<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Koperasi Syariah &#187; Nabi &amp; Rasul</title>
	<atom:link href="http://www.koperasisyariah.com/category/khazanah-islam/nabi_dan_rasul/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.koperasisyariah.com</link>
	<description>Pererat Tali Silaturahim agar RahmatNya Senantiasa Terlimpah Atas Ummatnya.</description>
	<lastBuildDate>Sat, 24 Jul 2010 03:12:24 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Muhammad sebagai Syariah Marketer</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/muhammad-sebagai-syariah-marketer/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/muhammad-sebagai-syariah-marketer/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 May 2010 06:39:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nabi & Rasul]]></category>
		<category><![CDATA[amanah]]></category>
		<category><![CDATA[beli]]></category>
		<category><![CDATA[berdagang]]></category>
		<category><![CDATA[integritas]]></category>
		<category><![CDATA[jual]]></category>
		<category><![CDATA[Jual Beli]]></category>
		<category><![CDATA[kejujuran]]></category>
		<category><![CDATA[nabi]]></category>
		<category><![CDATA[nabi muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[perniagaan]]></category>
		<category><![CDATA[rezeki]]></category>
		<category><![CDATA[siti khadijah]]></category>
		<category><![CDATA[syariah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/muhammad-sebagai-syariah-marketer/</guid>
		<description><![CDATA[Muhammad diutus oleh Allah Swt. bukan sebagai seorang pedagang. Beliau adalah seorang nabi dengan segala kebesaran dan kemuliaannya. Beliau mengatakan dalam hadisnya, &#8220;Aku diberi wahyu bukan untuk menumpuk kekayaan atau menjadi seorang pedagang.&#8221;
Rahasia keberhasilan dalam perdagangan adalah sikap jujur dan adil dalam mengadakan hubungan dagang dengan para pelanggan. Dengan berpegang teguh pada prinsip ini, Muhammad [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><a href="http://www.koperasisyariah.com/muhammad-sebagai-syariah-marketer/" title="muhammad">Muhammad</a> diutus oleh Allah Swt. bukan sebagai seorang pedagang. Beliau adalah seorang nabi dengan segala kebesaran dan kemuliaannya. Beliau mengatakan dalam hadisnya, <em>&#8220;Aku diberi wahyu bukan untuk menumpuk kekayaan atau menjadi seorang pedagang.&#8221;</em></p>
<p>Rahasia keberhasilan dalam perdagangan adalah sikap jujur dan adil dalam mengadakan hubungan dagang dengan para pelanggan. Dengan berpegang teguh pada prinsip ini, Muhammad telah memberi teladan cara terbaik untuk menjadi pedagang yang berhasil. Sebelum menikah dengan Siti Khadijah, Muhammad telah berdagang-sebagai &#8220;Direktur &#8216;Pemasaran&#8217; Khadijah &amp; Co&#8221; ke Syria, Yerusalem, Yaman, dan tempat-tempat lainnya. Dalam perdagangan- perdagangan ini, Nabi Muhammad mendapatkan keuntungan yang melebihi dugaan. Banyak orang yang telah dipekerjakan oleh Khadijah, tetapi tak seorang pun yang bekerja lebih memuaskan dibanding Muhammad.</p>
<p>Siti Khadijah merasa senang dengan kejujuran, integritas, dan kemampuan berdagang Muhammad sehingga sifat- sifat ini kemudian menimbulkan rasa cinta dan kasih sayang dalam dirinya. Di sini, Muhammad telah menunjukkan cara berbisnis yang tetap berpegang teguh pada kebenaran, kejujuran, dan sikap amanah serta sekaligus tetap memperoleh keuntungan yang optimal.</p>
<p>Nabi Muhammad sangat menganjurkan umatnya untuk <a href="http://www.koperasisyariah.com/panduan-untuk-memulai-bisnis-berbasis-syariah/" title="bisnis">berbisnis</a> (berdagang), karena berbisnis dapat menimbulkan kemandirian dan kesejahteraan bagi keluarga, tanpa tergantung atau menjadi beban orang lain.</p>
<p>Beliau pernah berkata,<em>&#8220;Berdaganglah kamu, sebab dari sepuluh bagian penghidupan, sembilan di antaranya dihasilkan dari berdagang.&#8221;</em></p>
<p>AI-Quran mengatakan,<em>&#8220;Dan kami menjadikan siang untuk mencari penghidupan&#8221;</em> (QS AI-Naba&#8217; 78 : 11).</p>
<p>Ini merupakan petunjuk untuk berdagang dan beberapa kegiatan lain agar seseorang dapat memenuhi kebutuhan pokok sehari-harinya. AI-Quran juga memberi motivasi untuk berbisnis pada ayat berikut:</p>
<p>﻿<span lang="EN-US"><em>&#8220;Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (<a href="http://www.koperasisyariah.com/jual-beli-dengan-allah-azza-wa-jalla/" title="jual beli">rezeki hasil perniagaan</a>) dari Tuhanmu.&#8221;</em> ( QS AI- Baqarah [2]: 198)</span></p>
<p><em>&#8220;Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah</em> <em>sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung.&#8221;</em> (QS AI- Jumu&#8217;ah 62: 10)</p>
<p><em>&#8220;<a href="http://www.koperasisyariah.com/syarat-jual-beli/" title="jual beli">Allah menghalalkan jual beli</a> dan <a href="http://www.koperasisyariah.com/hukum-riba-menurut-alquran/" title="riba">mengharamkan riba</a>.&#8221;</em> (QS AI- Baqarah 2 : 275)</p>
<p>Nabi Muhammad bersabda, <em>&#8220;<a href="http://www.koperasisyariah.com/makanlah-yang-halal-dan-baik/" title="makan yang halal">Mencari penghasilan halal</a> merupakan suatu tugas wajib&#8221;</em> Abu Bakar, khalifah pertama dari Khulafa&#8217; AI- Rasyidin, memiliki usaha dagang bahan pakaian. &#8216;Umar ibn Khaththab, pemimpin kaum beriman, sang penakluk kekaisaran Persia dan Byzantium, pernah menjadi pedagang jagung. &#8216;Utsman ibn Affan dikenal sebagai konglomerat tekstil (pakaian). Demikian juga dengan Imam Abu Hanifah dikenal sebagai pedagang pakaian.</p>
<p>Ketika Nabi Muhammad Saw. hijrah ke Madinah, masyarakat Madinah mendapat nasihat dari beliau agar berdagang untuk memenuhi penghidupan mereka, dan dengan demikian mereka pun menjadi sejahtera. Banyak contoh lain yang membuktikan bahwa para sahabat Nabi Muhammad berprofesi sebagai pedagang dan pemasar dalam suatu komunitas bisnis. Nabi Muhammad, dalam upaya meningkatkan kesejahteraan sahabatnya, sangat menekankan pentingnya perdagangan.</p>
<p>Di kutip dari buku: Syariah Marketing</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/muhammad-sebagai-syariah-marketer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Etika Bisnis Muhammad saw</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/etika-bisnis-muhammad-saw/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/etika-bisnis-muhammad-saw/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 06:24:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nabi & Rasul]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[etika bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[etika bisnis muhammad saw]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=447</guid>
		<description><![CDATA[Agar kegiatan bisnis yang kita lakukan dapat berjalan harmonis dan menghasilkan kebaikan dalam kehidupan, maka kita harus menjadikan bisnis yang kita lakukan terwarnai dengan nilai-nilai etika.
Salah satu sumber rujukan etika dalam bisnis adalah etika yang bersumber dari tokoh teladan agung manusia di dunia, yaitu Muhammad SAW. Beliau telah memiliki banyak panduan etika untuk praktek bisnis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Agar <a href="http://www.koperasisyariah.com/etika-bisnis-muhammad-saw/" title="kegiatan bisnis">kegiatan bisnis</a> yang kita lakukan dapat berjalan harmonis dan menghasilkan kebaikan dalam kehidupan, maka kita harus menjadikan bisnis yang kita lakukan terwarnai dengan nilai-nilai etika.</p>
<p>Salah satu sumber rujukan etika dalam bisnis adalah etika yang bersumber dari tokoh teladan agung manusia di dunia, yaitu Muhammad SAW. Beliau telah memiliki banyak panduan etika untuk <a href="http://www.koperasisyariah.com/berinvestasi-syariah-yang-layak/" title="investasi">praktek bisnis</a> kita, yaitu :</p>
<p><strong>Pertama : Kejujuran,</strong></p>
<p>Kejujuran merupakan syarat fundamental dalam kegiatan bisnis. Rasulullah sangat intens menganjurkan <a href="http://www.koperasisyariah.com/etika-bisnis-muhammad-saw/" title="etika bisnis">kejujuran dalam aktivitas bisnis</a>. Dalam tataran ini, beliau bersabda: &#8220;Tidak dibenarkan seorang muslim menjual satu jualan yang mempunyai aib, kecuali ia menjelaskan aibnya,&#8221; (H.R. Al-Quzwani). &#8220;Siapa yang menipu kami, maka dia bukan kelompok kami,&#8221; (H.R. Muslim).</p>
<p>Rasulullah sendiri selalu bersikap jujur dalam berbisnis. Beliau melarang para pedagang meletakkan barang busuk di sebelah bawah dan barang baru di bagian atas.</p>
<p><strong>Kedua : Menolong atau memberi manfaat kepada orang lain,</strong></p>
<p>Kesadaran tentang signifikansi sosial kegiatan bisnis. Pelaku bisnis menurut Islam, tidak hanya sekedar mengejar keuntungan sebanyak-banyaknya, sebagaimana yang diajarkan bapak ekonomi kapitalis, Adam Smith, tetapi juga berorientasi kepada sikap Ta&#8217;awun (menolong orang lain) sebagai implikasi sosial kegiatan bisnis. Tegasnya, berbisnis, bukan mencari untung material semata, tetapi didasari kesadaran memberi kemudahan bagi orang lain dengan menjual barang.</p>
<p><strong>Ketiga : Tidak boleh menipu, takaran, ukuran dan timbangan yang benar,</strong></p>
<p>Dalam perdagangan, timbangan yang benar dan tepat harus benar-benar diutamakan. Firman Allah: &#8220;Celakalah bagi orang yang curang, yaitu orang yang apabila menerima takaran dari orang lain, mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi&#8221;. (QS 83: 112).</p>
<p><strong>Keempat : Tidak boleh menjelekkan bisnis orang lain, agar orang membeli kepadanya,</strong></p>
<p>Nabi Muhammad SAW bersabda, &#8220;Janganlah seseorang di antara kalian menjual dengan maksud untuk menjelekkan apa yang dijual oleh orang lain,&#8221; (H.R. Muttafaq &#8216;alaih).</p>
<p><strong>Kelima : Tidak menimbun barang,</strong></p>
<p>Ihtikar ialah menimbun barang (menumpuk dan menyimpan barang dalam masa tertentu, dengan tujuan agar harganya suatu saat menja di naik dan keuntungan besar pun diperoleh). Rasulullah melarang keras perilaku bisnis semacam itu.</p>
<p><strong>Keenam : <a href="http://www.koperasisyariah.com/larangan-praktek-monopoli-dan-persaingan-usaha-tidak-sehat/" title="monopoli">Tidak melakukan monopoli</a>,</strong></p>
<p>Salah satu keburukan sistem ekonomi kapitalis ialah melegitimasi monopoli dan oligopoli. Contoh yang sederhana adalah eksploitasi (penguasaan) individu tertentu atas hak milik sosial, seperti air, udara dan tanah dan kandungan isinya seperti barang tambang dan mineral.</p>
<p>Individu tersebut mengeruk keuntungan secara pribadi, tanpa memberi kesempatan kepada orang lain. Ini dilarang dalam Islam.</p>
<p><strong>Ketujuh : Komoditi yang dijual harus Halal,</strong></p>
<p>komoditi bisnis yang dijual adalah barang yang suci dan halal, bukan barang yang haram, seperti babi, anjing, minuman keras, ekstasi, dsb. Nabi Muhammad SAW bersabda, &#8220;Sesungguhnya Allah mengharamkan bisnis miras, bangkai, babi dan patung-patung,&#8221; (H.R. Jabir).</p>
<p><strong>Kedelapan : Tidak <a href="http://www.koperasisyariah.com/definisi-riba/" title="Definisi Riba">Riba</a>,</strong></p>
<p>Bisnis yang dilaksanakan bersih dari <a href="http://www.koperasisyariah.com/jenis-jenis-riba/" title="Jenis-Jenis Riba">Unsur Riba</a>. Firman Allah, &#8220;Hai orang-orang yang beriman, tinggalkanlah sisa-sisa riba jika kamu beriman,&#8221; (QS. al-Baqarah:: 278). Pelaku dan pemakan riba dinilai Allah sebagai orang yang kesetanan (QS. 2: 275). Oleh karena itu Allah dan Rasulnya mengumumkan perang terhadap <a href="http://www.koperasisyariah.com/riba-dalam-islam/" title="Riba dalam Islam">Riba</a>.</p>
<p><strong>Kesembilan : Bisnis dilakukan dengan suka rela, tanpa paksaan,</strong></p>
<p>Firman Allah, &#8220;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan cara yang batil, kecuali dengan jalan bisnis yang berlaku dengan suka-sama suka di antara kamu,&#8221; (QS. 4: 29).</p>
<p><strong>Kesepuluh : Membayar upah sebelum kering keringat karyawan,</strong></p>
<p>Nabi Muhammad Saw bersabda, &#8220;Berikanlah upah kepada karyawan, sebelum kering keringatnya.&#8221; Hadis ini mengindikasikan bahwa pembayaran upah tidak boleh ditunda-tunda. Pembayaran upah harus sesuai dengan kerja yang dilakukan.</p>
