<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Koperasi Syariah &#187; Nabi &amp; Rasul</title>
	<atom:link href="http://www.koperasisyariah.com/category/khazanah-islam/nabi_dan_rasul/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.koperasisyariah.com</link>
	<description>Pererat Tali Silaturahim agar RahmatNya Senantiasa Terlimpah Atas Ummatnya.</description>
	<lastBuildDate>Sun, 11 Dec 2011 01:54:13 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Nabi Ibrahim as</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/nabi-ibrahim-as/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/nabi-ibrahim-as/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Dec 2011 16:14:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Insan Kamil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nabi & Rasul]]></category>
		<category><![CDATA[nabi ibrahim]]></category>
		<category><![CDATA[Quran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=984</guid>
		<description><![CDATA[Nabi Ibrahim (Abraham) sering disebutkan di dalam Al Qur&#8217;an dan mendapatkan tempat yang istimewa di sisi Allah sebagai contoh bagi manusia. Dia menyampaikan kebenaran dari Allah kepada umatnya yang menyembah berhala, dan dia mengingatkan mereka agar takut kepada Allah. Umat nabi Ibrahim tidak mematuhi perintah itu, bahkan sebaliknya mereka menentangnya. Ketika penindasan yang semakin meningkat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><a title="Nabi Ibrahim" href="http://www.koperasisyariah.com/nabi-ibrahim-as/">Nabi Ibrahim</a> (Abraham) sering disebutkan di dalam Al Qur&#8217;an dan mendapatkan tempat yang istimewa di sisi Allah sebagai contoh bagi manusia. Dia menyampaikan kebenaran dari Allah kepada umatnya yang menyembah berhala, dan dia mengingatkan mereka agar takut kepada Allah. Umat nabi Ibrahim tidak mematuhi perintah itu, bahkan sebaliknya mereka menentangnya. Ketika penindasan yang semakin meningkat dari kaumnya, nabi Ibrahim pindah ke mana saja bersama istrinya, bersama dengan nabi Lut dan mungkin dengan bebeapa orang lain yang menyertai mereka.</p>
<p>Berikuti ini informasi <strong>Nabi Ibrahim</strong> yang ada dalam Al-Quran</p>
<blockquote><p><strong>Q.s Az-Zukhruf:26-28</strong></p>
<p>Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: &#8220;Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu sembah,</p>
<p>tetapi (aku menyembah) Tuhan Yang menjadikanku; karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku&#8221;.</p>
<p>Dan (lbrahim a. s.) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya supaya mereka kembali kepada kalimat tauhid itu.</p></blockquote>
<p><strong><strong>Q.s </strong>Al-An’aam:74-89</strong></p>
<p>Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya, Aazar489, &#8220;Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata.&#8221;</p>
<p>Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi dan (Kami memperlihatkannya) agar dia termasuk orang yang yakin.</p>
<p>Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: &#8220;Inilah Tuhanku&#8221;, tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: &#8220;Saya tidak suka kepada yang tenggelam.&#8221;</p>
<p>Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: &#8220;Inilah Tuhanku&#8221;. Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: &#8220;Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat.&#8221;</p>
<p>Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: &#8220;Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar&#8221;. Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: &#8220;Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.</p>
<p>Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.</p>
<p>Dan dia dibantah oleh kaumnya. Dia berkata: &#8220;Apakah kamu hendak membantah tentang Allah, padahal sesungguhnya Allah telah memberi petunjuk kepadaku&#8221;. Dan aku tidak takut kepada (malapetaka dari) sembahan-sembahan yang kamu persekutukan dengan Allah, kecuali di kala Tuhanku menghendaki sesuatu (dari malapetaka) itu. Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) ?&#8221;</p>
<p>Bagaimana aku takut kepada sembahan-sembahan yang kamu persekutukan (dengan Allah), padahal kamu tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan-sembahan yang Allah sendiri tidak menurunkan hujjah kepadamu untuk mempersekutukanNya. Maka manakah di antara dua golongan itu yang lebih berhak memperoleh keamanan (dari malapetaka), jika kamu mengetahui?490.</p>
<p>Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.</p>
<p>Dan itulah hujjah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan siapa yang Kami kehendaki beberapa derajat. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.</p>
<p>Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Yaqub kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebahagian dari keturunannya (Nuh) yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.</p>
<p>dan Zakaria, Yahya, &#8216;Isa dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang shaleh.</p>
<p>dan Ismail, Alyasa&#8217;, Yunus dan Luth. Masing-masing Kami lebihkan derajatnya di atas umat (di masanya),</p>
<p>Dan Kami lebihkan (pula) derajat sebahagian dari bapak-bapak mereka, keturunan dan saudara-saudara mereka. Dan Kami telah memilih mereka (untuk menjadi nabi-nabi dan rasul-rasul) dan Kami menunjuki mereka ke jalan yang lurus.</p>
<p>Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.</p>
<p>Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kitab, hikmat dan kenabian Jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya, maka sesungguhnya Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang sekali-kali tidak akan mengingkarinya.</p>
<blockquote><p><strong>Q.s. Ali Imran:65-68, 95</strong></p>
<p>Hai Ahli Kitab, mengapa kamu bantah membantah198 tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim. Apakah kamu tidak berpikir?</p>
<p>Beginilah kamu, kamu ini (sewajarnya) bantah membantah tentang hal yang kamu ketahui199, maka kenapa kamu bantah membantah tentang hal yang tidak kamu ketahui200?; Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.</p>
<p>Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus201 lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.</p>
<p>Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), beserta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman.</p>
<p>[Ali ‘Imran:95] Katakanlah: &#8220;Benarlah (apa yang difirmankan) Allah&#8221;. Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik.</p></blockquote>
<p><strong>Q.s. Al-Baqarah:258</strong></p>
<p>Apakah kamu tidak memperhatikan orang163 yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan: &#8220;Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan,&#8221; orang itu berkata: &#8220;Saya dapat menghidupkan dan mematikan164).&#8221; Ibrahim berkata: &#8220;Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat,&#8221; lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.</p>
<blockquote><p><strong>Q.s. At-Taubah:114</strong></p>
<p>Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.</p></blockquote>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>Q.s. Maryam:41-50</strong></p>
<p>Ceritakanlah (Hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Al Kitab (Al Quraan) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan905 lagi seorang Nabi.</p>
<p>Ingatlah ketika ia berkata kepada bapaknya; &#8220;Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun?</p>
<p>Wahai bapakku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus.</p>
<p>Wahai bapakku, janganlah kamu menyembah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah.</p>
<p>Wahai bapakku, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Tuhan Yang Maha Pemurah, maka kamu menjadi kawan bagi syaitan&#8221;.</p>
<p>Berkata bapaknya: &#8220;Bencikah kamu kepada tuhan-tuhanku, hai Ibrahim? Jika kamu tidak berhenti, maka niscaya kamu akan kurajam, dan tinggalkanlah aku buat waktu yang lama&#8221;.</p>
<p>Berkata Ibrahim: &#8220;Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memintakan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku.</p>
<p>Dan aku akan menjauhkan diri darimu dan dari apa yang kamu seru selain Allah, dan aku akan berdo&#8217;a kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdo&#8217;a kepada Tuhanku&#8221;.</p>
<p>Maka ketika Ibrahim sudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, Kami anugerahkan kepadanya Ishak, dan Ya&#8217;qub. Dan masing-masingnya Kami angkat menjadi nabi.</p>
<p>Dan Kami anugerahkan kepada mereka sebagian dari rahmat Kami dan Kami jadikan mereka buah tutur yang baik lagi tinggi.</p>
<blockquote><p><strong>Q.s. Al-Anbiyaa’:54</strong> Ibrahim berkata: &#8220;Sesungguhnya kamu dan bapak-bapakmu berada dalam kesesatan yang nyata&#8221;.</p>
<p><strong>Q.s. Al-Anbiyaa’:74</strong> dan kepada Luth, Kami telah berikan hikmah dan ilmu, dan telah Kami selamatkan dia dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota yang mengerjakan perbuatan keji966. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik,</p></blockquote>
<p><strong>Q.s. Ash-Shaffaat:83-99</strong></p>
<p>Dan sesungguhnya Ibrahim benar-benar termasuk golongannya (Nuh)1279.</p>
<p>(lngatlah) ketika ia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci1280.</p>
