<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Koperasi Syariah &#187; Khazanah Islam</title>
	<atom:link href="http://www.koperasisyariah.com/category/khazanah-islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.koperasisyariah.com</link>
	<description>Pererat Tali Silaturahim agar RahmatNya Senantiasa Terlimpah Atas Ummatnya.</description>
	<lastBuildDate>Sun, 11 Dec 2011 01:54:13 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Astronomi Islam</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/astronomi-islam/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/astronomi-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Dec 2011 01:48:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Insan Kamil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[astronomi]]></category>
		<category><![CDATA[astronomi islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=990</guid>
		<description><![CDATA[Astronomi Islam
Astronomi ialah cabang ilmu alam yang melibatkan pengamatan benda-benda langit (seperti halnya bintang, planet, komet, nebula, gugus bintang, atau galaksi) serta fenomena-fenomena alam yang terjadi di luar atmosfer Bumi. Ilmu ini secara pokok mempelajari pelbagai sisi dari benda-benda langit.
Astronomi sebagai ilmu adalah salah satu yang tertua, sebagaimana diketahui dari artifak-artifak astronomis yang berasal dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><h1>Astronomi Islam</h1>
<p><strong>Astronomi </strong>ialah cabang ilmu alam yang melibatkan pengamatan benda-benda langit (seperti halnya bintang, planet, komet, nebula, gugus bintang, atau galaksi) serta fenomena-fenomena alam yang terjadi di luar atmosfer Bumi. Ilmu ini secara pokok mempelajari pelbagai sisi dari benda-benda langit.</p>
<p><em>Astronomi </em>sebagai ilmu adalah salah satu yang tertua, sebagaimana diketahui dari artifak-artifak astronomis yang berasal dari era prasejarah; misalnya monumen-monumen dari Mesir dan Nubia, atau Stonehenge yang berasal dari Britania. Orang-orang dari peradaban-peradaban awal semacam Babilonia, Yunani, Cina, India, dan Maya juga didapati telah melakukan pengamatan yang metodologis atas langit malam. Akan tetapi meskipun memiliki sejarah yang panjang, astronomi baru dapat berkembang menjadi cabang ilmu pengetahuan modern melalui penemuan teleskop.</p>
<p>Cukup banyak cabang-cabang ilmu yang pernah turut disertakan sebagai bagian dari astronomi, dan apabila diperhatikan, sifat cabang-cabang ini sangat beragam: dari astrometri, pelayaran berbasis angkasa, <span style="text-decoration: underline;">astronomi </span>observasional, sampai dengan penyusunan kalender dan astrologi. Meski demikian, dewasa ini astronomi profesional dianggap identik dengan astrofisika. dikutip dari id.wikipedia.org</p>
<h2>Al-Quran berbicara tentang Astronomi Islam</h2>
<p style="text-align: center;"><strong> </strong></p>
<p><strong>Q.s. Ath-Thariq: 1-3<br />
</strong></p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>[Ath-Thariq:1]</strong> Demi langit dan yang datang pada malam hari,</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>[Ath-Thariq:2]</strong> tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu?</p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>[Ath-Thariq:3]</strong> (yaitu) bintang yang cahayanya menembus,</p>
<p><strong>Q.s. Al-Buruj: 1<br />
</strong></p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>[Al-Buruj:1]</strong> Demi langit yang mempunyai gugusan bintang,</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-1031  aligncenter" title="astronomi-islam" src="http://www.koperasisyariah.com/wp-content/uploads/2011/12/astronomi-islam.jpg" alt="Astronomi Islam" width="467" height="354" /></p>
<p style="text-align: left;">
<h3 style="text-align: left;">Ahli Astronomi Islam</h3>
<p style="text-align: left;"><strong>Al-Battani (858-929).</strong><br />
Sejumlah karya tentang <strong>astronomi islam</strong> terlahir dari buah pikirnya. Salah satu karyanya yang paling populer adalah al-Zij al-Sabi. Kitab itu sangat bernilai dan dijadikan rujukan para ahli astronomi Barat selama beberapa abad, selepas Al-Battani meninggal dunia. Ia berhasil menentukan perkiraan awal bulan baru, perkiraan panjang matahari, dan mengoreksi hasil kerja Ptolemeus mengenai orbit bulan dan planet-planet tertentu. Al-Battani juga mengembangkan metode untuk menghitung gerakan dan orbit planet-planet. Ia memiliki peran yang utama dalam merenovasi astronomi modern yang berkembang kemudian di Eropa.</p>
<p><strong>Al-Sufi (903-986 M)</strong><br />
Orang Barat menyebutnya Azophi. Nama lengkapnya adalah Abdur Rahman as-Sufi. Al-Sufi merupakan sarjana Islam yang mengembangkan astronomi terapan. Ia berkontribusi besar dalam menetapkan arah laluan bagi matahari, bulan, dan planet dan juga pergerakan matahari. Dalam Kitab Al-Kawakib as-Sabitah Al-Musawwar, Azhopi menetapkan ciri-ciri bintang, memperbincangkan kedudukan bintang, jarak, dan warnanya. Ia juga ada menulis mengenai astrolabe (perkakas kuno yang biasa digunakan untuk mengukur kedudukan benda langit pada bola langit) dan seribu satu cara penggunaannya.</p>
<p><strong>Al-Biruni (973-1050 M)</strong><br />
Ahli astronomi yang satu ini, turut memberi sumbangan dalam bidang astrologi pada zaman Renaissance. Ia telah menyatakan bahwa bumi berputar pada porosnya. Pada zaman itu, Al-Biruni juga telah memperkirakan ukuran bumi dan membetulkan arah kota Makkah secara saintifik dari berbagai arah di dunia. Dari 150 hasil buah pikirnya, 35 diantaranya didedikasikan untuk bidang astronomi.</p>
<p><strong>Ibnu Yunus (1009 M)</strong><br />
Sebagai bentuk pengakuan dunia astronomi terhadap kiprahnya, namanya diabadikan pada sebuah kawah di permukaan bulan. Salah satu kawah di permukaan bulan ada yang dinamakan Ibn Yunus. Ia menghabiskan masa hidupnya selama 30 tahun dari 977-1003 M untuk memperhatikan benda-benda di angkasa. Dengan menggunakan astrolabe yang besar, hingga berdiameter 1,4 meter, Ibnu Yunus telah membuat lebih dari 10 ribu catatan mengenai kedudukan matahari sepanjang tahun.</p>
<p><strong>Al-Farghani</strong><br />
Nama lengkapnya Abu’l-Abbas Ahmad ibn Muhammad ibn Kathir al-Farghani. Ia merupakan salah seorang sarjana Islam dalam bidang astronomi yang amat dikagumi. Beliau adalah merupakan salah seorang ahli astronomi pada masa Khalifah Al-Ma’mun. Dia menulis mengenai astrolabe dan menerangkan mengenai teori matematik di balik penggunaan peralatan astronomi itu. Kitabnya yang paling populer adalah Fi Harakat Al-Samawiyah wa Jaamai Ilm al-Nujum tentang kosmologi.</p>
<p><strong>Al-Zarqali (1029-1087 M)</strong><br />
Saintis Barat mengenalnya dengan panggilan Arzachel. Wajah Al-Zarqali diabadikan pada setem di Spanyol, sebagai bentuk penghargaan atas sumbangannya terhadap penciptaan astrolabe yang lebih baik. Beliau telah menciptakan jadwal Toledan dan juga merupakan seorang ahli yang menciptakan astrolabe yang lebih kompleks bernama Safiha.</p>
<p><strong>Jabir Ibn Aflah (1145 M)</strong><br />
Sejatinya Jabir Ibn Aflah atau Geber adalah seorang ahli matematik Islam berbangsa Spanyol. Namun, Jabir pun ikut memberi warna da kontribusi dalam pengembangan ilmu astronomi. Geber, begitu orang barat menyebutnya, adalah ilmuwan pertama yang menciptakan sfera cakrawala mudah dipindahkan untuk mengukur dan menerangkan mengenai pergerakan objek langit. Salah satu karyanya yang populer adalah Kitab al-Hay’ah.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>islam</li><li>ahli astronomi islam</li><li>malam hari dengan bintang</li><li>ilmu astronomi</li><li>gambar islam</li><li>langit menurut qs at thariq</li><li>gugusan planet</li><li>cabang ilmu alam baru</li><li>bagaimana islam dan astronomi</li><li>astronomi berbasis al-quran</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/astronomi-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nabi Ibrahim as</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/nabi-ibrahim-as/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/nabi-ibrahim-as/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Dec 2011 16:14:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Insan Kamil</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nabi & Rasul]]></category>
		<category><![CDATA[nabi ibrahim]]></category>
		<category><![CDATA[Quran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=984</guid>
		<description><![CDATA[Nabi Ibrahim (Abraham) sering disebutkan di dalam Al Qur&#8217;an dan mendapatkan tempat yang istimewa di sisi Allah sebagai contoh bagi manusia. Dia menyampaikan kebenaran dari Allah kepada umatnya yang menyembah berhala, dan dia mengingatkan mereka agar takut kepada Allah. Umat nabi Ibrahim tidak mematuhi perintah itu, bahkan sebaliknya mereka menentangnya. Ketika penindasan yang semakin meningkat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><a title="Nabi Ibrahim" href="http://www.koperasisyariah.com/nabi-ibrahim-as/">Nabi Ibrahim</a> (Abraham) sering disebutkan di dalam Al Qur&#8217;an dan mendapatkan tempat yang istimewa di sisi Allah sebagai contoh bagi manusia. Dia menyampaikan kebenaran dari Allah kepada umatnya yang menyembah berhala, dan dia mengingatkan mereka agar takut kepada Allah. Umat nabi Ibrahim tidak mematuhi perintah itu, bahkan sebaliknya mereka menentangnya. Ketika penindasan yang semakin meningkat dari kaumnya, nabi Ibrahim pindah ke mana saja bersama istrinya, bersama dengan nabi Lut dan mungkin dengan bebeapa orang lain yang menyertai mereka.</p>
<p>Berikuti ini informasi <strong>Nabi Ibrahim</strong> yang ada dalam Al-Quran</p>
<blockquote><p><strong>Q.s Az-Zukhruf:26-28</strong></p>
<p>Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: &#8220;Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu sembah,</p>
<p>tetapi (aku menyembah) Tuhan Yang menjadikanku; karena sesungguhnya Dia akan memberi hidayah kepadaku&#8221;.</p>
<p>Dan (lbrahim a. s.) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya supaya mereka kembali kepada kalimat tauhid itu.</p></blockquote>
<p><strong><strong>Q.s </strong>Al-An’aam:74-89</strong></p>
<p>Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya, Aazar489, &#8220;Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata.&#8221;</p>
<p>Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi dan (Kami memperlihatkannya) agar dia termasuk orang yang yakin.</p>
<p>Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: &#8220;Inilah Tuhanku&#8221;, tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: &#8220;Saya tidak suka kepada yang tenggelam.&#8221;</p>
<p>Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: &#8220;Inilah Tuhanku&#8221;. Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: &#8220;Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat.&#8221;</p>
<p>Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: &#8220;Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar&#8221;. Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: &#8220;Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.</p>
<p>Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.</p>
<p>Dan dia dibantah oleh kaumnya. Dia berkata: &#8220;Apakah kamu hendak membantah tentang Allah, padahal sesungguhnya Allah telah memberi petunjuk kepadaku&#8221;. Dan aku tidak takut kepada (malapetaka dari) sembahan-sembahan yang kamu persekutukan dengan Allah, kecuali di kala Tuhanku menghendaki sesuatu (dari malapetaka) itu. Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) ?&#8221;</p>
<p>Bagaimana aku takut kepada sembahan-sembahan yang kamu persekutukan (dengan Allah), padahal kamu tidak mempersekutukan Allah dengan sembahan-sembahan yang Allah sendiri tidak menurunkan hujjah kepadamu untuk mempersekutukanNya. Maka manakah di antara dua golongan itu yang lebih berhak memperoleh keamanan (dari malapetaka), jika kamu mengetahui?490.</p>
<p>Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.</p>
<p>Dan itulah hujjah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan siapa yang Kami kehendaki beberapa derajat. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.</p>
<p>Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Yaqub kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebahagian dari keturunannya (Nuh) yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.</p>
<p>dan Zakaria, Yahya, &#8216;Isa dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang shaleh.</p>
<p>dan Ismail, Alyasa&#8217;, Yunus dan Luth. Masing-masing Kami lebihkan derajatnya di atas umat (di masanya),</p>
<p>Dan Kami lebihkan (pula) derajat sebahagian dari bapak-bapak mereka, keturunan dan saudara-saudara mereka. Dan Kami telah memilih mereka (untuk menjadi nabi-nabi dan rasul-rasul) dan Kami menunjuki mereka ke jalan yang lurus.</p>
<p>Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya. Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.</p>
<p>Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kitab, hikmat dan kenabian Jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya, maka sesungguhnya Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang sekali-kali tidak akan mengingkarinya.</p>
<blockquote><p><strong>Q.s. Ali Imran:65-68, 95</strong></p>
<p>Hai Ahli Kitab, mengapa kamu bantah membantah198 tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim. Apakah kamu tidak berpikir?</p>
<p>Beginilah kamu, kamu ini (sewajarnya) bantah membantah tentang hal yang kamu ketahui199, maka kenapa kamu bantah membantah tentang hal yang tidak kamu ketahui200?; Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.</p>
<p>Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus201 lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.</p>
<p>Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), beserta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman.</p>
<p>[Ali ‘Imran:95] Katakanlah: &#8220;Benarlah (apa yang difirmankan) Allah&#8221;. Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik.</p></blockquote>
<p><strong>Q.s. Al-Baqarah:258</strong></p>
<p>Apakah kamu tidak memperhatikan orang163 yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan: &#8220;Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan,&#8221; orang itu berkata: &#8220;Saya dapat menghidupkan dan mematikan164).&#8221; Ibrahim berkata: &#8220;Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat,&#8221; lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.</p>
<blockquote><p><strong>Q.s. At-Taubah:114</strong></p>
<p>Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.</p></blockquote>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>Q.s. Maryam:41-50</strong></p>
<p>Ceritakanlah (Hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Al Kitab (Al Quraan) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan905 lagi seorang Nabi.</p>
<p>Ingatlah ketika ia berkata kepada bapaknya; &#8220;Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun?</p>
<p>Wahai bapakku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus.</p>
<p>Wahai bapakku, janganlah kamu menyembah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah.</p>
<p>Wahai bapakku, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Tuhan Yang Maha Pemurah, maka kamu menjadi kawan bagi syaitan&#8221;.</p>
<p>Berkata bapaknya: &#8220;Bencikah kamu kepada tuhan-tuhanku, hai Ibrahim? Jika kamu tidak berhenti, maka niscaya kamu akan kurajam, dan tinggalkanlah aku buat waktu yang lama&#8221;.</p>
<p>Berkata Ibrahim: &#8220;Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memintakan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku.</p>
<p>Dan aku akan menjauhkan diri darimu dan dari apa yang kamu seru selain Allah, dan aku akan berdo&#8217;a kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdo&#8217;a kepada Tuhanku&#8221;.</p>
<p>Maka ketika Ibrahim sudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, Kami anugerahkan kepadanya Ishak, dan Ya&#8217;qub. Dan masing-masingnya Kami angkat menjadi nabi.</p>
<p>Dan Kami anugerahkan kepada mereka sebagian dari rahmat Kami dan Kami jadikan mereka buah tutur yang baik lagi tinggi.</p>
<blockquote><p><strong>Q.s. Al-Anbiyaa’:54</strong> Ibrahim berkata: &#8220;Sesungguhnya kamu dan bapak-bapakmu berada dalam kesesatan yang nyata&#8221;.</p>
<p><strong>Q.s. Al-Anbiyaa’:74</strong> dan kepada Luth, Kami telah berikan hikmah dan ilmu, dan telah Kami selamatkan dia dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota yang mengerjakan perbuatan keji966. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik,</p></blockquote>
<p><strong>Q.s. Ash-Shaffaat:83-99</strong></p>
<p>Dan sesungguhnya Ibrahim benar-benar termasuk golongannya (Nuh)1279.</p>
<p>(lngatlah) ketika ia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci1280.</p>
<p>(Ingatlah) ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya: &#8220;Apakah yang kamu sembah itu ?</p>
<p>Apakah kamu menghendaki sembahan-sembahan selain Allah dengan jalan berbohong?</p>
<p>Maka apakah anggapanmu terhadap Tuhan semesta alam?&#8221;</p>
<p>Lalu ia memandang sekali pandang ke bintang-bintang.</p>
<p>Kemudian ia berkata:&#8221;Sesungguhnya aku sakit&#8221;.</p>
<p>Lalu mereka berpaling daripadanya dengan membelakang.</p>
