<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Koperasi Syariah &#187; Koperasi Syariah</title>
	<atom:link href="http://www.koperasisyariah.com/category/ekonomi-syariah/koperasi-syariah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.koperasisyariah.com</link>
	<description>Pererat Tali Silaturahim agar RahmatNya Senantiasa Terlimpah Atas Ummatnya.</description>
	<lastBuildDate>Sat, 24 Jul 2010 03:12:24 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Tujuan Sistem Koperasi Syariah</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/tujuan-sistem-koperasi-syariah/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/tujuan-sistem-koperasi-syariah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 May 2010 07:59:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Koperasi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[anggota]]></category>
		<category><![CDATA[distribusi]]></category>
		<category><![CDATA[distribusi kekayaan]]></category>
		<category><![CDATA[distribusi pendapatan]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Halal]]></category>
		<category><![CDATA[keadilan]]></category>
		<category><![CDATA[moral islam]]></category>
		<category><![CDATA[orang yang paling mulia]]></category>
		<category><![CDATA[taqwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/tujuan-sistem-koperasi-syariah/</guid>
		<description><![CDATA[1. Mensejahterakan Ekonomi Anggotanya sesuai norma dan moral Islam
&#8220;Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat dibumi, dan jangalah kamu mengikuti langkah-langkah syetan, karena sesungguhnya syetan itu musuh yang nyata bagimu&#8221;. (Q.S Al Baqarah : 168)
&#8220;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><strong>1. <a href="http://www.koperasisyariah.com/tujuan-sistem-koperasi-syariah/" title="tujuan koperasi syariah">Mensejahterakan Ekonomi Anggotanya</a> sesuai norma dan moral Islam</strong></p>
<p><em>&#8220;Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat dibumi, dan jangalah kamu mengikuti langkah-langkah syetan, karena sesungguhnya syetan itu musuh yang nyata bagimu&#8221;.</em> (Q.S Al Baqarah : 168)</p>
<p><em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezkikan kepadamu, dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya&#8221;.</em> (Q.S AL Maidah : 87-88)</p>
<p><em>&#8220;Apa bila telah ditunaikan sholat, maka bertebaranlah dimuka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung..&#8221;</em> (Q.S Al Jumu&#8217;ah : 10)</p>
<p><strong>2. Menciptakan Persaudaraan dan <a href="http://www.koperasisyariah.com/tujuan-sistem-koperasi-syariah/" title="keadilan sesama anggota">Keadilan Sesama Anggota</a></strong></p>
<p><em>&#8220;Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki serta seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mengenal&#8221;.</em> (Q.S Al Hujarat (49) : 13)</p>
<p><em>&#8220;Katakanlah; &#8220;Hai manusia sesungguhnya aku ini adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan selain Dia, yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya. Nabi yang Ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat Nya (kitab-kitab Nya) dan ikutilah dia, saupaya kamu dapat petunjuk&#8221;.</em> (Q.S Al A&#8217;raaf (7) : 158)</p>
<p><strong>3. <a href="http://www.koperasisyariah.com/tujuan-sistem-koperasi-syariah/" title="pendistribusian">Pendistribusian pendapatan dan kekayaan yang merata</a> sesama anggota berdasarkan kontribusinya.</strong> Agama Islam mentolerir kesenjangan kekayaan dan penghasilan karena manusia tidak sama dalam hal karakter, kemampuan, kesungguhan dan bakat. Perbedaan diatas tersebut merupakan penyebab perbedaan dalam pendapatan dan kekayaan. Hal ini dapat terlihat pada Al Qur&#8217;an :</p>
<p><em>&#8220;Dan Dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebagian kamu atas sebagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhan mu amat cepat siksaan-Nya, dan sesungguhnya Dia maha Pengampun lagi Maha Penyayang&#8221;</em> (Q.S Al An&#8217;aam (6) : 165)</p>
<p><em>&#8220;Dan Allah melebihkan sebahagian kamu dari sebahagian yang lain dalam hal rezki, tetapi orang-orang yang dilebihkan (rezkinya itu) tidak mau memberikan rezki mereka kepada budak-budak yang mereka miliki, agar mereka sama (merasakan) rezki itu. Maka mengapa mereka mengingkari nikmat Allah…?&#8221;</em> (Q.S An Nahl (16) : 71)</p>
<p><strong>4. Kebebasan pribadi dalam kemaslahatan sosial yang didasarkan pada pengertian bahwa manusia diciptakan hanya untuk tunduk kepada Allah.</strong></p>
