<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Koperasi Syariah &#187; Kisah</title>
	<atom:link href="http://www.koperasisyariah.com/category/khazanah-islam/kisah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.koperasisyariah.com</link>
	<description>Pererat Tali Silaturahim agar RahmatNya Senantiasa Terlimpah Atas Ummatnya.</description>
	<lastBuildDate>Sun, 11 Dec 2011 01:54:13 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Ashabul Kahfi</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/ashabul-kahfi/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/ashabul-kahfi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 May 2011 07:39:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi & Rasul]]></category>
		<category><![CDATA[ashabul kahfi]]></category>
		<category><![CDATA[dzulqarnain]]></category>
		<category><![CDATA[jibril]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[rasul]]></category>
		<category><![CDATA[roh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=859</guid>
		<description><![CDATA[
Situasi Saat Turunnya Surah al-Kahfi
Menurut pendapat para ulama tafsir, surat al-Kahfi merupakan surah Makkiyyah jika ditinjau dari sebab-sebab turunnya Al-Quran.
Surah ini turun saat memanasnya perang pendapat antara Rasulullah saw, dan kaum musyrikin Quraisy, pada saat berkembangnya pertentangan antara iman dan materialisme. Demikianlah keadaan pada saat turunnya surah tersebut secara umum.
Namun demikian, turunnya ayat ini mempunyai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="alignleft size-medium wp-image-860" style="border: 5px solid white;" title="ashabul kahfi" src="http://www.koperasisyariah.com/wp-content/uploads/2011/05/ashabul-kahfi-101-300x209.jpg" alt="ashabul kahfi" width="300" height="209" /></p>
<p>Situasi Saat Turunnya Surah <a title="ashabul kahfi" href="http://www.koperasisyariah.com/ashabul-kahfi/">al-Kahfi</a></p>
<p>Menurut pendapat para ulama tafsir, surat al-Kahfi merupakan surah Makkiyyah jika ditinjau dari sebab-sebab turunnya Al-Quran.</p>
<p>Surah ini turun saat memanasnya perang pendapat antara Rasulullah saw, dan kaum musyrikin Quraisy, pada saat berkembangnya pertentangan antara iman dan materialisme. Demikianlah keadaan pada saat turunnya surah tersebut secara umum.</p>
<p>Namun demikian, turunnya ayat ini mempunyai sebab khusus; para ulama tafsir menyebutkannya dalam buku cerita dan sirah mereka, yaitu sebagai berikut.</p>
<p>Telah dinukilkan oleh Ibnu Ishaq, Ibnu Jarir, Ibnu Munzir, Abu Na&#8217;im, dan al-Baihaqi dari Ibnu Abbas r.a yang mengatakan bahwa orang Quraisy telah mengutus an-Nadhr ibnul-Harits dan Uqbah bin Abi Mu&#8217;aith kepada rabbi Yahudi di Madinah. Kaum Quraisy mengatakan kepada utusan itu,</p>
<p>&#8220;Tanyakanlah pada mereka tentang Muhammad, jelaskan sifat-sifatnya, kabarkan mereka tentang ucapannya, sesungguhnya mereka adalah ahli kitab yang pertama dan mereka mempunyai ilmu yang tidak kita miliki.&#8221;</p>
<p>Kedua utusan itu pergi ke Madinah, kemudian bertanya kepada para rabbi Yahudi tentang Rasulullah saw, lalu menggambarkan perintahnya dan sebagian ucapannya.</p>
<p>Para rabbi itu berkata kepada utusan itu, &#8220;Tanyakanlah pada<a title="Etika Bisnis Muhammad saw" href="http://www.koperasisyariah.com/etika-bisnis-muhammad-saw/"> Muhammad</a> tentang tiga hal. Kalau dia dapat menjawab pertanyaan itu maka dia benar-benar nabi yang diutus itu. Jika tidak, dia bohong.</p>
<p>Pertama, tentang para pemuda yang pergi di zaman dahulu, bagaimana keadaan mereka, mereka mengalami kejadian yang hebat.</p>
<p>Kedua, tentang seorang lelaki yang melakukan perjalanan mengelilingi bumi, bagaimana ceritanya.</p>
<p>Ketiga, tanyakan tentang roh, apakah roh itu.&#8221;</p>
<p>An-Nadhr dan Uqbah kemudian kembali dan menemui orang Quraisy, mereka berkata, &#8220;Wahai penduduk Quraisy, kami datang membawa hal-hal yang membedakan antara kamu dan Muhammad. Para rabbi Yahudi itu telah memerintah kami agar bertanya pada Muhammad tentang tiga hal.&#8221; Keduanya lalu menceritakan hal-hal itu.</p>
<p>Rasulullah saw berkata, &#8220;Akan kukatakan apa yang kamu tanyakan besok.&#8221; Kemudian, ia pergi tanpa mengucapkan insya Allah. Rasulullah saw berdiam diri selama lima belas malam, tetapi Allah SWT tidak mengirimkan wahyu, Jibril pun tidak mendatanginya.</p>
<p>Penduduk Mekah kemudian menyebarkan gosip, sementara Rasulullah bersedih karena tidak turunnya wahyu dan merasa gelisah atas apa yang diperbincangkan oleh penduduk Mekah.</p>
<p>Akhirnya, Jibril datang dengan membawa surah al-Kahfi, yang mengobati kesedihan Rasulullah dan menjawab pertanyaan mereka tentang pemuda dan lelaki yang melakukan perjalanan, dan firman Allah, &#8220;Dan apabila mereka bertanya tentang roh.&#8221;</p>
<p><img class="alignright size-full wp-image-861" style="border: 5px solid white;" title="ashabul-kahfi" src="http://www.koperasisyariah.com/wp-content/uploads/2011/05/ashabul-kahfi.jpg" alt="ashabul-kahfi" width="230" height="293" />Orang-orang musyrikin dan Yahudi bersepakat untuk menguji Rasulullah saw, sehingga mereka mengajukan tiga pertanyaan yang harus dijawab. Surah al-Kahfi hanya menjawab dua pertanyaan mereka, yaitu tentang Ash-habul Kahfi dan Dzulqarnain.</p>
<p>Adapun pertanyaan ketiga, yaitu tentang roh, surah al-Isra telah menjelaskan bahwa hal itu adalah urusan Allah, tidak seorang pun yang mengetahui hakikat dan bentuknya, karenanya tak ada jawaban atas hal itu,<em> &#8220;Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah, &#8216;Roh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan, melainkan sedikit.&#8217;&#8221; </em>(al-Isra:85)</p>
<p>Jadi, surah al-Kahfi merupakan surah ujian yang diturunkan kepada Rasulullah saw; Allah menolong Rasul-Nya, Dia menurunkan Jibril a.s untuk menolongnya dengan memberi jawaban, dan Rasul menyampaikan hal itu kepada mereka, membaca kepada mereka tentang ayat tersebut. Rasulullah akhirnya berhasil atas pertolongan dan rahmat Allah SWT.</p>
<p>Tentang ujian yang ada dalam surah itu, ayat-ayat itu juga menegaskan bahwa jawabannya datang dari Allah; Dialah yang membacakannya kepada Muhammad agar ia menyampaikannya kepada manusia.</p>
<p>Mengenai Ash-habul Kahfi, Allah berfirman, &#8220;Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya.&#8221;</p>
<p>Mengenai Dzulqarnain, Allah berfirman, &#8220;Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulqarnain. Katakanlah, &#8216;Aku akan bacakan kepadamu cerita tentangnya.&#8217;&#8221;</p>
<p>Mengenai roh, Allah berfirman, &#8220;Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah,&#8217;Roh itu termasuk urusan Tuhanku.&#8217;&#8221;</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>ashabul kahfi</li><li>surah al kahfi</li><li>sebab turunnya surat al kahfi</li><li>sebab-sebab turunnya surat al kahfi</li><li>mereka bertanya tentang roh</li><li>tafsir ashabul kahfi</li><li>sebab turun surah al kahfi</li><li>surah al-kahfi</li><li>surat ashabul kahfi</li><li>sebab-sebab turunnya surat al-kahfi</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/ashabul-kahfi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Abrahah dan Pasukan Gajah</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/pasukan-gajah/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/pasukan-gajah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Apr 2011 16:38:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Perang]]></category>
		<category><![CDATA[abrahah]]></category>
		<category><![CDATA[gajah]]></category>
		<category><![CDATA[mekkah]]></category>
		<category><![CDATA[pasukan gajah]]></category>
		<category><![CDATA[quraisy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=845</guid>
		<description><![CDATA[سُوۡرَةُ الفِیل
 بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

أَلَمۡ تَرَ كَيۡفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصۡحَـٰبِ ٱلۡفِيلِ (﻿١﻿) أَلَمۡ يَجۡعَلۡ كَيۡدَهُمۡ فِى تَضۡلِيلٍ۬ (﻿٢﻿) وَأَرۡسَلَ عَلَيۡہِمۡ طَيۡرًا أَبَابِيلَ (﻿٣﻿) تَرۡمِيهِم بِحِجَارَةٍ۬ مِّن سِجِّيلٍ۬ (﻿٤﻿) فَجَعَلَهُمۡ كَعَصۡفٍ۬ مَّأۡڪُولِۭ (﻿٥﻿)
Pada abad keenam sekitar tahun 571 Masehi, saat itu Yaman dikuasai oleh seorang raja Kristen bernama Negus yang berhasil mengusir bangsa Yahudi dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><h2 style="text-align: right;"><span style="color: #808000;">سُوۡرَةُ الفِیل</span><br />
<span style="color: #800000;"> بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ<br />
</span><br />
أَلَمۡ تَرَ كَيۡفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصۡحَـٰبِ ٱلۡفِيلِ (﻿١﻿) أَلَمۡ يَجۡعَلۡ كَيۡدَهُمۡ فِى تَضۡلِيلٍ۬ (﻿٢﻿) وَأَرۡسَلَ عَلَيۡہِمۡ طَيۡرًا أَبَابِيلَ (﻿٣﻿) تَرۡمِيهِم بِحِجَارَةٍ۬ مِّن سِجِّيلٍ۬ (﻿٤﻿) فَجَعَلَهُمۡ كَعَصۡفٍ۬ مَّأۡڪُولِۭ (﻿٥﻿)</h2>
<p>Pada abad keenam sekitar tahun 571 Masehi, saat itu Yaman dikuasai oleh seorang raja Kristen bernama Negus yang berhasil mengusir bangsa Yahudi dari negerinya. Seorang menterinya yang bernama Abrahah bin Al-Shobaah menemukan bahwa setiap tahunnya orang-orang dari berbagai belahan bumi bergegas dan berduyun-duyun pergi ke Kabah di Mekah untuk menunaikan haji.</p>
<p>Diperintahkannya arsitek dan ahli bangunan terbaik untuk membangun Al-Qalies, sebuah geraja yang sangat besar dan indah di Kota  San&#8217;a. Gereja ini dipersembahkan kepada Raja Najasyi serta merupakan  bukti kuat keinginan <a title="pasukan gajah" href="../pasukan-gajah/">Abrahah</a> agar orang-orang melupakan Ka&#8217;bah.</p>
<p>Untuk mencapai kein<img class="alignleft size-full wp-image-850" style="border: 5px solid white;" title="Pasukan Gajah" src="http://www.koperasisyariah.com/wp-content/uploads/2011/04/5_gajah1.jpg" alt="Pasukan Gajah" width="212" height="300" />ginannya itu, Abrahah telah bersumpah untuk menghancurkan Ka&#8217;bah. Berangkatlah Abrahah ke Makkah beserta tentaranya dengan menunggangi gajah. Abrahah memimpin pasukan dengan menunggangi seekor gajah yang santa besar dan gagah. Gajah tersebut adalah hadiah dari Raja Najasyi karena Abrahah sudah membuatkan sebuah gereja yang indah.</p>
<p>Berita tentang rencana Abrahah dan pasukannya sedang menuju Makkah, tentu saja membuat orang-orang Makkah ketakutan. Sebelum pasukan itu tiba di Makkah, Abrahah sudah mengutus Aswad bin Mafsud beserta pasukan berkudanya untuk mendahuluinya dan merampas harta milik Kaum Quraisy.</p>
<p>Jumlah mereka begitu banyak dan kuat sehingga tidak ada seorangpun yang berani melawannya. Kaum Quraisy dengan pasrah menyerahkan harta kekayaan ataupun ternak yang dimilikinya. Abdul Muthalib bin Hasyim yang merupakan salah seorang pemuka Kaum Quraisy pun harus kehilangan dua ratus unta miliknya.</p>
<p>&#8220;Wahai Kaum Quraisy, kami datang bukan untuk menimbulkan peperangan dengan kalian. Kami datang ke Makkah hanya untuk menghancurkan Ka&#8217;bah. Kalau kalian tidak menghalangi kami, kami juga tidak akan memerangi kalian!&#8221; teriak Hanathah Humairi, kepada penduduk Kota Makkah. Dia adalah salah seorang anak buah Abrahah.</p>
<p>Abdul Muthalib pun menyeruak dari kerumunan penduduk dan menjawab, &#8220;Demi Allah, kami tidak akan menghalangi kalian karena kami tidak mempunyai kekuatan apa pun untuk mempertahankan Baitullah.&#8221;</p>
<p>Demikianlah, Kaum Quraisy hanya bisa pasrah dan diam ketakutan. Mereka merasa tidak mungkin melawan tentara yang terlihat begitu kuat. Namun, tidak demikian dengan Abdul Muthalib. Dia masih merasa kesal karena kehilangan unta-untanya. Kalau mereka ingin menghancurkan Ka&#8217;bah, mengapa harus merampas harta penduduk Makkah? Akhirnya, Abdul Muthalib pun pergi menyusul Abrahah yang masih di tengah perjalanan.</p>
<p>Di hadapan Abrahah, dia meminta kembali dua ratus ekor unta yang sudah  dirampas darinya. Keinginan Abdul Muthalib itu malah membuat Abrahah murka.</p>
<p>&#8220;Wahai Abdul Muthalib, ternyata kamu tidak sehebat perkiraanku. Kamu lebih memikirkan unta milikmu daripada memikirkan ka&#8217;bah. Mengapa kamu tidak mencoba menahanku untuk menghancurkan Ka&#8217;bah? Bukankah Ka&#8217;bah adalah kiblatmu dan kiblat leluhurmu?&#8221; Tanya Abrahah marah. Dia tersinggung karena Abdul Muthalib hanya meminta untanya, bukan Ka&#8217;bah yang akan segera dihancurkan.</p>
<p>Abdul Muthalib hanya menjawab, &#8220;Wahai Abrahah, aku hanyalah pemilik unta-unta itu. Sedangkan Ka&#8217;bah, mempunyai Pemilik yang akan menjaganya.&#8221;</p>
<p>Abrahah menatap Abdul Muthalib dengan geram. Tangannya terkepal karena Abdul Muthalib seolah sudah menantangnya. &#8220;Tidak ada seorangpun yang bisa menahanku untuk menghancurkannya!&#8221; katanya dengan congkak. Abrahah berpikir, dengan pasukan gajah yang membawanya, dalam sekejap saja, Ka&#8217;bah dapat dia runtuhkan.</p>
<p>Abrahah pun mengerahkan pasukannya untuk kembali memasuki Kota Makkah. Kota Makkah saat itu sudah sepi karena seluruh penduduknya telah mengungsi jauh. Mereka menghindari serangan pasukan Abrahah. Suara berderap dan debu yang beterbangan menandai kedatangan pasukan gajah Abrahah memasuki Makkah. Mereka begitu bernafsu untuk segera menghancurkan Baitullah. Suara berdebum dari langkah kaki pasukan gajahpun membuat suasana begitu mencekam. Tak ada lagi yang bisa dilakukan untuk melindungi Ka&#8217;bah, kecuali menunggu mukjizat dari Allah SWT.</p>