<p>Kemudian ia pergi dengan diam-diam kepada berhala-berhala mereka; lalu ia berkata: &#8220;Apakah kamu tidak makan1281?</p>
<p>Kenapa kamu tidak menjawab?&#8221;</p>
<p>Lalu dihadapinya berhala-berhala itu sambil memukulnya dengan tangan kanannya (dengan kuat).</p>
<p>Kemudian kaumnya datang kepadanya dengan bergegas.</p>
<p>Ibrahim berkata: &#8220;Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu ?</p>
<p>Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu&#8221;.</p>
<p>Mereka berkata: &#8220;Dirikanlah suatu bangunan untuk (membakar) Ibrahim;lalu lemparkanlah dia ke dalam api yang menyala-nyala itu&#8221;.</p>
<p>Mereka hendak melakukan tipu muslihat kepadanya, maka Kami jadikan mereka orang-orang yang hina1282.</p>
<p>Dan Ibrahim berkata:&#8221;Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku1283.</p>
<blockquote><p><strong>Q.s. Asy-Syu’ara’:69-102</strong></p>
<p>Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim.</p>
<p>Ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya: &#8220;Apakah yang kamu sembah?&#8221;</p>
<p>Mereka menjawab: &#8220;Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya&#8221;.</p>
<p>Berkata Ibrahim: &#8220;Apakah berhala-berhala itu mendengar (do&#8217;a)mu sewaktu kamu berdo&#8217;a (kepadanya)?,</p>
<p>atau (dapatkah) mereka memberi manfa&#8217;at kepadamu atau memberi mudharat?&#8221;</p>
<p>Mereka menjawab: &#8220;(Bukan karena itu) sebenarnya kami mendapati nenek moyang kami berbuat demikian&#8221;.</p>
<p>Ibrahim berkata: &#8220;Maka apakah kamu telah memperhatikan apa yang selalu kamu sembah,</p>
<p>kamu dan nenek moyang kamu yang dahulu?,</p>
<p>karena sesungguhnya apa yang kamu sembah itu adalah musuhku, kecuali Tuhan Semesta Alam,</p>
<p>(yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku,</p>
<p>dan Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku,</p>
<p>dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku,</p>
<p>dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali),</p>
<p>dan Yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat&#8221;.</p>
<p>(Ibrahim berdo&#8217;a): &#8220;Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh,</p>
<p>dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian,</p>
<p>dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuh keni&#8217;matan,</p>
<p>dan ampunilah bapakku, karena sesungguhnya ia adalah termasuk golongan orang-orang yang sesat,</p>
<p>dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan,</p>
<p>(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,</p>
<p>kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,</p>
<p>dan (di hari itu) didekatkanlah surga kepada orang-orang yang bertakwa,</p>
<p>dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat&#8221;,</p>
<p>dan dikatakan kepada mereka: &#8220;Dimanakah berhala-berhala yang dahulu kamu</p>
<p>selalu menyembah(nya)</p>
<p>selain dari Allah? Dapatkah mereka menolong kamu atau menolong diri mereka sendiri?&#8221;</p>
<p>Maka mereka (sembahan-sembahan itu) dijungkirkan ke dalam neraka bersama-sama orang-orang yang sesat,</p>
<p>dan bala tentara iblis semuanya.</p>
<p>Mereka berkata sedang mereka bertengkar di dalam neraka:</p>
<p>&#8220;demi Allah: sungguh kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata,</p>
<p>karena kita mempersamakan kamu dengan Tuhan semesta alam&#8221;.</p>
<p>Dan tiadalah yang menyesatkan kami kecuali orang-orang yang berdosa.</p>
<p>Maka kami tidak mempunyai pemberi syafa&#8217;at seorangpun,</p>
<p>dan tidak pula mempunyai teman yang akrab,</p>
<p>maka sekiranya kita dapat kembali sekali lagi (ke dunia) niscaya kami menjadi orang-orang yang beriman&#8221;.</p></blockquote>
<p><strong>Q.s. Al-Baqarah:124-134</strong></p>
<p>Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji87 Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: &#8220;Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia&#8221;. Ibrahim berkata: &#8220;(Dan saya mohon juga) dari keturunanku&#8221;88. Allah berfirman: &#8220;Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim&#8221;.</p>
<p>Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim89 tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: &#8220;Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i&#8217;tikaf, yang ruku&#8217; dan yang sujud&#8221;.</p>
<p>Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: &#8220;Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: &#8220;Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali&#8221;.</p>
<p>Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): &#8220;Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui&#8221;.</p>
<p>Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.</p>
<p>Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Qur&#8217;an) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.</p>
<p>Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya90 di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.</p>
<p>Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: &#8220;Tunduk patuhlah!&#8221; Ibrahim menjawab: &#8220;Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam&#8221;.</p>
<p>Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya&#8217;qub. (Ibrahim berkata): &#8220;Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam&#8221;.</p>
<p>Adakah kamu hadir ketika Ya&#8217;qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: &#8220;Apa yang kamu sembah sepeninggalku?&#8221; Mereka menjawab: &#8220;Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya&#8221;.</p>
<p>Itu adalah umat yang lalu; baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan.</p>
<p>-	<strong>[Ali ‘Imran:33]</strong> Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga &#8216;Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing),</p>
<p>[Ali ‘Imran:34] (sebagai) satu keturunan yang sebagiannya (turunan) dari yang lain. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.</p>
<p>[Ali ‘Imran:96] Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia214.</p>
<p>-	<strong>[Al-Hajj:26]</strong> Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): &#8220;Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumahKu ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku&#8217; dan sujud.</p>
<p>-	<strong>[An-Nisaa’:125]</strong> Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus ? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.</p>
<p>-	<strong>[Yusuf:35]</strong> Kemudian timbul pikiran pada mereka setelah melihat tanda-tanda (kebenaran Yusuf) bahwa mereka harus memenjarakannya sampai sesuatu waktu753.</p>
<p>[Yusuf:36] Dan bersama dengan dia masuk pula ke dalam penjara dua orang pemuda754. Berkatalah salah seorang diantara keduanya : &#8220;Sesungguhnya aku bermimpi, bahwa aku memeras anggur.&#8221; Dan yang lainnya berkata: &#8220;Sesungguhnya aku bermimpi, bahwa aku membawa roti di atas kepalaku, sebahagiannya dimakan burung.&#8221; Berikanlah kepada kami ta&#8217;birnya; sesungguhnya kami memandang kamu termasuk orang-orang yang pandai (mena&#8217;birkan mimpi).</p>
<p>[Yusuf:37] Yusuf berkata: &#8220;Tidak disampaikan kepada kamu berdua makanan yang akan diberikan kepadamu melainkan aku telah dapat menerangkan jenis makanan itu, sebelum makanan itu sampai kepadamu. Yang demikian itu adalah sebagian dari apa yang diajarkan kepadaku oleh Tuhanku. Sesungguhnya aku telah meninggalkan agama orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, sedang mereka ingkar kepada hari kemudian.</p>
<p>[Yusuf:38] Dan aku pengikut agama bapak-bapakku yaitu Ibrahim, Ishak dan Ya&#8217;qub. Tiadalah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah. Yang demikian itu adalah dari karunia Allah kepada kami dan kepada manusia (seluruhnya); tetapi kebanyakan manusia tidak mensyukuri (Nya).</p>
<p>[Yusuf:39] Hai kedua penghuni penjara, manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa?</p>
<p>[Yusuf:40] Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.&#8221;</p>
<p>-	<strong>[Hud:69]</strong> Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada lbrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan: &#8220;Selamat.&#8221; Ibrahim menjawab: &#8220;Selamatlah,&#8221; maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang.</p>
<p>[Hud:70] Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata: &#8220;Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-maaikat) yang diutus kepada kaum Luth.&#8221;</p>
<p>[Hud:71] Dan isterinya berdiri (dibalik tirai) lalu dia tersenyum, maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishak dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya&#8217;qub.</p>
<p>[Hud:72] Isterinya berkata: &#8220;Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula?. Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh.&#8221;</p>
<p>[Hud:73] Para malaikat itu berkata: &#8220;Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah.&#8221;</p>
<p>[Hud:74] Maka tatkala rasa takut hilang dari Ibrahim dan berita gembira telah datang kepadanya, diapun bersoal jawab dengan (malaikat-malaikat) Kami tentang kaum Luth.</p>
<p>[Hud:75] Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi penghiba dan suka kembali kepada Allah.</p>
<p>[Hud:76] Hai Ibrahim, tinggalkanlah soal jawab ini, sesungguhnya telah datang ketetapan Tuhanmu, dan sesungguhnya mereka itu akan didatangi azab yang tidak dapat ditolak.</p>
<p>-	<strong>[Al-Hijr:51]</strong> Dan kabarkanlah kepada mereka tentang tamu-tamu Ibrahim802.</p>
<p>[15:52] Ketika mereka masuk ke tempatnya, lalu mereka mengucapkan: &#8220;Salaam&#8221;. Berkata Ibrahim : &#8220;Sesungguhnya kami merasa takut kepadamu&#8221;.</p>
<p>[Al-Hijr:53] Mereka berkata : &#8220;Janganlah kamu merasa takut, sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran seorang) anak laki-laki (yang akan menjadi) orang yang alim803&#8243;.</p>
<p>[Al-Hijr:54] Berkata Ibrahim : &#8220;Apakah kamu memberi kabar gembira kepadaku padahal usiaku telah lanjut, maka dengan cara bagaimanakah (terlaksananya) berita gembira yang kamu kabarkan ini?&#8221;</p>
<p>[Al-Hijr:55] Mereka menjawab: &#8220;Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa&#8221;.</p>
<p>[Al-Hijr:56] Ibrahim berkata: &#8220;Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat&#8221;.</p>
<p><strong>-	[Adz-Dzaariyaat:24] </strong>Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (yaitu malaikat-malaikat) yang dimuliakan?</p>
<p>[Adz-Dzaariyaat:25] (Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan: &#8220;Salaamun&#8221;. Ibrahim menjawab: &#8220;Salaamun (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal.&#8221;</p>
<p>[Adz-Dzaariyaat:26] Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk.</p>
<p>[Adz-Dzaariyaat:27] Lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim lalu berkata: &#8220;Silahkan anda makan.&#8221;</p>
<p>[Adz-Dzaariyaat:28] (Tetapi mereka tidak mau makan), karena itu Ibrahim merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata: &#8220;Janganlah kamu takut&#8221;, dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishak).</p>
<p>[Adz-Dzaariyaat:29] Kemudian isterinya datang memekik lalu menepuk mukanya sendiri seraya berkata: &#8221; (Aku adalah) seorang perempuan tua yang mandul.&#8221;</p>
<p>[Adz-Dzaariyaat:30] Mereka berkata: &#8220;Demikianlah Tuhanmu memfirmankan&#8221; Sesungguhnya Dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.</p>
<p>[Adz-Dzaariyaat:31] Ibrahim bertanya: &#8220;Apakah urusanmu hai para utusan?&#8221;</p>
<p>[Adz-Dzaariyaat:32] Mereka menjawab: &#8220;Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa (kaum Luth),</p>
<p>[Adz-Dzaariyaat:33] agar kami timpakan kepada mereka batu-batu dari tanah,</p>
<p>[Adz-Dzaariyaat:34] yang ditandai di sisi Tuhanmu untuk membinasakan orang-orang yang melampaui batas1421&#8243;.</p>
<p>[Adz-Dzaariyaat:35] Lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di negeri kaum Luth itu.</p>
<p>[Adz-Dzaariyaat:36] Dan Kami tidak mendapati negeri itu, kecuali sebuah rumah1422 dari orang yang berserah diri.</p>
<p>[Adz-Dzaariyaat:37] Dan Kami tinggalkan pada negeri itu suatu tanda1423 bagi orang-orang yang takut kepada siksa yang pedih.</p>
<p><strong>-	[Ash-Shaaffaat:100]</strong> Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.</p>
<p>[37:101] Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar1284.</p>
<p>[Ash-ShaaFFaat:102] Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: &#8220;Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!&#8221; Ia menjawab: &#8220;Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar&#8221;.</p>
<p>[Ash-ShaaFFaat:103] Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ).</p>
<p>[Ash-ShaaFFaat:104] Dan Kami panggillah dia: &#8220;Hai Ibrahim,</p>
<p>[Ash-ShaaFFaat:105] sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu1285 sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.</p>
<p>[Ash-ShaaFFaat:106] Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.</p>
<p><strong>-	[Al-Baqarah:260]</strong> Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: &#8220;Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati.&#8221; Allah berfirman: &#8220;Belum yakinkah kamu ?&#8221; Ibrahim menjawab: &#8220;Aku telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku) Allah berfirman: &#8220;(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah165 semuanya olehmu. (Allah berfirman): &#8220;Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera.&#8221; Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.</p>
<p><strong>-	[An-Nahl:120]</strong> Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif843. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan),</p>
<p>[An-Nahl:121] (lagi) yang mensyukuri ni&#8217;mat-ni&#8217;mat Allah. Allah telah memilihnya dan menunjukinya kepada jalan yang lurus.</p>
<p>[An-Nahl:122] Dan Kami berikan kepadanya kebaikan di dunia. Dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.</p>
<p>[An-Nahl:123] Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): &#8220;Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif&#8221; dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.</p>
<p><strong>-	[Al-An’aam:161]</strong> Katakanlah: &#8220;Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus, dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang musyrik&#8221;.</p>
<p><strong>-	[Al-Mumtahanah:4]</strong> Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka : &#8220;Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya1471: Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah&#8221;. (Ibrahim berkata): &#8220;Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali.&#8221;]</p>
<p><strong>-	[Shaad:45]</strong> Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq dan Ya&#8217;qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi.</p>
<p>[Shaad:46] Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat.</p>
<p>[Shaad:47] Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik.</p>
<p><strong>-	[An-Najm:37]</strong> dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji?</p>
<p><strong>-	[Al-Ankabuut:16]</strong> Dan (ingatlah) Ibrahim, ketika ia berkata kepada kaumnya: &#8220;Sembahlah olehmu Allah dan bertakwalah kepada-Nya. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.</p>
<p>[Al-Ankabuut:17] Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu adalah berhala, dan kamu membuat dusta1147. Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezki kepadamu; maka mintalah rezki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan.</p>
<p>[Al-Ankabuut:24] Maka tidak adalah jawaban kaum Ibrahim, selain mengatakan: &#8220;Bunuhlah atau bakarlah dia&#8221;, lalu Allah menyelamatkannya dari api. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang beriman.</p>
<p>[Al-Ankabuut:27] Dan Kami anugrahkan kepda Ibrahim, Ishak dan Ya&#8217;qub, dan Kami jadikan kenabian dan Al Kitab pada keturunannya, dan Kami berikan kepadanya balasannya di dunia1149; dan sesungguhnya dia di akhirat, benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>apa yang kamu sembah setelah aq tidak ada</li><li>ibrahim berdoa</li><li>jika tuhan tidak memberi petunjuk pastilah aku termasuk hambanya yang sesat</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/nabi-ibrahim-as/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Riba Dalam Pandangan Ulama</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/riba-dalam-pandangan-ulama/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/riba-dalam-pandangan-ulama/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jul 2011 03:34:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Riba]]></category>
		<category><![CDATA[hanbali]]></category>
		<category><![CDATA[iwadh]]></category>
		<category><![CDATA[syafii]]></category>
		<category><![CDATA[syariah]]></category>
		<category><![CDATA[tambahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=891</guid>
		<description><![CDATA[Badr Ad Din Al Ayni pengarang Umdatul Qari Syarah Shahih Al Bukhari:
Prinsip utama dalam riba adalah penambahan. Menurut syariah riba berarti penambahan atas harta pokok tanpa dasar transaksi bisnis riil
Imam Sarakhsi dari mazhab Hanafi:
Riba adalah tambahan yang disyaratkan dalam transaksi bisnis tanpa adanya iwadh (atau padanan yang dibenarkan syariah atas penambahan tersebut.