<p>(Ingatlah) ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya: &#8220;Apakah yang kamu sembah itu ?</p>
<p>Apakah kamu menghendaki sembahan-sembahan selain Allah dengan jalan berbohong?</p>
<p>Maka apakah anggapanmu terhadap Tuhan semesta alam?&#8221;</p>
<p>Lalu ia memandang sekali pandang ke bintang-bintang.</p>
<p>Kemudian ia berkata:&#8221;Sesungguhnya aku sakit&#8221;.</p>
<p>Lalu mereka berpaling daripadanya dengan membelakang.</p>
<p>Kemudian ia pergi dengan diam-diam kepada berhala-berhala mereka; lalu ia berkata: &#8220;Apakah kamu tidak makan1281?</p>
<p>Kenapa kamu tidak menjawab?&#8221;</p>
<p>Lalu dihadapinya berhala-berhala itu sambil memukulnya dengan tangan kanannya (dengan kuat).</p>
<p>Kemudian kaumnya datang kepadanya dengan bergegas.</p>
<p>Ibrahim berkata: &#8220;Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu ?</p>
<p>Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu&#8221;.</p>
<p>Mereka berkata: &#8220;Dirikanlah suatu bangunan untuk (membakar) Ibrahim;lalu lemparkanlah dia ke dalam api yang menyala-nyala itu&#8221;.</p>
<p>Mereka hendak melakukan tipu muslihat kepadanya, maka Kami jadikan mereka orang-orang yang hina1282.</p>
<p>Dan Ibrahim berkata:&#8221;Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku1283.</p>
<blockquote><p><strong>Q.s. Asy-Syu’ara’:69-102</strong></p>
<p>Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim.</p>
<p>Ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya: &#8220;Apakah yang kamu sembah?&#8221;</p>
<p>Mereka menjawab: &#8220;Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya&#8221;.</p>
<p>Berkata Ibrahim: &#8220;Apakah berhala-berhala itu mendengar (do&#8217;a)mu sewaktu kamu berdo&#8217;a (kepadanya)?,</p>
<p>atau (dapatkah) mereka memberi manfa&#8217;at kepadamu atau memberi mudharat?&#8221;</p>
<p>Mereka menjawab: &#8220;(Bukan karena itu) sebenarnya kami mendapati nenek moyang kami berbuat demikian&#8221;.</p>
<p>Ibrahim berkata: &#8220;Maka apakah kamu telah memperhatikan apa yang selalu kamu sembah,</p>
<p>kamu dan nenek moyang kamu yang dahulu?,</p>
<p>karena sesungguhnya apa yang kamu sembah itu adalah musuhku, kecuali Tuhan Semesta Alam,</p>
<p>(yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku,</p>
<p>dan Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku,</p>
<p>dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku,</p>
<p>dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali),</p>
<p>dan Yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat&#8221;.</p>
<p>(Ibrahim berdo&#8217;a): &#8220;Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh,</p>
<p>dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian,</p>
<p>dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh keni&#8217;matan,</p>
<p>dan ampunilah bapakku, karena sesungguhnya ia adalah termasuk golongan orang-orang yang sesat,</p>
<p>dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan,</p>
<p>(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,</p>
<p>kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,</p>
<p>dan (di hari itu) didekatkanlah surga kepada orang-orang yang bertakwa,</p>
<p>dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat&#8221;,</p>
<p>dan dikatakan kepada mereka: &#8220;Dimanakah berhala-berhala yang dahulu kamu</p>
<p>selalu menyembah(nya)</p>
<p>selain dari Allah? Dapatkah mereka menolong kamu atau menolong diri mereka sendiri?&#8221;</p>
<p>Maka mereka (sembahan-sembahan itu) dijungkirkan ke dalam neraka bersama-sama orang-orang yang sesat,</p>
<p>dan bala tentara iblis semuanya.</p>
<p>Mereka berkata sedang mereka bertengkar di dalam neraka:</p>
<p>&#8220;demi Allah: sungguh kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata,</p>
<p>karena kita mempersamakan kamu dengan Tuhan semesta alam&#8221;.</p>
<p>Dan tiadalah yang menyesatkan kami kecuali orang-orang yang berdosa.</p>
<p>Maka kami tidak mempunyai pemberi syafa&#8217;at seorangpun,</p>
<p>dan tidak pula mempunyai teman yang akrab,</p>
<p>maka sekiranya kita dapat kembali sekali lagi (ke dunia) niscaya kami menjadi orang-orang yang beriman&#8221;.</p></blockquote>
<p><strong>Q.s. Al-Baqarah:124-134</strong></p>
<p>Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji87 Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: &#8220;Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia&#8221;. Ibrahim berkata: &#8220;(Dan saya mohon juga) dari keturunanku&#8221;88. Allah berfirman: &#8220;Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim&#8221;.</p>
<p>Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim89 tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: &#8220;Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i&#8217;tikaf, yang ruku&#8217; dan yang sujud&#8221;.</p>
<p>Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: &#8220;Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: &#8220;Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali&#8221;.</p>
<p>Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): &#8220;Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui&#8221;.</p>
<p>Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.</p>
<p>Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Qur&#8217;an) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.</p>
<p>Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya90 di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.</p>
<p>Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: &#8220;Tunduk patuhlah!&#8221; Ibrahim menjawab: &#8220;Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam&#8221;.</p>
<p>Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya&#8217;qub. (Ibrahim berkata): &#8220;Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam&#8221;.</p>
<p>Adakah kamu hadir ketika Ya&#8217;qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: &#8220;Apa yang kamu sembah sepeninggalku?&#8221; Mereka menjawab: &#8220;Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya&#8221;.</p>
<p>Itu adalah umat yang lalu; baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan.</p>
<p>-	<strong>[Ali ‘Imran:33]</strong> Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga &#8216;Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing),</p>
<p>[Ali ‘Imran:34] (sebagai) satu keturunan yang sebagiannya (turunan) dari yang lain. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.</p>
<p>[Ali ‘Imran:96] Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia214.</p>
<p>-	<strong>[Al-Hajj:26]</strong> Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): &#8220;Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumahKu ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku&#8217; dan sujud.</p>
<p>-	<strong>[An-Nisaa’:125]</strong> Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus ? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.</p>
<p>-	<strong>[Yusuf:35]</strong> Kemudian timbul pikiran pada mereka setelah melihat tanda-tanda (kebenaran Yusuf) bahwa mereka harus memenjarakannya sampai sesuatu waktu753.</p>
<p>[Yusuf:36] Dan bersama dengan dia masuk pula ke dalam penjara dua orang pemuda754. Berkatalah salah seorang diantara keduanya : &#8220;Sesungguhnya aku bermimpi, bahwa aku memeras anggur.&#8221; Dan yang lainnya berkata: &#8220;Sesungguhnya aku bermimpi, bahwa aku membawa roti di atas kepalaku, sebahagiannya dimakan burung.&#8221; Berikanlah kepada kami ta&#8217;birnya; sesungguhnya kami memandang kamu termasuk orang-orang yang pandai (mena&#8217;birkan mimpi).</p>
<p>[Yusuf:37] Yusuf berkata: &#8220;Tidak disampaikan kepada kamu berdua makanan yang akan diberikan kepadamu melainkan aku telah dapat menerangkan jenis makanan itu, sebelum makanan itu sampai kepadamu. Yang demikian itu adalah sebagian dari apa yang diajarkan kepadaku oleh Tuhanku. Sesungguhnya aku telah meninggalkan agama orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, sedang mereka ingkar kepada hari kemudian.</p>
<p>[Yusuf:38] Dan aku pengikut agama bapak-bapakku yaitu Ibrahim, Ishak dan Ya&#8217;qub. Tiadalah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah. Yang demikian itu adalah dari karunia Allah kepada kami dan kepada manusia (seluruhnya); tetapi kebanyakan manusia tidak mensyukuri (Nya).</p>
<p>[Yusuf:39] Hai kedua penghuni penjara, manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa?</p>
<p>[Yusuf:40] Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.&#8221;</p>
<p>-	<strong>[Hud:69]</strong> Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada lbrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan: &#8220;Selamat.&#8221; Ibrahim menjawab: &#8220;Selamatlah,&#8221; maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang.</p>
<p>[Hud:70] Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata: &#8220;Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-maaikat) yang diutus kepada kaum Luth.&#8221;</p>
<p>[Hud:71] Dan isterinya berdiri (dibalik tirai) lalu dia tersenyum, maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishak dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya&#8217;qub.</p>
<p>[Hud:72] Isterinya berkata: &#8220;Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula?. Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh.&#8221;</p>