<p>Ahmad Juwaini adalah Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa Republika <br/>[Koperasisyariah.com/dtk]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/etika-bisnis-muhammad-saw/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Khutbah terakhir Muhammad Rasulullah saat Haji Wada</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/khutbah-terakhir-muhammad-rasulullah-saat-haji-wada/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/khutbah-terakhir-muhammad-rasulullah-saat-haji-wada/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 03:25:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi & Rasul]]></category>
		<category><![CDATA[hari wada]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad saw]]></category>
		<category><![CDATA[rasulullah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/khutbah-terakhir-muhammad-rasulullah-saat-haji-wada</guid>
		<description><![CDATA[Ketika Rasulullah mengerjakan ibadah haji yang terakhir, maka pada 9 Zulhijjah tahun 10 hijriyah di Lembah Uranah, Bukit Arafah, baginda menyampaikan khutbah terakhirnya di hadapan kaum Muslimin, berikut adalah isi dari khutbah terakhir Rasulullah itu ialah:
&#8220;Hai sekalian manusia, perhatikanlah baik-baik apa yang hendak kukatakan! Aku tidak tahu, kalau-kalau aku tidak akan bertemu lagi dengan kalian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Ketika Rasulullah mengerjakan ibadah haji yang terakhir, maka pada 9 Zulhijjah tahun 10 hijriyah di Lembah Uranah, Bukit Arafah, baginda menyampaikan khutbah terakhirnya di hadapan kaum Muslimin, berikut adalah isi dari khutbah terakhir Rasulullah itu ialah:</p>
<p>&#8220;Hai sekalian manusia, perhatikanlah baik-baik apa yang hendak kukatakan! Aku tidak tahu, kalau-kalau aku tidak akan bertemu lagi dengan kalian semua dalam keadaan seperti sekarang ini.&#8221;</p>
<p>&#8220;Hai kaum muslimin, ketahuilah bahwa darah (jiwa) dan Harta benda kalian adalah suci bagi kalian, sesuci hari dan bulan yang suci ini., hingga tiba saat kalian pergi menghadap Allah, dan kalian pasti akan menghadapNya. Pada saat itulah kalian dituntut pertanggungjawaban atas segala yang telah kalian perbuat! Ya Allah… itu telah kusampaikan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Barang siapa yang menanggung beban amanat hendaklah ia menunaikan amanat itu kepada yang berhak menerimanya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Semua macam riba terlarang, tetapi kalian masih berhak menerima kembali harta pokoknya (modalnya). Dengan demikian kalian tidak berlaku dzalim dan tidak pula diperlakukan dzalim! Allah telah menetapkan bahwa riba tidak boleh dilakukan lagi, dan riba Al-Abbas bin Abdul Mutthalib sudah tidak berlaku!&#8221;</p>
<p>&#8220;Semua tuntutan darah (pembalasan jiwa) semasa jahiliyah tidak berlaku lagi, dan tuntutan darah yang pertama kuhapuskan ialah tuntutan darah (jiwa) Ibnu Rabi&#8217;ah bin Al-Harits bin Abdul Mutthalib!&#8221;</p>
<p>&#8220;Hai kaum muslimin, Menukar bulan Hurum (bulan suci) dengan bulan lain adalah perbuatan menambah kekufuran, dan justru karena perbuatan itulah orang-orang kafir bertambah sesat. Mereka menghalalkan perbuatan yang diharamkan dalam bulan suci pada tahun yang satu dan mengharamkan perbuatan yang dihalalkan (dalam bulan-bulan biasa) pada tahun yang lain dengan maksud melengkapi jumlah bulan-bulan suci yang telah ditetapkan Allah&#8221;</p>
<p>&#8220;Hai kaum muslimin, zaman berputar semenjak Allah menciptakan langit dan bumi, bilangan bulan menurut hitungan Allah adalah dua belas bulan, empat bulan di antaranya. Adalah bulan-bulan suci, yaitu tiga bulan berturut-turut (Dzulqi&#8217;dah, Dzulhijjah, dan Muharram) dan bulan Rajab antara bulan Jumadilakhir dan Sya&#8217;ban.&#8221;</p>
<p>&#8220;Hai kaum muslimin, sebagaimana kalian mempunyai hak atas istri-istri kalian, merekapun mempunyai hak atas kalian. Hak kalian atas mereka adalah melarang mereka memasukkan lelaki lain yang tidak kalian sukai ke dalam rumah kalian, dan mereka wajib menjaga diri agar jangan sampai berbuat tidak senonoh. Apabila mereka berbuat demikian itu, Allah mengizinkan kalian berpisah tidur dengan mereka, dan kalian boleh memukul mereka satu kali dengan pukulan yang tidak menimbulkan cacad badan. Jika mereka telah menghentikan perbuatan seperti itu, kalian wajib memberi nafkah, sandang-pangan, kepada mereka secara baik-baik. Hendaklah kalian berlaku baik terhadap istri-istri kalian, sebab mereka itu adalah mitra yang membantu kalian dan karena mereka tidak memiliki sesuatu untuk diri mereka sendiri. Kalian telah mengambil mereka sebagai amanat Allah dan kehormatan mereka dihalalkan bagi kalian dengan nama Allah&#8221;</p>