Raghib Al Asfahani:
Riba adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><strong>Badr Ad Din Al Ayni pengarang Umdatul Qari Syarah Shahih Al Bukhari:</strong></p>
<p>Prinsip utama dalam riba adalah penambahan. Menurut syariah riba berarti penambahan atas harta pokok tanpa dasar transaksi bisnis riil</p>
<p><strong>Imam Sarakhsi dari mazhab Hanafi:</strong></p>
<p><a title="Riba Pintu Perbudakan" href="http://www.koperasisyariah.com/riba-pintu-perbudakan/">Riba adalah tambahan</a> yang disyaratkan dalam transaksi bisnis tanpa adanya iwadh (atau padanan yang dibenarkan syariah atas penambahan tersebut.</p>
<p><strong>Raghib Al Asfahani:</strong></p>
<p>Riba adalah penambahan atas harta pokok.</p>
<p><strong>Imam An Nawawi dari mazhab Syafii:</strong></p>
<p>Riba adalah penambahan atas pinjaman seiring bertambahnya waktu.</p>
<p>Dari penjelasan Imam Nawawi di atas sangat jelas bahwa salah satu bentuk riba yang dilarang Al Quran dan As Sunnah adalah penambahan atas harta pokok karena unsure waktu. Dalam dunia perbankan hal tersebut dikenal dengan bunga kredit sesuai lama waktu pinjaman.</p>
<p><strong>Qatadah:</strong></p>
<p><a title="Haramnya Riba" href="http://www.koperasisyariah.com/haramnya-riba/">Riba jahiliyah</a> adalah seseorang yang menjual barangnya secara tempo hingga waktu tertentu. Apabila telah datang saat pembayaran dan si pembeli tidak mampu membayar, maka ia memberikan bayaran tambahan atas penangguhan.</p>
<p><strong>Zaid bin Aslam</strong></p>
<p>Yang dimaksud dengan riba jahililyah yang berimplikasi pelipatgandaan sejalan dengan waktu adalah seseorang yang memiliki piutang atas mitranya. Pada saat jatuh tempo ia berkata: “Bayar sekarang atau tambah.”</p>
<p><strong>Ja’far Ash Shidiq dari kalangan Syiah:</strong></p>
<p>Ja’far Ash Shidiq berkata ketika ditanya mengapa Allah mengharamkan riba?</p>
<p>Supaya orang tidak berhenti berbuat kebajikan. Karena ketika diperkenankan untuk mengambil bunga atas pinjaman, maka seseorang tidak berbuat lalim lagi atas transaksi pinjam-meminjam dan sejenisnya. Padahal <a title="AL-QARDH" href="http://www.koperasisyariah.com/al-qardh/">qard (transaksi pinjam meminjam)</a> bertujuan untuk menjalin hubungan yang erat dan kebajikan antar manusia.</p>
<p><strong>Imam Ahmad bin Hanbal, pendiri mazhab Hanbali:</strong></p>
<p>Imam Ahmad bin Hanbal ketika ditanya tentang riba beliau menjawab: Sesungguhnya riba itu adalah seseorang memiliki <a title="Sanksi Atas Nasabah Mampu Yang Menunda-Nunda Pembayaran" href="http://www.koperasisyariah.com/sanksi-atas-nasabah-mampu-yang-menunda-nunda-pembayaran/">hutang</a> maka dikatakan kepadanya apakah akan melunasi atau membayar lebih. Jikalau tidak mampu melunasi, ia harus menambah dana ( dalam bentuk bunga pinjam) atas penambahan waktu yang diberikan.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>pendapat ulama tentang riba</li><li>pendapat ulama tentang hukum riba</li><li>pandangan ulama tentang riba</li><li>pendapat tentang riba</li><li>penjelasan riba</li><li>pendapat para ulama tentang riba</li><li>hukum riba menurut para ulama</li><li>pendapat beberapa tokoh mengenai riba</li><li>Pendapat ulamak tentang riba</li><li>pendapat dari beberapa tokoh islam mengenai hukum riba</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/riba-dalam-pandangan-ulama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Riba Pintu Perbudakan</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/riba-pintu-perbudakan/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/riba-pintu-perbudakan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jul 2011 06:10:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[Riba]]></category>
		<category><![CDATA[budak]]></category>
		<category><![CDATA[penindasan]]></category>
		<category><![CDATA[perbudakan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=887</guid>
		<description><![CDATA[Mengapa Riba dilarang?
“Apa yang terjadi jika Anda tidak mampu membayar bunga pinjaman ke bank atau paling buruk ke rentenir?”
Jawabnya adalah pemimjan tetap harus membayar. Jika tidak punya uang, maka jaminan yang akan diambil oleh pemberi pinjaman. Misalnya rumah yang dijaminkan, maka rumahnya yang diambil hak miliknya oleh pemberi pinjaman.
Misalnya, Anda tidak punya uang dan jaminan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Mengapa Riba dilarang?</p>
<p>“Apa yang terjadi jika Anda tidak mampu membayar <a title="Pengertian Bunga" href="http://www.koperasisyariah.com/pengertian-bunga/">bunga pinjaman</a> ke bank atau paling buruk ke rentenir?”</p>
<p>Jawabnya adalah pemimjan tetap harus membayar. Jika tidak punya uang, maka jaminan yang akan diambil oleh pemberi pinjaman. Misalnya rumah yang dijaminkan, maka rumahnya yang diambil hak miliknya oleh pemberi pinjaman.</p>
<p>Misalnya, Anda tidak punya uang dan jaminan harta, masih berutang, apa yang bisa dibayarkan?</p>
<p><strong>Bisa jadi, diri Anda.</strong></p>
<p>Dalam sejarah peradaban manusia ketika manusia menyerahkan harga dirinya,<strong> jadilah ia budak</strong></p>
<p>Perbudakan, siapapun manusia berada sekarang menganggap itu tidak memanusiakan manusia. “Nah, <a title="Pandangan Islam Tentang Uang" href="http://www.koperasisyariah.com/pandangan-islam-tentang-uang/">Islam</a> melarang perbudakan. Islam meninggikan derajat manusia.</p>
<p>Perbudakan sudah ada jauh sebelum adanya agama Islam. Jauh sebelum nabi <a title="Etika Bisnis Muhammad saw" href="http://www.koperasisyariah.com/etika-bisnis-muhammad-saw/">Muhammad SAW</a> dilahirkan di Makkah, manusia di berbagai penjuru peradabannya telah mengenal perbudakan manusia.</p>
<p>Perbudakan bukan sekedar masalah manusia menindas manusia, namun perbudakan adalah sebuah sistem hukum, sistem ekonomi dan juga sistem sosial yang berlaku.</p>
<p>Nah jika perbudakan dikatakan &#8217;sistem&#8217;, berarti terkait dengan sebuah mata rantai dan keterkaitan dengan banyak hal.</p>
<p><a href="http://www.koperasisyariah.com"><img class="size-medium wp-image-888 alignleft" style="border: 5px solid white;" title="kurma" src="http://www.koperasisyariah.com/wp-content/uploads/2011/07/kurma-300x300.jpg" alt="kurma" width="200" height="200" /></a>Maka penyelesaian masalah budak itu bukan dengan teriak-teriak atau kampanye di sana-sini. Penyelesaian masalah perbudakan manusia itu harus dengan sistem juga.</p>
<p>Karena itu Anda jarang menemukan kalimat dari beliau SAW yang secara eksplisit menyebutkan keharusan untuk menghapuskan perbudakan. Walau pun bukan sama sekali tidak ada. Bukankah beliau bersabda: <em>An-nasu sawasiyatun ka asnanil mushthi. Manusia itu sejajar seperti sejajarnya gigi pada sisir?</em></p>
<p>Bahkan Al-Quran secara tegas menyebutkan bahwa sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling taqwa.</p>
<p>Yang Rasulullah SAW lakukan bukan sekedar pernyataan atau kutukan, melainkan tindakan nyata. Tindakan ini bersifat sistematis untuk secara implementatif mengakhiri perbudakan.</p>
<p>Nah,  cara yang dilakukan itu adalah menutup semua pintu ke arah perbudakan. Kemudian membuka pintu selebar-lebarnya agar para budak bisa merdeka. Salah satunya adalah <a title="Hukum Riba menurut Alquran" href="http://www.koperasisyariah.com/hukum-riba-menurut-alquran/">Melarang Riba</a></p>
<p>Di antara hikmah diharamkannya praktek riba di masa nabi adalah agar tidak ada orang yang terbelit rentenir lalu karena tidak bisa bayar, akhirnya dirinya atau anaknya dijadikan budak sebagai tebusan.</p>
<p>Praktek riba diharamkan, karena di masa itu riba adalah salah satu pintu masuk yang utama terjerumusnya manusia ke dalam perbudakan. Kalau diurutkan ke asal muasalnya, di Makkah terdapat begitu banyak budak yang dulunya orang merdeka. Namun karena sistem ekonomi yang ribawi, akhirnya begitu banyak orang jatuh ke dalam perbudakan.</p>
<p>Datangnya Islam bukan semata untuk menghapuskan perbudakan, melainkan juga mencabut akar penyebab utamanya, yaitu <strong>Riba</strong></p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>riba adalah</li><li>pinjaman koperasi syariah adalah</li><li>alasan islam melarang riba</li><li>sebab riba dilarang</li><li>mengapa riba diharamkan</li><li>rentenir dan hikmah diharamkannya rentenir</li><li>gambarislam</li><li>perbudakan dan cara penyelesaiannya</li><li>mengapa riba dilarang</li><li>mengapa riba dilarang islam</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/riba-pintu-perbudakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Waspadai Pemanfaatan Daging</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/waspadai-pemanfaatan-daging/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/waspadai-pemanfaatan-daging/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jun 2011 03:07:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[babi]]></category>
		<category><![CDATA[bulu]]></category>
		<category><![CDATA[daging babi]]></category>
		<category><![CDATA[gelatin]]></category>
		<category><![CDATA[kulit]]></category>
		<category><![CDATA[organ]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=878</guid>
		<description><![CDATA[Secara fisik babi banyak menyimpan bibit penyakit. Babi dianggap hewan  yang sama sekali tidak layak untuk dikonsumsi. Oleh karena itu ALLAH SWT  melarang umat Islam untuk mengkonsumsi Babi. Umat Islam diHaramkan  untuk makan daging babi.
Dengan berkembangnya ilmu dan teknologi menjadikan kita harus lebih waspada lagi karena hewan yang diharamkan untuk dikonsumsi ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Secara fisik <a title="babi" href="http://www.koperasisyariah.com/bahaya-daging-babi-bagi-manusia/">babi</a> banyak menyimpan bibit penyakit. Babi dianggap hewan  yang sama sekali tidak layak untuk dikonsumsi. Oleh karena itu ALLAH SWT  melarang umat Islam untuk mengkonsumsi Babi. Umat Islam diHaramkan  untuk makan daging babi.</p>
<p>Dengan berkembangnya ilmu dan teknologi menjadikan kita harus lebih waspada lagi karena hewan yang diharamkan untuk dikonsumsi ini ternyata mengandung banyak sekali manfaat.</p>
<p>Selain daging babi, bagian babi yang bisa dimanfaatkan seperti, Organ, Bulu, Kulit, Tulang, Darah, Lemak&#8230; ternyata hampir semua unsur dalam babi bisa dimanfaatkan&#8230;.</p>
<p>Anda dapat melihat pada gambar dibawah ini:</p>
<p><a title="pemanfaatan daging babi" href="http://www.koperasisyariah.com/wp-content/uploads/2011/06/haram_khinzir1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-879" title="haram_khinzir[1]" src="http://www.koperasisyariah.com/wp-content/uploads/2011/06/haram_khinzir1.jpg" alt="haram_khinzir[1]" width="520" height="300" /></a></p>
<p>Yang menjadi pertanyaan bagi Anda Ummat Islam, Apakah anda akan memanfaatkan, menggunakan babi dan turunannya untuk kehidupan Anda! sedangkan Allah SWT mengharamkan dan melarang mengkonsumsinya???</p>
<p>MasyaAllah La Quwata illa billah&#8230;</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>Koperasi daging</li><li>babi dan turunannya</li><li>koprasi daging</li><li>haram</li><li>tas kulit babi</li><li>pemanfaatan babi</li><li>bagian babi</li><li>ORGAN BABI</li><li>kulit babi</li><li>akopersai daging</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/waspadai-pemanfaatan-daging/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keadilan</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/keadilan/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/keadilan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 May 2011 16:30:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>siti saodah alawiyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pelayanan Pelanggan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[adil]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[keadilan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=864</guid>
		<description><![CDATA[Keadilan (justice). Kata yang terbanyak disebut dalam Al-Qur&#8217;an setelah Allah, dan ilmu pengetahuan, ialah keadilan. Kata &#8220;keadilan&#8221; disebut lebih dari 1000 kali, menunjukkan betapa nilai dasar ini memiliki bobot yang sangat dimuliakan dalam islam berkait dengan aspek sosial, politik maupun ekonomi.