<p>[Hud:73] Para malaikat itu berkata: &#8220;Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah.&#8221;</p>
<p>[Hud:74] Maka tatkala rasa takut hilang dari Ibrahim dan berita gembira telah datang kepadanya, diapun bersoal jawab dengan (malaikat-malaikat) Kami tentang kaum Luth.</p>
<p>[Hud:75] Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi penghiba dan suka kembali kepada Allah.</p>
<p>[Hud:76] Hai Ibrahim, tinggalkanlah soal jawab ini, sesungguhnya telah datang ketetapan Tuhanmu, dan sesungguhnya mereka itu akan didatangi azab yang tidak dapat ditolak.</p>
<p>-	<strong>[Al-Hijr:51]</strong> Dan kabarkanlah kepada mereka tentang tamu-tamu Ibrahim802.</p>
<p>[15:52] Ketika mereka masuk ke tempatnya, lalu mereka mengucapkan: &#8220;Salaam&#8221;. Berkata Ibrahim : &#8220;Sesungguhnya kami merasa takut kepadamu&#8221;.</p>
<p>[Al-Hijr:53] Mereka berkata : &#8220;Janganlah kamu merasa takut, sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran seorang) anak laki-laki (yang akan menjadi) orang yang alim803&#8243;.</p>
<p>[Al-Hijr:54] Berkata Ibrahim : &#8220;Apakah kamu memberi kabar gembira kepadaku padahal usiaku telah lanjut, maka dengan cara bagaimanakah (terlaksananya) berita gembira yang kamu kabarkan ini?&#8221;</p>
<p>[Al-Hijr:55] Mereka menjawab: &#8220;Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa&#8221;.</p>
<p>[Al-Hijr:56] Ibrahim berkata: &#8220;Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat&#8221;.</p>
<p><strong>-	[Adz-Dzaariyaat:24] </strong>Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (yaitu malaikat-malaikat) yang dimuliakan?</p>
<p>[Adz-Dzaariyaat:25] (Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan: &#8220;Salaamun&#8221;. Ibrahim menjawab: &#8220;Salaamun (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal.&#8221;</p>
<p>[Adz-Dzaariyaat:26] Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk.</p>
<p>[Adz-Dzaariyaat:27] Lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim lalu berkata: &#8220;Silahkan anda makan.&#8221;</p>
<p>[Adz-Dzaariyaat:28] (Tetapi mereka tidak mau makan), karena itu Ibrahim merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata: &#8220;Janganlah kamu takut&#8221;, dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishak).</p>
<p>[Adz-Dzaariyaat:29] Kemudian isterinya datang memekik lalu menepuk mukanya sendiri seraya berkata: &#8221; (Aku adalah) seorang perempuan tua yang mandul.&#8221;</p>
<p>[Adz-Dzaariyaat:30] Mereka berkata: &#8220;Demikianlah Tuhanmu memfirmankan&#8221; Sesungguhnya Dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.</p>
<p>[Adz-Dzaariyaat:31] Ibrahim bertanya: &#8220;Apakah urusanmu hai para utusan?&#8221;</p>
<p>[Adz-Dzaariyaat:32] Mereka menjawab: &#8220;Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa (kaum Luth),</p>
<p>[Adz-Dzaariyaat:33] agar kami timpakan kepada mereka batu-batu dari tanah,</p>
<p>[Adz-Dzaariyaat:34] yang ditandai di sisi Tuhanmu untuk membinasakan orang-orang yang melampaui batas1421&#8243;.</p>
<p>[Adz-Dzaariyaat:35] Lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di negeri kaum Luth itu.</p>
<p>[Adz-Dzaariyaat:36] Dan Kami tidak mendapati negeri itu, kecuali sebuah rumah1422 dari orang yang berserah diri.</p>
<p>[Adz-Dzaariyaat:37] Dan Kami tinggalkan pada negeri itu suatu tanda1423 bagi orang-orang yang takut kepada siksa yang pedih.</p>
<p><strong>-	[Ash-Shaaffaat:100]</strong> Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.</p>
<p>[37:101] Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar1284.</p>
<p>[Ash-ShaaFFaat:102] Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: &#8220;Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!&#8221; Ia menjawab: &#8220;Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar&#8221;.</p>
<p>[Ash-ShaaFFaat:103] Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ).</p>
<p>[Ash-ShaaFFaat:104] Dan Kami panggillah dia: &#8220;Hai Ibrahim,</p>
<p>[Ash-ShaaFFaat:105] sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu1285 sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.</p>
<p>[Ash-ShaaFFaat:106] Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.</p>
<p><strong>-	[Al-Baqarah:260]</strong> Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: &#8220;Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati.&#8221; Allah berfirman: &#8220;Belum yakinkah kamu ?&#8221; Ibrahim menjawab: &#8220;Aku telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku) Allah berfirman: &#8220;(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah165 semuanya olehmu. (Allah berfirman): &#8220;Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera.&#8221; Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.</p>
<p><strong>-	[An-Nahl:120]</strong> Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif843. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan),</p>
<p>[An-Nahl:121] (lagi) yang mensyukuri ni&#8217;mat-ni&#8217;mat Allah. Allah telah memilihnya dan menunjukinya kepada jalan yang lurus.</p>
<p>[An-Nahl:122] Dan Kami berikan kepadanya kebaikan di dunia. Dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.</p>
<p>[An-Nahl:123] Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): &#8220;Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif&#8221; dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.</p>
<p><strong>-	[Al-An’aam:161]</strong> Katakanlah: &#8220;Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus, dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang musyrik&#8221;.</p>
<p><strong>-	[Al-Mumtahanah:4]</strong> Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka : &#8220;Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya1471: Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah&#8221;. (Ibrahim berkata): &#8220;Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali.&#8221;]</p>
<p><strong>-	[Shaad:45]</strong> Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq dan Ya&#8217;qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi.</p>
<p>[Shaad:46] Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat.</p>
<p>[Shaad:47] Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik.</p>
<p><strong>-	[An-Najm:37]</strong> dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji?</p>
<p><strong>-	[Al-Ankabuut:16]</strong> Dan (ingatlah) Ibrahim, ketika ia berkata kepada kaumnya: &#8220;Sembahlah olehmu Allah dan bertakwalah kepada-Nya. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.</p>
<p>[Al-Ankabuut:17] Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu adalah berhala, dan kamu membuat dusta1147. Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezki kepadamu; maka mintalah rezki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan.</p>
<p>[Al-Ankabuut:24] Maka tidak adalah jawaban kaum Ibrahim, selain mengatakan: &#8220;Bunuhlah atau bakarlah dia&#8221;, lalu Allah menyelamatkannya dari api. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang beriman.</p>
<p>[Al-Ankabuut:27] Dan Kami anugrahkan kepda Ibrahim, Ishak dan Ya&#8217;qub, dan Kami jadikan kenabian dan Al Kitab pada keturunannya, dan Kami berikan kepadanya balasannya di dunia1149; dan sesungguhnya dia di akhirat, benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>apa yang kamu sembah setelah aq tidak ada</li><li>ibrahim berdoa</li><li>jika tuhan tidak memberi petunjuk pastilah aku termasuk hambanya yang sesat</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/nabi-ibrahim-as/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ashabul Kahfi</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/ashabul-kahfi/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/ashabul-kahfi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 May 2011 07:39:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi & Rasul]]></category>
		<category><![CDATA[ashabul kahfi]]></category>
		<category><![CDATA[dzulqarnain]]></category>
		<category><![CDATA[jibril]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[rasul]]></category>
		<category><![CDATA[roh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=859</guid>
		<description><![CDATA[
Situasi Saat Turunnya Surah al-Kahfi
Menurut pendapat para ulama tafsir, surat al-Kahfi merupakan surah Makkiyyah jika ditinjau dari sebab-sebab turunnya Al-Quran.
Surah ini turun saat memanasnya perang pendapat antara Rasulullah saw, dan kaum musyrikin Quraisy, pada saat berkembangnya pertentangan antara iman dan materialisme. Demikianlah keadaan pada saat turunnya surah tersebut secara umum.
Namun demikian, turunnya ayat ini mempunyai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="alignleft size-medium wp-image-860" style="border: 5px solid white;" title="ashabul kahfi" src="http://www.koperasisyariah.com/wp-content/uploads/2011/05/ashabul-kahfi-101-300x209.jpg" alt="ashabul kahfi" width="300" height="209" /></p>
<p>Situasi Saat Turunnya Surah <a title="ashabul kahfi" href="http://www.koperasisyariah.com/ashabul-kahfi/">al-Kahfi</a></p>
<p>Menurut pendapat para ulama tafsir, surat al-Kahfi merupakan surah Makkiyyah jika ditinjau dari sebab-sebab turunnya Al-Quran.</p>
<p>Surah ini turun saat memanasnya perang pendapat antara Rasulullah saw, dan kaum musyrikin Quraisy, pada saat berkembangnya pertentangan antara iman dan materialisme. Demikianlah keadaan pada saat turunnya surah tersebut secara umum.</p>