<p><em>&#8220;Orang-orang yang telah kami berikan kepada mereka, bergembira dengan Kitab yang diturunkan kepadamu dan di antara golongan-golongan (Yahudi dan Nasrani) yang bersekutu, ada yang mengingkari sebahagiannya. Katakanlah : &#8221; Sesungguhnya aku hanya diperintah menyembah Allah dan tidak untuk mempersekutukan sesuatupun dengan Dia. Hanya Kepada-Nya aku seru (manusia) dan hanya kepada-Nya aku kembali &#8220;.</em> (Q.S Ar Ra&#8217;d (13) : 36)</p>
<p><em>&#8221; Dan barang siapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah lah kesudahan segala urusan.&#8221;</em> (Q.S Lukman (31) : 22)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/tujuan-sistem-koperasi-syariah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prinsip Titipan atau Simpanan Al-Wadiah</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/prinsip-titipan-atau-simpanan-al-wadiah/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/prinsip-titipan-atau-simpanan-al-wadiah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Apr 2010 07:33:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Koperasi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Perbankan Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Wadiah]]></category>
		<category><![CDATA[titipan murni]]></category>
		<category><![CDATA[wadiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/prinsip-titipan-atau-simpanan-al-wadiah/</guid>
		<description><![CDATA[Al-wadi&#8217;ah dapat diartikan sebagai titipan murni dari satu pihak ke pihak lain, baik individu maupun badan hukum yang harus dijaga dan dikembalikan kapan saja sipenitip menghendaki. Pada dasarnya penerima simpanan adalah yad al-amanah (tangan amanah) artinya tidak bertanggungjawab atas kehilangan atau kerusakan yang terjadi pada aset titipan selama hal ini bukan karena kalalaian penerima dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><a href="http://www.koperasisyariah.com/definisi-wadiah/" title="definisi wadiah">Al-wadi&#8217;ah</a> dapat diartikan sebagai <a href="http://www.koperasisyariah.com/prinsip-titipan-atau-simpanan-al-wadiah/" title="prinsip wadiah">titipan murni</a> dari satu pihak ke pihak lain, baik individu maupun badan hukum yang harus dijaga dan dikembalikan kapan saja sipenitip menghendaki. Pada dasarnya penerima simpanan adalah yad al-amanah (tangan amanah) artinya tidak bertanggungjawab atas kehilangan atau kerusakan yang terjadi pada aset titipan selama hal ini bukan karena kalalaian penerima dalam memelihara barang titipan. Akan tetapi dalam aktivitas perekonomian modern penerima simpanan tidak mungkin akan meng-idle-kan aset tersebut tetapi mempergunakannya dalam aktivitas perekonomian tertentu.</p>
<p>Karenanya harus memenita izin dari penitip untuk kemudian mempergunakan asetnya dengan menjamin akan mengembalikannya secara utuh. Pihak penerima titipan dapat membebankan biaya kepada penitip sebagai biaya penitipan.</p>
<p>Bank sebagai penerima simpanan dapat memanfaatkan titipan atau simpanan tersebut untuk tujuan: giro dan tabungan berjangka. Konsekuensi dari tangan penanggung ini (bank), semua keuntungan yang dihasilkan dari dana titipan tersebut menjadi milik bank, demikian juga bank adalah penanggung seluruh kumungkinan kerugian. Sebagai imbalan penyimpan memperoleh jaminan keamanan terhadap asetnya juga fasilitas giro lainnya.</p>
<p>Bank tidak dilarang untuk memberikan semacam insentif berupa bonus dengan catatan tidak disyaratkan sebelumnya dan jumlahnya tidak ditetapkan dalam nominal atau persentase secara advance, tetapi merupakan kebijakan dari manajemen bank. <br/></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/prinsip-titipan-atau-simpanan-al-wadiah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jual Beli</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/jual-beli/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/jual-beli/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 10:02:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Koperasi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[beli jual]]></category>
		<category><![CDATA[contoh jual beli]]></category>
		<category><![CDATA[Jual Beli]]></category>
		<category><![CDATA[perjanjian jual beli]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/jual-beli/</guid>
		<description><![CDATA[
Jual beli Adalah proses pemindahan hak milik/barang atau harta kepada pihak lain dengan menggunakan uang sebagai alat tukarnya.
Dasar Hukum Jual Beli: &#8220;Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu makan harta sesamamu dengan jalan yang bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu&#8221; (QS. An-Nisa : 29).
&#8220;Allah telah menghalalkan jual beli dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><div style="FLOAT: left; MARGIN-LEFT: 10px"><a href="http://bisnis.koperasisyariah.com/" title="Jasa pembuatan kaos"><img src="http://3.bp.blogspot.com/_tEVf3XMLQtA/RtIslgLE6wI/AAAAAAAAAjA/EHsqfXD6p64/s400/DINAR.jpg" height="234" width="234"/></a></div>
<p><a href="http://www.koperasisyariah.com/jual-beli/" title="Jual Beli">Jual beli</a> Adalah proses pemindahan hak milik/barang atau harta kepada pihak lain dengan menggunakan uang sebagai alat tukarnya.</p>
<p>Dasar Hukum <a href="http://www.koperasisyariah.com/jual-beli/" title="Jual beli">Jual Beli</a>: <br/><em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu makan harta sesamamu dengan jalan yang bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu&#8221;</em> (QS. An-Nisa : 29).</p>
<p><em>&#8220;Allah telah menghalalkan <a href="http://www.koperasisyariah.com/jual-beli/" title="Jual Beli">jual beli</a> dan mengharamkan riba&#8221;</em> (QS. Al-Baqarah : 275).</p>
<p><strong>Rukun <a href="http://www.koperasisyariah.com/jual-beli/" title="Jual Beli">Jual Beli</a>:</strong></p>
<ul>
<li>Dua pihak membuat akad penjual dan pembeli</li>
<li>Objek akad (barang dan harga)</li>
<li>Ijab qabul (perjanjian/persetujuan)</li>
</ul>
<p><strong>Syarat Penjual dan Pembeli:</strong></p>
<ol>
<li>Cakap, yaitu sempurna akal dan fikiran, cukup umur, mengerti secara hukum</li>
<li>Memiliki walayah, kuasa atas objek akad</li>
<li>Tidak ada paksaan dalam melakukan jual beli (saling ridho)</li>
<li>Untuk menjamin bahwa jual beli dilakukan tanpa paksaan, maka perlu dituangkan dalam bentuk perjanjian (ijab qabul) yang menunjukkan kerelaan kedua belah pihak dalam melaksanakan akad tersebut termasuk menerima segala dampaknya.</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/jual-beli/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tujuan Ekonomi dalam Islam</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/tujuan-ekonomi-dalam-islam/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/tujuan-ekonomi-dalam-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 23:23:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Koperasi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Perbankan Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[muamalah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=391</guid>
		<description><![CDATA[Dalam pandangan Islam, manusia bukanlah makhluk yang dikutuk karena membawa dosa turunan (original sin), tetapi merupakan khalifah Allah SWT di muka bumi (QS. 2:30). Allah SWT menciptakan bumi dan segala isinya untuk manusia (QS. 2:29) dan memberi kebebasan kepada manusia untuk mengelola sumber daya ekonomi yang tersedia di alam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan membangun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Dalam pandangan Islam, manusia bukanlah makhluk yang dikutuk karena membawa dosa turunan (original sin), tetapi merupakan khalifah Allah SWT di muka bumi (QS. 2:30). Allah SWT menciptakan bumi dan segala isinya untuk manusia (QS. 2:29) dan memberi kebebasan kepada manusia untuk mengelola sumber daya ekonomi yang tersedia di alam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan membangun peradaban manusia ke arah yang lebih baik.</p>
<p>Manusia diberi kebebasan untuk <a href="http://www.koperasisyariah.com/tujuan-ekonomi-dalam-islam/" title="ekonomi syariah">mengelola sumber daya ekonomi</a> dan melakukan transaksi perekonomian sesama mereka (muamalah). Mengenai muamalah (kegiatan ekonomi) tersebut terdapat kaidah fiqh yang menyatakan bahwa &#8220;Hukum ashal (awal/asli) dari muamalah adalah boleh (mubah) sampai ada dalil yang menyatakan sebaliknya. Artinya, segala kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh manusia diperbolehkan asalkan tidak bertentangan dengan dalil-dalil nash (Al-Quran dan sunnah). Dengan kata lain, kegiatan ekonomi yang dilakukan untuk tujuan tertentu yang sejalan dengan ajaran Islam.</p>