Keadilan berarti kebebasan yang bersyarat akhlak Islam. &#8220;Adapun orang yang kikir (tidak mau mengorbankan sedikit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><a title="keadilan" href="http://www.koperasisyariah.com/keadilan/">Keadilan (justice)</a>. Kata yang terbanyak disebut dalam Al-Qur&#8217;an setelah Allah, dan ilmu pengetahuan, ialah keadilan. Kata &#8220;keadilan&#8221; disebut lebih dari 1000 kali, menunjukkan betapa nilai dasar ini memiliki bobot yang sangat dimuliakan dalam islam berkait dengan aspek sosial, politik maupun ekonomi.</p>
<p><img class="alignright size-full wp-image-865" title="keadilan" src="http://www.koperasisyariah.com/wp-content/uploads/2011/05/justice_hammer1.jpg" alt="keadilan" width="181" height="200" />Keadilan berarti kebebasan yang bersyarat akhlak Islam. &#8220;Adapun orang yang kikir (tidak mau mengorbankan sedikit pun dari haknya) dan mereka merasa cukup sendiri (egoistis) serta mendustakan (mencemoohkan) kebaikan, makan Kami licinkan jalan kearah kesukaran (kekacauan).&#8221; (<strong>al-Lail: 8-10</strong>)</p>
<p>Kebebasan yang tidak terbatas akan mengakibatkan ketidakserasiannya antara pertumbuhan produksi dan hak-hak istimewa bagi segolongan kecil untuk mengumpulkan kekayaan berlimpah (lihat surat <strong>al-Hadid: 20</strong>) dan mempertajam pertentangan antara yang kuat dan kaya dengan yang lemah dan miskin, dan akhirnya akan menghancurkan tatanan sosial (<strong>al-Humazah: 1-3</strong>).</p>
<p>Keadilan harus ditetapkan di semua fase kegiatan ekonomi. Keadilan dalam produksi dan konsumsi ialah aransemen efisiensi dan memberantas pemborosan. Adalah suatu kezaliman dan penindasan apabila seseorang dibiarkan berbuat terhadap hartanya sendiri yang melampaui batas yang ditetapkan dan bahkan sampai merampas hak orang lain (<strong>an-Nisa&#8217;: 160-161; asy-Syu&#8217;ara: 182-183; al-Baqarah: 188</strong>). Keadilan dalam distribusi ialah penilaian yang tepat terhadap faktor-faktor produksi dan kebijaksanaan harga hasilnya sesuai denga takaran yang wajar dan ukurang yang tepat atau kadar yang sebenarnya (<strong>al-Hijr: 19; Thaha: 6; al-Furqan: 2; al-&#8217;Ala: 1-3</strong>).</p>
<p>Keadilan berarti kebijaksanaan mengalokasikan sejumlah hasil tertentu dari kegiatan ekonomi, bagi mereka yang tidak mampu memasuki pasar atau tidak sanggup membelinya menurut kekuatan pasar, yakni kebijaksanaan melalui zakat, infak, dan sedekah (lihat surat <strong>al-Baqarah: 110, 271, 280; an-Nisa:8; at-Taubah:60; an-Nur: 33; an-Naml: 26-27; Muhammad: 38; al-Hadid: 7; al-Mumtahanah: 8; al-Ma&#8217;aarij: 24-25</strong>).</p>
<p>Perhatikan pula hadits Nabi Muhammad saw., &#8220;Saya bersumpah kepada Allah bukanlah orang yang beriman yang sepanjang hari makan kenyang, sedang mereka mengetahui tetangganya dalam kelaparan.&#8221;</p>
<p>Keterangan ayat-ayat dan hadits di atas menunjukkan bahwa distribusi pendapatan dan kekayaan harus merata bagi seluruh manusia sesuai dengan kemampuan fisik, mental, pengetahuan, dan keterampilan untuk melakukan kegiatan ekonomi (lihat surat <strong>ar-Rum: 37</strong>).</p>
<p>Karakter pokok dari nilai keadilan di atas menunjukkan kepada kita bahwa masyarakat ekonomi haruslah memiliki sifat makmur dalam keadilan dan adil dalam kemakmuran menurut syariat Islam. Penyimpangan dari keadaan tersebut akan berakibat masyarakat divonis oleh ayat Allah sebagai berikut.</p>
<p>&#8220;Apabila Kami menghendaki untuk menghancurkan suatu negeri,Kami memberi kesempatan kepada orang-orang yang mewah di negeri itu untuk memerintah, kemudian mereka membuat kecurangan-kecurangan di negeri itu, maka benar-benar terjadilah keputusan kata (vonis) atas negeri itu, lalu Kami hancur luluhkannya.&#8221; (<strong>al-Isra: 16)</strong></p>
<p>&#8220;Dan Kami menghendaki untuk memberi pertolongan kepada kaum tertindas di bumi, untuk Kami jadikan mereka itu pemimpin-pemimpin dan Kami jadikan pula mereka itu pewaris-pewaris.&#8221; (<strong>an-Naml: 5</strong>)</p>
<p>Ketiga nilai dasar ekonomi Islam tersebut, yakni kebebasan terbatas terhadap pemilikan harta kekayaan dan sumber-sumber, nilai keseimbangan, dan nilai keadilan, merupakan kesatuan nilai yang tidak dapat dipisahkan. Nilai dasar ini merupakan pangkal bertolak untuk mengungkap nilai-nilai instrumental ekonomi.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>hadits tentang keadilan</li><li>nilai keadilan</li><li>keadilan adalah kunci kemakmuran</li><li>keadilan kunci kemakmuran dalam islam</li><li>hadist tentang keadilan</li><li>hadist tentang keadilan dalam islam</li><li>keadilan ekonomi dalam islam</li><li>keadilan dalam konsumsi</li><li>keadilan</li><li>ayat tentang pengertian keadilan</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/keadilan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ashabul Kahfi</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/ashabul-kahfi/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/ashabul-kahfi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 May 2011 07:39:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi & Rasul]]></category>
		<category><![CDATA[ashabul kahfi]]></category>
		<category><![CDATA[dzulqarnain]]></category>
		<category><![CDATA[jibril]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad]]></category>
		<category><![CDATA[rasul]]></category>
		<category><![CDATA[roh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=859</guid>
		<description><![CDATA[
Situasi Saat Turunnya Surah al-Kahfi
Menurut pendapat para ulama tafsir, surat al-Kahfi merupakan surah Makkiyyah jika ditinjau dari sebab-sebab turunnya Al-Quran.
Surah ini turun saat memanasnya perang pendapat antara Rasulullah saw, dan kaum musyrikin Quraisy, pada saat berkembangnya pertentangan antara iman dan materialisme. Demikianlah keadaan pada saat turunnya surah tersebut secara umum.
Namun demikian, turunnya ayat ini mempunyai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="alignleft size-medium wp-image-860" style="border: 5px solid white;" title="ashabul kahfi" src="http://www.koperasisyariah.com/wp-content/uploads/2011/05/ashabul-kahfi-101-300x209.jpg" alt="ashabul kahfi" width="300" height="209" /></p>
<p>Situasi Saat Turunnya Surah <a title="ashabul kahfi" href="http://www.koperasisyariah.com/ashabul-kahfi/">al-Kahfi</a></p>
<p>Menurut pendapat para ulama tafsir, surat al-Kahfi merupakan surah Makkiyyah jika ditinjau dari sebab-sebab turunnya Al-Quran.</p>
<p>Surah ini turun saat memanasnya perang pendapat antara Rasulullah saw, dan kaum musyrikin Quraisy, pada saat berkembangnya pertentangan antara iman dan materialisme. Demikianlah keadaan pada saat turunnya surah tersebut secara umum.</p>
<p>Namun demikian, turunnya ayat ini mempunyai sebab khusus; para ulama tafsir menyebutkannya dalam buku cerita dan sirah mereka, yaitu sebagai berikut.</p>
<p>Telah dinukilkan oleh Ibnu Ishaq, Ibnu Jarir, Ibnu Munzir, Abu Na&#8217;im, dan al-Baihaqi dari Ibnu Abbas r.a yang mengatakan bahwa orang Quraisy telah mengutus an-Nadhr ibnul-Harits dan Uqbah bin Abi Mu&#8217;aith kepada rabbi Yahudi di Madinah. Kaum Quraisy mengatakan kepada utusan itu,</p>
<p>&#8220;Tanyakanlah pada mereka tentang Muhammad, jelaskan sifat-sifatnya, kabarkan mereka tentang ucapannya, sesungguhnya mereka adalah ahli kitab yang pertama dan mereka mempunyai ilmu yang tidak kita miliki.&#8221;</p>
<p>Kedua utusan itu pergi ke Madinah, kemudian bertanya kepada para rabbi Yahudi tentang Rasulullah saw, lalu menggambarkan perintahnya dan sebagian ucapannya.</p>
<p>Para rabbi itu berkata kepada utusan itu, &#8220;Tanyakanlah pada<a title="Etika Bisnis Muhammad saw" href="http://www.koperasisyariah.com/etika-bisnis-muhammad-saw/"> Muhammad</a> tentang tiga hal. Kalau dia dapat menjawab pertanyaan itu maka dia benar-benar nabi yang diutus itu. Jika tidak, dia bohong.</p>
<p>Pertama, tentang para pemuda yang pergi di zaman dahulu, bagaimana keadaan mereka, mereka mengalami kejadian yang hebat.</p>
<p>Kedua, tentang seorang lelaki yang melakukan perjalanan mengelilingi bumi, bagaimana ceritanya.</p>
<p>Ketiga, tanyakan tentang roh, apakah roh itu.&#8221;</p>
<p>An-Nadhr dan Uqbah kemudian kembali dan menemui orang Quraisy, mereka berkata, &#8220;Wahai penduduk Quraisy, kami datang membawa hal-hal yang membedakan antara kamu dan Muhammad. Para rabbi Yahudi itu telah memerintah kami agar bertanya pada Muhammad tentang tiga hal.&#8221; Keduanya lalu menceritakan hal-hal itu.</p>
<p>Rasulullah saw berkata, &#8220;Akan kukatakan apa yang kamu tanyakan besok.&#8221; Kemudian, ia pergi tanpa mengucapkan insya Allah. Rasulullah saw berdiam diri selama lima belas malam, tetapi Allah SWT tidak mengirimkan wahyu, Jibril pun tidak mendatanginya.</p>
<p>Penduduk Mekah kemudian menyebarkan gosip, sementara Rasulullah bersedih karena tidak turunnya wahyu dan merasa gelisah atas apa yang diperbincangkan oleh penduduk Mekah.</p>
<p>Akhirnya, Jibril datang dengan membawa surah al-Kahfi, yang mengobati kesedihan Rasulullah dan menjawab pertanyaan mereka tentang pemuda dan lelaki yang melakukan perjalanan, dan firman Allah, &#8220;Dan apabila mereka bertanya tentang roh.&#8221;</p>
<p><img class="alignright size-full wp-image-861" style="border: 5px solid white;" title="ashabul-kahfi" src="http://www.koperasisyariah.com/wp-content/uploads/2011/05/ashabul-kahfi.jpg" alt="ashabul-kahfi" width="230" height="293" />Orang-orang musyrikin dan Yahudi bersepakat untuk menguji Rasulullah saw, sehingga mereka mengajukan tiga pertanyaan yang harus dijawab. Surah al-Kahfi hanya menjawab dua pertanyaan mereka, yaitu tentang Ash-habul Kahfi dan Dzulqarnain.</p>
<p>Adapun pertanyaan ketiga, yaitu tentang roh, surah al-Isra telah menjelaskan bahwa hal itu adalah urusan Allah, tidak seorang pun yang mengetahui hakikat dan bentuknya, karenanya tak ada jawaban atas hal itu,<em> &#8220;Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah, &#8216;Roh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan, melainkan sedikit.&#8217;&#8221; </em>(al-Isra:85)</p>
<p>Jadi, surah al-Kahfi merupakan surah ujian yang diturunkan kepada Rasulullah saw; Allah menolong Rasul-Nya, Dia menurunkan Jibril a.s untuk menolongnya dengan memberi jawaban, dan Rasul menyampaikan hal itu kepada mereka, membaca kepada mereka tentang ayat tersebut. Rasulullah akhirnya berhasil atas pertolongan dan rahmat Allah SWT.</p>
<p>Tentang ujian yang ada dalam surah itu, ayat-ayat itu juga menegaskan bahwa jawabannya datang dari Allah; Dialah yang membacakannya kepada Muhammad agar ia menyampaikannya kepada manusia.</p>
<p>Mengenai Ash-habul Kahfi, Allah berfirman, &#8220;Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya.&#8221;</p>
<p>Mengenai Dzulqarnain, Allah berfirman, &#8220;Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulqarnain. Katakanlah, &#8216;Aku akan bacakan kepadamu cerita tentangnya.&#8217;&#8221;</p>
<p>Mengenai roh, Allah berfirman, &#8220;Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah,&#8217;Roh itu termasuk urusan Tuhanku.&#8217;&#8221;</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>ashabul kahfi</li><li>surah al kahfi</li><li>sebab turunnya surat al kahfi</li><li>sebab-sebab turunnya surat al kahfi</li><li>mereka bertanya tentang roh</li><li>tafsir ashabul kahfi</li><li>sebab turun surah al kahfi</li><li>surah al-kahfi</li><li>surat ashabul kahfi</li><li>sebab-sebab turunnya surat al-kahfi</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/ashabul-kahfi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gandakan Rizki dengan Sedekah</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/gandakan-rizki-dengan-sedekah/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/gandakan-rizki-dengan-sedekah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Apr 2011 17:41:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[pahala]]></category>
		<category><![CDATA[rezeki]]></category>
		<category><![CDATA[rizki]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[shodaqoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=854</guid>
		<description><![CDATA[
Ketika Anda mulai terasa bosan dengan pekerjaan, jenuh dengan suasana kantor, karir yang tidak lancar, segeralah untuk bersedekah. Bila ada tanda-tanda Anda telah mulai berputus asa di tempat kerja, segeralah bersedekah. Karena dengan bersedekah akan memaksa Anda bekerja keras. Dengan bekerja keras Anda akan mendapatkan nafkah. Dengan nafkah itu Anda berkesempatan untuk menunaikan sedekah.
Bahkan, bekerja [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="alignleft size-full wp-image-857" style="border: 5px solid white;" title="gandakan-rizki-dengan-sedekah" src="http://www.koperasisyariah.com/wp-content/uploads/2011/05/gandakan-rizki-dengan-sedekah.jpeg" alt="gandakan-rizki-dengan-sedekah" width="274" height="200" /></p>
<p>Ketika Anda mulai terasa bosan dengan pekerjaan, jenuh dengan suasana kantor, karir yang tidak lancar, segeralah untuk bersedekah. Bila ada tanda-tanda Anda telah mulai berputus asa di tempat kerja, segeralah <a title="sedekah" href="http://www.koperasisyariah.com/gandakan-rizki-dengan-sedekah/">bersedekah</a>. Karena dengan bersedekah akan memaksa Anda bekerja keras. Dengan bekerja keras Anda akan mendapatkan nafkah. Dengan nafkah itu Anda berkesempatan untuk menunaikan sedekah.</p>
<p>Bahkan, bekerja itu sendiri, keringat yang Anda peras sehari-hari, adalah sedekah. Bekerja keras menjadi sedekah bila Anda niatkan untuk kebaikan: kebaikan diri sendiri, kebaikan keluarga, kebaikan masyarakat, dan juga bangsa. Dengan <a title="Makan Dari Hasil Usaha Tangan Sendiri" href="http://www.koperasisyariah.com/makan-dari-hasil-usaha-tangan-sendiri/">bekerja keras</a> Anda dapat memberi nafkah keluarga. Nafkah yang Anda berikan kepada keluarga dinilai sebagai sedekah.</p>
<p>Dengan <a title="Etika Bekerja Dalam Islam" href="http://www.koperasisyariah.com/etika-bekerja-dalam-islam/">bekerja keras</a> Anda dapat memberi beasiswa bagi mereka yang putus sekolah. Langkah yang Anda lakukan itu membuat orang dapat melanjutkan belajar dan menuntut ilmu. Ilmu yang mereka dapatkan dapat diamalkan untuk kebaikan banyak orang dan kemajuan peradaban. Sekali lagi, beasiswa yang Anda berikan kepada anak putus sekolah dinilai sebagai sedekah.</p>
<p>Sedekah memberi sugesti kepada Anda untuk selalu bekerja keras. Itulah berkah bahwa sedekah akan membuat rizki Anda berlipat-lipat. Bila Anda bersedekah dengan secuil rizki yang dianugerahkan Allah, Allah akan melipatgandakannya hingga sebesar gunung uhud, di Madinah. Sebuah riwayat mengatakan, Rasulullah saw, pernah bersabda:<em> &#8220;Barangsiapa bersedekah dengan syarat dari harta yang halal, bukan dari harta yang haram, maka Allah akan memelihara sedekah itu sebagaimana kita memelihara anak kuda kalian, sehingga sedekah itu akan menjadi besar seperti gunung.&#8221;<br />