<p>Namun demikian, turunnya ayat ini mempunyai sebab khusus; para ulama tafsir menyebutkannya dalam buku cerita dan sirah mereka, yaitu sebagai berikut.</p>
<p>Telah dinukilkan oleh Ibnu Ishaq, Ibnu Jarir, Ibnu Munzir, Abu Na&#8217;im, dan al-Baihaqi dari Ibnu Abbas r.a yang mengatakan bahwa orang Quraisy telah mengutus an-Nadhr ibnul-Harits dan Uqbah bin Abi Mu&#8217;aith kepada rabbi Yahudi di Madinah. Kaum Quraisy mengatakan kepada utusan itu,</p>
<p>&#8220;Tanyakanlah pada mereka tentang Muhammad, jelaskan sifat-sifatnya, kabarkan mereka tentang ucapannya, sesungguhnya mereka adalah ahli kitab yang pertama dan mereka mempunyai ilmu yang tidak kita miliki.&#8221;</p>
<p>Kedua utusan itu pergi ke Madinah, kemudian bertanya kepada para rabbi Yahudi tentang Rasulullah saw, lalu menggambarkan perintahnya dan sebagian ucapannya.</p>
<p>Para rabbi itu berkata kepada utusan itu, &#8220;Tanyakanlah pada<a title="Etika Bisnis Muhammad saw" href="http://www.koperasisyariah.com/etika-bisnis-muhammad-saw/"> Muhammad</a> tentang tiga hal. Kalau dia dapat menjawab pertanyaan itu maka dia benar-benar nabi yang diutus itu. Jika tidak, dia bohong.</p>
<p>Pertama, tentang para pemuda yang pergi di zaman dahulu, bagaimana keadaan mereka, mereka mengalami kejadian yang hebat.</p>
<p>Kedua, tentang seorang lelaki yang melakukan perjalanan mengelilingi bumi, bagaimana ceritanya.</p>
<p>Ketiga, tanyakan tentang roh, apakah roh itu.&#8221;</p>
<p>An-Nadhr dan Uqbah kemudian kembali dan menemui orang Quraisy, mereka berkata, &#8220;Wahai penduduk Quraisy, kami datang membawa hal-hal yang membedakan antara kamu dan Muhammad. Para rabbi Yahudi itu telah memerintah kami agar bertanya pada Muhammad tentang tiga hal.&#8221; Keduanya lalu menceritakan hal-hal itu.</p>
<p>Rasulullah saw berkata, &#8220;Akan kukatakan apa yang kamu tanyakan besok.&#8221; Kemudian, ia pergi tanpa mengucapkan insya Allah. Rasulullah saw berdiam diri selama lima belas malam, tetapi Allah SWT tidak mengirimkan wahyu, Jibril pun tidak mendatanginya.</p>
<p>Penduduk Mekah kemudian menyebarkan gosip, sementara Rasulullah bersedih karena tidak turunnya wahyu dan merasa gelisah atas apa yang diperbincangkan oleh penduduk Mekah.</p>
<p>Akhirnya, Jibril datang dengan membawa surah al-Kahfi, yang mengobati kesedihan Rasulullah dan menjawab pertanyaan mereka tentang pemuda dan lelaki yang melakukan perjalanan, dan firman Allah, &#8220;Dan apabila mereka bertanya tentang roh.&#8221;</p>
<p><img class="alignright size-full wp-image-861" style="border: 5px solid white;" title="ashabul-kahfi" src="http://www.koperasisyariah.com/wp-content/uploads/2011/05/ashabul-kahfi.jpg" alt="ashabul-kahfi" width="230" height="293" />Orang-orang musyrikin dan Yahudi bersepakat untuk menguji Rasulullah saw, sehingga mereka mengajukan tiga pertanyaan yang harus dijawab. Surah al-Kahfi hanya menjawab dua pertanyaan mereka, yaitu tentang Ash-habul Kahfi dan Dzulqarnain.</p>
<p>Adapun pertanyaan ketiga, yaitu tentang roh, surah al-Isra telah menjelaskan bahwa hal itu adalah urusan Allah, tidak seorang pun yang mengetahui hakikat dan bentuknya, karenanya tak ada jawaban atas hal itu,<em> &#8220;Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah, &#8216;Roh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan, melainkan sedikit.&#8217;&#8221; </em>(al-Isra:85)</p>
<p>Jadi, surah al-Kahfi merupakan surah ujian yang diturunkan kepada Rasulullah saw; Allah menolong Rasul-Nya, Dia menurunkan Jibril a.s untuk menolongnya dengan memberi jawaban, dan Rasul menyampaikan hal itu kepada mereka, membaca kepada mereka tentang ayat tersebut. Rasulullah akhirnya berhasil atas pertolongan dan rahmat Allah SWT.</p>
<p>Tentang ujian yang ada dalam surah itu, ayat-ayat itu juga menegaskan bahwa jawabannya datang dari Allah; Dialah yang membacakannya kepada Muhammad agar ia menyampaikannya kepada manusia.</p>
<p>Mengenai Ash-habul Kahfi, Allah berfirman, &#8220;Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya.&#8221;</p>
<p>Mengenai Dzulqarnain, Allah berfirman, &#8220;Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulqarnain. Katakanlah, &#8216;Aku akan bacakan kepadamu cerita tentangnya.&#8217;&#8221;</p>
<p>Mengenai roh, Allah berfirman, &#8220;Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah,&#8217;Roh itu termasuk urusan Tuhanku.&#8217;&#8221;</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>ashabul kahfi</li><li>surah al kahfi</li><li>sebab turunnya surat al kahfi</li><li>sebab-sebab turunnya surat al kahfi</li><li>mereka bertanya tentang roh</li><li>tafsir ashabul kahfi</li><li>sebab turun surah al kahfi</li><li>surah al-kahfi</li><li>surat ashabul kahfi</li><li>sebab-sebab turunnya surat al-kahfi</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/ashabul-kahfi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nabi Adam a.s.</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/nabi-adam-a-s/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/nabi-adam-a-s/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Feb 2011 14:15:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nabi & Rasul]]></category>
		<category><![CDATA[adam]]></category>
		<category><![CDATA[hawa]]></category>
		<category><![CDATA[iblis]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[nabi adam]]></category>
		<category><![CDATA[pohon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=843</guid>
		<description><![CDATA[Setelah Allah SWT menciptakan bumi dengan segala isinya; gunung,  lautan dan tumbuhan,  langit matahari,  bulan dan bintang,  dan menciptakan malaikat yang diciptakan untuk beribadah menjadi perantara antara Zat Yang Maha Kuasa dengan hamba-hamba terutama para rasul dan nabinya.   Maka tibalah kehendak Allah SWT  untuk menciptakan sejenis makhluk lain yang akan menghuni dan mengisi bumi memeliharanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Setelah Allah SWT menciptakan bumi dengan segala isinya; gunung,  lautan dan tumbuhan,  langit matahari,  bulan dan bintang,  dan menciptakan malaikat yang diciptakan untuk beribadah menjadi perantara antara Zat Yang Maha Kuasa dengan hamba-hamba terutama para rasul dan nabinya.   Maka tibalah kehendak Allah SWT  untuk menciptakan sejenis makhluk lain yang akan menghuni dan mengisi bumi memeliharanya menikmati tumbuh-tumbuhannya,  mengelola kekayaan yang terpendam di dalamnya dan berkembang biak turun-temurun waris-mewarisi sepanjang masa yang telah ditakdirkan baginya.</p>
<p><strong>Kekhawatiran Para Malaikat. </strong></p>
<p>Para malaikat ketika diberitahukan oleh Allah SWT  akan kehendak-Nya menciptakan makhluk lain itu,  mereka kuatir kalau-kalau kehendak Allah menciptakan makhluk yang lain itu,  disebabkan kelalaian mereka dalam beribadah dan menjalankan tugas atau karena pelanggaran yang mereka lakukan tanpa disadari.</p>
<p>Berkatalah mereka kepada Allah SWT :  &#8220;Wahai Tuhan kami! Buat apa menciptakan makhluk lain selain kami,  padahal kami selalu bertasbih,  bertahmid,  melakukan ibadah dan meng-agungkan nama-Mu tanpa henti-hentinya,  sedang makhluk yang Engkau akan ciptakan dan turunkan ke bumi itu,  niscaya akan bertengkar satu dengan lain,  akan saling bunuh-membunuh berebutan menguasai kekayaan alam yang terlihat diatasnya dan terpendam di dalamnya,  sehingga akan terjadilah kerusakan dan kehancuran di atas bumi yang telah Engkau ciptakan. &#8221;</p>
<p>Allah berfirman,  menghilangkan kekuatiran para malaikat itu:</p>
<p>&#8220;Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui dan Aku sendirilah yang mengetahui hikmah penguasaan Bani Adam atas bumi-Ku.  Bila Aku telah menciptakannya dan meniupkan roh kepadanya,  bersujudlah kamu di hadapan makhluk baru itu sebagai penghormatan dan bukan sebagai sujud ibadah,  karena Allah SWT  melarang hamba-Nya beribadah kepada sesama makhluk-Nya. &#8221;</p>
<p>Kemudian Allah SWT menciptakan Adam dari segumpal tanah liat,  kering dan lumpur hitam yang berbentuk.  Setelah disempurnakan bentuknya ditiupkanlah roh ciptaan-Nya ke dalamnya dan berdirilah ia tegak menjadi manusia yang sempurna.</p>
<p><strong>Iblis Membangkang. </strong></p>
<p>Iblis membangkang dan enggan mematuhi perintah Allah seperti para malaikat yang lain,  yang segera bersujud di hadapan Adam sebagai penghormatan bagi makhluk Allah yang akan diberi amanat menguasai bumi dengan segala apa yang hidup dan tumbuh di atasnya serta yang terpendam di dalamnya.  Iblis merasa dirinya lebih mulia, lebih utama dan lebih agung dari Adam, karena ia diciptakan dari unsur api, sedang Adam dari tanah.  Kebanggaannya atas asal usulnya menjadikan ia sombong dan merasa rendah untuk bersujud menghormati Adam seperti para malaikat yang lain, walaupun diperintah oleh Allah.</p>
<p>Tuhan bertanya kepada Iblis: <em>&#8220;Apakah yang mencegahmu sujud menghormati sesuatu yang telah Aku ciptakan dengan tangan-Ku?&#8221;</em></p>
<p>Iblis menjawab: <em>&#8220;Aku adalah lebih mulia dan lebih unggul dari dia. Engkau ciptakan aku dari api dan menciptakannya dari tanah.&#8221;</em></p>
<p>Karena kesombongan, kecongkakan dan pembangkangannya melakukan sujud yang diperintahkan, maka Allah menghukum Iblis dengan mengusir dari syurga dan mengeluarkannya dari barisan malaikat dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat pada dirinya hingga hari kiamat. Di samping itu ia dinyatakan sebagai penghuni neraka.</p>
