Definisi Wadiah

by Ekonomi Syariah on February 19, 2009

1. PENGERTIAN WADI’AH

Kata wadi’ah berasal dari wada’asy syai-a, yaitu meninggalkan sesuatu. Sesuatu yang seseorang tinggalkan pada orang lain agar dijaga disebut wadi’ah, karena dia meninggalkannya pada orang yang sanggup menjaga.

2. HUKUM WADI’AH

Apabila seseorang menitipkan barang kepada saudaranya, maka ia wajib menerima titipan tersebut, bila ia merasa mampu menjaganya, hal ini termasuk dalam rangka tolong menolong dalam ketakwaan dan kebajikan.

Pihak penerima barang titipan wajib mengembalikan titipan kepada pemiliknya kapan saja ia memintanya.

Firman Allah swt:

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.” (QS An-Nisaa’: 58).

“Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercaya itu menunaikan amanatnya (hutangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Rabbnya.” (QS Al-Baqarah: 283).

Dan sabda Rasulullah saw:

“Sampaikanlah amanat kepada orang yang memberi amanat kepadamu.” (Shahih: Shahihul Jami’us Shaghir no: 240, Tirmidzi II: 368 no: 1282 dan ‘Aunul Ma’bud IX: 450 no: 3518).

3. MENANGGUNG RESIKO

Pihak yang menerima titipan tidak mesti mengganti kerusakan barang titipan, kecuali karena sikap menggampangkannya.

Dari Amr bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya ra, bahwa Rasulullah saw bersabda,  “Barangsiapa yang dititipi barang, maka ia tidak ada tanggungan atasnya.” (Hasan: Shahih Ibnu Majah no: 1945, Irwa-ul Ghalil no: 1547 dan Ibnu Majah II: 802 no: 2401).

Darinya (sang kakek di atas) ra, bahwa Rasulullah saw bersabda, “Tidak ada tanggungan atas orang yang diberi amanat.” (Hasan: Shahihul Jami’us Shagir no: 7518, Daruquthni III: 41 no: 167 dan Baihaqi VI: 289).

Dari Anas bin Malik ra bahwa Umar bin Khattab ra pernah menuntut tanggung jawabnya terhadap barang titipan yang dicuri orang yang berada di antara harta bendanya. Imam Baihaqi memberi komentar, “Barangkali karena Anas bin Malik lalai sehingga Umar menuntut tanggung jawabnya terhadap barang titipan itu karena kelalaiannya.” (Baihaqi VI: 289).

Sumber: Diadaptasi dari ‘Abdul ‘Azhim bin Badawi al-Khalafi, Al-Wajiz Fi Fiqhis Sunnah Wal Kitabil ‘Aziz, atau Al-Wajiz Ensiklopedi Fikih Islam dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah Ash-Shahihah, terj. Ma’ruf Abdul Jalil (Pustaka As-Sunnah), hlm. 705 – 706.

4. JENIS WADIAH

  • Wadiah Yad Dhamanah – wadiah di mana si penerima titipan dapat memanfaatkan barang titipan tersebut dengan seizin pemiliknya dan menjamin untuk mengembalikan titipan tersebut secara utuh setiap saat kala si pemilik menghendakinya.
  • Wadiah Yad Amanah – wadiah di mana si penerima titipan tidak bertanggungjawab atas kehilangan dan kerusakan yang terjadi pada barang titipan selama hal ini bukan akibat dari kelalaian atau kecerobohan penerima titipan dalam memelihara titipan tersebut

Sumber
id.wiki, alislamu

Incoming search terms:

  • wadiah
  • konsep wadiah
  • maksud wadiah
  • pengertian wadiah
  • definisi wadiah
  • sistem wadiah
  • maksud wadiah yad dhamanah
  • makna wadiah
  • hukum wadiah
  • maksud al wadiah

{ 7 comments… read them below or add one }

1 acim March 24, 2009 at 10:24 pm

saya butuh bantuannya untuk presentasi koperasi syariah

2 Edwin Ardiansyah May 14, 2009 at 1:43 pm

Hallo Acim, senang berkenalan dengan Anda.

Saya Edwin Ardiansyah
Pimpinan Koperasi Syariah Majelis Talim Masjid Al-Hasanah

Kami secara rutin mengadakan pertemuan di Gedung MUI Sadang serang bandung setiap Jum’at pagi mulai jam 7

Atas prakarsa MUI yang di pimpinan oleh Pak Arsyad dan Pak Oman kami memberanikan diri untuk mendirikan koperasi syariah, banyak juga dari warga bandung yang telah membuka koperasi syariah.

Silakan hadir di pertemuan kami.

Terimakasih
Edwin Ardiansyah

3 ravie October 11, 2009 at 1:59 pm

makasih artikel nya sangaet membantu tugas saya..tks

4 Edwin Ardiansyah November 6, 2009 at 5:04 pm

Sama-sama Ravie, salam kenal ya..

5 tetihanifah December 16, 2009 at 8:43 pm

kayaknya artikelnya harus ditambah dech…
yang terbaru ditunggu info nya……….

6 Edwin Ardiansyah December 17, 2009 at 9:34 am

Assalamu’alaikum,

Mengembangkan website sangat menyenangkan buat saya, tetapi diperlukan tenaga yang tidak sedikit, apalagi edwin saat ini bekerja sehingga proses update informasi atau artikel yang berhubungan dengan koperasi tidak dengan cepat dapat di support..

Jika Teti Hanifah atau yang lain berkenan untuk dapat kerja sama untuk saling membantu mengembang website ini menjadi komunitas dan forum silaturahim ummat dalam bidang Ekonomi Syariah.

Jazakallahu khairan katsiran.

7 rahmat December 2, 2010 at 8:18 am

sejauh mana masyarakat indonesia mengenal wadi’ah

Leave a Comment

Previous post:

Next post: