riba adalah penambahan. Menurut syariah riba berarti penambahan atas harta pokok tanpa dasar transaksi bisnis riil
Imam Sarakhsi dari mazhab Hanafi:
Riba adalah tambahan yang disyaratkan dalam transaksi bisnis tanpa adanya iwadh (atau padanan yang dibenarkan syariah atas penambahan tersebut.
Raghib Al Asfahani:
Riba adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><strong>Badr Ad Din Al Ayni pengarang Umdatul Qari Syarah Shahih Al Bukhari:</strong></p>
<p>Prinsip utama dalam riba adalah penambahan. Menurut syariah riba berarti penambahan atas harta pokok tanpa dasar transaksi bisnis riil</p>
<p><strong>Imam Sarakhsi dari mazhab Hanafi:</strong></p>
<p><a title="Riba Pintu Perbudakan" href="http://www.koperasisyariah.com/riba-pintu-perbudakan/">Riba adalah tambahan</a> yang disyaratkan dalam transaksi bisnis tanpa adanya iwadh (atau padanan yang dibenarkan syariah atas penambahan tersebut.</p>
<p><strong>Raghib Al Asfahani:</strong></p>
<p>Riba adalah penambahan atas harta pokok.</p>
<p><strong>Imam An Nawawi dari mazhab Syafii:</strong></p>
<p>Riba adalah penambahan atas pinjaman seiring bertambahnya waktu.</p>
<p>Dari penjelasan Imam Nawawi di atas sangat jelas bahwa salah satu bentuk riba yang dilarang Al Quran dan As Sunnah adalah penambahan atas harta pokok karena unsure waktu. Dalam dunia perbankan hal tersebut dikenal dengan bunga kredit sesuai lama waktu pinjaman.</p>
<p><strong>Qatadah:</strong></p>
<p><a title="Haramnya Riba" href="http://www.koperasisyariah.com/haramnya-riba/">Riba jahiliyah</a> adalah seseorang yang menjual barangnya secara tempo hingga waktu tertentu. Apabila telah datang saat pembayaran dan si pembeli tidak mampu membayar, maka ia memberikan bayaran tambahan atas penangguhan.</p>
<p><strong>Zaid bin Aslam</strong></p>
<p>Yang dimaksud dengan riba jahililyah yang berimplikasi pelipatgandaan sejalan dengan waktu adalah seseorang yang memiliki piutang atas mitranya. Pada saat jatuh tempo ia berkata: “Bayar sekarang atau tambah.”</p>
<p><strong>Ja’far Ash Shidiq dari kalangan Syiah:</strong></p>
<p>Ja’far Ash Shidiq berkata ketika ditanya mengapa Allah mengharamkan riba?</p>
<p>Supaya orang tidak berhenti berbuat kebajikan. Karena ketika diperkenankan untuk mengambil bunga atas pinjaman, maka seseorang tidak berbuat lalim lagi atas transaksi pinjam-meminjam dan sejenisnya. Padahal <a title="AL-QARDH" href="http://www.koperasisyariah.com/al-qardh/">qard (transaksi pinjam meminjam)</a> bertujuan untuk menjalin hubungan yang erat dan kebajikan antar manusia.</p>
<p><strong>Imam Ahmad bin Hanbal, pendiri mazhab Hanbali:</strong></p>
<p>Imam Ahmad bin Hanbal ketika ditanya tentang riba beliau menjawab: Sesungguhnya riba itu adalah seseorang memiliki <a title="Sanksi Atas Nasabah Mampu Yang Menunda-Nunda Pembayaran" href="http://www.koperasisyariah.com/sanksi-atas-nasabah-mampu-yang-menunda-nunda-pembayaran/">hutang</a> maka dikatakan kepadanya apakah akan melunasi atau membayar lebih. Jikalau tidak mampu melunasi, ia harus menambah dana ( dalam bentuk bunga pinjam) atas penambahan waktu yang diberikan.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>pendapat ulama tentang riba</li><li>pendapat ulama tentang hukum riba</li><li>pandangan ulama tentang riba</li><li>pendapat tentang riba</li><li>penjelasan riba</li><li>pendapat para ulama tentang riba</li><li>hukum riba menurut para ulama</li><li>pendapat beberapa tokoh mengenai riba</li><li>Pendapat ulamak tentang riba</li><li>pendapat dari beberapa tokoh islam mengenai hukum riba</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/riba-dalam-pandangan-ulama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Riba Pintu Perbudakan</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/riba-pintu-perbudakan/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/riba-pintu-perbudakan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jul 2011 06:10:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[Riba]]></category>
		<category><![CDATA[budak]]></category>
		<category><![CDATA[penindasan]]></category>
		<category><![CDATA[perbudakan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=887</guid>
		<description><![CDATA[Mengapa Riba dilarang?
“Apa yang terjadi jika Anda tidak mampu membayar bunga pinjaman ke bank atau paling buruk ke rentenir?”
Jawabnya adalah pemimjan tetap harus membayar. Jika tidak punya uang, maka jaminan yang akan diambil oleh pemberi pinjaman. Misalnya rumah yang dijaminkan, maka rumahnya yang diambil hak miliknya oleh pemberi pinjaman.
Misalnya, Anda tidak punya uang dan jaminan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Mengapa Riba dilarang?</p>
<p>“Apa yang terjadi jika Anda tidak mampu membayar <a title="Pengertian Bunga" href="http://www.koperasisyariah.com/pengertian-bunga/">bunga pinjaman</a> ke bank atau paling buruk ke rentenir?”</p>
<p>Jawabnya adalah pemimjan tetap harus membayar. Jika tidak punya uang, maka jaminan yang akan diambil oleh pemberi pinjaman. Misalnya rumah yang dijaminkan, maka rumahnya yang diambil hak miliknya oleh pemberi pinjaman.</p>
<p>Misalnya, Anda tidak punya uang dan jaminan harta, masih berutang, apa yang bisa dibayarkan?</p>
<p><strong>Bisa jadi, diri Anda.</strong></p>
<p>Dalam sejarah peradaban manusia ketika manusia menyerahkan harga dirinya,<strong> jadilah ia budak</strong></p>
<p>Perbudakan, siapapun manusia berada sekarang menganggap itu tidak memanusiakan manusia. “Nah, <a title="Pandangan Islam Tentang Uang" href="http://www.koperasisyariah.com/pandangan-islam-tentang-uang/">Islam</a> melarang perbudakan. Islam meninggikan derajat manusia.</p>
<p>Perbudakan sudah ada jauh sebelum adanya agama Islam. Jauh sebelum nabi <a title="Etika Bisnis Muhammad saw" href="http://www.koperasisyariah.com/etika-bisnis-muhammad-saw/">Muhammad SAW</a> dilahirkan di Makkah, manusia di berbagai penjuru peradabannya telah mengenal perbudakan manusia.</p>
<p>Perbudakan bukan sekedar masalah manusia menindas manusia, namun perbudakan adalah sebuah sistem hukum, sistem ekonomi dan juga sistem sosial yang berlaku.</p>
<p>Nah jika perbudakan dikatakan &#8217;sistem&#8217;, berarti terkait dengan sebuah mata rantai dan keterkaitan dengan banyak hal.</p>
<p><a href="http://www.koperasisyariah.com"><img class="size-medium wp-image-888 alignleft" style="border: 5px solid white;" title="kurma" src="http://www.koperasisyariah.com/wp-content/uploads/2011/07/kurma-300x300.jpg" alt="kurma" width="200" height="200" /></a>Maka penyelesaian masalah budak itu bukan dengan teriak-teriak atau kampanye di sana-sini. Penyelesaian masalah perbudakan manusia itu harus dengan sistem juga.</p>
<p>Karena itu Anda jarang menemukan kalimat dari beliau SAW yang secara eksplisit menyebutkan keharusan untuk menghapuskan perbudakan. Walau pun bukan sama sekali tidak ada. Bukankah beliau bersabda: <em>An-nasu sawasiyatun ka asnanil mushthi. Manusia itu sejajar seperti sejajarnya gigi pada sisir?</em></p>
<p>Bahkan Al-Quran secara tegas menyebutkan bahwa sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling taqwa.</p>
<p>Yang Rasulullah SAW lakukan bukan sekedar pernyataan atau kutukan, melainkan tindakan nyata. Tindakan ini bersifat sistematis untuk secara implementatif mengakhiri perbudakan.</p>
<p>Nah,  cara yang dilakukan itu adalah menutup semua pintu ke arah perbudakan. Kemudian membuka pintu selebar-lebarnya agar para budak bisa merdeka. Salah satunya adalah <a title="Hukum Riba menurut Alquran" href="http://www.koperasisyariah.com/hukum-riba-menurut-alquran/">Melarang Riba</a></p>
<p>Di antara hikmah diharamkannya praktek riba di masa nabi adalah agar tidak ada orang yang terbelit rentenir lalu karena tidak bisa bayar, akhirnya dirinya atau anaknya dijadikan budak sebagai tebusan.</p>
<p>Praktek riba diharamkan, karena di masa itu riba adalah salah satu pintu masuk yang utama terjerumusnya manusia ke dalam perbudakan. Kalau diurutkan ke asal muasalnya, di Makkah terdapat begitu banyak budak yang dulunya orang merdeka. Namun karena sistem ekonomi yang ribawi, akhirnya begitu banyak orang jatuh ke dalam perbudakan.</p>