<p>Iblis dengan sombongnya menerima dengan baik hukuman Tuhan itu dan ia hanya mohon agar kepadanya diberi kesempatan untuk hidup kekal hingga hari kebangkitan kembali di hari kiamat. Allah meluluskan permohonannya dan ditangguhkanlah ia sampai hari kebangkitan, tidak berterima kasih dan bersyukur atas pemberian jaminan itu, bahkan sebaliknya ia mengancam akan menyesatkan Adam, sebagai sebab terusirnya dia dari syurga dan dikeluarkannya dari barisan malaikat, dan akan mendatangi anak-anak keturunannya dari segala sudut untuk memujuk mereka meninggalkan jalan yang lurus dan bersamanya menempuh jalan yang sesat, mengajak mereka melakukan maksiat dan hal-hal yang terlarang, menggoda mereka supaya melalaikan perintah-perintah agama dan mempengaruhi mereka agar tidak bersyukur dan beramal soleh.</p>
<p>Kemudian Allah berfirman kepada Iblis yang terkutuk itu:<br />
<em>&#8220;Pergilah engkau bersama pengikut-pengikutmu yang semuanya akan menjadi isi neraka Jahanam dan bahan bakar neraka. Engkau tidak akan berdaya menyesatkan hamba-hamba-Ku yang telah beriman kepada Ku dengan sepenuh hatinya dan memiliki aqidah yang mantap yang tidak akan tergoyah oleh rayuanmu walaupun engkau menggunakan segala kepandaianmu menghasut dan memfitnah. &#8220;</em></p>
<p><strong>Pengetahuan Adam Tentang Nama-Nama Benda. </strong></p>
<p>Allah SWT hendak menghilangkan anggapan rendah para malaikat terhadap Adam dan menyakinkan mereka akan kebenaran hikmat-Nya menunjuk Adam sebagai penguasa bumi, maka diajarkanlah kepada Adam nama-nama benda yang berada di alam semesta, kemudian diperagakanlah benda-benda itu di depan para malaikat seraya: <em>&#8220;Cobalah sebutkan bagi-Ku nama benda-benda itu, jika kamu benar merasa lebih mengetahui dan lebih mengerti dari Adam. &#8220;</em></p>
<p>Para malaikat tidak berdaya memenuhi tantangan Allah untuk menyebut nama-nama benda yang berada di depan mereka. Mereka mengakui ketidak-sanggupan mereka dengan berkata: <em>&#8220;Maha Agung Engkau! Sesungguhnya kami tidak memiliki pengetahuan tentang sesuatu kecuali apa yang Tuhan ajakan kepada kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana. &#8220;</em></p>
<p>Adam lalu diperintahkan oleh Allah untuk memberitahukan nama-nama itu kepada para malaikat dan setelah diberitahukan oleh Adam, berfirmanlah Allah kepada mereka: <em>&#8220;Bukankah Aku telah katakan padamu bahawa Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan. &#8221;<br />
</em><br />
<strong>Adam Menghuni Syurga. </strong></p>
<p>Adam diberi tempat di surga dan baginya diciptakanlah Hawa untuk mendampinginya dan menjadi teman hidupnya, menghilangkan rasa kesepiannya dan melengkapi keperluan fitrahnya untuk mengembangkan keturunan.  Menurut cerita para ulama Hawa diciptakan oleh Allah dari salah satu tulang rusuk Adam yang disebelah kiri diwaktu ia masih tidur sehingga ketika ia terjaga, ia melihat Hawa sudah berada di sampingnya. ia ditanya oleh malaikat: &#8220;Wahai Adam! Apa dan siapakah makhluk yang berada di sampingmu itu?&#8221;</p>
<p>Berkatalah Adam: &#8220;Seorang perempuan. &#8220;Sesuai dengan fitrah yang telah diilhamkan oleh Allah kepadanya. &#8220;Siapa namanya?&#8221;tanya malaikat lagi. &#8220;Hawa&#8221;, jawab Adam. &#8220;Untuk apa Tuhan menciptakan makhluk ini?&#8221;, tanya malaikat lagi.<br />
Adam menjawab: &#8220;Untuk mendampingiku, memberi kebahagian bagiku dan mengisi keperluan hidupku sesuai dengan kehendak Allah. &#8221;</p>
<p>Allah berpesan kepada Adam: &#8220;Tinggallah engkau bersama isterimu di surga, rasakanlah kenikmatan yang berlimpah-limpah didalamnya, rasailah dan makanlah buah-buahan yang lezat yang terdapat di dalamnya sepuas hatimu dan sekehendak nasfumu. Kamu tidak akan mengalami atau merasa lapar, dahaga ataupun letih selama kamu berada di dalamnya. Akan tetapi Aku ingatkan janganlah makan buah dari pohon ini yang akan menyebabkan kamu celaka dan termasuk orang-orang yang zalim. Ketahuilah bahawa Iblis itu adalah musuhmu dan musuh isterimu, ia akan berusaha membujuk kamu dan menyeret kamu keluar dari syurga sehingga hilanglah kebahagiaan yang kamu sedang nikmat ini. &#8221;</p>
<p><strong>Iblis Mulai Beraksi. </strong></p>
<p>Sesuai dengan ancaman yang diucapkan ketika diusir oleh allah dari Syurga akibat pembangkangannya dan terdorong pula oleh rasa iri hati dan dengki terhadap Adam yang menjadi sebab sampai ia terkutuk dan terlaknat selama-lamanya tersingkir dari singgasana kebesarannya. Iblis mulai menunjukkan rancangan penyesatannya kepada Adam dan Hawa yang sedang hidup berdua di syurga yang tenteram,  damai dan bahagia.</p>
<p>Ia menyatakan kepada mereka bahawa ia adalah kawan mereka dan ingin memberi nasihat dan petunjuk untuk kebaikan dan mengekalkan kebahagiaan mereka. Segala cara dan kata-kata halus digunakan oleh Iblis untuk mendapatkan kepercayaan Adam dan Hawa bahwa ia betul-betul jujur dalam nasihat dan petunjuknya kepada mereka. Ia membisikan kepada mereka bahwa. larangan Tuhan kepada mereka memakan buah-buah yang ditunjuk itu adalah karena dengan memakan buah itu mereka akan menjelma menjadi malaikat dan akan hidup kekal. Diulang-ulangilah bujukannya dengan menunjukkan akan harumnya bau pohon yang dilarang indah bentuk buahnya dan lezat rasanya. Sehingga pada akhirnya termakanlah bujukan yang halus itu oleh Adam dan Hawa dan dilanggarlah larangan Tuhan.</p>
<p>Allah mencela perbuatan mereka itu dan berfirman yang bermaksud:  <em>&#8220;Tidakkah Aku mencegah kamu mendekati pohon itu dan memakan dari buahnya dan tidakkah Aku telah ingatkan kamu bahwa syaitan itu adalah musuhmu yang nyata. &#8220;</em></p>
<p>Adam dan Hawa mendengar firman Allah itu sadarlah ia bahwa mereka telah melanggar perintah Allah dan bahwa mereka telah melakukan suatu kesalahan dan dosa besar. Seraya menyesal berkatalah mereka: &#8220;Wahai Tuhan kami! Kami telah menganiaya diri kami sendiri dan telah melanggar perintah-Mu karena terkena bujukan Iblis. Ampunilah dosa kami karena niscaya kami akan tergolong orang-orang yang rugi bila Engkau tidak mengampuni dan mengasihi kami. &#8221;<br />
<strong><br />
Adam dan Hawa Diturunkan Ke Bumi. </strong></p>
<p>Allah telah menerima taubat Adam dan Hawa serta mengampuni perbuatan pelanggaran yang mereka telah dilakukan dan menjadi legalah dada mereka dan hilanglah rasa sedih akibat kelalaian peringatan Tuhan tentang Iblis sehingga terjerumus menjadi mangsa bujukan dan rayuannya yang manis namun berancun itu.</p>
<p>Adam dan Hawa merasa tenteram kembali setelah menerima pengampunan Allah dan selanjutnya akan menjaga jangan sampai tertipu lagi oleh Iblis dan akan berusaha agar pelanggaran yang telah dilakukan dan menimbulkan murka dan teguran Tuhan itu menjadi pengajaran bagi mereka berdua untuk lebih berhati-hati menghadapi tipu daya dan bujukan Iblis yang terlaknat itu. Harapan untuk tinggal terus di syurga telah pudar karena perbuatan pelanggaran perintah Allah, hidup kembali dalam hati dan fikiran Adam dan Hawa yang merasa kenikmatan dan kebahagiaan hidup mereka di syurga tidak akan terganggu oleh sesuatu dan bahwa ridha Allah serta rahmatnya akan tetap melimpah di atas mereka untuk selama-lamanya.</p>
<p>Akan tetapi Allah telah menentukan dalam takdir-Nya apa yang tidak terlintas dalam hati dan tidak terfikirkan oleh mereka.  Allah SWT yang telah menentukan dalam takdir-nya bahwa bumi yang penuh dengan kekayaan untuk dikelolanya, akan dikuasai kepada manusia keturunan Adam memerintahkan Adam dan Hawa turun ke bumi sebagai benih pertama dari hamba-hambanya. Berfirmanlah Allah kepada mereka: <em>&#8220;Turunlah kamu ke bumi sebagian daripada kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kamu dapat tinggal tetap dan hidup disana sampai waktu yang telah ditentukan. &#8220;</em></p>
<p>Turunlah Adam dan Hawa ke bumi menghadapi cara hidup baru yang jauh berlainan dengan hidup di syurga yang pernah dialami dan yang tidak akan berulang kembali. Mereka harus menempuh hidup di dunia yang fana ini dengan suka dan dukanya dan akan menurunkan umat manusia yang beraneka ragam sifat dan tabiatnya berbeda-beda warna kulit dan kecerdasan otaknya.</p>
<p>Umat manusia yang akan berkelompok-kelompok menjadi suku-suku dan bangsa-bangsa di mana yang satu menjadi musuh yang lain saling bunuh-membunuh aniaya-menganianya dan tindas-menindas sehingga dari waktu ke waktu Allah mengutus nabi-nabi-Nya dan rasul-rasul-Nya memimpin hamba-hamba-Nya ke jalan yang lurus penuh damai kasih sayang di antara sesama manusia jalan yang menuju kepada ridha-Nya dan kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat.</p>
<p><strong>Kisah Adam dalam Al-Quran. </strong></p>
<p>Al Quran menceritakan kisah Adam dalam beberapa surat di antaranya surah Al Baqarah ayat 30 &#8211; 38 dan surah Al &#8216;Araaf ayat 11 &#8211; 25</p>
<p><strong>Pengajaran Yang Terdapat Dari Kisah Adam. </strong></p>