<p>Menurut Muhammad Umar Chapra, salah seorang ekonom Muslim, tujuan-tujuan kegiatan ekonomi tersebut dapat dirumuskan menjadi 4 macam.</p>
<p><strong>Pertama</strong>, kegiatan ekonomi atau muamalah bertujuan untuk memperoleh kesejahteraan ekonomi dalam batas-batas norma-norma moral Islami. Agama Islam membolehkan manusia untuk menikmati rezeki dari Allah namun tidak boleh berlebihan dalam pola konsumsi (QS. 2:60, 168, 172; 6:142; 7:31, 160; 16:114; 20:81; 23:51; 34:15; 67:15).</p>
<p>Di samping itu Allah SWT mendorong umat-Nya untuk bekerja keras mencari rezeki setelah setelah melakukan shalat Jum&#8217;at (QS. 62:10). Setiap usaha yang dilakukan oleh manusia seperti bertani, berdagang, dan usaha-usaha halal lainnya dianggap sebagai ibadah. Hal ini menujukkan bahwa usaha untuk memperoleh pertumbuhan ekonomi yang lebih baik harus menjadi salah tujuan masyarakat Muslim.</p>
<p><strong>Kedua</strong>, <a href="http://www.koperasisyariah.com/kelola-harta-dengan-efektif-dan-efisien/" title="kelola harta">tatanan ekonomi</a> yang diusahakan bertujuan untuk membina persaudaraan dan menegakkan keadilan universal. Islam menginginkan terbinanya tatanan sosial di mana semua individu mempunyai rasa persaudaraan dan keterikatan layaknya suatu keluarga yang berasal dari orangtua yang sama (QS. 49:13).</p>
<p>Dengan demikian, kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh manusia jangan sampai menimbulkan rasa permusuhan, peperangan, dan ketidakadilan ekonomi sebagaimana yang masih banyak dijumpai pada saat ini. Dengan adanya rasa persaudaraan sesama umat manusia, tidak akan timbul perebutan sumber-sumber ekonomi dan yang timbul adalah bertolong-tolongan untuk kesejahteraan bersama (QS. 5:2).</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, distribusi pendapatan yang seimbang. Islam mempunyai komitmen yang tinggi terhadap persaudaraan manusia dan keadilan. Oleh karena itu, ketidakadilan ekonomi tidak dibenarkan dalam Islam. Ketidakmerataan ekonomi tersebut hanya akan meruntuhkan rasa persaudaraan antar sesama manusia yang ingin dibina oleh Islam. Menurut ajaran Islam, semua sumber daya yang tersedia merupakan &#8216;karunia Allah SWT yang diberikan kepada semua manusia&#8217; (QS. 2:29), sehingga tidak ada alasan kalau <a href="http://www.koperasisyariah.com/tujuan-ekonomi-dalam-islam/" title="tujuan ekonomi syariah">sumberdaya ekonomi</a> itu hanya terkonsentrasi pada beberapa kelompok manusia (QS. 59:7).</p>
<p>Pemerataan tersebut dapat dilakukan melalui zakat, infak, shadaqah, wakaf, dan transaksi-transaksi halal lainnya yang dikelola dengan baik sesuai dengan spirit yang dikandungnya.</p>
<p><strong>Keempat</strong>, tatanan ekonomi dalam Islam bertujuan untuk mewujudkan kebebasan manusia dalam konteks kesejahteraan sosial. Salah satu misi yang diemban oleh Muhammad saw adalah untuk melepaskan manusia dari beban-beban dan belenggu yang ada pada mereka (QS. 7:157). Khalifah Umar bin Khatab mengatakan, &#8220;Sejak kapan kamu memperbudak manusia padahal ibu-ibu mereka melahirkan mereka dalam keadaan merdeka?&#8221; Imam Syafii juga mengatakan, &#8220;Allah menciptakan kamu dalam keadaan merdeka, oleh karena itu jadilah manusia yang merdeka.&#8221; meskipun demikian, kebebasan individu dalam konteks kesejahteraan sosial haruslah dalam batas-batas yang ditentukan oleh Islam. Artinya kebebasan itu jangan sampai berkonflik dengan kepentingan sosial yang lebih besar dan hak-hak orang lain.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/tujuan-ekonomi-dalam-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Koperasi dalam pandangan Islam</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/koperasi-dalam-pandangan-islam/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/koperasi-dalam-pandangan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 01:22:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ekonomi Syariah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Koperasi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[koperasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.koperasisyariah.com/?p=382</guid>
		<description><![CDATA[Koperasi Syariah merupakan sebuah konversi dari koperasi konvensional melalui pendekatan yang sesuai dengan syariat Islam dan peneladanan ekonomi yang dilakukan Rasulullah dan para sahabatnya.