</em><br />
Pada riwayat yang lain dikatakan, barangsiapa bersedekah dengan sebiji kurma, Allah SWT akan memberikan yang lebih besar dari gunung Uhud, padahal gunung Uhud adalah gunung yang sangat besar di madinah. Dalam kata lain, pahala yang diterima seseorang yang bersedekah adalah <a title="Allah SWT Sebaik-baik Pemberi Rezeki" href="http://www.koperasisyariah.com/allah-swt-sebaik-baik-pemberi-rezeki/">tujuh ratus kali lipat</a>.</p>
<p><em>&#8220;Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan harta mereka di Jalan Allah adalah serupa dengan sebulir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji, dan Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.&#8221;</em> (QS. Al Baqarah: 261)</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>bersedekah</li><li>sedekah</li><li>gambar sedekah</li><li>gambar orang bersedekah</li><li>gambar orang sedekah</li><li>gambaran orang bersedekah</li><li>gambar bersedekah</li><li>rizki sedekah</li><li>SUGESTI SEDEKAH</li><li>sedekah melipatgandakan rizki</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/gandakan-rizki-dengan-sedekah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Abrahah dan Pasukan Gajah</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/pasukan-gajah/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/pasukan-gajah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Apr 2011 16:38:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Perang]]></category>
		<category><![CDATA[abrahah]]></category>
		<category><![CDATA[gajah]]></category>
		<category><![CDATA[mekkah]]></category>
		<category><![CDATA[pasukan gajah]]></category>
		<category><![CDATA[quraisy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=845</guid>
		<description><![CDATA[سُوۡرَةُ الفِیل
 بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

أَلَمۡ تَرَ كَيۡفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصۡحَـٰبِ ٱلۡفِيلِ (﻿١﻿) أَلَمۡ يَجۡعَلۡ كَيۡدَهُمۡ فِى تَضۡلِيلٍ۬ (﻿٢﻿) وَأَرۡسَلَ عَلَيۡہِمۡ طَيۡرًا أَبَابِيلَ (﻿٣﻿) تَرۡمِيهِم بِحِجَارَةٍ۬ مِّن سِجِّيلٍ۬ (﻿٤﻿) فَجَعَلَهُمۡ كَعَصۡفٍ۬ مَّأۡڪُولِۭ (﻿٥﻿)
Pada abad keenam sekitar tahun 571 Masehi, saat itu Yaman dikuasai oleh seorang raja Kristen bernama Negus yang berhasil mengusir bangsa Yahudi dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><h2 style="text-align: right;"><span style="color: #808000;">سُوۡرَةُ الفِیل</span><br />
<span style="color: #800000;"> بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ<br />
</span><br />
أَلَمۡ تَرَ كَيۡفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصۡحَـٰبِ ٱلۡفِيلِ (﻿١﻿) أَلَمۡ يَجۡعَلۡ كَيۡدَهُمۡ فِى تَضۡلِيلٍ۬ (﻿٢﻿) وَأَرۡسَلَ عَلَيۡہِمۡ طَيۡرًا أَبَابِيلَ (﻿٣﻿) تَرۡمِيهِم بِحِجَارَةٍ۬ مِّن سِجِّيلٍ۬ (﻿٤﻿) فَجَعَلَهُمۡ كَعَصۡفٍ۬ مَّأۡڪُولِۭ (﻿٥﻿)</h2>
<p>Pada abad keenam sekitar tahun 571 Masehi, saat itu Yaman dikuasai oleh seorang raja Kristen bernama Negus yang berhasil mengusir bangsa Yahudi dari negerinya. Seorang menterinya yang bernama Abrahah bin Al-Shobaah menemukan bahwa setiap tahunnya orang-orang dari berbagai belahan bumi bergegas dan berduyun-duyun pergi ke Kabah di Mekah untuk menunaikan haji.</p>
<p>Diperintahkannya arsitek dan ahli bangunan terbaik untuk membangun Al-Qalies, sebuah geraja yang sangat besar dan indah di Kota  San&#8217;a. Gereja ini dipersembahkan kepada Raja Najasyi serta merupakan  bukti kuat keinginan <a title="pasukan gajah" href="../pasukan-gajah/">Abrahah</a> agar orang-orang melupakan Ka&#8217;bah.</p>
<p>Untuk mencapai kein<img class="alignleft size-full wp-image-850" style="border: 5px solid white;" title="Pasukan Gajah" src="http://www.koperasisyariah.com/wp-content/uploads/2011/04/5_gajah1.jpg" alt="Pasukan Gajah" width="212" height="300" />ginannya itu, Abrahah telah bersumpah untuk menghancurkan Ka&#8217;bah. Berangkatlah Abrahah ke Makkah beserta tentaranya dengan menunggangi gajah. Abrahah memimpin pasukan dengan menunggangi seekor gajah yang santa besar dan gagah. Gajah tersebut adalah hadiah dari Raja Najasyi karena Abrahah sudah membuatkan sebuah gereja yang indah.</p>
<p>Berita tentang rencana Abrahah dan pasukannya sedang menuju Makkah, tentu saja membuat orang-orang Makkah ketakutan. Sebelum pasukan itu tiba di Makkah, Abrahah sudah mengutus Aswad bin Mafsud beserta pasukan berkudanya untuk mendahuluinya dan merampas harta milik Kaum Quraisy.</p>
<p>Jumlah mereka begitu banyak dan kuat sehingga tidak ada seorangpun yang berani melawannya. Kaum Quraisy dengan pasrah menyerahkan harta kekayaan ataupun ternak yang dimilikinya. Abdul Muthalib bin Hasyim yang merupakan salah seorang pemuka Kaum Quraisy pun harus kehilangan dua ratus unta miliknya.</p>
<p>&#8220;Wahai Kaum Quraisy, kami datang bukan untuk menimbulkan peperangan dengan kalian. Kami datang ke Makkah hanya untuk menghancurkan Ka&#8217;bah. Kalau kalian tidak menghalangi kami, kami juga tidak akan memerangi kalian!&#8221; teriak Hanathah Humairi, kepada penduduk Kota Makkah. Dia adalah salah seorang anak buah Abrahah.</p>
<p>Abdul Muthalib pun menyeruak dari kerumunan penduduk dan menjawab, &#8220;Demi Allah, kami tidak akan menghalangi kalian karena kami tidak mempunyai kekuatan apa pun untuk mempertahankan Baitullah.&#8221;</p>
<p>Demikianlah, Kaum Quraisy hanya bisa pasrah dan diam ketakutan. Mereka merasa tidak mungkin melawan tentara yang terlihat begitu kuat. Namun, tidak demikian dengan Abdul Muthalib. Dia masih merasa kesal karena kehilangan unta-untanya. Kalau mereka ingin menghancurkan Ka&#8217;bah, mengapa harus merampas harta penduduk Makkah? Akhirnya, Abdul Muthalib pun pergi menyusul Abrahah yang masih di tengah perjalanan.</p>
<p>Di hadapan Abrahah, dia meminta kembali dua ratus ekor unta yang sudah  dirampas darinya. Keinginan Abdul Muthalib itu malah membuat Abrahah murka.</p>
<p>&#8220;Wahai Abdul Muthalib, ternyata kamu tidak sehebat perkiraanku. Kamu lebih memikirkan unta milikmu daripada memikirkan ka&#8217;bah. Mengapa kamu tidak mencoba menahanku untuk menghancurkan Ka&#8217;bah? Bukankah Ka&#8217;bah adalah kiblatmu dan kiblat leluhurmu?&#8221; Tanya Abrahah marah. Dia tersinggung karena Abdul Muthalib hanya meminta untanya, bukan Ka&#8217;bah yang akan segera dihancurkan.</p>
<p>Abdul Muthalib hanya menjawab, &#8220;Wahai Abrahah, aku hanyalah pemilik unta-unta itu. Sedangkan Ka&#8217;bah, mempunyai Pemilik yang akan menjaganya.&#8221;</p>
<p>Abrahah menatap Abdul Muthalib dengan geram. Tangannya terkepal karena Abdul Muthalib seolah sudah menantangnya. &#8220;Tidak ada seorangpun yang bisa menahanku untuk menghancurkannya!&#8221; katanya dengan congkak. Abrahah berpikir, dengan pasukan gajah yang membawanya, dalam sekejap saja, Ka&#8217;bah dapat dia runtuhkan.</p>
<p>Abrahah pun mengerahkan pasukannya untuk kembali memasuki Kota Makkah. Kota Makkah saat itu sudah sepi karena seluruh penduduknya telah mengungsi jauh. Mereka menghindari serangan pasukan Abrahah. Suara berderap dan debu yang beterbangan menandai kedatangan pasukan gajah Abrahah memasuki Makkah. Mereka begitu bernafsu untuk segera menghancurkan Baitullah. Suara berdebum dari langkah kaki pasukan gajahpun membuat suasana begitu mencekam. Tak ada lagi yang bisa dilakukan untuk melindungi Ka&#8217;bah, kecuali menunggu mukjizat dari Allah SWT.</p>
<p>Ka&#8217;bah adalah rumah Allah yang sudah dibangun dengan susah payah oleh Nabi Ibrahim dan Nabi ISmail. Allah SWT tidak mengizinkan Abrahah dan tentaranya untuk menyentuk Ka&#8217;bah. Tiba-tiba, dari arah laut sekawanan burung terbang menaungi dan berputar-putar di atas Kota Makkah. Jumlahnya begitu banyak sehingga ketika Abrahah dan tentaranya mendongak ke atas langit, yang terlihat hanyalah kepakan burung-burung.</p>
<p>Itulah Burung Ababil yang dikirim oleh Allah SWT, dengan tiga buah batu yang dicengkeram pada kaki dan paruhnya. Batu-batu itu sangat panas. Ketika batu itu dijatuhkan dan menimpa pasukan Abrahah, mereka menjerit kesakitan karena merakan panas yang menyengat ke tulang mereka.</p>
<p>Pasukan gajah Abrahah yang sudah berada di Kota Makkah tak bisa mengelak lagi dan tidak sempat lari menyelamatkan diri. Batu-batu panas itu mulai dijatuhkan dair cengkeraman cakar da paruh Burung Ababil. Tanpa ampun lagi, batu-batu panas itu menghujam tentara Abrahah yang langsung menjerit karena rasa sakit yang tidak tertahankan.</p>
<p>Batu-batu itu seolah turun dari langit tanpa henti. Ke mana pun pasukan Abrahah berlari, burung-burung itu sekan mengejarnya dan melontarkan batu panas. Satu persatu, pasukan Abrahah tewas bergelimpangan dalam keadaan hangus terbakar. Beberapa tentara yang belum terkena lontaran batu segera melarikan diri dari Kota Suci Mekkah. Mereka mulai menyadari bahwa Ka&#8217;bah mempunyai Pemilik yang akan melindunginya, yaitu Allah SWT.</p>
<p>Sementara itu, Abrahah tidak luput dari serangan batu yang dilontarkan Burung Ababil tersebut. Pasukannya membawa Abrahah ke luar Makkah hingga tiba di Kota Shan&#8217;a. Di sana, Abrahah akhirnya meninggal. Itulah hukuman dari Allah SWT, bagi siapa pun yang berani mengganggu Ka&#8217;bah, rumah Allah.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>raja abrahah</li><li>pasukan gajah abrahah</li><li>abrahah</li><li>pasukan gajah</li><li>raja abraha</li><li>kisah pasukan gajah</li><li>penyerangan pasukan gajah terhadap kabah</li><li>serangan pasukan gajah</li><li>abrahah dan pasukan gajah</li><li>video pasukan gajah menghancurkan kakbah</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/pasukan-gajah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengertian Bunga</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/pengertian-bunga/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/pengertian-bunga/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Apr 2011 13:58:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Riba]]></category>
		<category><![CDATA[interest]]></category>
		<category><![CDATA[Jual Beli]]></category>
		<category><![CDATA[pengertian bunga]]></category>
		<category><![CDATA[pinjaman]]></category>
		<category><![CDATA[usury]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=836</guid>
		<description><![CDATA[
Menurut bahasa interest atau bunga adalah uang yang dikenakan atau dibayar atas penggunaan uang, sedangkan usury adalah pekerjaan meminjamkan uang dengan mengenakan bunga yang tinggi.
Misalnya, Tuan A meminjamkan uang Rp 1.000.000,- dalam tempo pelunasan 6 bulan, pada saat mengembalikan Tuan A menetapkan tambahan pembayaran sebesar Rp 100.000,-. Tambahan pembayaran Rp 100.000,- disebut sebagai interest atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="alignleft size-medium wp-image-838" style="border: 5px solid white;" title="pengertian bunga" src="http://www.koperasisyariah.com/wp-content/uploads/2011/04/interest_rates1-300x195.jpg" alt="pengertian bunga" width="300" height="195" /></p>
<p>Menurut bahasa <a title="bunga" href="http://www.koperasisyariah.com/pengertian-bunga/">interest</a> atau bunga adalah uang yang dikenakan atau dibayar atas penggunaan uang, sedangkan usury adalah pekerjaan meminjamkan uang dengan mengenakan bunga yang tinggi.</p>
<p>Misalnya, Tuan A meminjamkan uang Rp 1.000.000,- dalam tempo pelunasan 6 bulan, pada saat mengembalikan Tuan A menetapkan tambahan pembayaran sebesar Rp 100.000,-. Tambahan pembayaran Rp 100.000,- disebut sebagai interest atau bunga.</p>
<ul>
<li>Definisi interest menurut Samuel G. Kling, dalam The Legal Encylopedia for Home and Business, 1960, 246 (IBI,36), <em>&#8220;Interest is compensation for the use of money which due.&#8221;</em></li>
<li>Menurut Oxford English Dictionary, 1989, 109 (IBI, 37) mendefinisikan, <em>&#8220;Interest is money paid for the use of money lent (the principal), or for forbearance of a debt, according to a fixed ratio (rafe per cent)&#8221;.</em></li>
<li>Usury didefinisikan dalam Oxford English Dictionary, 1989,365 (IBI,37) adalah <em>&#8220;The fact or practice of lending money at interest, especially in later use, the practice of charging, taking or contracting to receive, exessive or illegal rate of interest for money on loan.&#8221;</em></li>
<li>Menurut Cardinal de Lugo (1593-1623), mendefinisikan, <em>&#8220;Usury is gain immediately arising as an obligation from a loan of mutuum if gain doesn not arise from mutuum but from purchase and sale, however unjust, it is not usury, and likewese if it is not paid as an obligation due but from goodwill, gratitude, or friendship, it is not usury&#8221;.</em></li>
</ul>
<p>Dari beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa interest dan usury merupakan dua konsep yang serupa, yaitu keuntungan yang diharapkan oleh pemberi pinjaman atas peminjaman uang atau barang (mutuum), yang sebenarnya barang atau uang tersebut apabila tidak ada unsur tenaga kerja tidak akan menghasilkan apa-apa.</p>
<p>Usury muncul akibat proses peminjaman dan bukan akibat jual beli, dengan kata lain tambahan dari harga pokok dalam jual beli bukanlah usury atau interest, tetapi laba atau keuntungan.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>pengertian bunga</li><li>definisi bunga</li><li>pengertian bunga dalam ekonomi</li><li>pengertian bunga pinjaman</li><li>pengertian tentang bunga</li><li>pengertian interest</li><li>pengertian bunga uang</li><li>PINJAMAN KOPERASI SYARIAH</li><li>definisi interest</li><li>ARTI INTEREST CHARGE</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/pengertian-bunga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pandangan Islam Tentang Uang</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/pandangan-islam-tentang-uang/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/pandangan-islam-tentang-uang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Apr 2011 11:38:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Koperasi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[mudharabah]]></category>
		<category><![CDATA[musyarakah]]></category>
		<category><![CDATA[qardh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=833</guid>
		<description><![CDATA[
Pada dasarnya islam memandang uang hanya sebagai alat tukar, bukan sebagai barang dagangan (komoditas). Oleh karena itu motif permintaan akan uang adalah untuk memenuhi kebutuhan transaksi (money demand for transaction), bukan untuk spekulasi.