<p>Bahwasa-nya hikmah yang terkandung dalam perintah-perintah dan larangan-larangan Allah dan dalam apa yang diciptakannya kadangkala tidak atau belum dapat dicapai oleh otak manusia bahkan oleh makhluk-Nya yang terdekat sebagaimana telah dialami oleh para malaikat tatkala diberitahu bahawa Allah akan menciptakan manusia &#8211; keturunan Adam untuk menjadi khalifah-Nya di bumi sehingga mereka seakan-akan berkeberatan dan bertanya-tanya mengapa dan untuk apa Allah menciptakan jenis makhluk lain daripada mereka yang sudah patuh rajin beribadat,  bertasbih,  bertahmid dan mengagungkan nama-Nya.</p>
<p>Walaupun manusia telah dikurniakan kecerdasan berfikir dan kekuatan fisik dan mental ia tetap mempunyai beberapa kelemahan pada dirinya seperti sifat lalai,  lupa dan khilaf.  Hal ini terjadi pada diri Nabi Adam yang walaupun ia telah menjadi manusia yang sempurna dan dikurniakan kedudukan yang istimewa di surga ia tetap tidak terhindar dari sifat-sifat manusia yang lemah itu. Ia telah lupa dan melalaikan peringatan Allah kepadanya tentang pohon terlarang dan tentang Iblis yang menjadi musuhnya dan musuh seluruh keturunannya,  sehingga terperangkap ke dalam tipu daya dan terjadilah pelanggaran pertama yang dilakukan oleh manusia terhadap larangan Allah.</p>
<p>Seseorang yang telah terlanjur melakukan maksiat dan berbuat dosa tidaklah ia sepatutnya berputus asa dari rahmat dan ampunan Allah SWT asalkan ia sadar akan kesalahannya dan bertaubat tidak akan melakukannya lagi. Rahmat Allah dan maghfirah-Nya dapat mencakup segala dosa yang diperbuat oleh hamba-Nya kecuali syirik bagaimana pun besar dosa itu asalkan diikuti dengan kesadaran bertaubat dan pengakuan kesalahan.</p>
<p>Sifat sombong dan congkak selalu membawa akibat kerugian dan kebinasaan. Lihatlah Iblis yang turun dari singgasananya dilucutkan kedudukannya dan diusir Allah dari syurga dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat kepada dirinya hingga hari Kiamat karena kesombongannya dan kebanggaaannya dengan asal-usulnya sehingga ia menganggap dan memandang rendah kepada Nabi Adam dan menolak untuk sujud menghormatinya walaupun diperintahkan oleh Allah SWT.</p>
<p>Wallahu Alam.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>syariat nabi adam</li><li>syariat nabi adam as</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/nabi-adam-a-s/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Muhammad sebagai Syariah Marketer</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/muhammad-sebagai-syariah-marketer/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/muhammad-sebagai-syariah-marketer/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 May 2010 06:39:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nabi & Rasul]]></category>
		<category><![CDATA[amanah]]></category>
		<category><![CDATA[beli]]></category>
		<category><![CDATA[berdagang]]></category>
		<category><![CDATA[integritas]]></category>
		<category><![CDATA[jual]]></category>
		<category><![CDATA[Jual Beli]]></category>
		<category><![CDATA[kejujuran]]></category>
		<category><![CDATA[nabi]]></category>
		<category><![CDATA[nabi muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[perniagaan]]></category>
		<category><![CDATA[rezeki]]></category>
		<category><![CDATA[siti khadijah]]></category>
		<category><![CDATA[syariah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/muhammad-sebagai-syariah-marketer/</guid>
		<description><![CDATA[Muhammad diutus oleh Allah Swt. bukan sebagai seorang pedagang. Beliau adalah seorang nabi dengan segala kebesaran dan kemuliaannya. Beliau mengatakan dalam hadisnya, &#8220;Aku diberi wahyu bukan untuk menumpuk kekayaan atau menjadi seorang pedagang.&#8221;
Rahasia keberhasilan dalam perdagangan adalah sikap jujur dan adil dalam mengadakan hubungan dagang dengan para pelanggan. Dengan berpegang teguh pada prinsip ini, Muhammad [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><a href="http://www.koperasisyariah.com/muhammad-sebagai-syariah-marketer/" title="muhammad">Muhammad</a> diutus oleh Allah Swt. bukan sebagai seorang pedagang. Beliau adalah seorang nabi dengan segala kebesaran dan kemuliaannya. Beliau mengatakan dalam hadisnya, <em>&#8220;Aku diberi wahyu bukan untuk menumpuk kekayaan atau menjadi seorang pedagang.&#8221;</em></p>
<p>Rahasia keberhasilan dalam perdagangan adalah sikap jujur dan adil dalam mengadakan hubungan dagang dengan para pelanggan. Dengan berpegang teguh pada prinsip ini, Muhammad telah memberi teladan cara terbaik untuk menjadi pedagang yang berhasil. Sebelum menikah dengan Siti Khadijah, Muhammad telah berdagang-sebagai &#8220;Direktur &#8216;Pemasaran&#8217; Khadijah &amp; Co&#8221; ke Syria, Yerusalem, Yaman, dan tempat-tempat lainnya. Dalam perdagangan- perdagangan ini, Nabi Muhammad mendapatkan keuntungan yang melebihi dugaan. Banyak orang yang telah dipekerjakan oleh Khadijah, tetapi tak seorang pun yang bekerja lebih memuaskan dibanding Muhammad.</p>
<p>Siti Khadijah merasa senang dengan kejujuran, integritas, dan kemampuan berdagang Muhammad sehingga sifat- sifat ini kemudian menimbulkan rasa cinta dan kasih sayang dalam dirinya. Di sini, Muhammad telah menunjukkan cara berbisnis yang tetap berpegang teguh pada kebenaran, kejujuran, dan sikap amanah serta sekaligus tetap memperoleh keuntungan yang optimal.</p>
<p>Nabi Muhammad sangat menganjurkan umatnya untuk <a href="http://www.koperasisyariah.com/panduan-untuk-memulai-bisnis-berbasis-syariah/" title="bisnis">berbisnis</a> (berdagang), karena berbisnis dapat menimbulkan kemandirian dan kesejahteraan bagi keluarga, tanpa tergantung atau menjadi beban orang lain.</p>
<p>Beliau pernah berkata,<em>&#8220;Berdaganglah kamu, sebab dari sepuluh bagian penghidupan, sembilan di antaranya dihasilkan dari berdagang.&#8221;</em></p>
<p>AI-Quran mengatakan,<em>&#8220;Dan kami menjadikan siang untuk mencari penghidupan&#8221;</em> (QS AI-Naba&#8217; 78 : 11).</p>
<p>Ini merupakan petunjuk untuk berdagang dan beberapa kegiatan lain agar seseorang dapat memenuhi kebutuhan pokok sehari-harinya. AI-Quran juga memberi motivasi untuk berbisnis pada ayat berikut:</p>
<p>﻿<span lang="EN-US"><em>&#8220;Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (<a href="http://www.koperasisyariah.com/jual-beli-dengan-allah-azza-wa-jalla/" title="jual beli">rezeki hasil perniagaan</a>) dari Tuhanmu.&#8221;</em> ( QS AI- Baqarah [2]: 198)</span></p>
<p><em>&#8220;Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah</em> <em>sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung.&#8221;</em> (QS AI- Jumu&#8217;ah 62: 10)</p>
<p><em>&#8220;<a href="http://www.koperasisyariah.com/syarat-jual-beli/" title="jual beli">Allah menghalalkan jual beli</a> dan <a href="http://www.koperasisyariah.com/hukum-riba-menurut-alquran/" title="riba">mengharamkan riba</a>.&#8221;</em> (QS AI- Baqarah 2 : 275)</p>
<p>Nabi Muhammad bersabda, <em>&#8220;<a href="http://www.koperasisyariah.com/makanlah-yang-halal-dan-baik/" title="makan yang halal">Mencari penghasilan halal</a> merupakan suatu tugas wajib&#8221;</em> Abu Bakar, khalifah pertama dari Khulafa&#8217; AI- Rasyidin, memiliki usaha dagang bahan pakaian. &#8216;Umar ibn Khaththab, pemimpin kaum beriman, sang penakluk kekaisaran Persia dan Byzantium, pernah menjadi pedagang jagung. &#8216;Utsman ibn Affan dikenal sebagai konglomerat tekstil (pakaian). Demikian juga dengan Imam Abu Hanifah dikenal sebagai pedagang pakaian.</p>
<p>Ketika Nabi Muhammad Saw. hijrah ke Madinah, masyarakat Madinah mendapat nasihat dari beliau agar berdagang untuk memenuhi penghidupan mereka, dan dengan demikian mereka pun menjadi sejahtera. Banyak contoh lain yang membuktikan bahwa para sahabat Nabi Muhammad berprofesi sebagai pedagang dan pemasar dalam suatu komunitas bisnis. Nabi Muhammad, dalam upaya meningkatkan kesejahteraan sahabatnya, sangat menekankan pentingnya perdagangan.</p>
<p>Di kutip dari buku: Syariah Marketing</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>upaya nabi muhammad dalam membangun masyarakat madinah melalui kegiatan perdagangan dan ekonomi</li><li>upaya nabi muhammad dalam membangun masyarakat madinah melalui kegiatan perdagangan</li><li>langkah terbaik dalam berdagang</li><li>nabi muhammad sebagai pedagang</li><li>upaya nabi muhammad dalam membangun masyarakat madinah melalui kegiatan perdaganan</li><li>upaya nabi muhammad dalam membangun masyarakat madinah melalui kegiatan berdagang</li><li>nabi muhammad dalam membangun perekonomian</li><li>upaya dlm membangun masyarakat madinah melalui kegiatan perdagangan dan ekonomi</li><li>kisah sahabat berprofesi sebagai pedagang</li><li>nabi muhammad dalam meningkatkan perekonomiannya</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/muhammad-sebagai-syariah-marketer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Etika Bisnis Muhammad saw</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/etika-bisnis-muhammad-saw/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/etika-bisnis-muhammad-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 06:24:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nabi & Rasul]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[etika bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[etika bisnis muhammad saw]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=447</guid>
		<description><![CDATA[Agar kegiatan bisnis yang kita lakukan dapat berjalan harmonis dan menghasilkan kebaikan dalam kehidupan, maka kita harus menjadikan bisnis yang kita lakukan terwarnai dengan nilai-nilai etika.