Konsep pendirian Koperasi Syariah menggunakan konsep Syirkah Mufawadhoh yakni sebuah usaha yang didirikan secara bersama-sama oleh dua orang atau lebih, masing-masing memberikan kontribusi dana dalam porsi yang sama besar dan berpartisipasi dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Koperasi Syariah merupakan sebuah konversi dari koperasi konvensional melalui pendekatan yang sesuai dengan syariat Islam dan peneladanan ekonomi yang dilakukan Rasulullah dan para sahabatnya.</p>
<p>Konsep pendirian Koperasi Syariah menggunakan konsep Syirkah Mufawadhoh yakni sebuah usaha yang didirikan secara bersama-sama oleh dua orang atau lebih, masing-masing memberikan kontribusi dana dalam porsi yang sama besar dan berpartisipasi dalam kerja dengan bobot yang sama pula. Masing-masing partner saling menanggung satu sama lain dalam hak dan kewajiban. Dan tidak diperkenankan salah<br />
seorang memasukan modal yang lebih besar dan memperoleh keuntungan yang lebih besar pula dibanding dengan partner lainnya.</p>
<p>Azas usaha Koperasi Syariah berdasarkan konsep gotong royong, dan tidak dimonopoli oleh salah seorang pemilik modal. Begitu pula dalam hal keuntungan yang diperoleh maupun kerugian yang diderita harus dibagi secara sama dan proporsional.</p>
<p>Penekanan manajemen usaha dilakukan secara musyawarah (Syuro) sesama anggota dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) dengan melibatkan seluruhnya potensi anggota yang dimilikinya.</p>
<blockquote><p>“…..Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, Allah amat berat siksaannya “. (Q.S Al Maidah ayat 2).</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/koperasi-dalam-pandangan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Usaha Koperasi Syariah</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/usaha-koperasi-syariah/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/usaha-koperasi-syariah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2009 02:10:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Koperasi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[bagi hasil]]></category>
		<category><![CDATA[thayyib]]></category>
		<category><![CDATA[usaha koperasi syariah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koperasisyariah.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[
Usaha koperasi syariah meliputi semua kegiatan usaha yang halal, baik      dan bermanfaat (thayyib) serta menguntungkan dengan sistem bagi hasil, dan      tidak riba, perjudian (masyir) serta ketidak jelasan (ghoro).