<p>Ka&#8217;bah adalah rumah Allah yang sudah dibangun dengan susah payah oleh Nabi Ibrahim dan Nabi ISmail. Allah SWT tidak mengizinkan Abrahah dan tentaranya untuk menyentuk Ka&#8217;bah. Tiba-tiba, dari arah laut sekawanan burung terbang menaungi dan berputar-putar di atas Kota Makkah. Jumlahnya begitu banyak sehingga ketika Abrahah dan tentaranya mendongak ke atas langit, yang terlihat hanyalah kepakan burung-burung.</p>
<p>Itulah Burung Ababil yang dikirim oleh Allah SWT, dengan tiga buah batu yang dicengkeram pada kaki dan paruhnya. Batu-batu itu sangat panas. Ketika batu itu dijatuhkan dan menimpa pasukan Abrahah, mereka menjerit kesakitan karena merakan panas yang menyengat ke tulang mereka.</p>
<p>Pasukan gajah Abrahah yang sudah berada di Kota Makkah tak bisa mengelak lagi dan tidak sempat lari menyelamatkan diri. Batu-batu panas itu mulai dijatuhkan dair cengkeraman cakar da paruh Burung Ababil. Tanpa ampun lagi, batu-batu panas itu menghujam tentara Abrahah yang langsung menjerit karena rasa sakit yang tidak tertahankan.</p>
<p>Batu-batu itu seolah turun dari langit tanpa henti. Ke mana pun pasukan Abrahah berlari, burung-burung itu sekan mengejarnya dan melontarkan batu panas. Satu persatu, pasukan Abrahah tewas bergelimpangan dalam keadaan hangus terbakar. Beberapa tentara yang belum terkena lontaran batu segera melarikan diri dari Kota Suci Mekkah. Mereka mulai menyadari bahwa Ka&#8217;bah mempunyai Pemilik yang akan melindunginya, yaitu Allah SWT.</p>
<p>Sementara itu, Abrahah tidak luput dari serangan batu yang dilontarkan Burung Ababil tersebut. Pasukannya membawa Abrahah ke luar Makkah hingga tiba di Kota Shan&#8217;a. Di sana, Abrahah akhirnya meninggal. Itulah hukuman dari Allah SWT, bagi siapa pun yang berani mengganggu Ka&#8217;bah, rumah Allah.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>raja abrahah</li><li>pasukan gajah abrahah</li><li>abrahah</li><li>pasukan gajah</li><li>raja abraha</li><li>kisah pasukan gajah</li><li>penyerangan pasukan gajah terhadap kabah</li><li>serangan pasukan gajah</li><li>abrahah dan pasukan gajah</li><li>video pasukan gajah menghancurkan kakbah</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/pasukan-gajah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Praktek Wadiah Zaman Rasulullah</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/praktek-wadiah-zaman-rasulullah/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/praktek-wadiah-zaman-rasulullah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Apr 2011 06:29:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Perbankan Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[bank]]></category>
		<category><![CDATA[deposit]]></category>
		<category><![CDATA[perbankan]]></category>
		<category><![CDATA[rasul]]></category>
		<category><![CDATA[wadiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=812</guid>
		<description><![CDATA[Walaupun bank-bank islam modern baru mulai didirikan pada tahun 1960-an, sebenarnya aktivitas perbankan telah dimulai sejak zaman Rasulullah. Nabi Muhammad saw sebelum diutus menjadi Rasul telah dikenal sebagai al-Amien, artinya orang yang terpercaya.
Karena kejujurannya itulah Nabi Muhammad saw dipercaya untuk menyimpan segala macam barang titipan (deposit) orang ramai.