Salah satu sumber rujukan etika dalam bisnis adalah etika yang bersumber dari tokoh teladan agung manusia di dunia, yaitu Muhammad SAW. Beliau telah memiliki banyak panduan etika untuk praktek bisnis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Agar <a href="http://www.koperasisyariah.com/etika-bisnis-muhammad-saw/" title="kegiatan bisnis">kegiatan bisnis</a> yang kita lakukan dapat berjalan harmonis dan menghasilkan kebaikan dalam kehidupan, maka kita harus menjadikan bisnis yang kita lakukan terwarnai dengan nilai-nilai etika.</p>
<p>Salah satu sumber rujukan etika dalam bisnis adalah etika yang bersumber dari tokoh teladan agung manusia di dunia, yaitu Muhammad SAW. Beliau telah memiliki banyak panduan etika untuk <a href="http://www.koperasisyariah.com/berinvestasi-syariah-yang-layak/" title="investasi">praktek bisnis</a> kita, yaitu :</p>
<p><strong>Pertama : Kejujuran,</strong></p>
<p>Kejujuran merupakan syarat fundamental dalam kegiatan bisnis. Rasulullah sangat intens menganjurkan <a href="http://www.koperasisyariah.com/etika-bisnis-muhammad-saw/" title="etika bisnis">kejujuran dalam aktivitas bisnis</a>. Dalam tataran ini, beliau bersabda: &#8220;Tidak dibenarkan seorang muslim menjual satu jualan yang mempunyai aib, kecuali ia menjelaskan aibnya,&#8221; (H.R. Al-Quzwani). &#8220;Siapa yang menipu kami, maka dia bukan kelompok kami,&#8221; (H.R. Muslim).</p>
<p>Rasulullah sendiri selalu bersikap jujur dalam berbisnis. Beliau melarang para pedagang meletakkan barang busuk di sebelah bawah dan barang baru di bagian atas.</p>
<p><strong>Kedua : Menolong atau memberi manfaat kepada orang lain,</strong></p>
<p>Kesadaran tentang signifikansi sosial kegiatan bisnis. Pelaku bisnis menurut Islam, tidak hanya sekedar mengejar keuntungan sebanyak-banyaknya, sebagaimana yang diajarkan bapak ekonomi kapitalis, Adam Smith, tetapi juga berorientasi kepada sikap Ta&#8217;awun (menolong orang lain) sebagai implikasi sosial kegiatan bisnis. Tegasnya, berbisnis, bukan mencari untung material semata, tetapi didasari kesadaran memberi kemudahan bagi orang lain dengan menjual barang.</p>
<p><strong>Ketiga : Tidak boleh menipu, takaran, ukuran dan timbangan yang benar,</strong></p>
<p>Dalam perdagangan, timbangan yang benar dan tepat harus benar-benar diutamakan. Firman Allah: &#8220;Celakalah bagi orang yang curang, yaitu orang yang apabila menerima takaran dari orang lain, mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi&#8221;. (QS 83: 112).</p>
<p><strong>Keempat : Tidak boleh menjelekkan bisnis orang lain, agar orang membeli kepadanya,</strong></p>
<p>Nabi Muhammad SAW bersabda, &#8220;Janganlah seseorang di antara kalian menjual dengan maksud untuk menjelekkan apa yang dijual oleh orang lain,&#8221; (H.R. Muttafaq &#8216;alaih).</p>
<p><strong>Kelima : Tidak menimbun barang,</strong></p>
<p>Ihtikar ialah menimbun barang (menumpuk dan menyimpan barang dalam masa tertentu, dengan tujuan agar harganya suatu saat menja di naik dan keuntungan besar pun diperoleh). Rasulullah melarang keras perilaku bisnis semacam itu.</p>
<p><strong>Keenam : <a href="http://www.koperasisyariah.com/larangan-praktek-monopoli-dan-persaingan-usaha-tidak-sehat/" title="monopoli">Tidak melakukan monopoli</a>,</strong></p>
<p>Salah satu keburukan sistem ekonomi kapitalis ialah melegitimasi monopoli dan oligopoli. Contoh yang sederhana adalah eksploitasi (penguasaan) individu tertentu atas hak milik sosial, seperti air, udara dan tanah dan kandungan isinya seperti barang tambang dan mineral.</p>
<p>Individu tersebut mengeruk keuntungan secara pribadi, tanpa memberi kesempatan kepada orang lain. Ini dilarang dalam Islam.</p>
<p><strong>Ketujuh : Komoditi yang dijual harus Halal,</strong></p>
<p>komoditi bisnis yang dijual adalah barang yang suci dan halal, bukan barang yang haram, seperti babi, anjing, minuman keras, ekstasi, dsb. Nabi Muhammad SAW bersabda, &#8220;Sesungguhnya Allah mengharamkan bisnis miras, bangkai, babi dan patung-patung,&#8221; (H.R. Jabir).</p>
<p><strong>Kedelapan : Tidak <a href="http://www.koperasisyariah.com/definisi-riba/" title="Definisi Riba">Riba</a>,</strong></p>
<p>Bisnis yang dilaksanakan bersih dari <a href="http://www.koperasisyariah.com/jenis-jenis-riba/" title="Jenis-Jenis Riba">Unsur Riba</a>. Firman Allah, &#8220;Hai orang-orang yang beriman, tinggalkanlah sisa-sisa riba jika kamu beriman,&#8221; (QS. al-Baqarah:: 278). Pelaku dan pemakan riba dinilai Allah sebagai orang yang kesetanan (QS. 2: 275). Oleh karena itu Allah dan Rasulnya mengumumkan perang terhadap <a href="http://www.koperasisyariah.com/riba-dalam-islam/" title="Riba dalam Islam">Riba</a>.</p>
<p><strong>Kesembilan : Bisnis dilakukan dengan suka rela, tanpa paksaan,</strong></p>
<p>Firman Allah, &#8220;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan cara yang batil, kecuali dengan jalan bisnis yang berlaku dengan suka-sama suka di antara kamu,&#8221; (QS. 4: 29).</p>
<p><strong>Kesepuluh : Membayar upah sebelum kering keringat karyawan,</strong></p>
<p>Nabi Muhammad Saw bersabda, &#8220;Berikanlah upah kepada karyawan, sebelum kering keringatnya.&#8221; Hadis ini mengindikasikan bahwa pembayaran upah tidak boleh ditunda-tunda. Pembayaran upah harus sesuai dengan kerja yang dilakukan.</p>
<p>Ahmad Juwaini adalah Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa Republika <br/>[Koperasisyariah.com/dtk]</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>etika bisnis ekonomi syariah</li><li>hadits tentang etika bisnis</li><li>Bisnis Ekonomi Syariah pada nabi muhammad</li><li>apa yang dijual rasulullah</li><li>makalah etika bisnis menurut syariah</li><li>etika syariah</li><li>MAKALAH ETIKA EKONOMI SARIAH</li><li>apa yg dijual rasulullah</li><li>artikel etika bisnis syariah</li><li>etika bisnis dalam ekonomi syarah</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/etika-bisnis-muhammad-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Khutbah terakhir Muhammad Rasulullah saat Haji Wada</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/khutbah-terakhir-muhammad-rasulullah-saat-haji-wada/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/khutbah-terakhir-muhammad-rasulullah-saat-haji-wada/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 03:25:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi & Rasul]]></category>
		<category><![CDATA[hari wada]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad saw]]></category>
		<category><![CDATA[rasulullah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/khutbah-terakhir-muhammad-rasulullah-saat-haji-wada</guid>
		<description><![CDATA[Ketika Rasulullah mengerjakan ibadah haji yang terakhir, maka pada 9 Zulhijjah tahun 10 hijriyah di Lembah Uranah, Bukit Arafah, baginda menyampaikan khutbah terakhirnya di hadapan kaum Muslimin, berikut adalah isi dari khutbah terakhir Rasulullah itu ialah:
&#8220;Hai sekalian manusia, perhatikanlah baik-baik apa yang hendak kukatakan! Aku tidak tahu, kalau-kalau aku tidak akan bertemu lagi dengan kalian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Ketika Rasulullah mengerjakan ibadah haji yang terakhir, maka pada 9 Zulhijjah tahun 10 hijriyah di Lembah Uranah, Bukit Arafah, baginda menyampaikan khutbah terakhirnya di hadapan kaum Muslimin, berikut adalah isi dari khutbah terakhir Rasulullah itu ialah:</p>