<p>Datangnya Islam bukan semata untuk menghapuskan perbudakan, melainkan juga mencabut akar penyebab utamanya, yaitu <strong>Riba</strong></p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>riba adalah</li><li>pinjaman koperasi syariah adalah</li><li>alasan islam melarang riba</li><li>sebab riba dilarang</li><li>mengapa riba diharamkan</li><li>rentenir dan hikmah diharamkannya rentenir</li><li>gambarislam</li><li>perbudakan dan cara penyelesaiannya</li><li>mengapa riba dilarang</li><li>mengapa riba dilarang islam</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/riba-pintu-perbudakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Waspadai Pemanfaatan Daging</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/waspadai-pemanfaatan-daging/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/waspadai-pemanfaatan-daging/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jun 2011 03:07:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[babi]]></category>
		<category><![CDATA[bulu]]></category>
		<category><![CDATA[daging babi]]></category>
		<category><![CDATA[gelatin]]></category>
		<category><![CDATA[kulit]]></category>
		<category><![CDATA[organ]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=878</guid>
		<description><![CDATA[Secara fisik babi banyak menyimpan bibit penyakit. Babi dianggap hewan  yang sama sekali tidak layak untuk dikonsumsi. Oleh karena itu ALLAH SWT  melarang umat Islam untuk mengkonsumsi Babi. Umat Islam diHaramkan  untuk makan daging babi.
Dengan berkembangnya ilmu dan teknologi menjadikan kita harus lebih waspada lagi karena hewan yang diharamkan untuk dikonsumsi ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Secara fisik <a title="babi" href="http://www.koperasisyariah.com/bahaya-daging-babi-bagi-manusia/">babi</a> banyak menyimpan bibit penyakit. Babi dianggap hewan  yang sama sekali tidak layak untuk dikonsumsi. Oleh karena itu ALLAH SWT  melarang umat Islam untuk mengkonsumsi Babi. Umat Islam diHaramkan  untuk makan daging babi.</p>
<p>Dengan berkembangnya ilmu dan teknologi menjadikan kita harus lebih waspada lagi karena hewan yang diharamkan untuk dikonsumsi ini ternyata mengandung banyak sekali manfaat.</p>
<p>Selain daging babi, bagian babi yang bisa dimanfaatkan seperti, Organ, Bulu, Kulit, Tulang, Darah, Lemak&#8230; ternyata hampir semua unsur dalam babi bisa dimanfaatkan&#8230;.</p>
<p>Anda dapat melihat pada gambar dibawah ini:</p>
<p><a title="pemanfaatan daging babi" href="http://www.koperasisyariah.com/wp-content/uploads/2011/06/haram_khinzir1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-879" title="haram_khinzir[1]" src="http://www.koperasisyariah.com/wp-content/uploads/2011/06/haram_khinzir1.jpg" alt="haram_khinzir[1]" width="520" height="300" /></a></p>
<p>Yang menjadi pertanyaan bagi Anda Ummat Islam, Apakah anda akan memanfaatkan, menggunakan babi dan turunannya untuk kehidupan Anda! sedangkan Allah SWT mengharamkan dan melarang mengkonsumsinya???</p>
<p>MasyaAllah La Quwata illa billah&#8230;</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>Koperasi daging</li><li>babi dan turunannya</li><li>koprasi daging</li><li>haram</li><li>tas kulit babi</li><li>pemanfaatan babi</li><li>bagian babi</li><li>ORGAN BABI</li><li>kulit babi</li><li>akopersai daging</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/waspadai-pemanfaatan-daging/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Zakat</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/zakat/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/zakat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 May 2011 17:01:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>siti saodah alawiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Zakat]]></category>
		<category><![CDATA[fakir]]></category>
		<category><![CDATA[harta]]></category>
		<category><![CDATA[miskin]]></category>
		<category><![CDATA[Riba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=868</guid>
		<description><![CDATA[Zakat adalah kewajiban finansial dari harta kekayaan menurut ketentuan Islam. Dan, zakat bukanlah pajak yang untuk menjamin penerimaan negara. Distribusi hasil pengumpulan zakat harta ditujukan kepada delapan kelompok sasaran (asnaf), sebagaimana firman Allah SWT dalam surat at-Taubah: 60,
&#8220;Hanya zakat itu untuk orang-orang fakir, orang miskin, pengurus zakat, orang muallaf hatinya, untuk memerdekakan budak (hamba), orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Zakat adalah kewajiban finansial dari harta kekayaan menurut ketentuan Islam. Dan, <a title="zakat" href="http://www.koperasisyariah.com/zakat/">zakat</a> bukanlah pajak yang untuk menjamin penerimaan negara. Distribusi hasil pengumpulan zakat harta ditujukan kepada delapan kelompok sasaran (asnaf), sebagaimana firman Allah SWT dalam surat <strong>at-Taubah: 60</strong>,</p>
<p><em>&#8220;Hanya zakat itu untuk orang-orang fakir, orang miskin, pengurus zakat, orang muallaf hatinya, untuk memerdekakan budak (hamba), orang yang berhutang, orang yang berjuang di jalan Allah, dan untuk orang musafir sebagai suatu keperluan dari pada Allah. Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.&#8221;</em></p>
<p>Zakat memainkan peranan penting dan signifikan dalam distribusi pendapatan dan kekayaan, dan berpengaruh nyata pada tingkah laku konsumsi.</p>
<p>Zakat berpengaruh pula terhadap pilihan konsumen dalam hal mengalokasikan pendapatannya untuk tabungan atau investasi dan konsumsi. Pengaruh dari zakat dari aspek sosial ekonomi, memberikan dampak terciptanya keamanan masyarakat dan menghilangkan pertentangan kelas karena ketajamannya perbedaan pendapatan.</p>
<p>Pelaksanaan zakat oleh negara akan menunjang terbentuknya keadaan ekonomi, yakni peningkatan produktivitas yang dibarengi dengan pemerataan pendapatan serta peningkatan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Hadist Nabi Muhammad saw., &#8220;Perdagangkanlah harta anak yatim itu sehingga tidak habis termakan zakat.&#8221;</p>
<p><img class="alignright size-full wp-image-869" title="zakat" src="http://www.koperasisyariah.com/wp-content/uploads/2011/05/zakat1.jpg" alt="zakat" width="237" height="212" />Kata zakat dalam Al-Quran selalu dirangkaikan dengan shalat dan disebut sebanyak 82 kali, menunjukkan betapa lembaga zakat ini sangat penting menyusun kehidupan yang humanis dan harmonis. Istilah lain dari zakat disebutkan dalam Al-Quran sebagai sedekah (<strong>at-Taubah: 103</strong>), hak (<strong>al-An&#8217;am: 141</strong>), an-nafaqah (<strong>at-Taubah: 34</strong>).</p>
<p>Zakat merupakan lembaga Islam dan telah diwajibkan Allah sejak zaman Nabi Ibrahim a.s. dan nabi-nabi sesudahnya sampai Nabi Isa a.s. dan Nabi Muhammad saw. (lihat surat <strong>al-Anbiya: 73; al-Maaidah: 12; Maryam: 31, 35; dan at-Taubah: 60</strong>)</p>
<p>Mengingat kedudukan <a title="zakat" href="http://www.koperasisyariah.com/zakat-adalah/">zakat</a> sebagai rukum islam ketiga dan memiliki dampak sosial ekonomi yang baik, sampai-sampai Khalifah Abu Bakar Siddiq r.a. berani mengambil resiko akan memerangi orang Islam yang tidak membayar zakat walaupun mendirikan shalat.</p>
<p>Peranan lembaga zakat, baik zakat harta (mal) maupun zakat fitrah (nafs), akan sangat tampak lagi dengan lebih baik bila diberlakukan bersama-sama dengan pelarangan <a title="riba" href="http://www.koperasisyariah.com/definisi-riba/">riba</a>, dan qirad sebagai nilai instrumental berikutnya.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>pengaruh zakat</li><li>peranan zakat</li><li>dampak zakat</li><li>zakat pada zaman nabi isa as</li><li>pengaruh zakat terhadap investasi</li><li>zakat zaman nabiibrahim</li><li>efek zakat dan pajak terhadap distribusi pendapatan</li><li>efek zakat terhadap tabungan</li><li>dampak sosial ekonomi zakat</li><li>proses zakat pada zaman nabi ibrahim</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/zakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keadilan</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/keadilan/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/keadilan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 May 2011 16:30:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>siti saodah alawiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pelayanan Pelanggan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[adil]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[keadilan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=864</guid>
		<description><![CDATA[Keadilan (justice). Kata yang terbanyak disebut dalam Al-Qur&#8217;an setelah Allah, dan ilmu pengetahuan, ialah keadilan. Kata &#8220;keadilan&#8221; disebut lebih dari 1000 kali, menunjukkan betapa nilai dasar ini memiliki bobot yang sangat dimuliakan dalam islam berkait dengan aspek sosial, politik maupun ekonomi.