Untuk menjalankan fungsi perannya, koperasi syariah menjalankan usaha      sebagaimana tersebut dalam sertifikasi usaha [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><ol type="1">
<li>Usaha koperasi syariah meliputi semua kegiatan usaha yang halal, baik      dan <strong>bermanfaat </strong>(<em>thayyib</em>) serta menguntungkan dengan sistem <a title="perbedaan bagi hasil dan bunga bank" href="http://koperasisyariah.com/perbedaan-antara-bunga-dan-bagi-hasil"><strong>bagi hasil</strong></a>, dan      <strong>tidak <a title="definisi riba" href="http://koperasisyariah.com/artikel/definisi-riba" target="_self">riba</a></strong>, <strong>perjudian </strong>(<em>masyir</em>) serta <strong>ketidak jelasan</strong> (<em>ghoro</em>).</li>
<li>Untuk menjalankan fungsi perannya, koperasi syariah menjalankan usaha      sebagaimana tersebut dalam <strong>sertifikasi usaha koperasi</strong>.</li>
<li>Usaha-usaha yang diselenggarakan <a href="http://koperasisyariah.com/modal-awal-koperasi-syariah">koperasi syariah</a> harus dinyatakan sah      berdasarkan fatwa dan ketentuan Dewan syariah Nasional Majelis Ulama      Indonesia.</li>
<li>Usaha-usaha yang diselenggarakan koperasi syariah harus dengan      peraturan perundang-undangan yang berlaku.</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/usaha-koperasi-syariah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tujuan dan Peran Koperasi Syariah</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/tujuan-dan-peran-koperasi-syariah/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/tujuan-dan-peran-koperasi-syariah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2009 02:06:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Koperasi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[peran koperasi syariah]]></category>
		<category><![CDATA[tujuan koperasi syariah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koperasisyariah.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[
Koperasi syariah bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota      pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta turut membangun tatanan      perekonomian yang berkeadilan sesuai prinsip-prinsip islam
Koperasi syariah berfungsi dan berperan

Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan anggota pada       khususnya dan masyarakat pada umumnya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><ol type="1">
<li>Koperasi syariah bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota      pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta turut membangun tatanan      perekonomian yang berkeadilan sesuai prinsip-prinsip islam</li>
<li>Koperasi syariah berfungsi dan berperan
<ol type="a">
<li>Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan anggota pada       khususnya dan masyarakat pada umumnya, guna meningkatkan, kesejahteraan       sosial ekonominya.</li>
<li>Memperkuat kualitas sumber daya insani anggota, agar menjadi lebih <strong> amanah</strong>, <strong>professional </strong>(fathonah), <strong>konsisten</strong>, dan <strong>konsekuen </strong>(istiqomah) di       dalam menerapkan prinsip-prinsip ekonomi islam dan prinsip-prinsip       syariah islam</li>
<li>Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional       yang merupakan usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan dan demokrasi       ekonomi</li>
<li>Sebagai mediator antara menyandang dana dengan penggunan dana,       sehingga tercapai optimalisasi pemanfaatan harta.</li>
<li>Menguatkan kelompok-kelompok anggota, sehingga mampu bekerjasama       melakukan kontrol terhadap koperasi secara efektif</li>
<li>Mengembangkan dan memperluas kesempatan kerja</li>
<li>Menumbuhkan kembangkan usaha-usaha produktif anggota.</li>
</ol>
</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/tujuan-dan-peran-koperasi-syariah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Landasan, Azas dan Prinsip Koperasi Syariah</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/landasan-azas-dan-prinsip-koperasi-syariah/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/landasan-azas-dan-prinsip-koperasi-syariah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2009 02:00:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Koperasi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[koperasi]]></category>
		<category><![CDATA[landasan koperasi syariah]]></category>
		<category><![CDATA[prinsip koperasi syariah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koperasisyariah.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Landasan Koperasi Syariah

Koperasi syariah berlandaskan pancasila dan undang-undang dasar 1945
Koperasi syariah berazaskan kekeluargaan
Koperasi syariah berlandaskan syariah islam yaitu al-quran dan      assunnah dengan saling tolong menolong (ta&#8217;awun) dan saling menguatkan      (takaful)

Prinsip Koperasi Syariah

Koperasi syariah menegakan prinsip-prinsip ekonomi islam, sebagai      berikut:

Kekayaan adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><strong>Landasan <a title="produk perbankan syariah" href="http://koperasisyariah.com/produk-perbankan-syariah">Koperasi Syariah</a></strong></p>
<ol>
<li>Koperasi syariah berlandaskan pancasila dan undang-undang dasar 1945</li>
<li>Koperasi syariah berazaskan <a href="http://koperasisyariah.com/perbedaan-antara-bunga-dan-bagi-hasil">kekeluargaan</a></li>
<li>Koperasi syariah berlandaskan syariah islam yaitu al-quran dan      assunnah dengan saling <a title="modal awal koperasi syariah" href="http://koperasisyariah.com/modal-awal-koperasi-syariah">tolong menolong</a> (ta&#8217;awun) dan saling menguatkan      (takaful)</li>
</ol>
<p><strong>Prinsip Koperasi Syariah</strong></p>
<ol type="1">
<li>Koperasi syariah menegakan prinsip-prinsip ekonomi islam, sebagai      berikut:
<ol type="a">
<li>Kekayaan adalah amanah Allah swt yang tidak dapat dimiliki oleh       siapapun secara mutlak</li>
<li>Manusia diberi kebebasan bermu&#8217;amalah selama bersama dengan ketentuan       syariah</li>
<li>Manusia merupakan khalifah Allah dan pemakmur dimuka bumi</li>
<li>Menjunjung tinggi keadian serta menolak setiap bentuk ribawi dan       pemusatan sumber dana ekonomi pada segelintir orang atau sekelompok orang       saja</li>
</ol>
</li>
<li><a title="produk perbankan syariah" href="http://koperasisyariah.com/produk-perbankan-syariah">Koperasi syariah</a> dalam melaksanakan kegiatannya berdasarkan pada prinsip-prinsip      syariah islam sebagai berikut
<ol type="a">
<li>Keanggotan bersifat sukarela dan terbuka</li>
<li>Keputusan ditetapkan secara musyawarah dan dilaksanakan secara       konsisten dan konsekuen (istiqomah)</li>
<li>Pengelolaan dilakukan secara transparan dan professional</li>
<li>Pembagian sisa hasil usah dilakukan secara adil, sesuai dengan       besarnya jasa usaha masing-masing anggota</li>
<li>Pemberian balas jasa modal dilakukan secara terbatas dan professional       menurut sistem bagi hasil</li>
<li>Jujur, amanah dan mandiri</li>
<li>Mengembangkan sumber daya manusia, sumber daya ekonomi dan sumber       daya informasi secara optimal</li>
<li>Menjalin dan menguatkan kerjasama diantara anggota, antar koperasi       serta dengan dan atau lembaga lainnya.</li>
</ol>
</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/landasan-azas-dan-prinsip-koperasi-syariah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jenis-jenis Koperasi</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/jenis-jenis-koperasi/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/jenis-jenis-koperasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 07:02:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Koperasi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[jenis koperasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koperasisyariah.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Koperasi secara umum dapat dikelompokkan menjadi koperasi konsumen, koperasi produsen dan koperasi kredit (jasa keuangan). Koperasi dapat pula dikelompokkan berdasarkan sektor usahanya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Koperasi secara umum dapat dikelompokkan menjadi koperasi konsumen, koperasi produsen dan koperasi <a class="snap_shots" title="Kredit" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kredit">kredit</a> (jasa keuangan). Koperasi dapat pula dikelompokkan berdasarkan sektor usahanya.</p>
<ul>
<li>Koperasi Simpan Pinjam</li>
<li>Koperasi Konsumen</li>
<li>Koperasi Produsen</li>
<li>Koperasi Pemasaran</li>
<li>Koperasi Jasa</li>
</ul>
<p>Koperasi Simpan Pinjam Adalah koperasi yang bergerak di bidang simpanan dan pinjaman</p>
<p>Koperasi <a class="snap_shots" title="Konsumen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Konsumen">Konsumen</a> Adalah koperasi beranggotakan para <a class="snap_shots" title="Konsumen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Konsumen">konsumen</a> dengan menjalankan kegiatannya jual beli menjual barang konsumsi</p>
<p>Koperasi <a class="snap_shots" title="Produsen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Produsen">Produsen</a> Adalah koperasi beranggotakan para pengusaha kecil (UKM) dengan menjalankan kegiatan pengadaan bahan baku dan penolong untuk anggotanya.</p>
<p>Koperasi <a class="snap_shots" title="Pemasaran" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemasaran">Pemasaran</a> Koperasi yang menjalankan kegiatan penjualan produk/jasa koperasinya atau anggotanya</p>
<p>Koperasi <a class="snap_shots" title="Jasa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jasa">Jasa</a> Koperasi yang bergerak di bidang usaha jasa lainnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/jenis-jenis-koperasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fungsi dan Peran Koperasi</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/fungsi-dan-peran-koperasi/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/fungsi-dan-peran-koperasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 06:48:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Koperasi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi koperasi]]></category>