Islam juga sangat menganjurkan penggunaan uang dalam pertukaran karena Rasulullah telah menyadari kelemahan dari salah satu bentuk pertukaran di zaman dahulu yaitu barter [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="alignleft size-medium wp-image-841" style="border: 5px solid white;" title="08-01-17_money8-1jpg[1]" src="http://www.koperasisyariah.com/wp-content/uploads/2011/04/08-01-17_money8-1jpg1-300x229.jpg" alt="08-01-17_money8-1jpg[1]" width="300" height="229" /></p>
<p>Pada dasarnya islam <a title="pandangan islam tentang uang" href="http://www.koperasisyariah.com/pandangan-islam-tentang-uang/">memandang uang</a> hanya sebagai alat tukar, bukan sebagai barang dagangan (<em>komoditas</em>). Oleh karena itu motif permintaan akan uang adalah untuk memenuhi kebutuhan transaksi (<em>money demand for transaction</em>), bukan untuk spekulasi.</p>
<p>Islam juga sangat menganjurkan penggunaan uang dalam pertukaran karena Rasulullah telah menyadari kelemahan dari salah satu bentuk pertukaran di zaman dahulu yaitu barter (<em>bai&#8217;al muqayyadah</em>), dimana barang saling dipertukarkan. Menurut Afzalur Rahmah:</p>
<p><em>&#8220;Rasulullah saw menyadari akan kesulitan-kesulitan dan kelemahan-kelemahan sistem pertukaran ini, lalu beliau ingin menggantinya dengan sistem pertukaran melalui uang. Oleh karena itu beliau menekankan kepada para sahabat untuk menggunakan uang dalam transaksi-transaksi mereka.&#8221;</em></p>
<p>Hal ini dapat dijumpai dalam hadits-hadits antara lain seperti diriwayatkan oleh Ata bin Yasar, Abu said dan abu hurairah, dan Abu said al Khudri.</p>
<p><em>&#8220;Ternyata Rasulullah saw tidak menyetujui transaksi-transaksi dengan sistem barter, untuk itu dianjurkan sebaiknya menggunakan uang. Tampaknya beliau melarang bentuk pertukaran seperti ini karena ada unsur riba di dalamnya.&#8221;</em></p>
<p>Dalam konsep islam tidak dikenal <em>Money Demand for speculation</em>, karena spekulasi tidak diperbolehkan. Kebalikan dari sistem konvensional yang memberikan bunga atas harta, islam malah menjadikan harta sebagai obyek zakat.</p>
<p>Uang adalah milik masyarakat sehingga menimbun uang di bawah bantal (dibiarkan tidak produktif) dilarang, karena hal itu berarti mengurangi jumlah uang yang beredar di masyarakat. Dalam pandangan islam, uang adalah <em>flow concept</em>, sehingga harus selalu berputar dalam perekonomian. semakin cepat uang berputar dalam perekonomian, maka akan semakin tinggi tingkat pendapatan masyarakat dan semakin baik perekonomian.</p>
<p>Bagi mereka yang tidak dapat memproduktifkan hartanya, islam menganjurkan untuk melakukan investasi dengan prinsip <a title="musyarakah" href="http://www.koperasisyariah.com/pembiayaan-musyarakah/">Musyarakah</a> atau <a title="mudharabah" href="http://www.koperasisyariah.com/pembiayaan-mudharabah-qiradh/">Mudharabah</a>, yaitu bisnis dengan bagi-hasil. Bila ia tidak ingin mengambil risiko karena ber-musyarakah atau mudharabah, maka islam sangat menganjurkan untuk melakukan qard, yaitu meminjamkannya tanpa imbalan apa pun, karena meminjamkan uang untuk memperoleh imbalan adalah riba.</p>
<p>secara mikro, qard tidak memberikan manfaat langsung bagi orang yang meminjamkan. Namum secara makro, <a title="qard" href="http://www.koperasisyariah.com/al-qardh/">qard</a> akan memberikan manfaat tidak langsung bagi perekonomian secara keseluruhan. hal ini disebabkan karena pemberian qard membuat velocity of money (percepatan perputaran uang) akan bertambah cepat, yang berarti bertambahnya darah baru bagi perkonomian, sehingga pendapatan nasional (national income) meningkat.</p>
<p>Dengan peningkatan pendapatan nasional, maka si pemberi pinjaman akan meningkat pula pendapatannya. Demikian pula, pengeluaran <a title="shadaqah" href="http://www.koperasisyariah.com/tujuan-ekonomi-dalam-islam/">shadaqah</a> juga akan memberikan manfaat yang lebih kurang sama dengan pemberian qard.</p>
<p>Sumber:</p>
<p>Dasar-dasar Manajemen Bank Syariah<br />
By Drs. Zainul Arifin, MBA</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>pandangan islam tentang uang</li><li>pandangan islam terhadap uang</li><li>hadis koperasi syariah menurut pandangan islam</li><li>uang dalam pandangan islam</li><li>uang dalam islam</li><li>uang dalam perspektif islam</li><li>perspektif islam tentang uang</li><li>uang menurut pandangan islam</li><li>uang islam</li><li>pandangan islam terhadap bagi hasil</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/pandangan-islam-tentang-uang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Muslim Harus Kaya</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/muslim-harus-kaya/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/muslim-harus-kaya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Apr 2011 17:44:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[harta]]></category>
		<category><![CDATA[infak]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[wakaf]]></category>
		<category><![CDATA[Zakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=814</guid>
		<description><![CDATA[Selain mendapatkannya dengan cara yang benar dan memanfaatkannya untuk keperluan pribadi dan keluarga sesuai tuntunan Islam maka seorang muslim juga berkewajiban untuk mengeluarkan sebagian hartanya dan memberikannya kepada mereka yang berhak.
Sebagian harta yang dikeluarkan ini berupa zakat, infak, sedekah, ataupun wakaf. Dengan mengeluarkan sebagian harta tersebut di jalan Allah maka orang tersebut akan mendapatkan harta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Selain mendapatkannya dengan cara yang benar dan memanfaatkannya untuk keperluan pribadi dan keluarga sesuai tuntunan Islam maka seorang muslim juga berkewajiban untuk mengeluarkan sebagian hartanya dan memberikannya kepada mereka yang berhak.</p>
<p>Sebagian <a title="muslim harus kaya" href="http://www.koperasisyariah.com/muslim-harus-kaya/">harta</a> yang dikeluarkan ini berupa zakat, infak, sedekah, ataupun wakaf. Dengan mengeluarkan sebagian harta tersebut di jalan Allah maka orang tersebut akan mendapatkan harta yang lebih berlipat ganda, baik di dunia maupun di akhirat. Allah berfirman,</p>
<p><em>&#8220;Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya)lagi Maha Mengetahui.&#8221;</em> (<strong>Al-Baqarah:261</strong>)</p>
<p><strong>Rasulullah saw. bersabda</strong>:</p>
<p><em>&#8220;Sikap rendah hati itu hanya menambah seseorang makin menjadi mulia, maka berlaku rendah hatilah kalian, niscaya Allah SWT akan memuliakan. Dan amal sedekah itu hanyalah akan menambah seseorang makin banyak hartanya, maka bersedekahlah kalian, niscaya Allah SWT.akan melimpahkan rahmat-Nya kepada kalian.&#8221;</em> (<strong>HR Ibnu Abu Dunya</strong>)</p>
<p>Perintah berzakat, berinfak, dan bersedekah pada dasarnya merupakan perintah agar kaum muslimin memiliki harta kekayaan. Hal itu bisa dilihat dari firman Allah berikut ini.</p>
<p><em>&#8220;Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka, dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.&#8221;</em> (<strong>At-Taubah:103</strong>)</p>
<p><em>&#8220;Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya)lagi Maha Mengetahui.&#8221;</em> (<strong>Al-Baqarah:261</strong>)</p>
<p>Demikian pula perintah melaksanakan ibadah haji dan perintah berjihad dengan harta. Perintah-perintah Allah tidak mungkin terlaksana apabila kaum muslimin miskin, tidak mempunyai harta. Dengan demikian, Islam telah menumbuhkan etos kerja kepada kaum muslimin agar berusaha dan bekerja dengan keras sehingga Allah akan melimpahkan rezeki-Nya.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>muslim harus kaya</li><li>firman allah tetang koprasi syariah</li><li>islam harus kaya</li><li>kaya dengan ekonomi syariah</li><li>kaya dengan koperasi</li><li>perumpamaan bagi orang orang yang bersedekah dijalan allah</li><li>PERUMPAMAAN ORANG YG MENAMFKAHKAN HARTANYA DI JALAN ALLAH AKAN BRLIPAT GANDA</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/muslim-harus-kaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Praktek Wadiah Zaman Rasulullah</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/praktek-wadiah-zaman-rasulullah/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/praktek-wadiah-zaman-rasulullah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Apr 2011 06:29:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Perbankan Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[bank]]></category>
		<category><![CDATA[deposit]]></category>
		<category><![CDATA[perbankan]]></category>
		<category><![CDATA[rasul]]></category>
		<category><![CDATA[wadiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=812</guid>
		<description><![CDATA[Walaupun bank-bank islam modern baru mulai didirikan pada tahun 1960-an, sebenarnya aktivitas perbankan telah dimulai sejak zaman Rasulullah. Nabi Muhammad saw sebelum diutus menjadi Rasul telah dikenal sebagai al-Amien, artinya orang yang terpercaya.
Karena kejujurannya itulah Nabi Muhammad saw dipercaya untuk menyimpan segala macam barang titipan (deposit) orang ramai.
Begitu amanahnya beliau dalam menjaga deposit tersebut, sehingga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Walaupun bank-bank islam modern baru mulai didirikan pada tahun 1960-an, sebenarnya aktivitas perbankan telah dimulai sejak zaman Rasulullah. Nabi Muhammad saw sebelum diutus menjadi Rasul telah dikenal sebagai al-Amien, artinya orang yang terpercaya.</p>
<p>Karena kejujurannya itulah Nabi Muhammad saw dipercaya untuk menyimpan segala macam barang titipan (<a title="wadiah" href="http://www.koperasisyariah.com/praktek-wadiah-zaman-rasulullah/">deposit</a>) orang ramai.</p>
<p>Begitu amanahnya beliau dalam menjaga deposit tersebut, sehingga pada saat terakhir sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah, baeliau melantik Ali bin Abi Thalib r.a. untuk mengembalikan segala deposit itu kepada pemiliknya.</p>
<p>Tindakan Rasulullah tersebut ternyata dikembangkan lebih lanjut sebagaimana dicontohkan oleh seorang sahabat beliau, Zubair bin Awwam, yang tidak pernah mau menerima uang dari semua orang dalam bentuk deposit (simpanan/titipan).</p>
<p>Beliau lebih suka menerimanya dalam bentuk pinjaman. Abdullah bin Zubair menceritakan bahwa bila ada orang datang membawa uang untuk disimpan pada ayahnya, maka ayahnya takut jika deposit uang itu akan hilang.</p>
<p>Tindakan Zubair ini menunjukkan dua hal yang dapat ditarik hikmahnya. Pertama, dengan mengambil uang tersebut sebagai pinjaman, beliau mempunyai hak untuk menggunakannya; kedua, jika uang itu dalam bentuk pinjaman maka Zubair berkewajiban untuk mengembalikannya dengan utuh seperti semula.</p>
<p>Dengan demikian, ada dua macam praktik simpanan (deposit) yang diterapkan pada masa awal Islam, yaitu <a title="Definisi Wadiah" href="http://www.koperasisyariah.com/definisi-wadiah/"><em>wadi&#8217;ah yad amanah</em></a> dan <a title="Prinsip Titipan atau Simpanan Al-Wadiah" href="http://www.koperasisyariah.com/prinsip-titipan-atau-simpanan-al-wadiah/"><em>wadi&#8217;ah yad dhamanah</em></a>. Munculnya variasi ini adalah karena perkembangan wacana dari pemanfaatan tipe simpanan tersebut yang ada di masa Rasulullah mempunyai konsep awal yaitu sebagai suatu amanah, lalu bergeser menjadi konsep pinjaman sebagaimana yang dicontohkan oleh Zubair bin Awwam.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>wadiah menurut koperasi syariah</li><li>praktek wadiah</li><li>ekonomi syariah pada zaman rosulullah saw</li><li>praktek perbankan islam masa rasulullah saw dan sahabat</li><li>perbankan syariah jaman nabi muhammad saw</li><li>wadiah dalam ekonomi syariah</li><li>perekonomian zaman rasulullah</li><li>ekonomi syariah pada zaman Rasulullah</li><li>wadiah pada zaman rasulullah</li><li>wadiah dalam jaman nabi</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/praktek-wadiah-zaman-rasulullah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nabi Adam a.s.</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/nabi-adam-a-s/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/nabi-adam-a-s/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Feb 2011 14:15:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nabi & Rasul]]></category>
		<category><![CDATA[adam]]></category>
		<category><![CDATA[hawa]]></category>
		<category><![CDATA[iblis]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[nabi adam]]></category>
		<category><![CDATA[pohon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=843</guid>
		<description><![CDATA[Setelah Allah SWT menciptakan bumi dengan segala isinya; gunung,  lautan dan tumbuhan,  langit matahari,  bulan dan bintang,  dan menciptakan malaikat yang diciptakan untuk beribadah menjadi perantara antara Zat Yang Maha Kuasa dengan hamba-hamba terutama para rasul dan nabinya.   Maka tibalah kehendak Allah SWT  untuk menciptakan sejenis makhluk lain yang akan menghuni dan mengisi bumi memeliharanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Setelah Allah SWT menciptakan bumi dengan segala isinya; gunung,  lautan dan tumbuhan,  langit matahari,  bulan dan bintang,  dan menciptakan malaikat yang diciptakan untuk beribadah menjadi perantara antara Zat Yang Maha Kuasa dengan hamba-hamba terutama para rasul dan nabinya.   Maka tibalah kehendak Allah SWT  untuk menciptakan sejenis makhluk lain yang akan menghuni dan mengisi bumi memeliharanya menikmati tumbuh-tumbuhannya,  mengelola kekayaan yang terpendam di dalamnya dan berkembang biak turun-temurun waris-mewarisi sepanjang masa yang telah ditakdirkan baginya.</p>
<p><strong>Kekhawatiran Para Malaikat. </strong></p>
<p>Para malaikat ketika diberitahukan oleh Allah SWT  akan kehendak-Nya menciptakan makhluk lain itu,  mereka kuatir kalau-kalau kehendak Allah menciptakan makhluk yang lain itu,  disebabkan kelalaian mereka dalam beribadah dan menjalankan tugas atau karena pelanggaran yang mereka lakukan tanpa disadari.</p>
<p>Berkatalah mereka kepada Allah SWT :  &#8220;Wahai Tuhan kami! Buat apa menciptakan makhluk lain selain kami,  padahal kami selalu bertasbih,  bertahmid,  melakukan ibadah dan meng-agungkan nama-Mu tanpa henti-hentinya,  sedang makhluk yang Engkau akan ciptakan dan turunkan ke bumi itu,  niscaya akan bertengkar satu dengan lain,  akan saling bunuh-membunuh berebutan menguasai kekayaan alam yang terlihat diatasnya dan terpendam di dalamnya,  sehingga akan terjadilah kerusakan dan kehancuran di atas bumi yang telah Engkau ciptakan. &#8221;</p>
<p>Allah berfirman,  menghilangkan kekuatiran para malaikat itu:</p>
<p>&#8220;Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui dan Aku sendirilah yang mengetahui hikmah penguasaan Bani Adam atas bumi-Ku.  Bila Aku telah menciptakannya dan meniupkan roh kepadanya,  bersujudlah kamu di hadapan makhluk baru itu sebagai penghormatan dan bukan sebagai sujud ibadah,  karena Allah SWT  melarang hamba-Nya beribadah kepada sesama makhluk-Nya. &#8221;</p>
<p>Kemudian Allah SWT menciptakan Adam dari segumpal tanah liat,  kering dan lumpur hitam yang berbentuk.  Setelah disempurnakan bentuknya ditiupkanlah roh ciptaan-Nya ke dalamnya dan berdirilah ia tegak menjadi manusia yang sempurna.</p>
<p><strong>Iblis Membangkang. </strong></p>
<p>Iblis membangkang dan enggan mematuhi perintah Allah seperti para malaikat yang lain,  yang segera bersujud di hadapan Adam sebagai penghormatan bagi makhluk Allah yang akan diberi amanat menguasai bumi dengan segala apa yang hidup dan tumbuh di atasnya serta yang terpendam di dalamnya.  Iblis merasa dirinya lebih mulia, lebih utama dan lebih agung dari Adam, karena ia diciptakan dari unsur api, sedang Adam dari tanah.  Kebanggaannya atas asal usulnya menjadikan ia sombong dan merasa rendah untuk bersujud menghormati Adam seperti para malaikat yang lain, walaupun diperintah oleh Allah.</p>
<p>Tuhan bertanya kepada Iblis: <em>&#8220;Apakah yang mencegahmu sujud menghormati sesuatu yang telah Aku ciptakan dengan tangan-Ku?&#8221;</em></p>
<p>Iblis menjawab: <em>&#8220;Aku adalah lebih mulia dan lebih unggul dari dia. Engkau ciptakan aku dari api dan menciptakannya dari tanah.&#8221;</em></p>
<p>Karena kesombongan, kecongkakan dan pembangkangannya melakukan sujud yang diperintahkan, maka Allah menghukum Iblis dengan mengusir dari syurga dan mengeluarkannya dari barisan malaikat dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat pada dirinya hingga hari kiamat. Di samping itu ia dinyatakan sebagai penghuni neraka.</p>
<p>Iblis dengan sombongnya menerima dengan baik hukuman Tuhan itu dan ia hanya mohon agar kepadanya diberi kesempatan untuk hidup kekal hingga hari kebangkitan kembali di hari kiamat. Allah meluluskan permohonannya dan ditangguhkanlah ia sampai hari kebangkitan, tidak berterima kasih dan bersyukur atas pemberian jaminan itu, bahkan sebaliknya ia mengancam akan menyesatkan Adam, sebagai sebab terusirnya dia dari syurga dan dikeluarkannya dari barisan malaikat, dan akan mendatangi anak-anak keturunannya dari segala sudut untuk memujuk mereka meninggalkan jalan yang lurus dan bersamanya menempuh jalan yang sesat, mengajak mereka melakukan maksiat dan hal-hal yang terlarang, menggoda mereka supaya melalaikan perintah-perintah agama dan mempengaruhi mereka agar tidak bersyukur dan beramal soleh.</p>