<p>&#8220;Hai kaum muslimin, camkan baik-baik apa yang kukatakan. Hal itu telah aku sampaikan! Kutinggalkan bagi kalian sesuatu yang jika kalian berpegang teguh padanya. Kalian tidak akan sesat selama-lamanya, yaitu Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya! Soal itu jelas bagi kalian!&#8221;</p>
<p>&#8220;Hai kaum muslimin, dengarkan dan fahamilah kata-kataku. Kalian pasti mengerti bahwa setiap muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, dan segenap kaum muslimin adalah saudara. Namun tidak seorangpun dari kalian yang dihalalkan mengambil sesuatu milik saudaranya (sesama muslim) kecuali diberikan atas dasar kerelaan hatinya. Jangan sekali-kali kalian berlaku dzalim terhadap diri kalian sendiri!&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya Allah, bukankah (semuanya) itu telah kusampaikan?!!&#8221; dengan suara gemuruh membelah angkasa, kaum muslimin menyambut: &#8220;ya benar ya rasulullah!&#8221;. Beliau kemudia mohon disaksikan Allah:&#8221; Ya Allah, saksikanlah&#8221;.</p>
<p>(Sumber: Al Hamid Al Hisaini.1993.Riwayat Kehidupan Nabi Besar Muhammad S.A.W.yayasan Al Hamidiy.Jakarta)</p>
<p class="zoundry_raven_tags"><!-- Tag links generated by Zoundry Raven. Do not manually edit. http://www.zoundryraven.com --> <span class="ztags"><span class="ztagspace">Technorati</span> : <a class="ztag" rel="tag" href="http://www.technorati.com/tag/Muhammad+saw">Muhammad saw</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://www.technorati.com/tag/hari+wada">hari wada</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://www.technorati.com/tag/khutbah">khutbah</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://www.technorati.com/tag/muhammad">muhammad</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://www.technorati.com/tag/rasulullah">rasulullah</a></span><br />
<span class="ztags"><span class="ztagspace">Del.icio.us</span> : <a class="ztag" rel="tag" href="http://del.icio.us/tag/Muhammad%20saw">Muhammad saw</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://del.icio.us/tag/hari%20wada">hari wada</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://del.icio.us/tag/khutbah">khutbah</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://del.icio.us/tag/muhammad">muhammad</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://del.icio.us/tag/rasulullah">rasulullah</a></span><br />
<span class="ztags"><span class="ztagspace">Zooomr</span> : <a class="ztag" rel="tag" href="http://www.zooomr.com/search/photos/?q=Muhammad%20saw">Muhammad saw</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://www.zooomr.com/search/photos/?q=hari%20wada">hari wada</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://www.zooomr.com/search/photos/?q=khutbah">khutbah</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://www.zooomr.com/search/photos/?q=muhammad">muhammad</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://www.zooomr.com/search/photos/?q=rasulullah">rasulullah</a></span><br />
<span class="ztags"><span class="ztagspace">Flickr</span> : <a class="ztag" rel="tag" href="http://www.flickr.com/photos/tags/Muhammad%20saw">Muhammad saw</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://www.flickr.com/photos/tags/hari%20wada">hari wada</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://www.flickr.com/photos/tags/khutbah">khutbah</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://www.flickr.com/photos/tags/muhammad">muhammad</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://www.flickr.com/photos/tags/rasulullah">rasulullah</a></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/khutbah-terakhir-muhammad-rasulullah-saat-haji-wada/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