<p>&#8220;Hai sekalian manusia, perhatikanlah baik-baik apa yang hendak kukatakan! Aku tidak tahu, kalau-kalau aku tidak akan bertemu lagi dengan kalian semua dalam keadaan seperti sekarang ini.&#8221;</p>
<p>&#8220;Hai kaum muslimin, ketahuilah bahwa darah (jiwa) dan Harta benda kalian adalah suci bagi kalian, sesuci hari dan bulan yang suci ini., hingga tiba saat kalian pergi menghadap Allah, dan kalian pasti akan menghadapNya. Pada saat itulah kalian dituntut pertanggungjawaban atas segala yang telah kalian perbuat! Ya Allah… itu telah kusampaikan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Barang siapa yang menanggung beban amanat hendaklah ia menunaikan amanat itu kepada yang berhak menerimanya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Semua macam riba terlarang, tetapi kalian masih berhak menerima kembali harta pokoknya (modalnya). Dengan demikian kalian tidak berlaku dzalim dan tidak pula diperlakukan dzalim! Allah telah menetapkan bahwa riba tidak boleh dilakukan lagi, dan riba Al-Abbas bin Abdul Mutthalib sudah tidak berlaku!&#8221;</p>
<p>&#8220;Semua tuntutan darah (pembalasan jiwa) semasa jahiliyah tidak berlaku lagi, dan tuntutan darah yang pertama kuhapuskan ialah tuntutan darah (jiwa) Ibnu Rabi&#8217;ah bin Al-Harits bin Abdul Mutthalib!&#8221;</p>
<p>&#8220;Hai kaum muslimin, Menukar bulan Hurum (bulan suci) dengan bulan lain adalah perbuatan menambah kekufuran, dan justru karena perbuatan itulah orang-orang kafir bertambah sesat. Mereka menghalalkan perbuatan yang diharamkan dalam bulan suci pada tahun yang satu dan mengharamkan perbuatan yang dihalalkan (dalam bulan-bulan biasa) pada tahun yang lain dengan maksud melengkapi jumlah bulan-bulan suci yang telah ditetapkan Allah&#8221;</p>
<p>&#8220;Hai kaum muslimin, zaman berputar semenjak Allah menciptakan langit dan bumi, bilangan bulan menurut hitungan Allah adalah dua belas bulan, empat bulan di antaranya. Adalah bulan-bulan suci, yaitu tiga bulan berturut-turut (Dzulqi&#8217;dah, Dzulhijjah, dan Muharram) dan bulan Rajab antara bulan Jumadilakhir dan Sya&#8217;ban.&#8221;</p>
<p>&#8220;Hai kaum muslimin, sebagaimana kalian mempunyai hak atas istri-istri kalian, merekapun mempunyai hak atas kalian. Hak kalian atas mereka adalah melarang mereka memasukkan lelaki lain yang tidak kalian sukai ke dalam rumah kalian, dan mereka wajib menjaga diri agar jangan sampai berbuat tidak senonoh. Apabila mereka berbuat demikian itu, Allah mengizinkan kalian berpisah tidur dengan mereka, dan kalian boleh memukul mereka satu kali dengan pukulan yang tidak menimbulkan cacad badan. Jika mereka telah menghentikan perbuatan seperti itu, kalian wajib memberi nafkah, sandang-pangan, kepada mereka secara baik-baik. Hendaklah kalian berlaku baik terhadap istri-istri kalian, sebab mereka itu adalah mitra yang membantu kalian dan karena mereka tidak memiliki sesuatu untuk diri mereka sendiri. Kalian telah mengambil mereka sebagai amanat Allah dan kehormatan mereka dihalalkan bagi kalian dengan nama Allah&#8221;</p>
<p>&#8220;Hai kaum muslimin, camkan baik-baik apa yang kukatakan. Hal itu telah aku sampaikan! Kutinggalkan bagi kalian sesuatu yang jika kalian berpegang teguh padanya. Kalian tidak akan sesat selama-lamanya, yaitu Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya! Soal itu jelas bagi kalian!&#8221;</p>
<p>&#8220;Hai kaum muslimin, dengarkan dan fahamilah kata-kataku. Kalian pasti mengerti bahwa setiap muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, dan segenap kaum muslimin adalah saudara. Namun tidak seorangpun dari kalian yang dihalalkan mengambil sesuatu milik saudaranya (sesama muslim) kecuali diberikan atas dasar kerelaan hatinya. Jangan sekali-kali kalian berlaku dzalim terhadap diri kalian sendiri!&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya Allah, bukankah (semuanya) itu telah kusampaikan?!!&#8221; dengan suara gemuruh membelah angkasa, kaum muslimin menyambut: &#8220;ya benar ya rasulullah!&#8221;. Beliau kemudia mohon disaksikan Allah:&#8221; Ya Allah, saksikanlah&#8221;.</p>
<p>(Sumber: Al Hamid Al Hisaini.1993.Riwayat Kehidupan Nabi Besar Muhammad S.A.W.yayasan Al Hamidiy.Jakarta)</p>
<p class="zoundry_raven_tags"><!-- Tag links generated by Zoundry Raven. Do not manually edit. http://www.zoundryraven.com --> <span class="ztags"><span class="ztagspace">Technorati</span> : <a class="ztag" rel="tag" href="http://www.technorati.com/tag/Muhammad+saw">Muhammad saw</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://www.technorati.com/tag/hari+wada">hari wada</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://www.technorati.com/tag/khutbah">khutbah</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://www.technorati.com/tag/muhammad">muhammad</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://www.technorati.com/tag/rasulullah">rasulullah</a></span><br />
<span class="ztags"><span class="ztagspace">Del.icio.us</span> : <a class="ztag" rel="tag" href="http://del.icio.us/tag/Muhammad%20saw">Muhammad saw</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://del.icio.us/tag/hari%20wada">hari wada</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://del.icio.us/tag/khutbah">khutbah</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://del.icio.us/tag/muhammad">muhammad</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://del.icio.us/tag/rasulullah">rasulullah</a></span><br />
<span class="ztags"><span class="ztagspace">Zooomr</span> : <a class="ztag" rel="tag" href="http://www.zooomr.com/search/photos/?q=Muhammad%20saw">Muhammad saw</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://www.zooomr.com/search/photos/?q=hari%20wada">hari wada</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://www.zooomr.com/search/photos/?q=khutbah">khutbah</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://www.zooomr.com/search/photos/?q=muhammad">muhammad</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://www.zooomr.com/search/photos/?q=rasulullah">rasulullah</a></span><br />
<span class="ztags"><span class="ztagspace">Flickr</span> : <a class="ztag" rel="tag" href="http://www.flickr.com/photos/tags/Muhammad%20saw">Muhammad saw</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://www.flickr.com/photos/tags/hari%20wada">hari wada</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://www.flickr.com/photos/tags/khutbah">khutbah</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://www.flickr.com/photos/tags/muhammad">muhammad</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://www.flickr.com/photos/tags/rasulullah">rasulullah</a></span></p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>khutbah haji wada</li><li>isi khutbah haji wada</li><li>khutbah wada</li><li>khutbah haji wada rasulullah</li><li>haji wada</li><li>khutbah haji</li><li>isi haji wada</li><li>khutbah tentang haji</li><li>khutbah terakhir rasulullah</li><li>Khotbah Haji Wada</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/khutbah-terakhir-muhammad-rasulullah-saat-haji-wada/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