<p>Kemudian Allah berfirman kepada Iblis yang terkutuk itu:<br />
<em>&#8220;Pergilah engkau bersama pengikut-pengikutmu yang semuanya akan menjadi isi neraka Jahanam dan bahan bakar neraka. Engkau tidak akan berdaya menyesatkan hamba-hamba-Ku yang telah beriman kepada Ku dengan sepenuh hatinya dan memiliki aqidah yang mantap yang tidak akan tergoyah oleh rayuanmu walaupun engkau menggunakan segala kepandaianmu menghasut dan memfitnah. &#8220;</em></p>
<p><strong>Pengetahuan Adam Tentang Nama-Nama Benda. </strong></p>
<p>Allah SWT hendak menghilangkan anggapan rendah para malaikat terhadap Adam dan menyakinkan mereka akan kebenaran hikmat-Nya menunjuk Adam sebagai penguasa bumi, maka diajarkanlah kepada Adam nama-nama benda yang berada di alam semesta, kemudian diperagakanlah benda-benda itu di depan para malaikat seraya: <em>&#8220;Cobalah sebutkan bagi-Ku nama benda-benda itu, jika kamu benar merasa lebih mengetahui dan lebih mengerti dari Adam. &#8220;</em></p>
<p>Para malaikat tidak berdaya memenuhi tantangan Allah untuk menyebut nama-nama benda yang berada di depan mereka. Mereka mengakui ketidak-sanggupan mereka dengan berkata: <em>&#8220;Maha Agung Engkau! Sesungguhnya kami tidak memiliki pengetahuan tentang sesuatu kecuali apa yang Tuhan ajakan kepada kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana. &#8220;</em></p>
<p>Adam lalu diperintahkan oleh Allah untuk memberitahukan nama-nama itu kepada para malaikat dan setelah diberitahukan oleh Adam, berfirmanlah Allah kepada mereka: <em>&#8220;Bukankah Aku telah katakan padamu bahawa Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan. &#8221;<br />
</em><br />
<strong>Adam Menghuni Syurga. </strong></p>
<p>Adam diberi tempat di surga dan baginya diciptakanlah Hawa untuk mendampinginya dan menjadi teman hidupnya, menghilangkan rasa kesepiannya dan melengkapi keperluan fitrahnya untuk mengembangkan keturunan.  Menurut cerita para ulama Hawa diciptakan oleh Allah dari salah satu tulang rusuk Adam yang disebelah kiri diwaktu ia masih tidur sehingga ketika ia terjaga, ia melihat Hawa sudah berada di sampingnya. ia ditanya oleh malaikat: &#8220;Wahai Adam! Apa dan siapakah makhluk yang berada di sampingmu itu?&#8221;</p>
<p>Berkatalah Adam: &#8220;Seorang perempuan. &#8220;Sesuai dengan fitrah yang telah diilhamkan oleh Allah kepadanya. &#8220;Siapa namanya?&#8221;tanya malaikat lagi. &#8220;Hawa&#8221;, jawab Adam. &#8220;Untuk apa Tuhan menciptakan makhluk ini?&#8221;, tanya malaikat lagi.<br />
Adam menjawab: &#8220;Untuk mendampingiku, memberi kebahagian bagiku dan mengisi keperluan hidupku sesuai dengan kehendak Allah. &#8221;</p>
<p>Allah berpesan kepada Adam: &#8220;Tinggallah engkau bersama isterimu di surga, rasakanlah kenikmatan yang berlimpah-limpah didalamnya, rasailah dan makanlah buah-buahan yang lezat yang terdapat di dalamnya sepuas hatimu dan sekehendak nasfumu. Kamu tidak akan mengalami atau merasa lapar, dahaga ataupun letih selama kamu berada di dalamnya. Akan tetapi Aku ingatkan janganlah makan buah dari pohon ini yang akan menyebabkan kamu celaka dan termasuk orang-orang yang zalim. Ketahuilah bahawa Iblis itu adalah musuhmu dan musuh isterimu, ia akan berusaha membujuk kamu dan menyeret kamu keluar dari syurga sehingga hilanglah kebahagiaan yang kamu sedang nikmat ini. &#8221;</p>
<p><strong>Iblis Mulai Beraksi. </strong></p>
<p>Sesuai dengan ancaman yang diucapkan ketika diusir oleh allah dari Syurga akibat pembangkangannya dan terdorong pula oleh rasa iri hati dan dengki terhadap Adam yang menjadi sebab sampai ia terkutuk dan terlaknat selama-lamanya tersingkir dari singgasana kebesarannya. Iblis mulai menunjukkan rancangan penyesatannya kepada Adam dan Hawa yang sedang hidup berdua di syurga yang tenteram,  damai dan bahagia.</p>
<p>Ia menyatakan kepada mereka bahawa ia adalah kawan mereka dan ingin memberi nasihat dan petunjuk untuk kebaikan dan mengekalkan kebahagiaan mereka. Segala cara dan kata-kata halus digunakan oleh Iblis untuk mendapatkan kepercayaan Adam dan Hawa bahwa ia betul-betul jujur dalam nasihat dan petunjuknya kepada mereka. Ia membisikan kepada mereka bahwa. larangan Tuhan kepada mereka memakan buah-buah yang ditunjuk itu adalah karena dengan memakan buah itu mereka akan menjelma menjadi malaikat dan akan hidup kekal. Diulang-ulangilah bujukannya dengan menunjukkan akan harumnya bau pohon yang dilarang indah bentuk buahnya dan lezat rasanya. Sehingga pada akhirnya termakanlah bujukan yang halus itu oleh Adam dan Hawa dan dilanggarlah larangan Tuhan.</p>
<p>Allah mencela perbuatan mereka itu dan berfirman yang bermaksud:  <em>&#8220;Tidakkah Aku mencegah kamu mendekati pohon itu dan memakan dari buahnya dan tidakkah Aku telah ingatkan kamu bahwa syaitan itu adalah musuhmu yang nyata. &#8220;</em></p>
<p>Adam dan Hawa mendengar firman Allah itu sadarlah ia bahwa mereka telah melanggar perintah Allah dan bahwa mereka telah melakukan suatu kesalahan dan dosa besar. Seraya menyesal berkatalah mereka: &#8220;Wahai Tuhan kami! Kami telah menganiaya diri kami sendiri dan telah melanggar perintah-Mu karena terkena bujukan Iblis. Ampunilah dosa kami karena niscaya kami akan tergolong orang-orang yang rugi bila Engkau tidak mengampuni dan mengasihi kami. &#8221;<br />
<strong><br />
Adam dan Hawa Diturunkan Ke Bumi. </strong></p>
<p>Allah telah menerima taubat Adam dan Hawa serta mengampuni perbuatan pelanggaran yang mereka telah dilakukan dan menjadi legalah dada mereka dan hilanglah rasa sedih akibat kelalaian peringatan Tuhan tentang Iblis sehingga terjerumus menjadi mangsa bujukan dan rayuannya yang manis namun berancun itu.</p>
<p>Adam dan Hawa merasa tenteram kembali setelah menerima pengampunan Allah dan selanjutnya akan menjaga jangan sampai tertipu lagi oleh Iblis dan akan berusaha agar pelanggaran yang telah dilakukan dan menimbulkan murka dan teguran Tuhan itu menjadi pengajaran bagi mereka berdua untuk lebih berhati-hati menghadapi tipu daya dan bujukan Iblis yang terlaknat itu. Harapan untuk tinggal terus di syurga telah pudar karena perbuatan pelanggaran perintah Allah, hidup kembali dalam hati dan fikiran Adam dan Hawa yang merasa kenikmatan dan kebahagiaan hidup mereka di syurga tidak akan terganggu oleh sesuatu dan bahwa ridha Allah serta rahmatnya akan tetap melimpah di atas mereka untuk selama-lamanya.</p>
<p>Akan tetapi Allah telah menentukan dalam takdir-Nya apa yang tidak terlintas dalam hati dan tidak terfikirkan oleh mereka.  Allah SWT yang telah menentukan dalam takdir-nya bahwa bumi yang penuh dengan kekayaan untuk dikelolanya, akan dikuasai kepada manusia keturunan Adam memerintahkan Adam dan Hawa turun ke bumi sebagai benih pertama dari hamba-hambanya. Berfirmanlah Allah kepada mereka: <em>&#8220;Turunlah kamu ke bumi sebagian daripada kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kamu dapat tinggal tetap dan hidup disana sampai waktu yang telah ditentukan. &#8220;</em></p>
<p>Turunlah Adam dan Hawa ke bumi menghadapi cara hidup baru yang jauh berlainan dengan hidup di syurga yang pernah dialami dan yang tidak akan berulang kembali. Mereka harus menempuh hidup di dunia yang fana ini dengan suka dan dukanya dan akan menurunkan umat manusia yang beraneka ragam sifat dan tabiatnya berbeda-beda warna kulit dan kecerdasan otaknya.</p>
<p>Umat manusia yang akan berkelompok-kelompok menjadi suku-suku dan bangsa-bangsa di mana yang satu menjadi musuh yang lain saling bunuh-membunuh aniaya-menganianya dan tindas-menindas sehingga dari waktu ke waktu Allah mengutus nabi-nabi-Nya dan rasul-rasul-Nya memimpin hamba-hamba-Nya ke jalan yang lurus penuh damai kasih sayang di antara sesama manusia jalan yang menuju kepada ridha-Nya dan kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat.</p>
<p><strong>Kisah Adam dalam Al-Quran. </strong></p>
<p>Al Quran menceritakan kisah Adam dalam beberapa surat di antaranya surah Al Baqarah ayat 30 &#8211; 38 dan surah Al &#8216;Araaf ayat 11 &#8211; 25</p>
<p><strong>Pengajaran Yang Terdapat Dari Kisah Adam. </strong></p>
<p>Bahwasa-nya hikmah yang terkandung dalam perintah-perintah dan larangan-larangan Allah dan dalam apa yang diciptakannya kadangkala tidak atau belum dapat dicapai oleh otak manusia bahkan oleh makhluk-Nya yang terdekat sebagaimana telah dialami oleh para malaikat tatkala diberitahu bahawa Allah akan menciptakan manusia &#8211; keturunan Adam untuk menjadi khalifah-Nya di bumi sehingga mereka seakan-akan berkeberatan dan bertanya-tanya mengapa dan untuk apa Allah menciptakan jenis makhluk lain daripada mereka yang sudah patuh rajin beribadat,  bertasbih,  bertahmid dan mengagungkan nama-Nya.</p>
<p>Walaupun manusia telah dikurniakan kecerdasan berfikir dan kekuatan fisik dan mental ia tetap mempunyai beberapa kelemahan pada dirinya seperti sifat lalai,  lupa dan khilaf.  Hal ini terjadi pada diri Nabi Adam yang walaupun ia telah menjadi manusia yang sempurna dan dikurniakan kedudukan yang istimewa di surga ia tetap tidak terhindar dari sifat-sifat manusia yang lemah itu. Ia telah lupa dan melalaikan peringatan Allah kepadanya tentang pohon terlarang dan tentang Iblis yang menjadi musuhnya dan musuh seluruh keturunannya,  sehingga terperangkap ke dalam tipu daya dan terjadilah pelanggaran pertama yang dilakukan oleh manusia terhadap larangan Allah.</p>
<p>Seseorang yang telah terlanjur melakukan maksiat dan berbuat dosa tidaklah ia sepatutnya berputus asa dari rahmat dan ampunan Allah SWT asalkan ia sadar akan kesalahannya dan bertaubat tidak akan melakukannya lagi. Rahmat Allah dan maghfirah-Nya dapat mencakup segala dosa yang diperbuat oleh hamba-Nya kecuali syirik bagaimana pun besar dosa itu asalkan diikuti dengan kesadaran bertaubat dan pengakuan kesalahan.</p>
<p>Sifat sombong dan congkak selalu membawa akibat kerugian dan kebinasaan. Lihatlah Iblis yang turun dari singgasananya dilucutkan kedudukannya dan diusir Allah dari syurga dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat kepada dirinya hingga hari Kiamat karena kesombongannya dan kebanggaaannya dengan asal-usulnya sehingga ia menganggap dan memandang rendah kepada Nabi Adam dan menolak untuk sujud menghormatinya walaupun diperintahkan oleh Allah SWT.</p>
<p>Wallahu Alam.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>syariat nabi adam</li><li>syariat nabi adam as</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/nabi-adam-a-s/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Kejujuran Dalam Berbisnis</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/pentingnya-kejujuran-dalam-berbisnis/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/pentingnya-kejujuran-dalam-berbisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Feb 2011 06:12:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[adil]]></category>
		<category><![CDATA[berbisnis]]></category>
		<category><![CDATA[jujur]]></category>
		<category><![CDATA[Riba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=749</guid>
		<description><![CDATA[Dalam beberapa ayat Allah menerangkan pentingnya kejujuran dalam bekerja, memperlakukan orang dengan adil dan, dalam melakukan itu, menunjukkan sikap mencari ridha Allah:
Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS Al Isra&#8217;, 17:35)
Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Dalam beberapa ayat Allah menerangkan <a title="pentingnya kejujuran" href="http://www.koperasisyariah.com/pentingnya-kejujuran-dalam-berbisnis">pentingnya kejujuran</a> dalam bekerja, memperlakukan orang dengan adil dan, dalam melakukan itu, menunjukkan sikap mencari ridha Allah:</p>
<p><em>Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.</em> (QS Al Isra&#8217;, 17:35)</p>
<p><em>Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.</em> (QS Ar Rahman, 55:9)</p>
<p><em>Dalam Al Qur’an, Allah menjelaskan bagaimana seharusnya kita melakukan perdagangan dan perniagaan. Pertama-tama, Allah dengan jelas melarang riba: &#8220;. padahal Allah telah menghalalkan <a title="Jual Beli" href="http://www.koperasisyariah.com/jual-beli/">jual beli</a> dan <a title="Harta Riba Terhalang Dari Barakah" href="http://www.koperasisyariah.com/harta-riba-terhalang-dari-barakah/">mengharamkan riba</a>. &#8220;</em> (QS Al Baqarah, 2:275)</p>
<p><em>Hal lain yang diterangkan oleh Allah adalah bagaimana mengatur perdagangan dan utang-piutang. Allah memerintahkan bahwa, dalam <a title="Sebab-Sebab Turunnya Rizki" href="http://www.koperasisyariah.com/sebab-sebab-turunnya-rizki/">bekerja</a>, saat berutang (yang akan dibayar di kemudian hari pada waktu yang telah ditentukan), dia harus menuliskannya. Apabila orang yang berutang tersebut tidak mampu atau lemah atau tidak mampu menyebutkannya, maka walinya harus menyebutkan untuknya dengan adil. Dan dua orang dari golongan mereka harus harus menjadi saksi.</em> (QS Al Baqarah, 2:282)</p>
<p>Hal lain yang harus dilakukan dengan seksama oleh orang beriman dalam pekerjaan mereka adalah membahas pandangan orang lain saat mengambil keputusan, memulai usaha baru, dan memajukan kegiatan mereka. Allah berfirman dalam Al Qur’an bahwa hal ini adalah sifat dari orang beriman.</p>
<p>Seperti halnya dalam setiap segi kehidupan, begitu pula dalam perdagangan dan perniagaan, Al Qur’an membawa hal terbaik, termudah, dan paling benar ke dalam kehidupan manusia. Dalam hal ini, Al Qur’an membantu manusia keluar stress dan tekanan batin dan memungkinkan mereka bekerja dalam lingkungan yang sehat dan damai, tempat mereka dapat berserah diri kepada Allah, mengambil keputusan yang tepat, dan berunding dengan orang lain saat mengambil keputusan.</p>
<p>Di samping itu, orang beriman sangat berpikiran terbuka dalam kehidupan kerjanya, dalam menyusun rencana, baik jangka panjang maupun jangka pendek dan merancang berbagai tahapannya. Dan setelah dia mulai bekerja, dia akan benar-benar memperhitungkan tahapan selanjutnya, tindakan apa yang akan memastikan kesuksesan baginya untuk waktu yang lama dan kemungkinan jalan lain.</p>
<p>Dan dia akan memperhatikan segala peringatan yang telah diberikan Allah dalam Al Qur’an untuk memastikan bahwa langkah yang menurutnya bermanfaat untuk dilakukan tidak akan merugikannya di tahapan berikutnya. Selagi terlibat dalam pekerjaannya, dia akan berdoa terus-menerus kepada Allah di dalam hati, meminta Allah untuk memudahkannya dan dia akan memahami bahwa tidak ada perusahaan yang berhasil, kecuali Allah menghendaki. Dia berharap agar pekerjaan yang dia kerjakan menjadi sarana untuk meraih ridha Allah.</p>
<p>Di masa kita hidup saat ini, penemuan baru dan perkembangan ilmu pengetahuan telah terjadi. Orang-orang di masa lampau bahkan tidak pernah dapat membayangkannya. Ajaran Al Qur’an mewajibkan kita untuk berterima kasih atas kesempatan yang tidak ada bandingannya ini.</p>
<p>Misalnya, ilmu pengetahuan, teknologi, transportasi canggih, dan komunikasi telah mencapai tingkatan kemajuan seperti saat ini. Berkat komputer dan teknologi internet, orang dari seluruh dunia dapat saling berkomunikasi dalam hitungan detik, berbagi informasi, dan menjalin hubungan. Tentu saja, semuanya adalah nikmat yang harus direnungkan dalam-dalam.</p>
<p>Para nabi yang telah dijadikan sebagai contoh oleh Allah dalam Al Qur’an senantiasa mendekatkan diri kepada Allah dengan ikhlas, dan senantiasa mengingat Allah serta <a title="bersyukur" href="http://www.koperasisyariah.com/pentingnya-kejujuran-dalam-berbisnis">bersyukur</a> kepada-Nya di saat menjalani pekerjaan mereka. Dalam Surat Saba’, Allah berfirman:</p>
<p><em>Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya (dalam bentuk) gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung serta piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah, Hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih.</em> (QS Saba&#8217;, 34:13)</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>pentingnya kejujuran</li><li>kejujuran dalam berbisnis</li><li>pentingnya kejujuran dalam kehidupan</li><li>jujur dalam bekerja</li><li>kejujuran dalam kehidupan</li><li>jujur dalam alquran</li><li>pentingnya kejujuran dalam berbisnis</li><li>kejujuran dalam bisnis</li><li>jujur dalam bisnis</li><li>jujur dalam berbisnis</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/pentingnya-kejujuran-dalam-berbisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Riba Lebih Parah Daripada Zina</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/riba-lebih-parah-daripada-zina/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/riba-lebih-parah-daripada-zina/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Oct 2010 11:46:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Riba]]></category>
		<category><![CDATA[harta riba]]></category>
		<category><![CDATA[hasil riba]]></category>
		<category><![CDATA[pelaku riba]]></category>
		<category><![CDATA[zina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=716</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Satu dirham dari riba yang dimakan oleh seseorang dan ia tahu itu (riba), maka lebih besar di sisi Allah daripada berzina tiga puluh enam kali.&#8221; (HR. Imam Ahmad dan ath Thabrani, lihat dalam Shahihul Jami&#8217; juz I nomer hadits 3375).