		<category><![CDATA[peran koperasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koperasisyariah.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Menurut Undang-undang No. 25 tahun 1992 Pasal 4 dijelaskan bahwa fungsi dan peran koperasi sebagai berikut:

Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya;


Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat


Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Menurut Undang-undang No. 25 tahun 1992 Pasal 4 dijelaskan bahwa fungsi dan peran koperasi sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan <a class="snap_shots" title="Ekonomi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi">ekonomi</a> anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan <a class="snap_shots" title="Ekonomi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekonomi">ekonomi</a> dan <a class="snap_shots" title="Sosial" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sosial">sosialnya</a>;</li>
</ul>
<ul>
<li>Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan <a class="snap_shots" title="Manusia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia">manusia</a> dan <a class="snap_shots" title="Masyarakat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat">masyarakat</a></li>
</ul>
<ul>
<li>Memperkokoh <a class="new" title="Perekonomian rakyat (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perekonomian_rakyat&amp;action=edit&amp;redlink=1">perekonomian rakyat</a> sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian <a class="mw-redirect snap_shots" title="Nasional" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nasional">nasional</a> dengan koperasi sebagai soko-gurunya</li>
</ul>
<ul>
<li>Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional, yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi</li>
</ul>
<p>A. Fungsi Koperasi / Koprasi</p>
<p>1. Sebagai urat nadi kegiatan perekonomian indonesia<br />
2. Sebagai upaya mendemokrasikan sosial ekonomi indonesia<br />
3. Untuk meningkatkan kesejahteraan warga negara indonesia<br />
4. Memperkokoh perekonomian rakyat indonesia dengan jalan pembinaan koperasi</p>
<p>B. Peran dan Tugas Koperasi / Koprasi</p>
<p>1. Meningkatkan tarah hidup sederhana masyarakat indonesia<br />
2. Mengembangkan demokrasi ekonomi di indonesia<br />
3. Mewujudkan pendapatan masyarakat yang adil dan merata dengan cara menyatukan, membina, dan mengembangkan setiap potensi yang ada</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/fungsi-dan-peran-koperasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Definisi Koperasi</title>
		<link>http://www.koperasisyariah.com/definisi-koperasi/</link>
		<comments>http://www.koperasisyariah.com/definisi-koperasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 06:24:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Koperasi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Badan hukum koperasi]]></category>
		<category><![CDATA[Definisi Koperasi]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[koperasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://koperasisyariah.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi bertujuan untuk menyejahterakan anggotanya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><strong>Koperasi</strong> adalah <span class="mw-redirect snap_shots">badan usaha</span> yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi bertujuan untuk menyejahterakan anggotanya.</p>
<p>Berdasarkan pengertian tersebut, yang dapat menjadi anggota koperasi yaitu:</p>
<ul>
<li>Perorangan, yaitu orang yang secara sukarela menjadi anggota koperasi;</li>
</ul>
<ul>
<li>Badan hukum koperasi, yaitu suatu koperasi yang menjadi anggota koperasi yang memiliki lingkup lebih luas.</li>
</ul>
<p>Pada <span class="new">Pernyataan Standard Akuntansi Keuangan</span> (PSAK) No. 27 (Revisi 1998), disebutkan bahwa karateristik utama koperasi yang membedakan dengan badan usaha lain, yaitu anggota koperasi memiliki identitas ganda. Identitas ganda maksudnya anggota koperasi merupakan pemilik sekaligus pengguna <span class="snap_shots">jasa</span> koperasi.</p>
<p>Umumnya koperasi dikendalikan secara bersama oleh seluruh anggotanya, di mana setiap anggota memiliki <span class="snap_shots">hak suara</span> yang sama dalam setiap keputusan yang diambil koperasi. Pembagian keuntungan koperasi (biasa disebut <em>Sisa Hasil Usaha</em> atau SHU) biasanya dihitung berdasarkan andil anggota tersebut dalam koperasi, misalnya dengan melakukan pembagian dividen berdasarkan besar pembelian atau penjualan yang dilakukan oleh si anggota.</p>
<p><script src="http://shots.snap.com//client/inject.js?site_name=0" type="text/javascript"></script></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.koperasisyariah.com/definisi-koperasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