Keadilan berarti kebebasan yang bersyarat akhlak Islam. &#8220;Adapun orang yang kikir (tidak mau mengorbankan sedikit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><a title="keadilan" href="http://www.koperasisyariah.com/keadilan/">Keadilan (justice)</a>. Kata yang terbanyak disebut dalam Al-Qur&#8217;an setelah Allah, dan ilmu pengetahuan, ialah keadilan. Kata &#8220;keadilan&#8221; disebut lebih dari 1000 kali, menunjukkan betapa nilai dasar ini memiliki bobot yang sangat dimuliakan dalam islam berkait dengan aspek sosial, politik maupun ekonomi.</p>
<p><img class="alignright size-full wp-image-865" title="keadilan" src="http://www.koperasisyariah.com/wp-content/uploads/2011/05/justice_hammer1.jpg" alt="keadilan" width="181" height="200" />Keadilan berarti kebebasan yang bersyarat akhlak Islam. &#8220;Adapun orang yang kikir (tidak mau mengorbankan sedikit pun dari haknya) dan mereka merasa cukup sendiri (egoistis) serta mendustakan (mencemoohkan) kebaikan, makan Kami licinkan jalan kearah kesukaran (kekacauan).&#8221; (<strong>al-Lail: 8-10</strong>)</p>
<p>Kebebasan yang tidak terbatas akan mengakibatkan ketidakserasiannya antara pertumbuhan produksi dan hak-hak istimewa bagi segolongan kecil untuk mengumpulkan kekayaan berlimpah (lihat surat <strong>al-Hadid: 20</strong>) dan mempertajam pertentangan antara yang kuat dan kaya dengan yang lemah dan miskin, dan akhirnya akan menghancurkan tatanan sosial (<strong>al-Humazah: 1-3</strong>).</p>
<p>Keadilan harus ditetapkan di semua fase kegiatan ekonomi. Keadilan dalam produksi dan konsumsi ialah aransemen efisiensi dan memberantas pemborosan. Adalah suatu kezaliman dan penindasan apabila seseorang dibiarkan berbuat terhadap hartanya sendiri yang melampaui batas yang ditetapkan dan bahkan sampai merampas hak orang lain (<strong>an-Nisa&#8217;: 160-161; asy-Syu&#8217;ara: 182-183; al-Baqarah: 188</strong>). Keadilan dalam distribusi ialah penilaian yang tepat terhadap faktor-faktor produksi dan kebijaksanaan harga hasilnya sesuai denga takaran yang wajar dan ukurang yang tepat atau kadar yang sebenarnya (<strong>al-Hijr: 19; Thaha: 6; al-Furqan: 2; al-&#8217;Ala: 1-3</strong>).</p>
<p>Keadilan berarti kebijaksanaan mengalokasikan sejumlah hasil tertentu dari kegiatan ekonomi, bagi mereka yang tidak mampu memasuki pasar atau tidak sanggup membelinya menurut kekuatan pasar, yakni kebijaksanaan melalui zakat, infak, dan sedekah (lihat surat <strong>al-Baqarah: 110, 271, 280; an-Nisa:8; at-Taubah:60; an-Nur: 33; an-Naml: 26-27; Muhammad: 38; al-Hadid: 7; al-Mumtahanah: 8; al-Ma&#8217;aarij: 24-25</strong>).</p>
<p>Perhatikan pula hadits Nabi Muhammad saw., &#8220;Saya bersumpah kepada Allah bukanlah orang yang beriman yang sepanjang hari makan kenyang, sedang mereka mengetahui tetangganya dalam kelaparan.&#8221;</p>
<p>Keterangan ayat-ayat dan hadits di atas menunjukkan bahwa distribusi pendapatan dan kekayaan harus merata bagi seluruh manusia sesuai dengan kemampuan fisik, mental, pengetahuan, dan keterampilan untuk melakukan kegiatan ekonomi (lihat surat <strong>ar-Rum: 37</strong>).</p>
<p>Karakter pokok dari nilai keadilan di atas menunjukkan kepada kita bahwa masyarakat ekonomi haruslah memiliki sifat makmur dalam keadilan dan adil dalam kemakmuran menurut syariat Islam. Penyimpangan dari keadaan tersebut akan berakibat masyarakat divonis oleh ayat Allah sebagai berikut.</p>
<p>&#8220;Apabila Kami menghendaki untuk menghancurkan suatu negeri,Kami memberi kesempatan kepada orang-orang yang mewah di negeri itu untuk memerintah, kemudian mereka membuat kecurangan-kecurangan di negeri itu, maka benar-benar terjadilah keputusan kata (vonis) atas negeri itu, lalu Kami hancur luluhkannya.&#8221; (<strong>al-Isra: 16)</strong></p>
<p>&#8220;Dan Kami menghendaki untuk memberi pertolongan kepada kaum tertindas di bumi, untuk Kami jadikan mereka itu pemimpin-pemimpin dan Kami jadikan pula mereka itu pewaris-pewaris.&#8221; (<strong>an-Naml: 5</strong>)</p>
<p>Ketiga nilai dasar ekonomi Islam tersebut, yakni kebebasan terbatas terhadap pemilikan harta kekayaan dan sumber-sumber, nilai keseimbangan, dan nilai keadilan, merupakan kesatuan nilai yang tidak dapat dipisahkan. Nilai dasar ini merupakan pangkal bertolak untuk mengungkap nilai-nilai instrumental ekonomi.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>hadits tentang keadilan</li><li>nilai keadilan</li><li>keadilan adalah kunci kemakmuran</li><li>keadilan kunci kemakmuran dalam islam</li><li>hadist tentang keadilan</li><li>hadist tentang keadilan dalam islam</li><li>keadilan ekonomi dalam islam</li><li>keadilan dalam konsumsi</li><li>keadilan</li><li>ayat tentang pengertian keadilan</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/keadilan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ashabul Kahfi</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/ashabul-kahfi/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/ashabul-kahfi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 May 2011 07:39:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi & Rasul]]></category>
		<category><![CDATA[ashabul kahfi]]></category>
		<category><![CDATA[dzulqarnain]]></category>
		<category><![CDATA[jibril]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[rasul]]></category>
		<category><![CDATA[roh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=859</guid>
		<description><![CDATA[
Situasi Saat Turunnya Surah al-Kahfi
Menurut pendapat para ulama tafsir, surat al-Kahfi merupakan surah Makkiyyah jika ditinjau dari sebab-sebab turunnya Al-Quran.