Alangkah dahsyatnya hadits yang menakutkan ini, sebab jika satu dirham saja dari riba lebih parah daripada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><em>&#8220;Satu dirham dari riba yang dimakan oleh seseorang dan ia tahu itu (<a href="http://www.koperasisyariah.com/harta-riba-terhalang-dari-barakah/" title="Harta Riba Terhalang Dari Barakah">riba</a>), maka lebih besar di sisi Allah daripada berzina tiga puluh enam kali.&#8221;</em> (HR. Imam Ahmad dan ath Thabrani, lihat dalam Shahihul Jami&#8217; juz I nomer hadits 3375).</p>
<p>Alangkah dahsyatnya hadits yang menakutkan ini, sebab jika satu dirham saja dari riba lebih parah daripada dosa zina yang bukan hanya sekali namun tiga puluh enam kali, maka bagaimana lagi dengan orang yang memakan ribuan dan bahkan jutaan riba, demikian juga sebagian orang lain yang berserikat dengan mereka dalam riba, membantu mereka, menolong dan mempermudah urusan pinjaman <a href="http://www.koperasisyariah.com/haramnya-riba/" title="Haramnya Riba">ribawi</a>, menjadi pengurus atau minta diuruskan, atau mewajibkan mereka untuk melakukan itu, ataupun memberikan sanksi kepada mereka jika tidak mau menjalankannya (menjalankan tugas menurut istilah mereka, pen).</p>
<p>Komentar saya dalam hal ini, &#8220;Sesungguhnya kita semua tidak boleh memaksakan kepada orang untuk melaksanakan kewajiban syar&#8217;i, maka bagaimanakah kita berani mewajibkan mereka dengan perkara-perkara haram&#8221; Maha Suci Engkau ya Allah, ini adalah sebuah kedustaan yang amat besar.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>riba zina</li><li>hukum riba zina</li><li>riba dan zina</li><li>hadits riba hukumnya riba</li><li>hukum besar zina</li><li>riba = zina</li><li>riba atau zina</li><li>zina vs riba</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/riba-lebih-parah-daripada-zina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Allah Mengumandangkan Perang Kepada Para Pelaku Riba</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/allah-mengumandangkan-perang-kepada-para-pelaku-riba/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/allah-mengumandangkan-perang-kepada-para-pelaku-riba/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Oct 2010 11:42:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Riba]]></category>
		<category><![CDATA[harta riba]]></category>
		<category><![CDATA[hasil riba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=713</guid>
		<description><![CDATA[“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orung-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba.) maka ketahuilah bahwa Allah dan RasulNya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pakok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” (QS. Al-Baqarah: [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><em>“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa <a title="Harta Riba Terhalang Dari Barakah" href="http://www.koperasisyariah.com/harta-riba-terhalang-dari-barakah/">riba</a> (yang belum dipungut) jika kamu orung-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba.) maka ketahuilah bahwa Allah dan RasulNya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pakok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.”</em> (QS. Al-Baqarah: 278-279)</p>
<p>Ayat-ayat ini merupakan ancaman yang sangat berbahaya dan janji yang sangat keras kepada para praktisi riba, Allah telah memberitahukan bahwa jika mereka tidak mau bertubat,</p>
<p>&#8220;maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasulnya akan memerangimu&#8221;</p>
<p>Maksudnya adalah tungggulah peperangan dari Allah dan rasul-Nya kepada kalian semua, maka siapakah yang mampu untuk berperang menghadapi Allah dan Rasul-Nya, kita memohon kepada AIlah keselamatan dan penjagaan.</p>
<p>Pemuka tafsir Abdullah Ibnu Abbas -radhiyallahu ‘anhu- berkata tentang ayat ini,</p>
<p>&#8220;Akan dikatakan pada hari Kiamat nanti kepada para <a title="Hukuman Bagi Pelaku Riba" href="http://www.koperasisyariah.com/hukuman-bagi-pelaku-riba/">pemakan riba</a>, &#8220;Ambillah senjatamu untuk berperang.&#8221;</p>
<p>Dan bersumber dari beliau juga bahwasanya beliau berkata, Barang siapa yang bertahan terus dengan riba dan tidak mau berhenti atau tidak meninggalkannya maka merupakan hak imam kaum muslimin untuk 7 memintanya bertaubat, jika mau berhenti maka itulah yang diharapkan, dan jia tidak mau maka boleh dihukum mati.&#8221; Disebutkan juga ucapan sernisal yang bersumber dari Al Hasan (al-Bashri) dan Ibnu Sirin. (silakan dirujuk dalam tafsir Ibnu Katsir jilid 1)</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>perang terhadap riba</li><li>perang riba</li><li>ancaman bagi pelaku riba</li><li>riba perang dengan allah</li><li>ayat tentang ancaman yang tidak mau perang</li><li>berperang dengan riba</li><li>perang melawan riba bank</li><li>riba dalam tafsir ibnu katsir</li><li>riba perang allah muhammad</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/allah-mengumandangkan-perang-kepada-para-pelaku-riba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Harta Riba Terhalang Dari Barakah</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/harta-riba-terhalang-dari-barakah/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/harta-riba-terhalang-dari-barakah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Oct 2010 11:18:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Riba]]></category>
		<category><![CDATA[harta riba]]></category>
		<category><![CDATA[neraka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=709</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.&#8221; (QS. Al-Bagarah: 276)
Ayat ini merupakan peringatan dari Allah bahwasanya Dia tidak memberikan berkah pada harta riba, dan akan menghapuskannya, dalam arti Allah akan membinasakannya, dan benarlah apa yang difirmankan Allah.,
&#8220;Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>&#8220;Allah memusnahkan riba dan menyuburkan <a title="Kunci Rezeki" href="http://www.koperasisyariah.com/kunci-rezeki/">sedekah</a>. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.&#8221; (QS. Al-Bagarah: 276)</p>
<p>Ayat ini merupakan peringatan dari Allah bahwasanya Dia tidak memberikan berkah pada <a title="Riba dalam Islam" href="http://www.koperasisyariah.com/riba-dalam-islam/">harta riba</a>, dan akan menghapuskannya, dalam arti Allah akan membinasakannya, dan benarlah apa yang difirmankan Allah.,</p>
<p>&#8220;Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia menambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah.&#8221; (QS. Ar-Ruum: 39)</p>
<p>Dan itu semua demi Allah dapat kita saksikan sendiri pada hari ini, berapa banyak perusahaan dan bank bank yang berskala internasional atau daerah yang bangkrut karena sebab <a title="Riba dalam Islam" href="http://www.koperasisyariah.com/riba-dalam-islam/">riba</a>, berapa banyak keluarga yang berantakan karena sebab riba, berapa banyak wanita dan pria yang masuk penjara karena sebab riba.</p>
<p>Sesungguhya itu adalah hukum Allah maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran, namun sebagian yang lain Allah biarkan dan mereka bersenang-senang di dunia sampai akhirnya nanti Allah mengadzabnya di akhirat jika mereka tidak mau bertaubat.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>harta riba</li><li>arti harta riba</li><li>riba merupakan harta yang tidak berkah</li><li>pengertian harta riba</li><li>ya termasuk harta riba</li><li>riba merupakan harta tidak berkah qs</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/harta-riba-terhalang-dari-barakah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Haramnya Riba</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/haramnya-riba/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/haramnya-riba/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Oct 2010 11:11:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Riba]]></category>
		<category><![CDATA[neraka]]></category>
		<category><![CDATA[pemakan riba]]></category>
		<category><![CDATA[setan]]></category>
		<category><![CDATA[syetan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=705</guid>
		<description><![CDATA[Allah Subhanahu Wa Ta’ala- berfirman,
الَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ الرِّبَا لاَ يَقُوْمُوْنَ إِلاَّ كَمَا يَقُوْمُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُواْ إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا فَمَن جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّهِ فَانْتَهَى فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللهِ وَمَنْ عَادَ فَأُوْلَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيْهَا خَالِدُوْنَ
“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Allah Subhanahu Wa Ta’ala- berfirman,</p>
<h3 style="text-align: right;">الَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ الرِّبَا لاَ يَقُوْمُوْنَ إِلاَّ كَمَا يَقُوْمُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُواْ إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا فَمَن جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّهِ فَانْتَهَى فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللهِ وَمَنْ عَادَ فَأُوْلَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيْهَا خَالِدُوْنَ</h3>
<p><em>“Orang-orang yang makan (mengambil) <a title="Definisi Riba" href="http://www.koperasisyariah.com/definisi-riba/">riba</a> tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan. mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Rabbnya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.&#8221;</em> (QS. Al-Baqarah: 275)</p>
<p>Allah Tabaraka wa Ta&#8217;ala telah menjadikan pelaku riba tidak dapat berdiri pada hari kiamat kecuali berdirinya orang yang kesurupan setan lantaran tekanan penyakit gila, yakni ia seperti orang kerasukan. Ini salah atu hukuman bagi mereka, merupakan kehinaan dan keburukan yang sangat jelas. lalu Allah -subhanahu wa ta’ala- menegaskan dengan jelas keharaman riba dalam firman-Nya,</p>
<p><em>&#8220;Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan <a title="Hukum Riba menurut Alquran" href="http://www.koperasisyariah.com/hukum-riba-menurut-alquran/">mengharamkan riba</a>.&#8221;</em></p>
<p>Selanjutnya Allah mengancam orang-orang yang tidak mau bertaubat dari riba setelah Allah rnengharamkannya dengan ancaman api neraka, sebagaimana firman-Nya,</p>
<p><em>“Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Rabbnya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil <a title="Jenis-Jenis Riba" href="http://www.koperasisyariah.com/jenis-jenis-riba/">riba</a>), maka orang itu adalah penghuni penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya&#8221;</em></p>
<p>Maka para pelaku riba dalah penghuni neraka, kecuali jika Allah memberikan rahmatnya, dan Allah menerima taubatnya setelah mereka memohon ampunan kepada Allah.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>Haramnya Riba</li><li>haram nya riba</li><li>riba haram</li><li>taubat dari riba</li><li>Firman keharaman riba</li><li>keharaman riba</li><li>penjelasan haramnya riba</li><li>setelah haramnya riba</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/haramnya-riba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jujur Adalah Sifat Para Nabi</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/jujur-adalah-sifat-para-nabi/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/jujur-adalah-sifat-para-nabi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jun 2010 07:15:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Baik]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/jujur-adalah-sifat-para-nabi/</guid>
		<description><![CDATA[Shiddiq (jujur, benar) adalah lawan kata dari kidzb (bohong atau dusta). Jujur adalah kesesuaian antara berita yang disampaikan dan fakta, antara fenomena dan yang diberitakan, serta antara bentuk dan substansi. Syariah memang senantiasa mengajak orang-orang saleh untuk jujur dalam menjalankan segala urusan. Perhatikan firman Allah Swt. berikut ini:
&#8216;Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><a href="http://www.koperasisyariah.com/jujur-adalah-sifat-para-nabi/" title="jujur">Shiddiq</a> (jujur, benar) adalah lawan kata dari kidzb (bohong atau dusta). Jujur adalah kesesuaian antara berita yang disampaikan dan fakta, antara fenomena dan yang diberitakan, serta antara bentuk dan substansi. Syariah memang senantiasa mengajak orang-orang saleh untuk jujur dalam menjalankan segala urusan. Perhatikan firman Allah Swt. berikut ini:</p>
<blockquote><p>&#8216;Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar&#8221; (QS Al-Taubah [9] 119). Sebagian ahli tafsir mengatakan bahwa yang dimaksud dengan &#8220;orang-orang yang benar&#8221; adalah mereka yang menepati janji, sebagaimana firman Allah berikut, &#8220;Di antara orang-orang Mukmin itu, ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah&#8221;(QS AI-Ahzab [33]: 23).</p>
</blockquote>
<p><a href="http://www.koperasisyariah.com/jujur-adalah-sifat-para-nabi/" title="sifat jujur">Sifat jujur (shiddiq)</a> merupakan sifat para nabi dan rasul yang diturunkan oleh Allah Swt. dengan membawa cahaya penerang bagi umat di zamannya masing-masing. Nabi dan rasul datang dengan metode (syariah) yang bermacam-macam, tetapi sama-sama menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran. Shafwat Abdul Fattahz mengatakan, kejujuran adalah sifat utama yang dimiliki oleh para nabi dan rasul serta orang-orang yang berada di jalan Allah Swt. Hal itu tecermin pada firman-firman Allah beserta tafirnya berikut ini:</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>jujur adalah</li><li>sifat jujur</li><li>pengertian sifat jujur</li><li>pengertiansifat jujur</li><li>sifat jujur rasulullah</li><li>pengertian sifat benar</li><li>QS KEJUJURAN NABI</li><li>Shiddiq (benar atau jujur)</li><li>apa itu sifat jujur</li><li>sifat jujur adalah</li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 Plugin -->]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/jujur-adalah-sifat-para-nabi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