Begitu amanahnya beliau dalam menjaga deposit tersebut, sehingga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Walaupun bank-bank islam modern baru mulai didirikan pada tahun 1960-an, sebenarnya aktivitas perbankan telah dimulai sejak zaman Rasulullah. Nabi Muhammad saw sebelum diutus menjadi Rasul telah dikenal sebagai al-Amien, artinya orang yang terpercaya.</p>
<p>Karena kejujurannya itulah Nabi Muhammad saw dipercaya untuk menyimpan segala macam barang titipan (<a title="wadiah" href="http://www.koperasisyariah.com/praktek-wadiah-zaman-rasulullah/">deposit</a>) orang ramai.</p>
<p>Begitu amanahnya beliau dalam menjaga deposit tersebut, sehingga pada saat terakhir sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah, baeliau melantik Ali bin Abi Thalib r.a. untuk mengembalikan segala deposit itu kepada pemiliknya.</p>
<p>Tindakan Rasulullah tersebut ternyata dikembangkan lebih lanjut sebagaimana dicontohkan oleh seorang sahabat beliau, Zubair bin Awwam, yang tidak pernah mau menerima uang dari semua orang dalam bentuk deposit (simpanan/titipan).</p>
<p>Beliau lebih suka menerimanya dalam bentuk pinjaman. Abdullah bin Zubair menceritakan bahwa bila ada orang datang membawa uang untuk disimpan pada ayahnya, maka ayahnya takut jika deposit uang itu akan hilang.</p>
<p>Tindakan Zubair ini menunjukkan dua hal yang dapat ditarik hikmahnya. Pertama, dengan mengambil uang tersebut sebagai pinjaman, beliau mempunyai hak untuk menggunakannya; kedua, jika uang itu dalam bentuk pinjaman maka Zubair berkewajiban untuk mengembalikannya dengan utuh seperti semula.</p>
<p>Dengan demikian, ada dua macam praktik simpanan (deposit) yang diterapkan pada masa awal Islam, yaitu <a title="Definisi Wadiah" href="http://www.koperasisyariah.com/definisi-wadiah/"><em>wadi&#8217;ah yad amanah</em></a> dan <a title="Prinsip Titipan atau Simpanan Al-Wadiah" href="http://www.koperasisyariah.com/prinsip-titipan-atau-simpanan-al-wadiah/"><em>wadi&#8217;ah yad dhamanah</em></a>. Munculnya variasi ini adalah karena perkembangan wacana dari pemanfaatan tipe simpanan tersebut yang ada di masa Rasulullah mempunyai konsep awal yaitu sebagai suatu amanah, lalu bergeser menjadi konsep pinjaman sebagaimana yang dicontohkan oleh Zubair bin Awwam.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>wadiah menurut koperasi syariah</li><li>praktek wadiah</li><li>ekonomi syariah pada zaman rosulullah saw</li><li>praktek perbankan islam masa rasulullah saw dan sahabat</li><li>perbankan syariah jaman nabi muhammad saw</li><li>wadiah dalam ekonomi syariah</li><li>perekonomian zaman rasulullah</li><li>ekonomi syariah pada zaman Rasulullah</li><li>wadiah pada zaman rasulullah</li><li>wadiah dalam jaman nabi</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/praktek-wadiah-zaman-rasulullah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Khutbah terakhir Muhammad Rasulullah saat Haji Wada</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/khutbah-terakhir-muhammad-rasulullah-saat-haji-wada/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/khutbah-terakhir-muhammad-rasulullah-saat-haji-wada/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 03:25:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi & Rasul]]></category>
		<category><![CDATA[hari wada]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammad saw]]></category>
		<category><![CDATA[rasulullah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/khutbah-terakhir-muhammad-rasulullah-saat-haji-wada</guid>
		<description><![CDATA[Ketika Rasulullah mengerjakan ibadah haji yang terakhir, maka pada 9 Zulhijjah tahun 10 hijriyah di Lembah Uranah, Bukit Arafah, baginda menyampaikan khutbah terakhirnya di hadapan kaum Muslimin, berikut adalah isi dari khutbah terakhir Rasulullah itu ialah:
&#8220;Hai sekalian manusia, perhatikanlah baik-baik apa yang hendak kukatakan! Aku tidak tahu, kalau-kalau aku tidak akan bertemu lagi dengan kalian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Ketika Rasulullah mengerjakan ibadah haji yang terakhir, maka pada 9 Zulhijjah tahun 10 hijriyah di Lembah Uranah, Bukit Arafah, baginda menyampaikan khutbah terakhirnya di hadapan kaum Muslimin, berikut adalah isi dari khutbah terakhir Rasulullah itu ialah:</p>
<p>&#8220;Hai sekalian manusia, perhatikanlah baik-baik apa yang hendak kukatakan! Aku tidak tahu, kalau-kalau aku tidak akan bertemu lagi dengan kalian semua dalam keadaan seperti sekarang ini.&#8221;</p>
<p>&#8220;Hai kaum muslimin, ketahuilah bahwa darah (jiwa) dan Harta benda kalian adalah suci bagi kalian, sesuci hari dan bulan yang suci ini., hingga tiba saat kalian pergi menghadap Allah, dan kalian pasti akan menghadapNya. Pada saat itulah kalian dituntut pertanggungjawaban atas segala yang telah kalian perbuat! Ya Allah… itu telah kusampaikan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Barang siapa yang menanggung beban amanat hendaklah ia menunaikan amanat itu kepada yang berhak menerimanya.&#8221;</p>
<p>&#8220;Semua macam riba terlarang, tetapi kalian masih berhak menerima kembali harta pokoknya (modalnya). Dengan demikian kalian tidak berlaku dzalim dan tidak pula diperlakukan dzalim! Allah telah menetapkan bahwa riba tidak boleh dilakukan lagi, dan riba Al-Abbas bin Abdul Mutthalib sudah tidak berlaku!&#8221;</p>
<p>&#8220;Semua tuntutan darah (pembalasan jiwa) semasa jahiliyah tidak berlaku lagi, dan tuntutan darah yang pertama kuhapuskan ialah tuntutan darah (jiwa) Ibnu Rabi&#8217;ah bin Al-Harits bin Abdul Mutthalib!&#8221;</p>
<p>&#8220;Hai kaum muslimin, Menukar bulan Hurum (bulan suci) dengan bulan lain adalah perbuatan menambah kekufuran, dan justru karena perbuatan itulah orang-orang kafir bertambah sesat. Mereka menghalalkan perbuatan yang diharamkan dalam bulan suci pada tahun yang satu dan mengharamkan perbuatan yang dihalalkan (dalam bulan-bulan biasa) pada tahun yang lain dengan maksud melengkapi jumlah bulan-bulan suci yang telah ditetapkan Allah&#8221;</p>
<p>&#8220;Hai kaum muslimin, zaman berputar semenjak Allah menciptakan langit dan bumi, bilangan bulan menurut hitungan Allah adalah dua belas bulan, empat bulan di antaranya. Adalah bulan-bulan suci, yaitu tiga bulan berturut-turut (Dzulqi&#8217;dah, Dzulhijjah, dan Muharram) dan bulan Rajab antara bulan Jumadilakhir dan Sya&#8217;ban.&#8221;</p>
<p>&#8220;Hai kaum muslimin, sebagaimana kalian mempunyai hak atas istri-istri kalian, merekapun mempunyai hak atas kalian. Hak kalian atas mereka adalah melarang mereka memasukkan lelaki lain yang tidak kalian sukai ke dalam rumah kalian, dan mereka wajib menjaga diri agar jangan sampai berbuat tidak senonoh. Apabila mereka berbuat demikian itu, Allah mengizinkan kalian berpisah tidur dengan mereka, dan kalian boleh memukul mereka satu kali dengan pukulan yang tidak menimbulkan cacad badan. Jika mereka telah menghentikan perbuatan seperti itu, kalian wajib memberi nafkah, sandang-pangan, kepada mereka secara baik-baik. Hendaklah kalian berlaku baik terhadap istri-istri kalian, sebab mereka itu adalah mitra yang membantu kalian dan karena mereka tidak memiliki sesuatu untuk diri mereka sendiri. Kalian telah mengambil mereka sebagai amanat Allah dan kehormatan mereka dihalalkan bagi kalian dengan nama Allah&#8221;</p>
<p>&#8220;Hai kaum muslimin, camkan baik-baik apa yang kukatakan. Hal itu telah aku sampaikan! Kutinggalkan bagi kalian sesuatu yang jika kalian berpegang teguh padanya. Kalian tidak akan sesat selama-lamanya, yaitu Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya! Soal itu jelas bagi kalian!&#8221;</p>