Surah ini turun saat memanasnya perang pendapat antara Rasulullah saw, dan kaum musyrikin Quraisy, pada saat berkembangnya pertentangan antara iman dan materialisme. Demikianlah keadaan pada saat turunnya surah tersebut secara umum.
Namun demikian, turunnya ayat ini mempunyai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="alignleft size-medium wp-image-860" style="border: 5px solid white;" title="ashabul kahfi" src="http://www.koperasisyariah.com/wp-content/uploads/2011/05/ashabul-kahfi-101-300x209.jpg" alt="ashabul kahfi" width="300" height="209" /></p>
<p>Situasi Saat Turunnya Surah <a title="ashabul kahfi" href="http://www.koperasisyariah.com/ashabul-kahfi/">al-Kahfi</a></p>
<p>Menurut pendapat para ulama tafsir, surat al-Kahfi merupakan surah Makkiyyah jika ditinjau dari sebab-sebab turunnya Al-Quran.</p>
<p>Surah ini turun saat memanasnya perang pendapat antara Rasulullah saw, dan kaum musyrikin Quraisy, pada saat berkembangnya pertentangan antara iman dan materialisme. Demikianlah keadaan pada saat turunnya surah tersebut secara umum.</p>
<p>Namun demikian, turunnya ayat ini mempunyai sebab khusus; para ulama tafsir menyebutkannya dalam buku cerita dan sirah mereka, yaitu sebagai berikut.</p>
<p>Telah dinukilkan oleh Ibnu Ishaq, Ibnu Jarir, Ibnu Munzir, Abu Na&#8217;im, dan al-Baihaqi dari Ibnu Abbas r.a yang mengatakan bahwa orang Quraisy telah mengutus an-Nadhr ibnul-Harits dan Uqbah bin Abi Mu&#8217;aith kepada rabbi Yahudi di Madinah. Kaum Quraisy mengatakan kepada utusan itu,</p>
<p>&#8220;Tanyakanlah pada mereka tentang Muhammad, jelaskan sifat-sifatnya, kabarkan mereka tentang ucapannya, sesungguhnya mereka adalah ahli kitab yang pertama dan mereka mempunyai ilmu yang tidak kita miliki.&#8221;</p>
<p>Kedua utusan itu pergi ke Madinah, kemudian bertanya kepada para rabbi Yahudi tentang Rasulullah saw, lalu menggambarkan perintahnya dan sebagian ucapannya.</p>
<p>Para rabbi itu berkata kepada utusan itu, &#8220;Tanyakanlah pada<a title="Etika Bisnis Muhammad saw" href="http://www.koperasisyariah.com/etika-bisnis-muhammad-saw/"> Muhammad</a> tentang tiga hal. Kalau dia dapat menjawab pertanyaan itu maka dia benar-benar nabi yang diutus itu. Jika tidak, dia bohong.</p>
<p>Pertama, tentang para pemuda yang pergi di zaman dahulu, bagaimana keadaan mereka, mereka mengalami kejadian yang hebat.</p>
<p>Kedua, tentang seorang lelaki yang melakukan perjalanan mengelilingi bumi, bagaimana ceritanya.</p>
<p>Ketiga, tanyakan tentang roh, apakah roh itu.&#8221;</p>
<p>An-Nadhr dan Uqbah kemudian kembali dan menemui orang Quraisy, mereka berkata, &#8220;Wahai penduduk Quraisy, kami datang membawa hal-hal yang membedakan antara kamu dan Muhammad. Para rabbi Yahudi itu telah memerintah kami agar bertanya pada Muhammad tentang tiga hal.&#8221; Keduanya lalu menceritakan hal-hal itu.</p>
<p>Rasulullah saw berkata, &#8220;Akan kukatakan apa yang kamu tanyakan besok.&#8221; Kemudian, ia pergi tanpa mengucapkan insya Allah. Rasulullah saw berdiam diri selama lima belas malam, tetapi Allah SWT tidak mengirimkan wahyu, Jibril pun tidak mendatanginya.</p>
<p>Penduduk Mekah kemudian menyebarkan gosip, sementara Rasulullah bersedih karena tidak turunnya wahyu dan merasa gelisah atas apa yang diperbincangkan oleh penduduk Mekah.</p>
<p>Akhirnya, Jibril datang dengan membawa surah al-Kahfi, yang mengobati kesedihan Rasulullah dan menjawab pertanyaan mereka tentang pemuda dan lelaki yang melakukan perjalanan, dan firman Allah, &#8220;Dan apabila mereka bertanya tentang roh.&#8221;</p>
<p><img class="alignright size-full wp-image-861" style="border: 5px solid white;" title="ashabul-kahfi" src="http://www.koperasisyariah.com/wp-content/uploads/2011/05/ashabul-kahfi.jpg" alt="ashabul-kahfi" width="230" height="293" />Orang-orang musyrikin dan Yahudi bersepakat untuk menguji Rasulullah saw, sehingga mereka mengajukan tiga pertanyaan yang harus dijawab. Surah al-Kahfi hanya menjawab dua pertanyaan mereka, yaitu tentang Ash-habul Kahfi dan Dzulqarnain.</p>
<p>Adapun pertanyaan ketiga, yaitu tentang roh, surah al-Isra telah menjelaskan bahwa hal itu adalah urusan Allah, tidak seorang pun yang mengetahui hakikat dan bentuknya, karenanya tak ada jawaban atas hal itu,<em> &#8220;Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah, &#8216;Roh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan, melainkan sedikit.&#8217;&#8221; </em>(al-Isra:85)</p>
<p>Jadi, surah al-Kahfi merupakan surah ujian yang diturunkan kepada Rasulullah saw; Allah menolong Rasul-Nya, Dia menurunkan Jibril a.s untuk menolongnya dengan memberi jawaban, dan Rasul menyampaikan hal itu kepada mereka, membaca kepada mereka tentang ayat tersebut. Rasulullah akhirnya berhasil atas pertolongan dan rahmat Allah SWT.</p>
<p>Tentang ujian yang ada dalam surah itu, ayat-ayat itu juga menegaskan bahwa jawabannya datang dari Allah; Dialah yang membacakannya kepada Muhammad agar ia menyampaikannya kepada manusia.</p>
<p>Mengenai Ash-habul Kahfi, Allah berfirman, &#8220;Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya.&#8221;</p>
<p>Mengenai Dzulqarnain, Allah berfirman, &#8220;Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulqarnain. Katakanlah, &#8216;Aku akan bacakan kepadamu cerita tentangnya.&#8217;&#8221;</p>
<p>Mengenai roh, Allah berfirman, &#8220;Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah,&#8217;Roh itu termasuk urusan Tuhanku.&#8217;&#8221;</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>ashabul kahfi</li><li>surah al kahfi</li><li>sebab turunnya surat al kahfi</li><li>sebab-sebab turunnya surat al kahfi</li><li>mereka bertanya tentang roh</li><li>tafsir ashabul kahfi</li><li>sebab turun surah al kahfi</li><li>surah al-kahfi</li><li>surat ashabul kahfi</li><li>sebab-sebab turunnya surat al-kahfi</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/ashabul-kahfi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gandakan Rizki dengan Sedekah</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/gandakan-rizki-dengan-sedekah/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/gandakan-rizki-dengan-sedekah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Apr 2011 17:41:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[pahala]]></category>
		<category><![CDATA[rezeki]]></category>
		<category><![CDATA[rizki]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[shodaqoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=854</guid>
		<description><![CDATA[
Ketika Anda mulai terasa bosan dengan pekerjaan, jenuh dengan suasana kantor, karir yang tidak lancar, segeralah untuk bersedekah. Bila ada tanda-tanda Anda telah mulai berputus asa di tempat kerja, segeralah bersedekah. Karena dengan bersedekah akan memaksa Anda bekerja keras. Dengan bekerja keras Anda akan mendapatkan nafkah. Dengan nafkah itu Anda berkesempatan untuk menunaikan sedekah.
Bahkan, bekerja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="alignleft size-full wp-image-857" style="border: 5px solid white;" title="gandakan-rizki-dengan-sedekah" src="http://www.koperasisyariah.com/wp-content/uploads/2011/05/gandakan-rizki-dengan-sedekah.jpeg" alt="gandakan-rizki-dengan-sedekah" width="274" height="200" /></p>
<p>Ketika Anda mulai terasa bosan dengan pekerjaan, jenuh dengan suasana kantor, karir yang tidak lancar, segeralah untuk bersedekah. Bila ada tanda-tanda Anda telah mulai berputus asa di tempat kerja, segeralah <a title="sedekah" href="http://www.koperasisyariah.com/gandakan-rizki-dengan-sedekah/">bersedekah</a>. Karena dengan bersedekah akan memaksa Anda bekerja keras. Dengan bekerja keras Anda akan mendapatkan nafkah. Dengan nafkah itu Anda berkesempatan untuk menunaikan sedekah.</p>
<p>Bahkan, bekerja itu sendiri, keringat yang Anda peras sehari-hari, adalah sedekah. Bekerja keras menjadi sedekah bila Anda niatkan untuk kebaikan: kebaikan diri sendiri, kebaikan keluarga, kebaikan masyarakat, dan juga bangsa. Dengan <a title="Makan Dari Hasil Usaha Tangan Sendiri" href="http://www.koperasisyariah.com/makan-dari-hasil-usaha-tangan-sendiri/">bekerja keras</a> Anda dapat memberi nafkah keluarga. Nafkah yang Anda berikan kepada keluarga dinilai sebagai sedekah.</p>
<p>Dengan <a title="Etika Bekerja Dalam Islam" href="http://www.koperasisyariah.com/etika-bekerja-dalam-islam/">bekerja keras</a> Anda dapat memberi beasiswa bagi mereka yang putus sekolah. Langkah yang Anda lakukan itu membuat orang dapat melanjutkan belajar dan menuntut ilmu. Ilmu yang mereka dapatkan dapat diamalkan untuk kebaikan banyak orang dan kemajuan peradaban. Sekali lagi, beasiswa yang Anda berikan kepada anak putus sekolah dinilai sebagai sedekah.</p>
<p>Sedekah memberi sugesti kepada Anda untuk selalu bekerja keras. Itulah berkah bahwa sedekah akan membuat rizki Anda berlipat-lipat. Bila Anda bersedekah dengan secuil rizki yang dianugerahkan Allah, Allah akan melipatgandakannya hingga sebesar gunung uhud, di Madinah. Sebuah riwayat mengatakan, Rasulullah saw, pernah bersabda:<em> &#8220;Barangsiapa bersedekah dengan syarat dari harta yang halal, bukan dari harta yang haram, maka Allah akan memelihara sedekah itu sebagaimana kita memelihara anak kuda kalian, sehingga sedekah itu akan menjadi besar seperti gunung.&#8221;<br />
</em><br />
Pada riwayat yang lain dikatakan, barangsiapa bersedekah dengan sebiji kurma, Allah SWT akan memberikan yang lebih besar dari gunung Uhud, padahal gunung Uhud adalah gunung yang sangat besar di madinah. Dalam kata lain, pahala yang diterima seseorang yang bersedekah adalah <a title="Allah SWT Sebaik-baik Pemberi Rezeki" href="http://www.koperasisyariah.com/allah-swt-sebaik-baik-pemberi-rezeki/">tujuh ratus kali lipat</a>.</p>
<p><em>&#8220;Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan harta mereka di Jalan Allah adalah serupa dengan sebulir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji, dan Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.&#8221;</em> (QS. Al Baqarah: 261)</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>bersedekah</li><li>sedekah</li><li>gambar sedekah</li><li>gambar orang bersedekah</li><li>gambar orang sedekah</li><li>gambaran orang bersedekah</li><li>gambar bersedekah</li><li>rizki sedekah</li><li>SUGESTI SEDEKAH</li><li>sedekah melipatgandakan rizki</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/gandakan-rizki-dengan-sedekah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Abrahah dan Pasukan Gajah</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/pasukan-gajah/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/pasukan-gajah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Apr 2011 16:38:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Perang]]></category>
		<category><![CDATA[abrahah]]></category>
		<category><![CDATA[gajah]]></category>
		<category><![CDATA[mekkah]]></category>
		<category><![CDATA[pasukan gajah]]></category>
		<category><![CDATA[quraisy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=845</guid>
		<description><![CDATA[سُوۡرَةُ الفِیل
 بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

أَلَمۡ تَرَ كَيۡفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصۡحَـٰبِ ٱلۡفِيلِ (﻿١﻿) أَلَمۡ يَجۡعَلۡ كَيۡدَهُمۡ فِى تَضۡلِيلٍ۬ (﻿٢﻿) وَأَرۡسَلَ عَلَيۡہِمۡ طَيۡرًا أَبَابِيلَ (﻿٣﻿) تَرۡمِيهِم بِحِجَارَةٍ۬ مِّن سِجِّيلٍ۬ (﻿٤﻿) فَجَعَلَهُمۡ كَعَصۡفٍ۬ مَّأۡڪُولِۭ (﻿٥﻿)
Pada abad keenam sekitar tahun 571 Masehi, saat itu Yaman dikuasai oleh seorang raja Kristen bernama Negus yang berhasil mengusir bangsa Yahudi dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><h2 style="text-align: right;"><span style="color: #808000;">سُوۡرَةُ الفِیل</span><br />
<span style="color: #800000;"> بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ<br />
</span><br />
أَلَمۡ تَرَ كَيۡفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصۡحَـٰبِ ٱلۡفِيلِ (﻿١﻿) أَلَمۡ يَجۡعَلۡ كَيۡدَهُمۡ فِى تَضۡلِيلٍ۬ (﻿٢﻿) وَأَرۡسَلَ عَلَيۡہِمۡ طَيۡرًا أَبَابِيلَ (﻿٣﻿) تَرۡمِيهِم بِحِجَارَةٍ۬ مِّن سِجِّيلٍ۬ (﻿٤﻿) فَجَعَلَهُمۡ كَعَصۡفٍ۬ مَّأۡڪُولِۭ (﻿٥﻿)</h2>
<p>Pada abad keenam sekitar tahun 571 Masehi, saat itu Yaman dikuasai oleh seorang raja Kristen bernama Negus yang berhasil mengusir bangsa Yahudi dari negerinya. Seorang menterinya yang bernama Abrahah bin Al-Shobaah menemukan bahwa setiap tahunnya orang-orang dari berbagai belahan bumi bergegas dan berduyun-duyun pergi ke Kabah di Mekah untuk menunaikan haji.</p>
<p>Diperintahkannya arsitek dan ahli bangunan terbaik untuk membangun Al-Qalies, sebuah geraja yang sangat besar dan indah di Kota  San&#8217;a. Gereja ini dipersembahkan kepada Raja Najasyi serta merupakan  bukti kuat keinginan <a title="pasukan gajah" href="../pasukan-gajah/">Abrahah</a> agar orang-orang melupakan Ka&#8217;bah.</p>
<p>Untuk mencapai kein<img class="alignleft size-full wp-image-850" style="border: 5px solid white;" title="Pasukan Gajah" src="http://www.koperasisyariah.com/wp-content/uploads/2011/04/5_gajah1.jpg" alt="Pasukan Gajah" width="212" height="300" />ginannya itu, Abrahah telah bersumpah untuk menghancurkan Ka&#8217;bah. Berangkatlah Abrahah ke Makkah beserta tentaranya dengan menunggangi gajah. Abrahah memimpin pasukan dengan menunggangi seekor gajah yang santa besar dan gagah. Gajah tersebut adalah hadiah dari Raja Najasyi karena Abrahah sudah membuatkan sebuah gereja yang indah.</p>