<p>&#8220;Hai kaum muslimin, dengarkan dan fahamilah kata-kataku. Kalian pasti mengerti bahwa setiap muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, dan segenap kaum muslimin adalah saudara. Namun tidak seorangpun dari kalian yang dihalalkan mengambil sesuatu milik saudaranya (sesama muslim) kecuali diberikan atas dasar kerelaan hatinya. Jangan sekali-kali kalian berlaku dzalim terhadap diri kalian sendiri!&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya Allah, bukankah (semuanya) itu telah kusampaikan?!!&#8221; dengan suara gemuruh membelah angkasa, kaum muslimin menyambut: &#8220;ya benar ya rasulullah!&#8221;. Beliau kemudia mohon disaksikan Allah:&#8221; Ya Allah, saksikanlah&#8221;.</p>
<p>(Sumber: Al Hamid Al Hisaini.1993.Riwayat Kehidupan Nabi Besar Muhammad S.A.W.yayasan Al Hamidiy.Jakarta)</p>
<p class="zoundry_raven_tags"><!-- Tag links generated by Zoundry Raven. Do not manually edit. http://www.zoundryraven.com --> <span class="ztags"><span class="ztagspace">Technorati</span> : <a class="ztag" rel="tag" href="http://www.technorati.com/tag/Muhammad+saw">Muhammad saw</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://www.technorati.com/tag/hari+wada">hari wada</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://www.technorati.com/tag/khutbah">khutbah</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://www.technorati.com/tag/muhammad">muhammad</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://www.technorati.com/tag/rasulullah">rasulullah</a></span><br />
<span class="ztags"><span class="ztagspace">Del.icio.us</span> : <a class="ztag" rel="tag" href="http://del.icio.us/tag/Muhammad%20saw">Muhammad saw</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://del.icio.us/tag/hari%20wada">hari wada</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://del.icio.us/tag/khutbah">khutbah</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://del.icio.us/tag/muhammad">muhammad</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://del.icio.us/tag/rasulullah">rasulullah</a></span><br />
<span class="ztags"><span class="ztagspace">Zooomr</span> : <a class="ztag" rel="tag" href="http://www.zooomr.com/search/photos/?q=Muhammad%20saw">Muhammad saw</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://www.zooomr.com/search/photos/?q=hari%20wada">hari wada</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://www.zooomr.com/search/photos/?q=khutbah">khutbah</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://www.zooomr.com/search/photos/?q=muhammad">muhammad</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://www.zooomr.com/search/photos/?q=rasulullah">rasulullah</a></span><br />
<span class="ztags"><span class="ztagspace">Flickr</span> : <a class="ztag" rel="tag" href="http://www.flickr.com/photos/tags/Muhammad%20saw">Muhammad saw</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://www.flickr.com/photos/tags/hari%20wada">hari wada</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://www.flickr.com/photos/tags/khutbah">khutbah</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://www.flickr.com/photos/tags/muhammad">muhammad</a>, <a class="ztag" rel="tag" href="http://www.flickr.com/photos/tags/rasulullah">rasulullah</a></span></p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>khutbah haji wada</li><li>isi khutbah haji wada</li><li>khutbah wada</li><li>khutbah haji wada rasulullah</li><li>haji wada</li><li>khutbah haji</li><li>isi haji wada</li><li>khutbah tentang haji</li><li>khutbah terakhir rasulullah</li><li>Khotbah Haji Wada</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/khutbah-terakhir-muhammad-rasulullah-saat-haji-wada/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