<p>Berita tentang rencana Abrahah dan pasukannya sedang menuju Makkah, tentu saja membuat orang-orang Makkah ketakutan. Sebelum pasukan itu tiba di Makkah, Abrahah sudah mengutus Aswad bin Mafsud beserta pasukan berkudanya untuk mendahuluinya dan merampas harta milik Kaum Quraisy.</p>
<p>Jumlah mereka begitu banyak dan kuat sehingga tidak ada seorangpun yang berani melawannya. Kaum Quraisy dengan pasrah menyerahkan harta kekayaan ataupun ternak yang dimilikinya. Abdul Muthalib bin Hasyim yang merupakan salah seorang pemuka Kaum Quraisy pun harus kehilangan dua ratus unta miliknya.</p>
<p>&#8220;Wahai Kaum Quraisy, kami datang bukan untuk menimbulkan peperangan dengan kalian. Kami datang ke Makkah hanya untuk menghancurkan Ka&#8217;bah. Kalau kalian tidak menghalangi kami, kami juga tidak akan memerangi kalian!&#8221; teriak Hanathah Humairi, kepada penduduk Kota Makkah. Dia adalah salah seorang anak buah Abrahah.</p>
<p>Abdul Muthalib pun menyeruak dari kerumunan penduduk dan menjawab, &#8220;Demi Allah, kami tidak akan menghalangi kalian karena kami tidak mempunyai kekuatan apa pun untuk mempertahankan Baitullah.&#8221;</p>
<p>Demikianlah, Kaum Quraisy hanya bisa pasrah dan diam ketakutan. Mereka merasa tidak mungkin melawan tentara yang terlihat begitu kuat. Namun, tidak demikian dengan Abdul Muthalib. Dia masih merasa kesal karena kehilangan unta-untanya. Kalau mereka ingin menghancurkan Ka&#8217;bah, mengapa harus merampas harta penduduk Makkah? Akhirnya, Abdul Muthalib pun pergi menyusul Abrahah yang masih di tengah perjalanan.</p>
<p>Di hadapan Abrahah, dia meminta kembali dua ratus ekor unta yang sudah  dirampas darinya. Keinginan Abdul Muthalib itu malah membuat Abrahah murka.</p>
<p>&#8220;Wahai Abdul Muthalib, ternyata kamu tidak sehebat perkiraanku. Kamu lebih memikirkan unta milikmu daripada memikirkan ka&#8217;bah. Mengapa kamu tidak mencoba menahanku untuk menghancurkan Ka&#8217;bah? Bukankah Ka&#8217;bah adalah kiblatmu dan kiblat leluhurmu?&#8221; Tanya Abrahah marah. Dia tersinggung karena Abdul Muthalib hanya meminta untanya, bukan Ka&#8217;bah yang akan segera dihancurkan.</p>
<p>Abdul Muthalib hanya menjawab, &#8220;Wahai Abrahah, aku hanyalah pemilik unta-unta itu. Sedangkan Ka&#8217;bah, mempunyai Pemilik yang akan menjaganya.&#8221;</p>
<p>Abrahah menatap Abdul Muthalib dengan geram. Tangannya terkepal karena Abdul Muthalib seolah sudah menantangnya. &#8220;Tidak ada seorangpun yang bisa menahanku untuk menghancurkannya!&#8221; katanya dengan congkak. Abrahah berpikir, dengan pasukan gajah yang membawanya, dalam sekejap saja, Ka&#8217;bah dapat dia runtuhkan.</p>
<p>Abrahah pun mengerahkan pasukannya untuk kembali memasuki Kota Makkah. Kota Makkah saat itu sudah sepi karena seluruh penduduknya telah mengungsi jauh. Mereka menghindari serangan pasukan Abrahah. Suara berderap dan debu yang beterbangan menandai kedatangan pasukan gajah Abrahah memasuki Makkah. Mereka begitu bernafsu untuk segera menghancurkan Baitullah. Suara berdebum dari langkah kaki pasukan gajahpun membuat suasana begitu mencekam. Tak ada lagi yang bisa dilakukan untuk melindungi Ka&#8217;bah, kecuali menunggu mukjizat dari Allah SWT.</p>
<p>Ka&#8217;bah adalah rumah Allah yang sudah dibangun dengan susah payah oleh Nabi Ibrahim dan Nabi ISmail. Allah SWT tidak mengizinkan Abrahah dan tentaranya untuk menyentuk Ka&#8217;bah. Tiba-tiba, dari arah laut sekawanan burung terbang menaungi dan berputar-putar di atas Kota Makkah. Jumlahnya begitu banyak sehingga ketika Abrahah dan tentaranya mendongak ke atas langit, yang terlihat hanyalah kepakan burung-burung.</p>
<p>Itulah Burung Ababil yang dikirim oleh Allah SWT, dengan tiga buah batu yang dicengkeram pada kaki dan paruhnya. Batu-batu itu sangat panas. Ketika batu itu dijatuhkan dan menimpa pasukan Abrahah, mereka menjerit kesakitan karena merakan panas yang menyengat ke tulang mereka.</p>
<p>Pasukan gajah Abrahah yang sudah berada di Kota Makkah tak bisa mengelak lagi dan tidak sempat lari menyelamatkan diri. Batu-batu panas itu mulai dijatuhkan dair cengkeraman cakar da paruh Burung Ababil. Tanpa ampun lagi, batu-batu panas itu menghujam tentara Abrahah yang langsung menjerit karena rasa sakit yang tidak tertahankan.</p>
<p>Batu-batu itu seolah turun dari langit tanpa henti. Ke mana pun pasukan Abrahah berlari, burung-burung itu sekan mengejarnya dan melontarkan batu panas. Satu persatu, pasukan Abrahah tewas bergelimpangan dalam keadaan hangus terbakar. Beberapa tentara yang belum terkena lontaran batu segera melarikan diri dari Kota Suci Mekkah. Mereka mulai menyadari bahwa Ka&#8217;bah mempunyai Pemilik yang akan melindunginya, yaitu Allah SWT.</p>
<p>Sementara itu, Abrahah tidak luput dari serangan batu yang dilontarkan Burung Ababil tersebut. Pasukannya membawa Abrahah ke luar Makkah hingga tiba di Kota Shan&#8217;a. Di sana, Abrahah akhirnya meninggal. Itulah hukuman dari Allah SWT, bagi siapa pun yang berani mengganggu Ka&#8217;bah, rumah Allah.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>raja abrahah</li><li>pasukan gajah abrahah</li><li>abrahah</li><li>pasukan gajah</li><li>raja abraha</li><li>kisah pasukan gajah</li><li>penyerangan pasukan gajah terhadap kabah</li><li>serangan pasukan gajah</li><li>abrahah dan pasukan gajah</li><li>video pasukan gajah menghancurkan kakbah</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/pasukan-gajah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengertian Bunga</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/pengertian-bunga/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/pengertian-bunga/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Apr 2011 13:58:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Riba]]></category>
		<category><![CDATA[interest]]></category>
		<category><![CDATA[Jual Beli]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian bunga]]></category>
		<category><![CDATA[pinjaman]]></category>
		<category><![CDATA[usury]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=836</guid>
		<description><![CDATA[
Menurut bahasa interest atau bunga adalah uang yang dikenakan atau dibayar atas penggunaan uang, sedangkan usury adalah pekerjaan meminjamkan uang dengan mengenakan bunga yang tinggi.
Misalnya, Tuan A meminjamkan uang Rp 1.000.000,- dalam tempo pelunasan 6 bulan, pada saat mengembalikan Tuan A menetapkan tambahan pembayaran sebesar Rp 100.000,-. Tambahan pembayaran Rp 100.000,- disebut sebagai interest atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="alignleft size-medium wp-image-838" style="border: 5px solid white;" title="pengertian bunga" src="http://www.koperasisyariah.com/wp-content/uploads/2011/04/interest_rates1-300x195.jpg" alt="pengertian bunga" width="300" height="195" /></p>
<p>Menurut bahasa <a title="bunga" href="http://www.koperasisyariah.com/pengertian-bunga/">interest</a> atau bunga adalah uang yang dikenakan atau dibayar atas penggunaan uang, sedangkan usury adalah pekerjaan meminjamkan uang dengan mengenakan bunga yang tinggi.</p>
<p>Misalnya, Tuan A meminjamkan uang Rp 1.000.000,- dalam tempo pelunasan 6 bulan, pada saat mengembalikan Tuan A menetapkan tambahan pembayaran sebesar Rp 100.000,-. Tambahan pembayaran Rp 100.000,- disebut sebagai interest atau bunga.</p>
<ul>
<li>Definisi interest menurut Samuel G. Kling, dalam The Legal Encylopedia for Home and Business, 1960, 246 (IBI,36), <em>&#8220;Interest is compensation for the use of money which due.&#8221;</em></li>
<li>Menurut Oxford English Dictionary, 1989, 109 (IBI, 37) mendefinisikan, <em>&#8220;Interest is money paid for the use of money lent (the principal), or for forbearance of a debt, according to a fixed ratio (rafe per cent)&#8221;.</em></li>
<li>Usury didefinisikan dalam Oxford English Dictionary, 1989,365 (IBI,37) adalah <em>&#8220;The fact or practice of lending money at interest, especially in later use, the practice of charging, taking or contracting to receive, exessive or illegal rate of interest for money on loan.&#8221;</em></li>
<li>Menurut Cardinal de Lugo (1593-1623), mendefinisikan, <em>&#8220;Usury is gain immediately arising as an obligation from a loan of mutuum if gain doesn not arise from mutuum but from purchase and sale, however unjust, it is not usury, and likewese if it is not paid as an obligation due but from goodwill, gratitude, or friendship, it is not usury&#8221;.</em></li>
</ul>
<p>Dari beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa interest dan usury merupakan dua konsep yang serupa, yaitu keuntungan yang diharapkan oleh pemberi pinjaman atas peminjaman uang atau barang (mutuum), yang sebenarnya barang atau uang tersebut apabila tidak ada unsur tenaga kerja tidak akan menghasilkan apa-apa.</p>
<p>Usury muncul akibat proses peminjaman dan bukan akibat jual beli, dengan kata lain tambahan dari harga pokok dalam jual beli bukanlah usury atau interest, tetapi laba atau keuntungan.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>pengertian bunga</li><li>definisi bunga</li><li>pengertian bunga dalam ekonomi</li><li>pengertian bunga pinjaman</li><li>pengertian tentang bunga</li><li>pengertian interest</li><li>pengertian bunga uang</li><li>PINJAMAN KOPERASI SYARIAH</li><li>definisi interest</li><li>ARTI INTEREST CHARGE</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/pengertian-bunga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pandangan Islam Tentang Uang</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/pandangan-islam-tentang-uang/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/pandangan-islam-tentang-uang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Apr 2011 11:38:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Koperasi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[mudharabah]]></category>
		<category><![CDATA[musyarakah]]></category>
		<category><![CDATA[qardh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=833</guid>
		<description><![CDATA[
Pada dasarnya islam memandang uang hanya sebagai alat tukar, bukan sebagai barang dagangan (komoditas). Oleh karena itu motif permintaan akan uang adalah untuk memenuhi kebutuhan transaksi (money demand for transaction), bukan untuk spekulasi.
Islam juga sangat menganjurkan penggunaan uang dalam pertukaran karena Rasulullah telah menyadari kelemahan dari salah satu bentuk pertukaran di zaman dahulu yaitu barter [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="alignleft size-medium wp-image-841" style="border: 5px solid white;" title="08-01-17_money8-1jpg[1]" src="http://www.koperasisyariah.com/wp-content/uploads/2011/04/08-01-17_money8-1jpg1-300x229.jpg" alt="08-01-17_money8-1jpg[1]" width="300" height="229" /></p>
<p>Pada dasarnya islam <a title="pandangan islam tentang uang" href="http://www.koperasisyariah.com/pandangan-islam-tentang-uang/">memandang uang</a> hanya sebagai alat tukar, bukan sebagai barang dagangan (<em>komoditas</em>). Oleh karena itu motif permintaan akan uang adalah untuk memenuhi kebutuhan transaksi (<em>money demand for transaction</em>), bukan untuk spekulasi.</p>
<p>Islam juga sangat menganjurkan penggunaan uang dalam pertukaran karena Rasulullah telah menyadari kelemahan dari salah satu bentuk pertukaran di zaman dahulu yaitu barter (<em>bai&#8217;al muqayyadah</em>), dimana barang saling dipertukarkan. Menurut Afzalur Rahmah:</p>
<p><em>&#8220;Rasulullah saw menyadari akan kesulitan-kesulitan dan kelemahan-kelemahan sistem pertukaran ini, lalu beliau ingin menggantinya dengan sistem pertukaran melalui uang. Oleh karena itu beliau menekankan kepada para sahabat untuk menggunakan uang dalam transaksi-transaksi mereka.&#8221;</em></p>
<p>Hal ini dapat dijumpai dalam hadits-hadits antara lain seperti diriwayatkan oleh Ata bin Yasar, Abu said dan abu hurairah, dan Abu said al Khudri.</p>
<p><em>&#8220;Ternyata Rasulullah saw tidak menyetujui transaksi-transaksi dengan sistem barter, untuk itu dianjurkan sebaiknya menggunakan uang. Tampaknya beliau melarang bentuk pertukaran seperti ini karena ada unsur riba di dalamnya.&#8221;</em></p>
<p>Dalam konsep islam tidak dikenal <em>Money Demand for speculation</em>, karena spekulasi tidak diperbolehkan. Kebalikan dari sistem konvensional yang memberikan bunga atas harta, islam malah menjadikan harta sebagai obyek zakat.</p>
<p>Uang adalah milik masyarakat sehingga menimbun uang di bawah bantal (dibiarkan tidak produktif) dilarang, karena hal itu berarti mengurangi jumlah uang yang beredar di masyarakat. Dalam pandangan islam, uang adalah <em>flow concept</em>, sehingga harus selalu berputar dalam perekonomian. semakin cepat uang berputar dalam perekonomian, maka akan semakin tinggi tingkat pendapatan masyarakat dan semakin baik perekonomian.</p>
<p>Bagi mereka yang tidak dapat memproduktifkan hartanya, islam menganjurkan untuk melakukan investasi dengan prinsip <a title="musyarakah" href="http://www.koperasisyariah.com/pembiayaan-musyarakah/">Musyarakah</a> atau <a title="mudharabah" href="http://www.koperasisyariah.com/pembiayaan-mudharabah-qiradh/">Mudharabah</a>, yaitu bisnis dengan bagi-hasil. Bila ia tidak ingin mengambil risiko karena ber-musyarakah atau mudharabah, maka islam sangat menganjurkan untuk melakukan qard, yaitu meminjamkannya tanpa imbalan apa pun, karena meminjamkan uang untuk memperoleh imbalan adalah riba.</p>
<p>secara mikro, qard tidak memberikan manfaat langsung bagi orang yang meminjamkan. Namum secara makro, <a title="qard" href="http://www.koperasisyariah.com/al-qardh/">qard</a> akan memberikan manfaat tidak langsung bagi perekonomian secara keseluruhan. hal ini disebabkan karena pemberian qard membuat velocity of money (percepatan perputaran uang) akan bertambah cepat, yang berarti bertambahnya darah baru bagi perkonomian, sehingga pendapatan nasional (national income) meningkat.</p>
<p>Dengan peningkatan pendapatan nasional, maka si pemberi pinjaman akan meningkat pula pendapatannya. Demikian pula, pengeluaran <a title="shadaqah" href="http://www.koperasisyariah.com/tujuan-ekonomi-dalam-islam/">shadaqah</a> juga akan memberikan manfaat yang lebih kurang sama dengan pemberian qard.</p>
<p>Sumber:</p>
<p>Dasar-dasar Manajemen Bank Syariah<br />
By Drs. Zainul Arifin, MBA</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>pandangan islam tentang uang</li><li>pandangan islam terhadap uang</li><li>hadis koperasi syariah menurut pandangan islam</li><li>uang dalam pandangan islam</li><li>uang dalam islam</li><li>uang dalam perspektif islam</li><li>perspektif islam tentang uang</li><li>uang menurut pandangan islam</li><li>uang islam</li><li>pandangan islam terhadap bagi hasil</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/pandangan-islam-tentang-uang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Perbankan Syariah dengan iB Games</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/mengenal-perbankan-syariah-dengan-ib-games/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/mengenal-perbankan-syariah-dengan-ib-games/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Apr 2011 15:59:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bank Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[games]]></category>
		<category><![CDATA[ib games]]></category>
		<category><![CDATA[perbankan syariah]]></category>
		<category><![CDATA[syariah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=830</guid>
		<description><![CDATA[
Selamat datang di iB Games, di sini kamu berperan sebagai seorang iB  Banker. Tugas mu adalah membantu penduduk iB City dan sekitarnya yang  memiliki masalah keuangan dengan iB Smart Solution. Di sini pemahaman  kamu akan diuji terkait produk perbankan syariah yang sesuai dengan  kebutuhan atau masalah penduduk iB City. Bantu dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="alignleft size-full wp-image-831" style="border: 5px solid white;" title="ib-games" src="http://www.koperasisyariah.com/wp-content/uploads/2011/04/ib-games.jpg" alt="ib-games" width="300" height="225" /></p>
<p>Selamat datang di <a title="ib games" href="http://www.koperasisyariah.com/ib-games/">iB Games</a>, di sini kamu berperan sebagai seorang iB  Banker. Tugas mu adalah membantu penduduk iB City dan sekitarnya yang  memiliki masalah keuangan dengan iB Smart Solution. Di sini pemahaman  kamu akan diuji terkait produk perbankan syariah yang sesuai dengan  kebutuhan atau masalah penduduk iB City. Bantu dan berilah solusi pada  para penduduk dan kumpulkan koin sehingg akamu bisa dipromosikan menjadi  CEO di iB Bank.</p>
<p>iB Games adalah sebuat permainan edukatif untuk mengenal  produk-produk perbankan syariah yang sangat beragam secara mudah dan  menyenangkan. iB Games dikembangankan oleh Bank Indonesia, Direktorat  Perbankan Syariah dalam rangka edukasi publik tentang <a title="Pengertian Bank Syariah" href="http://www.koperasisyariah.com/pengertian-bank-syariah/">perbankan syariah</a> di Indonesia.</p>
<p>System Requirements:</p>
<ul>
<li>Windows XP, Windows Vista, Windows 7</li>
<li>Pentium 4 or above</li>
<li>512 MB RAM</li>
<li>Harddisk 100MB free memory or more</li>
<li>Display 16-bit colour dept, 800×600 resolution</li>
<li>Built-in Soundcard</li>
</ul>
<p>Untuk mengunduh <a class="downloadlink" href="http://www.koperasisyariah.com/unduh/84" title="Version1 downloaded 213 times" >ib games (213)</a>.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>game bank syariah</li><li>mengenal perbankan</li><li>mengenal produk perbankan syariah</li><li>produk bank syariah</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/mengenal-perbankan-syariah-dengan-ib-games/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BRI Syariah</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/bri-syariah/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/bri-syariah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Apr 2011 15:36:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bank Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[bri]]></category>
		<category><![CDATA[bri syariah]]></category>
		<category><![CDATA[syariah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=824</guid>
		<description><![CDATA[
Berawal dari akusisi Bank Jasa Arta  oleh Bank Rakyat Indonesia, pada tanggal 19 Desember 2007 dan kemudian  diikuti dengan  perolehan ijin dari Bank Indonesia untuk mengubah  kegiatan usaha Bank Jasa Arta dari bank umum konvensional menjadi bank  umum yang menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah pada  tanggal 16 Oktober [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="alignleft size-full wp-image-825" style="border: 5px solid white;" title="bri-syariah" src="http://www.koperasisyariah.com/wp-content/uploads/2011/04/bri-syariah.jpg" alt="bri-syariah" width="304" height="184" /></p>
<p>Berawal dari akusisi Bank Jasa Arta  oleh Bank Rakyat Indonesia, pada tanggal 19 Desember 2007 dan kemudian  diikuti dengan  perolehan ijin dari Bank Indonesia untuk mengubah  kegiatan usaha Bank Jasa Arta dari bank umum konvensional menjadi bank  umum yang menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah pada  tanggal 16 Oktober 2008, maka lahirlah Bank umum syariah yang diberi  nama PT. Bank Syariah BRI    ( yang kemudian disebut dengan nama <a title="bri syariah" href="http://www.koperasisyariah.com/bri-syariah/"> BRISyariah</a>) pada tanggal 17 November  2008.</p>
<p>Nama  BRISyariah dipilih untuk menggambarkan secara langsung hubungan  Bank dengan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero)  Tbk, selanjutnya  disebut Bank Rakyat Indonesia, yang merupakan salah satu bank terbsesar  di Indonesia. BRISyariah merupakan anak perusahaan dari Bank Rakyat  Indonesia yang akan melayani kebutuhan perbankan masyarakant Indonesia  dengan menggunakan prinsip-prinsip syariah.</p>
<p>Pada tanggal 19 Desember 2008,telah ditanda-tangani akta pemisahan unit  usaha syariah. Penandatanganan akta pemisahan  telah dilakukan oleh Bp.  Sofyan Basir selaku Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia dan Bp. Ventje  Rahardjo selaku Direktur  Utama BRISyariah, sebagaimana akta pemisahan  No. 27 tanggal 19 Desember 2008 dibuat di hadapan notaris Fathiah Helmi  SH di Jakarta.</p>
<p>Peleburan unit usaha syariah Bank Rakyat Indonesia ke dalam BRISyariah  ini berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2009.  Adapun yang menjadi  pemegang saham BRISyariah adalah</p>
<ul>
<li>PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, sebesar 99,99967%</li>
<li>Yayasan kesejahteraan pekerja BRI sebesar 0,00033%</li>
</ul>
<p><strong>::Pernyataan Visi BRISyariah:</strong><span style="font-size: x-small;"><strong> </strong></span></p>
<p>Menjadi bank ritel  modern terkemuka dengan ragam layanan finansial sesuai kebutuhan nasabah  dengan jangkauan termudah,untuk kehidupan yang lebih bermakna.</p>
<p><strong>::Kami menterjemahkan visi menjadi sebuah misi untuk:</strong></p>
<ul>
<li>Memahami keragaman individu dan mengakomodasi beragam kebutuhan finansial nasabah;</li>
<li>Menyediakan produk dan layanan yang mengedepankan etika sesuai dengan <a title="Prinsip-prinsip Ekonomi Islam" href="http://www.koperasisyariah.com/prinsip-prinsip-ekonomi-islam/">prinsip &#8211; prinsip Syariah</a>;</li>
<li>Menyediakan aksesibilitas ternyaman melalui berbagai sarana kapanpun, dimanapun;</li>
<li>Memungkinkan setiap individu untuk dapat meningkatkan kualitas hidup dan ketentraman pikiran.</li>
</ul>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>pengertian bri syariah</li><li>bri syariah</li><li>PENGERTIAN BANK BRI</li><li>bri syariah com</li><li>PENGERTIAN BRI</li><li>pengertian bank bri syariah</li><li>visi dan misi bank bri syariah</li><li>pengertian bank rakyat indonesia</li><li>koperasi syariah di jakarta</li><li>pengetahuan tentang bri syariah</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/bri-syariah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

